
"Karena aku sudah memberitahu tugas - tugas kalian,sekarang mari kita berlatih.Tidak seperti kelompok penyerang jarak dekat yang membutuhkan fisik dalam menggunakan senjata mereka,kalian hanya butuh akurasi dan ketepatan sasaran.Itu saja,tapi tentunya ketika mempraktekan akan sangat sulit." Kata orang itu.
Orang itu melanjutkan perkataannya, "Sekarang seperti yang sudah kita lihat,kalian mempunyai dua senjata.Senapan dan busur,karena ada dua senjata yang berbeda maka akan aku membaginya menjadi dua kelompok.Meski yang memiliki senapan sangat sedikit dan yang memiliki busur sangat banyak,tapi kita memecah kelompok ini agar lebih mudah untuk berlatih."
"Jadi sekarang aku akan mengajari mereka yang memegang busur terlebih dahulu,jadi yang memegang senapan boleh pulang terlebih dahulu.Jadi sistem latihan kita berganti - gantian,seperti hari ini kelompok busur terlebih dahulu latihan,ke'esokan harinya baru kelompok senapan." Kata orang itu sambil berkata pada semua orang di depannya.
Kelompok dua mendengar orang itu dan mereka yang memegang senjata senapan,mereka pergi dari tempat itu dan kelompok yang memegang busur akan mulai berlatih.Sebelum berlatih,orang itu mengeluarkan kapur dari kantung celananya dan membuat lingkaran di beberapa pohon.
Orang itu berkata, "Jadi latihan kali ini adalah kalian harus mengenai panah ke dalam lingkaran yang sudah aku buat."
Kelompok pemanah mengerti dan setiap satu orang memanah pohon tersebut,setelah itu bergantian dengan yang lainnya.Meski banyak yang tidak mengenai panahnya di dalam lingkaran,tetapi orang itu mengajari mereka tentang ketepatan dan posisi dalam memegang busur.
"Jadi kau arahkannya sebelah sini dan perlahan menarik panah,dan melepaskannya." Kata orang itu sambil mengajari salah satu anggota.
Mereka yang di ajari oleh orang itu,mulai mengusai dasar - dasar dan mendapatkan pengalaman mereka.Semakin mereka menembakkan panah mereka ke dalam lingkaran di pohon itu,semakin banyak orang yang bisa menembakkan dengan tepat sasaran dan lingkaran itu di penuhi oleh panah.
Karena melihat semuanya sudah bisa dalam menembakkan panah.Orang itu kemudian membuat lingkaran yang banyak di dalam lingkaran yang sudah di buatnya tadi.Ketika sudah tidak bisa membuat lagi lingkaran,ia berkata, "Karena kalian sudah menembak panah dengan benar dan tepat sasaran,sekarang kalian harus menembakkan panah kalian di bulatan yang paling kecil itu."
Para kelompok pemanah tentu saja terkejut dan mereka semuanya mulai menebakkan panah mereka ke dalam bulatan kecil itu,tetapi tidak ada yang mengenainya.Orang itu hanya melihat mereka dan mereka tidak di ajari tentang teknik - teknik,tetapi orang itu mengajarkan mereka tentang pengalaman.Orang itu memang dengan sengaja tidak mengajari mereka tentang teknik -teknik,orang itu ingin kelompok pemanah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu.
Mereka kelompok memanah terus menembakkan panah mereka sampai panah tersebut mengenai lingkaran kecil itu,mereka terus memanah sampai sore hari.Ketika matahari ingin terbenam,orang itu dari kejauhan membawa minum yang banyak untuk mereka yang sudah memanah dari pagi sampai sore.
Ketika orang itu sampai,orang itu langsung membagikan minuman untuk kelompok pemanah.Orang itu berkata, "Kerja bagus,kalian sudah ada kemajuan.Besok latihan akan berganti oleh kelompok senapan,jadi pada hari aku mengajari kelompok senapan,kalian boleh berlatih sendiri.Baik,karena matahari hampiar tenggelam,kalian boleh pulang ke rumah masing - masing."
Ketika mereka selesai meminum air dan beristirahat sebentar,mereka bersama orang itu pulang ke rumah masing - masing.Pada pagi harinya,gilirannya kelompok senapan yang menjalankan latihan.Orang itu dari rumahnya membawa meja yang agak besar,ketika orang itu sampai di tempat yang sudah di tentukan.Kelompok senapan terkejut melihat orang itu membawa meja dari rumahnya.
Salah satu anggota berkata, "Kenapa kamu membawa meja?"
