
Iniko menatap ke arah atas dengan wajah sedih.Iniko melihat matahari yang menyinari wajahnya dan melihat awan - awan bergerak,awan itu seperti membentuk sesuatu.Iniko tau kalau ada awal pasti ada akhir.Semua kenangan bersama Zarum tidak pernah lepas dari kepalanya dan juga tidak akan pernah lupa.
Iniko masih mengingat detik - detik sebelum Zarum pergi dari sisinya.Iniko berkata pada hatinya, "Zarum,jangan lupakan aku."
Iniko melihat ke bawah dan sebelumnya masih ada pohon di depannya tetapi sekarang sudah menghilang.Iniko hanya bisa menatap ke arah bawah dengan perasaan sedih.Kedua orang di belakangnya mulai maju perlahan dan mendekati Iniko.
Ghost hunter itu menepuk pundah Iniko dan berkata, "Pasti kau melalu banyak kenangan bersama anak itu." Iniko tersenyum dan melihat ghost hunter itu.
Iniko berkata, "Iya aku merasa ini terlalu cepat."
Ghost hunter itu tertawa dan berkata, "Kau seperti seorang ayah dan aku merasakan kalau kau sudah menjadi ayah yang baik untuknya."
Iniko tertawa kecil dan berkata, "Aku rasa aku sangat jauh dari kata ayah,aku hanya bisa memberikan anak itu sedikit kebahagiaan." Iniko tersenyum karena adanya ghost hunter dan mereka mulai berjalan meninggalkan tempat pohon itu.
Ghost hunter itu berkata sambil berjalan, "Iniko aku masih bingung,kenapa kau bisa mengetahui kalau pohon itu adalah ibunya?"
Iniko berkata dengan memperlihatkan koran kepada kedua orang itu, "Kau ingat saat aku meminjam koran ini? Aku membacanya dan kau tau kalau koran ini memiliki dua judul yaitu,kasus hilangnya anak dan kasus bunuh diri.Aku rasa mungkin berita - berita di koran ini berhubungan dengan anak itu."
Ghost hunter itu mulai berfikir dan berkata, "Hmm kalau di pikir - pikir kau benar juga."
Iniko melanjutkan perkataannya, "Jadi aku berfirasat kalau pohon itu adalah ibunya."
Wajah ghost hunter itu seperti bersinar dan berkata, "Kau hebat Iniko,dengan beberapa analisis dan firasat,kau bisa memecahkan misteri ini.Bahkan kau bisa memecahkan dua misteri sekaligus."
Iniko tersenyum dan berkata, "Kau terlalu berlebihan.Awalnya aku tidak percaya pada firasatku karena bukti yang aku dapat sangat sedikit.Dan juga tanpa kepercayaan kalian mungkin aku tidak akan memastikan apakah firasatku benar atau tidak."
Setelah itu mereka mulai berjalan dan mengobrol bersama.Iniko tertawa bersama mereka berdua dan semua kejadian yang mereka lewati membuat hubungan di antara mereka menjadi erat.Iniko juga menyukai kedua orang itu karena mereka baik dan juga mereka kompak.
Iniko mulai tersenyum dan berkata pada hatinya, "Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu,aku hanya bisa membantumu sampai di sini saja.Aku tidak mengetahui apa pun.Hanya kamu yang tahu."
EPISODE 14: CERITA SEORANG IBU DAN ANAK.
Hallo semuanya,namaku Zarum.Aku adalah seorang anak yang tidak jauh berbeda dengan anak lainnya.Aku selalu bersikap manja dan tidak ingin melepaskan pelukan ibuku.Aku bersikap manja meski ibuku selalu kerepotan karena sikap manjaku,tetapi ibuku tidak pernah merah karena sikap manjaku,ia hanya sabar dan hanya mengelus kepalaku dengan tangannya yang lembut.Aku sangat mencintai ibuku,aku merasa ibu adalah orang yang selalu ada di dekatku,ia tidak pernah memarahiku.Ia hanya memberitahu jika aku berbuat suatu kesalahan dan aku disuruh untuk memperbaikinya.
