I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Sayang siapa dia?



Ariel kembali pada pekerjaannya yang menumpuk. Dia di temani Soner meeting. Proyek yang di garapnya ternyata ada masalah eksternal. Lahan yang seharusnya tak ada masalah, ternyata memiliki sengketa. Ariel dengan tegas memberi peringatan pada seluruh staff yang bersangkutan.


Proyek sudah akan berjalan tapi masih ada masalah dengan lahannya. Jelas Ariel tak terima. Perusahaan sudah membayar mahal jual beli lahan, tapi yang di dapat masalah seperti ini.


Hingga malam Ariel mengerjakan pekerjaannya dan masih bertemu klien di club. Sampai lupa janjinya pada Cyntia. Sedang Cyntia memilih pergi dengan Azlah setelah tau tak ada kabar dari Ariel.


Dia seperti biasa menggunakan pakaian sexynya dengan Azlah yang juga selalu tampil sexy. Keduanya memasuki club. Dan lagi-lagi dia melihat Ariel dengan wanita yang sama yaitu Sandra. Dia hanya bisa menghela nafasnya saja. Dia memilih bersenang-senang saja. Toh dia juga tak memiliki hubungan apapun dengan Ariel.


"Tampan, 2 gelas seperti biasa." ucap Azlah pada bartender. Dan bartender menganggukkan kepalanya sambil berkedip nakal pada Azlah..


"Cyntia, di mana Gerald? Biasanya di mana ada Cyntia di situ juga ada Gerald." ucap Azlah dengan tawanya.


"Entahlah, dia tak menghubungiku." ucap Cyntia yang masih fokus melihat tampilan Ariel dan Sandra lewat kaca bar yang ada di depannya.


Sandra terus saja menempel pada Ariel dan sesekali bibirnya dia daratkan pada Daniel. Daniel juga menerima kecupan itu dan kadang menepisnya. Entah kenapa perasaan Cyntia jadi tak enak seperti ini. Gelisah.


"Hai baby, kenapa tak menghubungiku jika kau datang ke sini?" tanya Gerald yang langsung mencium pipi Cyntia. Cyntia sampai terkejut di buatnya.


"Hai azlah mana teman kencanmu kemarin?" tanya Gerald yang ingat kemarin Azlah pergi bersama temannya Zein.


"Kita janjian sedikit malam, karena dia masih ada urusan." jawab Azlah dengan senyumnya.


"Kode itu namanya," bisik Azlah pada Cyntia dan keduanya tertawa.


"Maaf Gerald, aku tak bisa ikut. Aku tak suka yang sepi. Lebih enak di sini kita bisa bersama-sama dengan Azlah juga." Cyntia tau jika Gerald menginginkan sesuatu darinya. Dia tak akan memberikan apapun pada pria seperti Gerald.


Karena Cyntia tak ingin di ajak, Gerald justru mendekatkan diri pada Cyntia hingga tubuhnya tak ada jarak lagi dengannya. Dia merangkul erat pinggang Cyntia yang sedang duduk dan menikmati minumannya.


"Gerald jangan seperti ini. Nanti wanitamu marah padaku. Aku tak ingin membuat kalian bertengkar." ucap Cyntia dengan tawanya dan sedikit menjauhkan dirinya pada Gerald.


"Aku menginginkanmu malam ini baby." ucap Gerald dan tiba-tiba tangan Gerald yang tadinya melingkar di pinggang Cyntia di tepiskan oleh Ariel yang sudah ada di belakang Cyntia. Tentu saja Cyntia terkejut.


"Kenapa tanganmu ada di pinggang wanitaku Gerald? Aku tak suka, pergilah." ucap Ariel yang mengusir Gerald.


"Cantik maafkan aku, banyak sekali pekerjaanku hari ini. Aku sampai melupakan janji kita tadi. Kau mau memaafkanku kan cantik?" tanya Ariel yang baru ingat jika memiliki janji dengan Cyntia.


"Sayang, siapa dia?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