
Iniko keluar dari rumah itu dengan wajah pucat dan wajahnya mengeluarkan keringat akibat Iniko ketakutan melihat semua kejadian yang baru ia alami.Meski pun Iniko sudah terbiasa melihat hantu yang menakutkan,tetapi tetap saja Iniko masih ketakutan melihat hantu itu.Iniko merasa ia sangat takut pada hantu meski sudah melihatnya berkali - kali.Iniko sudah mencoba agar dirinya tidak takut terhadap hantu,tetapi sepertinya itu tidak berhasil.
Iniko keluar melalui pintu dan menuruni tangga dengan nafas terengah - engah.Gadis kecil di belakangnya hanya melihatnya dengan tatapan aneh.Iniko akhirnya sudah tenang dan dengan tangan yang berada di dada.Iniko berkata, "Sekarang aku harus begaimana? Apa yang harus ku lakukan selanjutnya.Aku terlalu takut untuk berinteraksi dengan hantu - hantu itu."
Iniko masih mempunyai rasa takut terhadap hantu.Menurutnya rasa takut adalah kelemahannya,kalau saja Iniko tidak takut mungkin ia akan lancar berinteraksi dengan hantu - hantu di sekitarnya.
Iniko melihat gadis kecil di belakangnya dengan memegang boneka kelinci.Iniko tersenyum dan melihat anak itu.Iniko berkata, "Sekarang kita mau kemana? Katanya kamu mau bermain."
Anak itu dengan wajah cemberut melihat Iniko dan menjawab, "Di sana." Iniko melihat jari gadis itu menunjuk ke arah hutan.
Iniko berkata, "Kamu mau bermain di sana.Pantas saja kamu tidak mengetahui jalan pulang.Ayo aku akan menemanimu." Iniko memegang tangan anak itu dan dengan berjalan bersama,mereka menuju ke arah hutan.
Saat berjalan dan memasuki hutan.Iniko merasa di hutan ini hawanya sangat dingin dan entah kenapa dedaunan di pohon sering terjatuh.Iniko tahu kalau bulan ini bukan musim semi.Sepertinya Iniko harus mempelajari terlebih dahulu tentang dunia kedua ini.Karena Iniko juga harus membutuhkan apa yang bisa ia lakukan dalam menenangkan jiwa hantu di desa ini.
Iniko berjalan bersama gadis itu.Iniko memegang tangan gadis itu dan mereka terus berjalan sampai di tengah hutan.Iniko juga meninggalkan jejak berupa benang yang ia putuskan di setiap ia berjalan,agar ia tidak tersesat di dalam hutan.Iniko dan gadis itu sampai di sebuah pepohonan yang tidak jauh dari sungai.
Gadis itu berkata kepada Iniko, "Kita bermain di sini."
Iniko berkata sambil tersenyum, "Baiklah kalau begitu."
Saat Iniko duduk di bawah pohon,tiba - tiba saja se'ekor kucing keluar dari semak - semak dan membuat Iniko terkejut.Yang membuat Iniko terkejut bukanlah kucing yang tiba - tiba keluar dari semak,melainkan tubuh kucing itu.Tubuh kucing itu mempunyai bulu berwarna hitan yang lebat dan ujung ekornya menyala seperti lampu kecil.Matanya yang berwarna biru dan tatapannya yang tajam membuat Iniko merasa kalau kucing yang di lihatnya bukan kucing biasa.
Iniko berkata, "Apa ini kucing mu?"
Gadis itu mengelus kepala kucing itu dan berkata, "Iya,Fant adalah kucing yang sering menemaniku bermain."
Iniko menunduk melihat Fant dari dekat dan berkata, "Dia sangat indah." Entah kenapa kata - kata itu muncul dari mulut Iniko.
Kucing itu mengeong dan gadis itu berkata pada Iniko, "Dia bilang terima kasih."
Iniko tersenyum dan dengan nada pelan berkata, "Kalau begitu kamu bermain dulu bersama Fant.Aku akan pergi sebentar di sebelah sana."
Gadis itu menganguk dan berkata, "Hati - hati."
Iniko berjalan meninggalkan gadis itu.Di dalam hutan yang dingin dan di selimuti oleh sedikit kabut.Iniko berjalan menuju sungai dan setelah sampai di sungai,Iniko mencuci muka dan mengusabkan air sungai di wajahnya.Setelah itu Iniko berfikir kalau dia harus mencari informasi tentang dunia ini dan menyimpulkan agar bisa menjadi sesuatu yang bisa membantunya.