Pada hari ulang tahunku,ibu dengan tersenyum selalu berada di dapur sambil menyiapkan bahan - bahan membuat kue.Aku bahkan sangat berharap ibu membuat kue ulang tahun yang atasnya ada buah berry dan strauberry.Aku ingin ibu memberi cream yang banyak di kue itu.Aku bahkan dengan cerewet memberitahu semua keinginanku kepada ibuku sebagai hadiah ulang tahun.Ibu hanya dengan tersenyum melihatku dan melanjutkan membuat kue.
Aku juga membantu ibu meski aku hanya membuat masalah saat membuat kue.Tapi aku tetap bahagia karena hari ini adalah hari yang aku tunggu - tunggu.Ibu ku pernah berkata kalau aku sudah dewasa nanti,aku boleh menaiki sepeda milik ayah.Aku tidak sabar ingin menjadi dewasa,menjadi orang dewasa mungkin akan sangat menyenangkan.
Aku merasa bahagia.Tapi ada sesuatu yang kurang.Yaitu ayahku,setiap aku berulang tahun ayahku hanya memberi hadiah di kamarku lalu pergi bekerja.Aku merasa sedih saat ayahku selalu bekerja.Ayahku bekerja dari pagi dan
pulang pada malam hari.Aku merasa keluarga ini tidak lengkap tanpa adanya ayahku.Aku rasa ayah terlalu fokus mencari uang dan tidak memperhatikan keluarganya.Aku tahu ayah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga ku,tetapi aku merasa dia terlalu berkerja keras dan tidak memperhatikan keluarganya.
Aku merasa aku sangatlah egois.Apa yang aku katakan barusan itu benar? Aku merasa diriku ini ingin merasakan kasih sayang seorang ayah meski hanya sesaat.Ketika aku pulang ke sekolah,aku selalu melihat anak - anak yang lain di jemput oleh ayah dan ibunya.Aku merasa sangat iri dan senyuman orang tua mereka sangat berbeda dengan ayahku.Ayahku tidak pernah tersenyum,saat pulang kerja saja ia langsung masuk ke kamarnya dan langsung tertidur.
Aku merasa ayah tidak menyayangiku.Tetapi ibuku berkata kalau ayah sangat menyayangiku.Kalau dia tidak menyayangiku,kenapa dia harus bekerja dari pagi sampai malam? Kenapa dia harus mempedulikanku? Itulah perkataan ibu yang membuatku tersadar kalau ayah selama ini menyayangiku.
Aku tertidur pada malam hari dan terbangun di pagi hari dengan melihat ibu tersenyum dan mempersiapkan sarapan untukku di pagi hari.Setelah itu aku berjalan menuju sekolah bersama ibu.Pulang sekolah aku di jemput oleh ibu dan pada malam hari aku makan malam bersama ibu.Setelah itu aku tidur bersama ibu dengan di bacakan sebuah dongeng atau cerita,setelah itu ibu menyanyikan lagu yang membuatku tertidur.
Kegiatan itu terus berulang - ulang dan aku rasa kegiatan itu akan terus berulang.Tetapi pada suatu hari kegiatan itu berubah sejak ayah tidak bekerja karena perusahaannya bangkrut.Aku senang karena ayah bisa menemaniku dan bisa bermain sebentar dengan ku,meski setelah itu dia mencari perusahaan yang mencari seorang pekerja.Aku merasa ayah selalu pulang pada malam hari dengan wajah suram seperti tidak bersemangat.
Padahal waktu pagi hari ayahku sangat bersemangat.Aku merasa kasihan pada ayahku,tetapi apa yang harusku lakukan? Aku memikirkan itu tetapi aku merasa aku masihlah anak kecil dan bukan orang dewasa seperti ayah.Yang bisa ku lakukan hanyalah menunggu ayah pulang dengan membawakan kabar gembira kalau dia berhasil mendapatkan pekerjaan.
