GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
MENYELAMATKAN SEORANG TEMAN



Iniko dan ghost hunter di sampingnya berlari sangat kencang,mareka melewati sungai,hewan,dan ghost hunter lainnya di hutan itu.Iniko harus cepat - cepat menyelamatkan temannya,di dalam hati nya,ia takut teman ghost hunter itu akan terluka atau lebih dari itu.Iniko mempercepat dalam berlari dan sampailah ia di pohon yang di maksud oleh ghost hunter yang menemaninya.


"Jadi ini pohon yang kau maksud?" Kata Iniko dan melihat pohon itu dari jauh.


Ghost hunter itu menjawab, "Iya,itu adalah pohonnya." Kata nya dengan nada ter'engah - engah.Iniko melihat dari jauh dan tidak melihat siapa pun yang terikat oleh akar pohon itu.


Iniko bertanya, "Di mana teman mu?"


Ghost hunter itu menjawab, "Di dalam perut pohon itu."


Iniko terkejut sebentar dan berkata, "Hey jangan bercanda!"


Ghost hunter itu berkata sambil menatap dengan serius, "Aku tidak bercanda,teman ku terlilit oleh akar dari pohon itu dan pohon itu tiba - tiba membuka perutnya dan memasukan teman ku ke dalamnya." Iniko menatap ke arah pohon itu lagi dan mulai mendekat.


"Hati - hati." Bisik ghost hunter itu.Iniko mendengar omongan itu dari mulutnya dan ia tau kalau dia sedang memperingati Iniko.Saat mendekati pohon itu,Iniko melihat dari dekat dan terlihat pohon yang mirip seperti pohon beringging.Pohon besar dan memiliki daun yang lebat,kayu dari pohonnya terlihat tebal dan kuat,jika terlihat dari jauh kecil dan terlihat besar saat melihat dari dekat.


Iniko berjalan secara pelan - pelan,ia sangat waspada akan gerakannya,melihat pohon itu dengan matanya,dan gerakan tubuhnya jika kalau pohon itu menyerang.Iniko menarik nafas dalam - dalam sambil melangkah ke depan,saat sudah beberapa langkah lagi mendekati pohon itu.Tiba - tiba saja Iniko merasa aneh di kaki nya,ia melihat ke bawah dan terkejut karena kakinya sudah di lilit oleh akar pohon itu.


Iniko terkejut karena ia tidak menyadari kalau kakinya sudah terlilit.Tidak lama setelah itu,beberapa akar keluar dari bawah tanah dan melilit kedua kaki Iniko,Iniko tidak bisa melepaskan akar itu dan akar lain nya keluar dari bawah tanah dengan ujung yang runcing,akar itu langsung menyerang Iniko.Untungnya akar yang runcing tersebut di tepis oleh ghost hunter itu dan langsung melepaskan Iniko dari lilitan akar di bawah tanah.


Iniko dan ghost hunter itu mundur.Saat mundur,mereka berdiskusi.Iniko berkata, "Lawan kita bukan lawan yang mudah.Aku benar - benar terkejut karena tidak menyadari akar di bawah tanah dan melilit kaki ku.Pohon itu memiliki kekuatan yang hebat,akar pohon yang di milikinya sepertinya akan menjaganya dari jarak jauh atau dekat,akar itu pasti sangat cepat gerakannya sampai aku tidak menyadarinya."


Ghost hunter itu mengangukan kepala, "Memang benar,aku dan teman ku juga kesulitan dalam menghadapi akar - akar itu.Jadi,kita harus bagai mana?"


"Kita harus membuat rencana dalam menyelamatkan teman mu itu,tidak mudah melawan pohon itu,kita butuh rencana yang matang." Setelah Iniko berbicara seperti itu,mereka berdua mencari ide untuk merencanakan penyelamatan temannya.


Saat berfikir,Iniko bertanya kepada Black, "Black,tolong analisis pohon itu."


Black berkata, "Pohon itu memiliki ketebalan yang sangat tebal,kayunya sangat kuat seperti besi.Meski pun itu tidak masuk akal untuk di ucapkan,tetapi itulah kenyataannya.Dan juga,daun - daun yang kau lihat bukan daun biasa,daun itu bisa menyerang seperti kunai dan tajamnya seperti pisau yang baru di asah."


"Jadi menurutmu bagaimana cara menyerang pohon yang memiliki kayu yang tebal dan sekeras besi."


Black menjawab, "Iniko,pohon adalah pohon.Meskipun dia sekeras besi,kau taukan kelemahan pohon?"


Iniko menjawab, "Apa itu?"


Iniko berdiri dengan penuh percaya diri dan berkata, "Ayo,aku punya rencana."


Ghost hunter itu mendekatkan kupingnya dan Iniko memberitahukan rencananya.Ghost hunter itu berkata, "Apa bisa berhasil?"


