
Pada pagi hari Iniko dan Zarum berjalan bersama mencari keberadaan ibunya di dalam hutan,Iniko tidak tau apakah ia bisa menemukan ibunya Zarum atau tidak,Iniko tidak tega melihat Zarum sendirian tanpa seorang ibu dan Iniko juga tidak tau di mana ayahnya berada.Iniko merasa Zarum sangat polos sehingga mencari ibunya di dalam hutan tanpa takut keselamatan nyawanya.
Iniko berkata sambil berjalan, "Zarum,terakhir kali di mana kau melihat ibumu?"
Zarum berkata sambil berjalan, "Pada malam hari sebelum aku tertidur aku melihat ibuku berada di kamarnya sedang melihat kearah bulan dan aku memasuki kamar itu untuk menceritakan cerita sebelum aku tertidur.Setelah selesai cerita aku pun tertidur di kamar ibuku dan sebelum aku munutup mata,ibuku tersenyum seperti biasa."
Zarum melanjutkan perkataannya, "Tapi saat aku terbangun,aku tidak bisa menemukan ibuku di manapun,aku sudah mencarinya di gudang,di lantai atas,di loteng,di belakang rumah,atau pun di dapur tempat dia sering memasak di sana.Aku juga sudah mencarinya di daerah sekitar rumah tetapi tidak menemukan di manapun." Setelah mendengar itu Iniko merasa apa yang di katakan Zarum adalah sebuah petunjuk tetapi sangat misterius dan masih berwarna abu - abu.
Iniko bertanya lagi, "Lalu di mana ayahmu,apa ayahmu tidak mencarimu di dalam hutan karena khawatir?" Anak itu tiba - tiba berhenti berjalan dan kepalanya menunduk ke bawah,Iniko menyadari kalau dia berkata perkataan yang salah.
Iniko berkata dengan wajah yang panik, "Ma maaf,aku tidak bermaksud."
Zarum tersenyum saat menunduk ke bawah dan berkata, "Tidak apa - apa.Ayahku sudah meninggal saat ibuku menghilang dan sebelum meninggal dia membuat surat yang di letakan di laci,aku pun membacanya."
"Jika kau ingin mencari ibumu,kamu harus mencarinya di dalam hutan." Itulah yang di tulis oleh ayahku sebelum ia meninggal,aku pun langsung mencari ibuku di dalam hutan ini selama berhari - hari dan tidak menemukanya di manapun."
Iniko berjalan bersama Zarum dengan bergandengan tangan,Iniko berkata, "Kau adalah anak yang pemberani.Zarum,ibumu pasti sedang menunggumu di luar sana,kamu sekarang tidak boleh menyerah,aku akan membantumu mencari ibumu."
Iniko berjalan bersama Zarum sambil mencari ibu Zarum yang entah di mana ia berada,Iniko tidak tahu di mana lagi ia akan mencari,ia sudah berkeliling bersama Zarum di hutan itu sampai ia berputar - putar di pohon yang sama dan Iniko tau hal ini bukan hanya susah tetapi mungkin akan mustahil untuk menemukan keberadaan ibu Zarum.Iniko istirahat sebentar bersama Zarum di sebuah pohon yang memiliki daun yang lebat,Iniko memberi Zarum buah dan Zarum memakan buah yang di beri oleh Iniko,Iniko juga memakan buah sambil menghela nafas panjang dan memikirkan keberadaan ibu Zarum.
Iniko menghabiskan buah dan Iniko ingin memakannya lagi,Iniko membuka tasnya dan ingin mengambil buah di dalam tasnya,tetapi Iniko menyadari kalau buah yang ada di tasnya sudah habis dan Iniko harus mencarinya.
Iniko berkata pada Zarum, "Aku akan mencari buah,kau tunggu sebentar karena tadi aku melihat buah yang tidak jauh dari sini." Zarum mengangukan kepalanya dan melanjutkan memakan buah yang ada di tanganya.
Iniko berjalan menuju pohon yang terdapat apel di dedaunannya,Iniko sampai dan melihat banyak sekali apel di depan matanya,Iniko mengambil apel sebanyak yang di butuhkan nya,Iniko selesai mengambil apel dan saat berbalik arah ingin kembali.Iniko melihat pohon yang tidak asing baginya,Iniko melihat pohon itu dari jauhan dan saat di perhatikan lagi,bukannya itu adalah pohon misteri kedua ghost hunter itu? Pohon itu yang mengurung teman ghost hunter dan membuat Iniko terlibat dalam penyelamatan temannya itu.
