
Iniko dan kakek Dop beserta ketiga anaknya makan bersama di meja makan.Iniko memakan makanan dan dengan perut yang lapar,Iniko melahap makanan yang ada di piringnya.
Kakek Dop terlihat tersenyum saat Iniko melahap makanan dengan penuh nafsu.Kakek Dop melihat Iniko dan Iniko menyadari itu,Iniko hanya tersenyum pada kakek Dop dan di balas dengan senyuman oleh kakek Dop.
Iniko melanjutkan makannya dan sekarang ia makan dengan perlahan sambil melihat tiga anaknya.Iniko melihat Fan yang sedang makan dan melihat Qary yang juga sedang makan.Iniko melihat Ran memakan makanan nya dengan perlahan.
Fan melihat Iniko dan memulai perbincangan, "Namamu Iniko bukan? Kenapa kamu menjadi pekerja di ladang ayahku?"
Iniko berhenti makan dan jantungnya berdegub kencang.Fan melihat Iniko dengan wajah gelisah.Fan berkata, "Maaf,sepertinya aku menanyakan sesuatu yang sangat privasi."
Iniko tersenyum dan melihat Fan.Iniko berkata, "Tidak apa - apa.Aku bekerja di ladang kakek Dop karena aku baru pertama kali berkunjung ke desa ini dan aku tidak mempunyai apa pun.Jadi itulah alasanku."
Fan berkata sambil mengangkat sendoknya, "Ternyata begitu."
Qary mendengar percakapan mereka dan juga mulai memasuki perbicangan mereka, "Oh ya,kamu berasal dari mana?"
Iniko menjawab dengan nada memaksa, "Aku aku,berada di perkotaan." Iniko memaksakan dirinya untuk berbohong.Iniko sangat tidak ingin berbohong,tetapi itu adalah untuk kebaikannya.Jika yang bertanya bukan Qary,mungkin Iniko sudah ketahuan saat berbohong.
Qary tersenyum dan berkata, "Kalau begitu selama kau berada di ladang,aku akan menjelaskan dan membantumu dalam bekerja."
Fan berkata sambil memakan sayur di sendoknya, "Aku juga akan membantumu dalam memberi makan hewan ternak."
Iniko tersenyum dan berkata, "Terima kasih."
Iniko melanjutkan makannya dan juga kedua orang itu juga memakan makanan mereka sampai habis.Iniko berbincang dengan kedua orang itu kecuali dengan Ran.Iniko merasa kalau Ran adalah seorang pendiam.Iniko harus berhati - hati saat berbicara dengan Ran,Iniko tidak ingin Ran tersinggung.
Iniko memakan makanan nya dan ketika sudah selesai.Ada keranjang buah di depannya,Iniko mengambilnya dan memakannya.Iniko memakan apel dan merasakan rasa yang manis saat mengigit apel itu.Iniko merasa apel ini tidak seperti apel yang di belinya di supermarket atau pun yang di petiknya di hutan bersama Zarum.
Iniko merasa apel ini spesial.Iniko mengigit apel itu dan berkata, "Apel ini sangat enak."
Fan tertawa dan berkata, "Tentu saja apel yang di tanam di kebun kami adalah apel terbaik di desa ini.Dan juga berkat di tanam oleh Ran,apel - apel itu sangat enak sangat di makan."
Iniko melihat ke arah Ran dan tersenyum.Ran melihat Iniko dan menoleh.Iniko merasa kalau kebutuhan nya sudah terpenuhi di rumah kakek Dop.Iniko sangat berterima kasih pada kakek Dop karena memberikannya makanan yang enak.
Iniko sudah lama tidak memakan makan yang enak.Di hutan Iniko hanya memakan buah yang belum matang dan rasanya agak pahit.Iniko waktu itu pernah memasak dengan memakai api unggun.Tentunya masakan itu tidak se'enak masakan di rumah kakek Dop.Sudah berhari - hari Iniko berada di hutan dan tertidur di tendanya.Akhirnya Iniko bisa menikmati kehangatan di dalam rumah.
Iniko selesai makan dan juga selesai memakan buah.Sekarang ia mulai kelelahan dan ingin sekali tertidur.Iniko tidak ingin tidur karena ada pekerjaan yang harus ia lakukan,yaitu membantu kakek Dop di ladangnya.Iniko mencoba untuk tidak mengantuk.
Kakek Dop melihat Iniko seperti ingin tertidur.Kakek Dop berkata, "Iniko,tidurlah di kamar atas.Kamarnya sudah kakek siapkan."