Orang itu menaru meja dan menjawab, "Karena ini untuk kalian berlatih."
Kelompok senapan kebingungan dan orang itu menggambil batu,dan menarunya di meja itu.Orang berkata, "Jadi latihan kita kali ini adalah,kalian harus menembak batu yang aku taru di meja ini sampai jatuh.Kalian mengerti?"
Semuanya menjawab, "Mengerti."
Di mulailah mereka dalam menembak,meski banyak yang tidak bisa menembak secara akurat dan tidak bisa menjatuhkan batu itu.Mereka kebingungan dan orang itu membimbing mereka,memang terkadang senapan terlihat mudah di gunakan di bandingkan busur.Tetapi realitanya susah sama seperti busur.
Mereka yang menembak tidak benar mungkin karena posisi atau arahan tembakkan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.Orang itu mengerti apa masalah yang membuat mereka tidak menembak dengan benar,masalahnya ada beberapa macam.Salah satunya mereka tidak bisa menahan getaran saat menembak,ketika seseorang menembak,pasti senjata bergetar.
Nah karena tidak bisa mengendalikan getaran itu,maka penembak akan membuat peluru tidak beraturan dan tidak sesuai yang di inginkan.Ada juga masalah karena tidak bisa menempatkan posisi atau arah tembakannya yang membuat peluru mereka tidak mengenai batu tersebut.Orang itu kemudian mengoreksi dan memberi tahu mereka tentang kesalahan menembak,setelah itu memperbaikinya.
Setelah memperbaiki kesalahan - kesalahan kelompok senapan.Beberapa anggota sudah bisa menembak dengan benar dan bisa menembak batu itu sampai jatuh dari meja.Meski ada beberapa yang belum bisa menembak dengan benar dan harus di perbaiki lagi,tetapi orang itu tau akan proses.
Proses adalah perjalanan seseorang ketika melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu atau pencapaian.Ketika ada seorang yang belum benar dalam menembak,orang itu tidak menyalahinya atau memindahkannya ke kelompok lain karena tidak cocok,malahan ia mengajarinya dan memberi tahu apa kesalahan - kesalahannya.Karena itulah yang membuat orang itu selalu optimis dalam mengajari kelompok lain berlatih.
Orang itu ingin lihat bagaimana kerja keras seseorang akan bisa membuat dia menjadi orang yang mandiri.Orang itu melihat anggota - anggota menembak peluri mereka sampai sore,orang itu menghentikan latihan dan berkata, "Karena kalian sudah berlatih sangat keras,aku sangat mengapresiasi kalian.Meski ada beberapa yang masih kesulitan,tetapi hari ini kita akhiri dan ke'esokan harinya aku akan mengajari kelompok pemanah."
Setelah itu seperti biasa mereka pulang ke rumah masing - masing bersama orang itu.
EPISODE KE 30: KELOMPOK DUA.
Setelah beberapa hari dilatih oleh orang itu,sudah ada perkembangan yang begitu pesat dari kedua kelompok.Orang itu juga terkejut karena perkembangan mereka terlalu signifikan,orang itu tersenyum karena mereka yang sudah bekerja keras dalam berlatih,latihan mereka tidak sia - sia dan membuahkan hasil.
Seperti sebuah bibit pohon apel yang di tanam,orang yang menanam bibit itu memberi pupuk dan di siram setiap harinya.Ia bersabar dan menunggu sampai pohon itu tumbuh,dan ketika pohon itu tumbuh,maka ia mendapatkan buah yang banyak dari pohon yang di tamannya.
Seperti itulah orang yang bekerja keras.Ketika kedua kelompok itu sudah berkembang pesat dan membuat orang itu terkesan.Ia tidak langsung menganggab kalau kelompok dua sudah sempurna dan siap untuk berperang.Tetapi ia akan memoles kelompok dua.
Seperti sebuah benda yang indah dari bentuknya,tetapi ketika sudah di warnai dan di percantik.Benda itu akan terlihat lebih indah,itulah yang di inginkan oleh orang itu kepada kelompok dua.Jadi dia sudah menyiapkan latihan khusus untuk memoles kemampuan mereka.
Pada pagi hari,orang itu menggumpulkan kedua kelompok dan berkata kepada mereka, "Kalian berkembang cepat dan membuatku terkejut,kalian hebat."
Setelah mendengar perkataan orang itu,anggota kelompok tersenyum karena di puji oleh orang itu.Orang itu kemudian berkata, "Karena kalian sudah bisa di katakan 'hebat' tapi akan ada latihan khusus yang akan membuat kalian berkembang lagi.Untuk kelompok pemanah,ikuti aku.Kelompok senapan tunggu di sini."
