I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Bukan untuk suami saya



Akhirnya mereka keluar penthouse saat jam makan siang. Entah apa saja yang mereka lakukan. Mungkin banyak yang perlu di selesaikan di atas tempat tidur. Mungkin.


Ariel membawa Cyntia ke pusat perbelanjaan terbesar di New York. Sesampainya di sana Cyntia langsung mencari toko-toko yang menjual ponsel. Dan berhenti di salah satu toko yang paling lengkap. Cyntia akan memilih yang mahal, sesuai keinginannya kemarin.


"Sayang aku mau yang ini boleh?" tanya Cyntia dengan tangan yang bergelayut di lengan Ariel dan menunjuk lonsel yang dia inginkan. Sedang pegawai toko saat melihat ada pria tampan yang mendatangi toko mereka langsung tersenyum dengan lebarnya. Dia juga curi-curi pandang pada Ariel.


"Terserah kau ingin yang mana honey." jawab Ariel dan mencium puncak kepala Cyntia.


"Terima kasih sayang. Aku mau satu yang seperti ini yah?" ucap Cyntia yang menunjuk pada ponsel apel ke gigit pada salah sagu pegawai yang melayaninya.


"Baik. Tunggu sebentar nona, akan saya ambilkan barangnya." ucap pegawai toko.


Maklum para marketing memang tugasnya untuk memikat para pembeli. Seperti pegawai ini. Matanya terus saja nakal pada Ariel. Untung saja Ariel tak sama sekali merespon. Awas saja kalau Arielnya juga nakal. Karena nakalnya hanya boleh padanya saja.


Tak lama pegawai itu kembali dengan membawa ponsel yang di inginkan Cyntia. Dan lagi yang bikin aneh, kenapa dia justru membuka blazer yang dia pakai tadi ya? Sehingga hanya menggunakan kaos yang menutup dadanya saja.


"Ini tuan ponselnya." ucapnya dan memberikan ponselnya kepada Ariel setelah di buka dari segelnya. Masalahnya yang beli dan memilih Cyntia. Lalu kenapa Ariel yang di kasih?


"Maaf sister. Itu ponsel untuk saya. Bukan untuk suami saya. Kalau minta uangnya baru ke suami saya." jelas Cyntia yang menekankan Ariel adalah suaminya. Pegawai itu hanya tersenyum miris. Ternyata pria yang di godanya adalah seorang suami.


Sedang Ariel, sudah kegirangan karena Cyntia berkata dia adalah suaminya. Jika sudah begini test drive sudah tak di perlukankan? Jadi langsung terobos saja? Benar begitu? Itu saja intinya.


"Eh iya nona ini ponselnya. Dan untuk pembayarannya ingin di bayar tunai atau menggunakan debit nona?" tanya pegawai yang salah tingkah.


Cyntia hanya melihat pegawai yang matanya terus saja memandang Ariel. Tapi nyatanya Ariel cuek. Dia justru sibuk dengan ponselnya untuk membalas pesan dari Soner.


"Ini tuan kartunya." ucap pegawai yang masih saja melihat ketampanan Ariel.


"Hmm," jawab Ariel cuek. Cyntia tersenyum puas menanggapi Arielnya tak sama sekali tergoda. Lolos berarti. Tapi pegawai itu juga tak terlalu cantik.


'Apa perlu aku mencari yang lebih cantik? Tapi masalahnya aku yang paling cantik di antara semuanya. Lalu bagaimana aku melakukannya?' gumam Cyntia dalam hatinya. Narsis sekali.


Selesainya, Ariel mengajak Cyntia untuk makan siang. Perutnya sudah sangat lapar. Karena pagi tadi hanya memakan madu dari masing-masing saja. Uh manja.


"Sayang bukannya itu wanita yang terus saja menempel padamu?" tanya Cyntia yang raut wajahnya sudah berubah kusut.


Saat masuk ke restoran, Cyntia melihat Sandra sedang makan sambil bermesraan bersama laki-laki. Entah siapa itu.


"Hmm. Kita cari restoran lain saja honey. Aku tak ingin membuat moodmu jelek." ucap Ariel saat melihat Cyntia yang sudah di tekuk wajahnya.


"Ariel?"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