I Can'T Stop Thinking About You

I Can'T Stop Thinking About You
Ke dokter



Plakk..


"Jaga bicaramu. Kau wanita berkelas. Tak sepantasnya kau berkata seperti wanita tak bermartabat." ucap Cyntia yang langsung menusuk perasaan Letta.


"Dasar wanita miskin. Pintar sekali kau memutar balikkan fakta. Kau ingat. Aku akan mengambil Ariel darimu. Kau tak pantas dengannya. Akulah yang pantas bersanding dengan Ariel." ucap Letta dengan bangganya. Ya.. ya.. Cyntia tak peduli dengan ucapannya.


Dia memilih kembali ke tempatnya bersama Azlah. Perasaannya sedang buruh hari ini. Di tambah tubuhnya selalu lelah. Karena bawaan kehamilannya ini.


"Kau kenapa Cyntia?" tanya Azlah karena wajah Cyntia sedikit pucat dan suram setelah dari toilet.


"Aku hanya merasa tidak enak badan saja." jawab Cyntia asal.


"Kau sudah periksakan kandunganmu?" tanya Azlah dan Cyntia menggelengkan kepalanya.


"Besok kau harus ke dokter. Aku akan mengantarmu." Cyntia tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja. Terserah Azlah saja.


Pikirannya masih melayang dengan ucapan Letta. Ariel sangat mencintainya. Tak mungkin Ariel dengan mudahnya di rebut oleh Letta. Begitukan? Itu yang sedang Cyntia pikirkan sekarang.


Dia membayangkan jika hal itu sampai terjadi. Cyntia tak ingin anaknya hidup tanpa ayah. Sekali lagi dia tak ingin hidupnya di rasakan oleh anak-anaknya kelak.


Sementara di sisi lain saat Ariel akan menemui istrinya, tiba-tiba Letta sedikit pusing dan akan jatuh. Namun Ariel dengan cepat menolongnya.


"Hei kau kenapa?" tanya Ariel yang membantu Letta untuk duduk.


"Sepertinya vertigoku kambuh. Apa kau bisa membawaku ke rumah sakit Riel?" tanya Letta.


"Aku akan memberitahu istriku dulu. Kau tunggu di sini." ucap Ariel. Tak ada rahasia yang di sembunyikan Ariel. Ariel juga selalu bertanya apapun yang akan di kerjakannya pada Cyntia. Seperti saat ini.


"Honey kau kenapa? Kita ke dokter ya?" tanya Ariel yang khawatir.


"Tak perlu sayang. Aku hanya kecapean saja." jawab Cyntia.


"Ya sudah kita pulang saja. Azlah kita pulang dulu." ucap Ariel dan menggendong Cyntia menuju mobil. Dia sampai lupa dengan Letta yang meminta tolong padanya.


"Ariel..." teriak Letta yang melihat Ariel dan Cyntia pergi meninggalkannya. Ariel menoleh dan baru dia ingat dengan Letta.


"Maaf Letta aku tak bisa mengantarkanmu. Istriku sedang tak enak badan. Kau bisa minta tolong yang lain." jawab Ariel tegas dan berlalu pergi meninggalkan Letta yang semakin kesal di buatnya.


Sedang Cyntia tersenyum dengan puasnya.


Di dalam mobil, Ariel terus saja memperhatikan wajah Cyntia. Takut-takut jika istrinya merasa sakit atau apapun itu.


"Honey kita ke dokter saja yah? Dokter bisa memberimu obat agar kau tak seperti ini. Belakangan ini kau sepertinya sedikit kurang sehat." ucap Ariel yang khawatir. Masalahnya Cyntia memang cepat lelah akhir-akhir ini.


"Tak perlu sayang. Aku butuh istirahat saja. Setelah itu aku akan sehat kembali. Kau tak perlu khawatir." jelas Cyntia.


"Tapi jika lain kali seperti ini lagi kau harus menurut denganku untuk ke dokter. Kau mengerti honey?" tanya Ariel dan Cyntia hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Oh iya, tadi Letta memang kenapa sayang?" tanya Cyntia yang mengingat ucapan Letta saat mereka akan pulang tadi.


"Tadi aku menolongnya saat dia akan pingsan. Dia memintaku untuk mengantarkan ke rumah sakit. Ya aku bilang saja aku akan bertanya istriku dulu. Tapi yang ada aku lupa tak bertanya padamu." jelas Ariel dan tertawa setelahnya. Bodoh amat dengan Letta pikirnya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