Orang itu berjalan dan kelompok pemanah mengikutinya dari belakang.Orang itu dan kelompok pemanah berjalan menuju suatu tempat.Ketika mereka hampir sampai,mereka mendengar suara derasnya air dari sungai dan mereka sudah menebak tempat apa itu.
Ya benar tempat itu adalah sungai.Ketika mereka sampai,orang itu berkata, "Kalian lihat sungai ini.Musim sekarang banyak ikan yang melewati sungai ini untuk mereka menuju tempat kawin,jadi aku ingin kalian dengan busur dan panah itu.Aku ingin kalian menembak dengan panah kalian pada ikan yang melewati sungai ini."
Tentu saja perkataan orang itu membuat anggota kelompok protes dan ada salah satu anggota berkata, "Bagaimana mungkin kami menembakkan panah pada ikan itu,itu tidak masuk akal.Kau lihat arus yang agak deras dan itu akan mustahil untuk kita menembakkan panah itu,mungkin panah itu akan ikut di bawa oleh arus yang membuatnya tidak kena pada ikan."
"Itulah yang aku maksud dengan latihan khusus.Ini akan memberikan banyak pengalaman dan kalian mungkin akan membuat teknik - teknik dalam memanah karena latihan ini.Kalian boleh menembak dari arah manapun,kalian boleh menembak dari dekat atau jauh.Asalkan kalian tidak boleh terlalu dekat,batasnya adalah daratan ini,kalian tidak boleh memasuki sungai." Kata orang itu.
"Ada aturannya juga untuk latihan ini,kalian tidak boleh menembak lebih dari tiga atau dua ikan.Kalau kalian sudah mengenai tiga atau dua ikan,kalian tidak boleh menembak lagi.Karena kita tidak ingin merusak populasi ikan,kalian juga boleh membawa ikan yang kalian dapatkan untuk di jadikan makanan." Kata orang itu sambil melihat anggota kelompok.
Orang itu berkata lagi, "Kalian juga tidak boleh berbuat curang,maka dari itu akan ada orang yang mengawasi kalian."
Setelah mendengar perkataan orang itu,tiba - tiba saja dari dalam hutan muncul ketua desa.Tentu saja semua anggota terkejut dan orang itu berkata, "Inilah orang yang aku maksud.Kalian tidak boleh berbuat curang ya!"
Setelah berbicara,orang itu langsung pergi dan meninggalkan ketua desa bersama kelompok dua.Orang itu sangat pintar karena ia tahu kalau mungkin saja kelompok dua akan bekerja sama dan menghasut orang yang akan mengawasi mereka.Itu yang membuat ketua desa menjadi pengawas mereka,karena ia tahu kalau mereka tidak berani macam - macam dengan ketua desa.
Ketika orang itu balik lagi dan bertemu kelompok senapan,ia langsung mengajak kelompok senapan menuju suatu tempat.Kedua kelompok ini mempunyai tempat masing - masing dan memiliki latihan yang berbeda.Orang itu berjalan bersama kelompok senapan,mereka menaiki perbukitan dan ketika mereka sudah sampai di puncak,orang itu berhenti.
"Baik ini adalah tempat latihan kita." Kata orang itu.
Anggota - anggota kebingungan dan bertanya - tanya,kenapa tempat ini menjadi tempat latihan? Pertanyaan itu langsung di jawab oleh orang itu, "Kalian lihat sebentar lagi sore akan tiba,burung - burung biasanya berterbangan.Jadi kalian harus menembak burung yang berterbangan itu,latihan ini akan berguna,karena kalian akan menembak sasaran yang bergerak.Tidak seperti batu yang diam dan kalian tembak."
Perkataan orang itu membuat kelompok senapan terkejut dan mereka tahu kalau hal ini susah di lakukan.Ini adalah latihan yang menurut mereka berat,yang berarti susah.Tentu saja kelompok senapan setuju latihan ini akan sangat berpengaruh dan mereka tidak bisa mengelak.
"Kalian tidak boleh menembak lebih dari satu burung,tapi kalau kalian tidak membuat burung itu mati.Dan hanya melukai sayap burung itu dan membuatnya terjatuh,kalian akan mendapatkan nilai plus.Setelah kalian menembak burung dan burung itu mati atau terluka.Kalian sembuhkan lukanya atau kuburkan burung itu dengan layak." Kata orang itu.