Aku menunggu pada pagi hari dengan terus melihat pintu.Ayahku pulang malam hari dengan wajah suram lagi,aku ingin sekali melihat ia pulang dengan wajah gembira.Satu minggu aku menunggu wajah gembira itu,satu bulan aku menunggu wajah gembira itu.Sampai setengah tahun aku menunggu,tetapi wajah itu tidak pernah muncul di hadapanku.
Sampai pada akhirnya ayahku tidak mencari pekerjaan dan hanya meminum alkohol di tangannya.Dengan wajah menunduk ia terus meminum alkohol itu.Pada malam harinya aku tertidur sendiri tanpa di bacakan cerita atau di nyanyikan oleh ibuku.Aku berbaring di ranjangku dan menutup mata untuk tidur.Tetapi pada malam itu ada suara teriakan kedua orang tua ku berada bawah.Aku tidak bisa tidur dengan tenang karena teriakan mereka,aku tidak tahu kenapa mereka teriak - teriak di malam hari.
Satu hari,Mereka berteriak di malam hari.Dua hari,mereka berteriak lagi yang membuatku merasa tidak nyaman.Tiga hari,mereka berteriak lagi dan sekarang suara piring pecah mulai terdengar di bawah sana.Pada malam ke empat,teriakan mereka berhenti dan aku melihat ibuku sedang duduk di ranjang dengan wajah muram,aku memasuki kamar ibuku dan ia menceritakan sebuah dongeng,setelah itu menyanyikan sebuah lagu seperti biasanya.
Pada hari kelima,aku tidak menemukan ibuku di manapun dan aku tidak berani menanyakan ibu pada ayahku.Aku rasa mereka bertengkar? Aku rasa begitu.Aku memutuskan untuk mencarinya di sekitaran rumahku.Aku mencarinya dari pagi sampai sore tetapi aku tidak menemukannya di mana pun.Ke'esokan harinya aku melihat ayahku berada di dapur dengan keadaan seperti tertidur,aku membangunkan ayahku untuk tidur di kamar dan tidak tertidur di dapur.
Tetapi seberapa keras aku membangunkan nya aku tidak bisa membangunkan nya.Di situlah aku tersadar kalau ayahku bukan tertidur tetapi mati.Aku terkejut dan berteriak karena ketakutan,tetangga di samping rumah datang ke rumahku dan terkejut melihat ayahku meninggal di depan matanya.Dia pun dengan segara menelpon ambulan dan saat di periksa di rumah sakit.Terbukti kalau ayahku meminum obat racun yang akan membunuhnya selama beberapa jam.Ayahku bunuh diri dan aku merasa sangat sedih karena kehilangan ayahku.
Setelah jenazah ayahku di kuburkan,aku tidak mempunyai siapa pun karena kerabatku sangat jauh dan mereka tidak mungkin bisa mengadopsi ku.Aku pun hanya bisa berjalan menuju rumah sendiri.Saat membersihkan rumah,aku melihat sebuah surat yang terletak di rak.Aku membaca surat itu dan tulisan surat itu seperti di tulis oleh ayahku.
"Jika kau ingin mencari ibumu,carilah di dalam hutan." Tulis di surat itu.
Aku pun percaya kalau itu adalah tulisan untuk bisa membawaku kepada ibuku.Aku rindu akan pelukan hangatnya dan rindu akan mendengarkannya bercerita,dan bernyanyi.Aku pun berjalan menuju hutan dan saat sudah sampai.Aku mengengam kedua tangan ku dan berkata sambil berjalan masuk ke dalam hutan, "Ibu kau di mana? Aku mencari mu,jika kau bisa mendengarkan ku tolong keluarlah."
End.
Oh ya,kalian ingin mendengar suatu rahasia? Sebenarnya ayahku tidak sengaja mendorong ibuku sampai ia meninggal.Ayahku panik dan dengan sengaja mengubur ibuku di dalam hutan,di sampingnya ada pohon besar.
Jangan beritahu siapa - siapa ya!