Iniko menjawabnya dengan perasaan tidak enak, "Tapi kakek Dop.Ada pekerjaan yang menunggu ku."
Iniko memikirkan perkataan kakek Dop dan itu ada benarnya juga.Iniko tidak bisa bekerja dengan keadaan mengantuk.Iniko adalah seorang manusia dan bukan mesin.Iniko tidak boleh memaksakan tubuhnya untuk bekerja.Iniko Menganggukan kepalanya dan berjalan menuju tangga lantai atas.
Iniko menaiki tangga dan sampai di lantai atas.Iniko melihat pintu kamar yang ada di depannya dan memasukinya.Iniko masuk dan melihat ada kasur beserta bantal.Di kamar itu juga ada jendela yang terbuat dari kayu.Iniko bisa melihat bulan yang terang melalui jendela itu.
Iniko menaiki ranjangnya.Iniko menutup matanya dan tertidur pulas saat berbaring di ranjang itu.Iniko akhirnya merasakan kelembutan dan kehangatan ranjang.Ranjang sangat empuk dan membuat Iniko yang mengantuk,tertidur saat menutup matanya.
Iniko tertidur pulas dan ketika Iniko terbangun.Iniko masih melihat bulan yang berada di jendela kamarnya.Iniko mengusab matanya dan keluar dari kamarnya.Iniko menuruni tangga dan melihat Fan sedang duduk di meja makan.
Fan melihat Iniko dan berkata, "Sudah bangun ya"
Iniko berkata sambil menarik kursi dan duduk, "Di mana yang lainnya?"
Fan berkata, "Kakek Dop berada di ladang bersama Qary."
Iniko berkata sambil berdiri, "Kalau begitu aku pergi ke ladang dulu."
Fan melambaikan tangan dan berkata, "Hati - hati di jalan." Iniko pun keluar dari rumah dan memakai sepatunya.Setelah itu Iniko mulai berlari sampai di ladang kakek Dop.Iniko melihat dari kejauhan,melihat kakek Dop dan Qary sedang menanam benih gandum.
Iniko mendekati mereka dan berkata, "Biar aku bantu."
Qary berkata sambil menanam gandum, "Kalau begitu tolong ambilkan benih gandum di gudang itu." Iniko berjalan dan menuju gudang itu.Iniko sampai dan membuka pintu gudang.Iniko melihat banyak sekali bahan pangan yang berada di gudang itu.Iniko masuk dan mengambil kotak yang berisi benih gandum.
Iniko membawa kotak itu dan ketika sampai Iniko berkata, "Ini benihnya."
Qary berkata, "Kalau begitu buka kotak itu dan menanamnya."
Iniko membuka kotak itu dan mengambil beberapa benih dan mulai menanamnya bersama dengan kakek Dip dan Qary.Mereka menanamnya dan Iniko senang karena ia baru pertama kali bercocok tanam.Iniko tidak pernah bercocok tanam dan Iniko juga berbuat kesalahan dalam menanam.Tetapi Qary memberitahunya dan mengajarkannya menanam benih yang benar.
Iniko tersenyum kepada Qary sebagai permintaan maaf.Iniko mengikuti arahan Qary dan menanam benih sesuai yang di ajarkan oleh Qary.Iniko dan Qary menanam bersama dan ketika mereka selesai.Qary memberi tahu Iniko kalau Iniko juga harus menanam padi.
Iniko mengerti dan Qary membawa Iniko sampai di tempat yang akan di tanam oleh padi.Iniko dan Qary mulai mengambil benih padi dan mereka menanamnya secara bersamaan.Iniko sudah menanam benih padi dan ia sudah kelelahan.
Iniko merasa pekerjaan menanam bukanlah hal yang mudah.Kau harus melihat benih itu baik atau tidak,dan juga memperhatikan apakah cara menanammu banar atau salah,karena itu akan berdampak pada pertumbuhan padi.
Iniko dan Qary selesai menanam benih padi dan mereka naik ke permukaan.Iniko melihat benih - benih yang di tanamnya dengan rasa puas.Iniko merasa kalau kerja kerasnya sudah berhasil.Qary melihat Iniko dan berkata, "Sepertinya kau sangat puas ya.Aku harap kamu bisa seperti ini terus."
Iniko kebingungan dan berkata, "Apa maksudmu?"
Qary berkata sambil tersenyum, "Nanti kau tau sendiri."