Iniko memegang kepalanya dan merasa kalau semua perjalanan yang di alaminya,membuatnya berhalusinasi sehingga melihat bayangan wajahnya tersenyum.Iniko melihat lagi bayangan wajahnya dan ia melihat wajahnya normal.Iniko terlalu banyak mengalami kejadian - kejadian yang membuat pikirannya kelelahan.Mungkin Iniko harus beristirahat sebentar dan melanjutkan mencari informasi tentang dunia ini.
Iniko kembali dan melihat gadis itu sedang berlarian bersama Fant.Iniko berkata, "Hati - hati nanti kamu terjatuh."
Iniko melihat gadis itu bermain bersama Fant.Iniko terduduk dan bersender di pohon.Iniko menutup matanya karena Iniko ingin beristirahat sebentar.Iniko menutup matanya dan Iniko mendengar suara Fant yang mengeong dan di kejar oleh gadis itu.Iniko di temani oleh boneka gadis yang di taru di pohon itu.Angin yang berhembus kencang membuat dedaunan pohon bergoyang dan membuat suara.
Iniko menutup matanya dan tertidur lelap.Iniko tertidur dan bermimpi.Mimpi yang di lihatnya tidak begitu jelas.Iniko melihat api yang membakar apapun yang berada di dekatnya.Di sisi lain Iniko melihat seorang ibu dan seorang anak sedang ketakutan,di depannya ada seorang pria yang kemungkinan itu adalah seorang ayah.Seorang ayah sedang memegang cangkul sambil melihat ke arah depan.Ia seperti sedang melawan sesuatu,tetapi Iniko tidak tahu apa itu.
Semuanya terbakar habis dan hanya tersisa anak kecil yang keluar dari hutan.Sepertinya anak kecil itu habis bermain dari hutan dan pulang ke rumahnya.Tetapi yang di lihatnya hanya debu dan tidak ada seorang pun.Anak kecil itu melihat cairan berwarna merah ada di mana - mana dan setelah itu ia.
Iniko terbangun karena di bangunkan oleh gadis itu dan ia berkata, "Tolong."
Iniko terkejut dan berkata, "Ada apa?!"
Gadis kecil itu menunjuk ke arah atas dan berkata, "Fant."
Iniko melihat ke arah atas dan ternyata Fant tidak bisa turun dari pohon.Iniko menghela nafas mengelus dadanya.Iniko kira ada apa sampai meminta tolong.Iniko mengelus kepala gadis itu dan berkata, "Tunggu sebentar,aku akan membantunya."
Iniko berjalan dan memanjat pohon.Iniko memanjat dan dengan lembut mengelurkan tangannya.Fant tidak bergerak dan Iniko menarik tubuhnya,setelah sudah sampai di pelukannya.Iniko turun dan menaru Fant di tanah.Fant kemudian mengeong sebagai ucapan terima kasih.Iniko tersenyum dan di malam itu mereka bermain bersama,Iniko menemani gadis itu bermain bersama Fant.Iniko juga menceritakan dongeng anak - anak kepada gadis itu.
Mereka bertiga sangat menikmati waktu bermain.Iniko sampai lupa waktu dan merasa ia belum istirahat dengan cukup.Iniko berkata pada gadis itu, "Apa ada seseorang yang kamu kenal sangat baik di desa ini?"
Gadis itu menjawab, "Ada,kakek Dop adalah orang yang sangat baik.Dia selalu memperbolehkanku bermain di ladangnya.Dan ia juga sering memberiku buah yang sangat manis."
Iniko berkata, "Kalau begitu kita sudahi bermain.Nanti kita bermain lagi.Aku akan mengantarkan kamu sampai rumah."
Gadis itu menganguk dan mengandeng tangan Iniko.Fant mengeong dan masuk ke dalam hutan,sepertinya rumahnya berada di hutan.Iniko dan gadis itu berjalan bersama.Di dalam perjalanan Iniko menyanyikan lagu dan gadis itu juga ikut bernyanyi bersama.Di dalam perjalan mereka sangat menikmati dengan bernyanyi bersama.Setelah sampai di rumah dan di depan rumah ibu gadis itu sudah menunggu mereka.
Ibu gadis itu berterima kasih pada Iniko karena menemani anaknya bermain.Iniko membalasnya dengan tersenyum dan ibu gadis itu masuk ke dalam rumah.Sebelum gadis itu masuk ke dalam rumah Iniko berkata, "Tunggu sebentar,Di mana rumah kakek Dop?"
Gadis itu menjawab, "Jika kau menemukan ladang yang sangat luas.Berarti itu milik kakek Dop.Mungkin sekarang ia sedang berada di ladang sedang menjaga ladangnya."
Iniko berterima kasih dan berjalan mencari ladang tersebut.