Iniko langsung cepat - cepat pergi dan setelah sampai.Iniko berkata kepada Zarum, "Zarum,ayo kita lanjutkan mencari ibumu." Zarum kemudian berdiri dan mengangukan kepalanya,Zarum memegang erat pergelangan tangan Iniko dan berjalan bersamanya,Iniko takut terjadi apa - apa jika kalau berdekatan dengan pohon itu,Iniko takut hal yang sama akan terjadi jika berdekatan dengan pohon itu.
Iniko berjalan bersama Zarum seperti biasa mengelilingi hutan dan saat matahari sudah terbenam,Iniko mulai mencari tempat yang aman untuk bermalam dan Iniko juga mencari air,Iniko juga mencari beberapa ranting kayu untuk di jadikan api unggun.Setelah semuanya selesai,Iniko membangun tenda dan setelah itu ia membuat api unggun,api unggun sudah menyala Iniko langsung merebus air yang di bawanya dari sungai yang tidak jauh dari sini.
Setelah itu Iniko berkata pada Zarum, "Zarum aaa." Zarum membuka mulutnya dan Iniko menyuapinya.
Zarum memakan makanan kaleng yang di suapi oleh Iniko dan ia berkata dengan senang, "Ini sangat enak."
Iniko berkata sambil tersenyum, "Ini hanya makanan kaleng,tapi syukurlah kamu menyukainya,ini kamu bisa memakannya sendiri."
Zarum mengambil makan kaleng dan sendok di tangan Iniko.Iniko berkata, "Hati - hati panas." Zarum memakan makanan kaleng itu dan Iniko tersenyum karena bisa membuat Zarum memakan makanan yang enak.
Setiap hari mereka memakan buah dan tidak memakan daging,sekarang mereka bisa memakan daging dan Iniko merasa senang melihat Zarum juga senang meski itu hanya makanan kaleng.Iniko juga membuka penutup kaleng dan memakan makanan kaleng sambil merenung.Di pikiran Iniko ia selalu menanyakan pertanyaan yang sama,kapan mereka bisa bertemu dengan ibu Zarum?
Itu adalah pertanyaan yang terus berulang dan pertanyaan itu terus ada di pikiran Iniko,Iniko merasa sangat tertekan karena pertanyaan itu terus ada di pikirannya.Iniko membuang nafasnya dan menutup matanya,Iniko sangat frustasi karena pencariannya tidak menghasilakn apa pun,Iniko berharap besok ia bisa menemukan petunjuk atau apa pun yang bisa membantunya dalam mencari keberadaan ibunya Zarum.
Iniko sudah selesai menghabiskan makanannya.Iniko berkata pada Zarum, "Zarum,sekarang sudah malam,waktunya kau tidur dan besok kita akan melanjutkan mencari ibumu." Setelah berkata seperti itu,Zarum masuk ke dalam tenda dan tidur di dalamnya,Zarum tertidur di tenda dan saat ia menutup mata,telihat kalau matanya menguarkan air mata.
Zarum berkata dengan pelan, "Ibu."
Iniko yang berada di luar sana merasa pusing,Iniko meremas rambutnya dan merasa kalau dia terlalu banyak berfikir,karena lelah akan pikirannya,Iniko masuk kedalam tenda.Tetapi saat masuk ke dalam tenda ia tidak melihat Zarum,Iniko terkejut dan panik.
Iniko berkata, "Di mana dia? Bukannya dia masuk ke dalam tenda,aku juga melihatnya,tapi di mana dia?!"
Tiba - tiba saja Zarum berada di belakang Iniko.Iniko terkejut dan berkata, "Zarum? Aku kira siapa,ayo kamu masuk ke dalam tenda,saatnya tidur." Zarum berdiam diri saja dengan kepala yang menunduk dan Iniko mendekati Zarum.
Iniko berkata, "Zarum?" Tiba - tiba sjaa Zarum mengigit tangan Iniko,Iniko merasa kesakitan dan gigitan itu sangatlah kuat sehingga membuat tangan Iniko mengeluarkan darah.
Iniko berkata sambil melepaskan tangannya dari gigitan Zarum, "Zarum,apa yang kau lakukan."
Zarum tetap diam dan dia bergumam, "Ibu,ibu,ibu."