Iniko menjawab, "Pasti berhasil." Perkataan Iniko terlihat meyakinkan dan membuat ghost hunter itu percaya,ghost hunter itu mengikuti arahan Iniko.Saat itu juga,ghost hunter berlari dengan kencang dan dia di serang oleh akar - akar pohon.


Iniko memanfaatkan kesempatan ini untuk berlari dan mendekati pohon tersebut,tapi sayangnya masih ada akar - akar yang menyerang Iniko dan menjauhkan Iniko dari pohon itu,Iniko menyerang akar itu dan terus maju.Saat sudah dekat,Iniko di sambut oleh daun - daun yang berterbangan dan menyerang Iniko,daun itu melayang dan melesat seperti kunai yang di lemparkan oleh ninja.Iniko menangkis daun - daun itu.Tetapi pipi Iniko terkena oleh daun itu yang membuat goresan luka,Iniko tidak menyerah dan terus maju sampai ia sudah sangat dekat dengan pohon itu.


Iniko memegang erat - erat ghost swordnya dan berkata dengan pelan, "Lava sword." Seketika itu juga pedang Iniko berubah menjadi berwarna merah,pedang itu terlihat seperti pedang yang di lumuri oleh lava dan terlihat panas.Iniko mengayunkan pedang itu dan menebas pohon tersebut,beberapa tebasan membuat kayu dari pohon itu mulai terbuka,saat sudah terbuka seutuhnya,terdapat ruangan kecil yang muat untuk manusia.


Iniko melihat temannya ghost hunter itu sedang di lilit di dalam perut pohon dan Iniko segera melepaskannya dengan ghost swordnya,Iniko dengan cepat mengendong temannya dan berlari menjauh dari pohon itu.Ghost hunter itu menyadari temannya sudah di selamatkan,ikut mundur juga,Iniko dan ghost hunter itu berlari menjauh dari pohon itu sampai di suatu tempat yang di sampingnya ada sungai.


Iniko meletakan temannya di tempat itu dan menaru tasnya sebagai bantal,ghost hunter itu melihat temannya dengan wajah sedih dan memegang tangan temannya dengan erat,Iniko melihat itu dengan rasa iba dan empati.Iniko sudah mengechek tubuhnya,dan tubuhnya tidak terluka atau terkena racun.Tidak lama setelah itu,temannya terbagun dan di sambut oleh pelukan beserta tangisan,Iniko mengambil air dari sungai dan memberikannya kepada teman ghost hunter itu.


"Terima kasih." Katanya sambil meminum air yang dibawakan oleh Iniko.Karena hari sudah gelap,Iniko sudah menyiapkan ranting - ranting untuk di jadikan sebagai api unggun dan saat api unggun sudah menyala.


Iniko berkata, "Jadi,sudah berapa lama kalian berteman."


Ghost hunter itu menjawab, "Kami sebenarnya keluarga.Kami adalah saudara yang tidak di perkenalkan oleh orang tua kami,awalnya kami tidak mengenal satu sama lain.Tetapi pada waktu itu,kami mulai saling mengenal karena memiliki keinganan yang sama,yaitu menjadi ghost hunter."


Iniko meminum air hangatnya dan berkata, "Aku harap kalian tidak terlalu memaksakan untuk memecahkan misteri pohon itu,pohon itu berbahaya dan memiliki banyak resiko.Meski pun begitu,aku menyarankan kalian untuk memecahkan misteri yang lain terlebih dahulu."


Iniko melanjutkan perkataannya, "Kalau sudah selesai,besok aku akan pergi dan mulai memecahkan misteri ku."


Ghost hunter itu berkata, "Maaf sudah merepotkan mu."


Iniko berkata sambil tersenyum, "tidak apa - apa.Oh ya,aku sedikit kebingungan dengan misteri yang aku dapatkan,misteri ini berhubungan dengan anak kecil dan seorang ibu,akal sehat ku tidak bekerja karena ini adalah hutan liar dan tidak mungkin ada seorang ibu dan anak yang berkeliaran di hutan ini."


Ghost hunter itu berkata, "Kawan,hutan ini penuh dengan misteri,dan misteri tidak masuk akal,itulah yang menyulitkan dari hutan ini.Aku pikir temanku bisa memberitahu mu tentang misteri itu.Baru - baru ini dia bercerita tentang seorang anak kecil di dalam hutan."


Teman di sampingnya berkata, "Benar,tidak jauh dari sini,aku menemukan anak kecil dengan pakaian yang tidak kotor dan tidak bersih.Ia terlihat sangat polos dan dengan wajah nya yang kebingungan,ia berkata kalau dia sedang mencari ibunya.Aku berfikir untuk membawanya keluar dari hutan ini,tetapi saat sudah keluar dari hutan,anak itu tiba - tiba menghilang." Wajah Iniko tiba - tiba berubah setelah mendengar cerita itu.


Iniko berkata, "Kalau begitu,besok aku akan mencari anak kecil itu."