GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
MEMBANTU FAN



Iniko dan Qary menanam benih gandum dan padi.Iniko dengan jerih payahnya menanam benih itu dengan perlahan dan hati - hati.Iniko tidak ingin benih yang di tanamnya tidak tumbuh dengan baik.Iniko menanam benih dengan fokus dan teliti.


Iniko pertama kali menanam benih dan ada yang salah dalam menanam benih.Qary memberitahu Iniko dan mengajarkannya menanam benih yang benar.Iniko melihatnya dan mengikutinya.Setelah itu Iniko agak terbiasa dalam menanam benih.


Iniko dan Qary menanam benih gandum,setelah mereka selesai.Iniko dan Qary menanam benih padi di tempat yang berbeda.Iniko juga menanam benih padi bersama Qary.Iniko baru pertama kali merasakan menjadi seorang petani,Iniko mendapati pengalaman pertamannya dalam menjadi seorang pertani.


Iniko senang karena bisa menanam benih yang akan tumbuh dan bermanfaat bagi banyak orang.Iniko mengusab keringatnya saat menanam benih,tangannya kotor dan bajunya juga agak kotor.Tetapi Iniko merasakan kesenangan dalam menanam benih,Iniko tidak sabar melihat benih itu tumbuh dan siap di panen.


Iniko dan Qary selesai menanam benih padi dan gandum.Iniko naik ke permukaan dan merasa puas akan pekerjaannya.Iniko tersenyum dan melihat benih - benih yang di tanamnya.


Qary tersenyum dan berkata, "Sepertinya kau sangat puas ya.Aku harap kamu bisa seperti ini terus."


Iniko kebingungan dan berkata, "Apa maksudmu?"


Qary berkata sambil tersenyum, "Nanti kau tau sendiri."


Iniko kebingungan dengan perkataan Qary.Qary hanya tersenyum dan melihat Iniko,Iniko semakin ingin tahu apa yang di maksud oleh Qary.Qary berjalan menuju gudang dan mengambil peralatan penyiram tanaman.


Qary kembali dengan membawa penyiram tanaman dan berkata, "Ayo bantu aku sirami."


Iniko mengambil alat penyiram itu dan berkata, "Baiklah."


Iniko dan Qary menyirami benih yang di tanam oleh mereka.Iniko menyirami dan hatinya berkata, "Cepat tumbuh ya!"


Iniko dan Qary selesai menyirami benih yang mereka tanam.Setelah selesai kakek Dop menuju ke arah mereka dengan membawa makanan di keranjang dan juga membawa teh.Kakek Dop memanggil mereka, "Ayo istirahat dulu."


Iniko dan Qary mendengar itu dan naik ke permukaan.Kakek Dop mengelar karpet dan menaru makanan dan teh di atas karpet itu.Iniko dan Qary duduk di karpet itu dan kakek Dop menuangkan teh.Kakek Dop memberi Iniko dan Qary teh.Iniko meminum teh yang di beri kakek Dop,begitu juga dengan Qary.


Kakek Dop membuka keranjang dan Iniko melihat ada roti.Kakek Dop berkata, "Makanlah roti ini."


Iniko mengambil roti itu tanpa segan.Iniko mengambil dan roti itu masih hangat.Iniko memakan roti itu dengan lahap.Roti itu hangat dan renyah,Iniko memakannya dengan lahap dan meminum teh.Iniko merasakan kalau minum teh sambil memakan roti adalah seseuatu yang sangat lezat.


Qary dan kakek Dop tersenyum melihat Iniko memakan roti dengan lahap.Kakek Dop berkata, "Sepertinya kau sangat suka dengan roti ini."


Qary mengambil satu roti dan memakannya.Qary berkata, "Ini roti buatan Ran ya?"


Kakek Dop berkata, "Ya itu memang buatannya."


Qary berkata sambil menguyah roti itu, "Pantas saja!"


Iniko mendengar itu dan ia merasa kalau Ran tidak seburuk yang di pikirkannya.Iniko harus berterima kasih pada Ran karena membuat roti yang sangat enak ini.Iniko tidak tahu kalau Ran sangat hebat dalam memasak.Iniko harus membalas kebaikan Ran,itulah yang ingin Iniko lakukan.


Pada saat menikmati teh dan roti,mereka mengobrol bersama.Tapi tiba - tiba saja hujan turun secara tiba - tiba.Kakek Dop berkata, "Ayo kita bereskan ini dan pergi ke rumah."


Iniko dan Qary membereskan makanan.Kakek Dop menapihkan karpet dan setelah selesai,mereka berlari menuju rumah.Saat mereka sampai di rumah,baju dan celana mereka basah.Tetapi mereka tertawa bersama saat sampai di rumah.


Ran yang melihat itu menghela nafas dan memberikan kakek Dop handuk.Kakek Dop berkata, "Kalian mandi duluan,nanti masuk angin."


Iniko dan Qary berjalan menuju kamar mandi.Qary berkata, "Kamu mandi duluan Iniko.aku ke kamar dulu."


Iniko menjawab, "Baik."


Iniko berjalan menuju kamar mandi dan membuka pintu.


Iniko masuk dan melihat kamar mandi yang sangat tradisonal.Tidak ada shower,Iniko terbiasa menggunakan shower di apartemennya.Tetapi Iniko tidak mempedulikan itu.Iniko membuka baju dan celananya,setelah itu ia mandi.


Saat mandi Iniko merenungkan sesuatu.Rumah ini adalah rumah kakek Dop dan kakek Dop sangatlah baik kepadanya,begitu pula dengan kedua anaknya.Qary sangat baik kepada Iniko dan juga mengajarkannya cara menanam yang baik.Iniko mendapatkan pengalaman menjadi petani karena Qary.Iniko hanya bisa terima kasih pada Qary.


Iniko hanya bisa berharap ia bisa membalas kebaikan keluarga ini.Iniko sepertinya sangat menikmati pekerjaannya menjadi seorang petani sampai lupa pada tujuannya menjadi pekerja kakek Dop.Iniko menyadari itu dan Iniko harusnya mencari informasi tentang desa ini,ia malah senang - senang menjadi seorang petani.


Iniko baru ingat kalau setelah membantu kakek Dop dan Qary di ladang,ia di ajak untuk membantu Fan dalam merawat hewan ternak kakek Dop.Iniko mengingat itu dan mungkin itu adalah kesempatan Iniko untuk bertanya padanya tentang desa ini.


Iniko sekarang sudah mempunyai rencana dan setelah ia selesai mandi.Ia memakai handuk dan keluar dari kamar mandi.Saat keluar Iniko tidak sengaja menabrak Ran yang sedang berjalan menuju dapur.Ran dan Iniko terjatuh dan Iniko bangun duluan dan berkata, "Ma maaf."


Iniko mengulurkan tangannya tetapi Ran dengan wajah datar melihat tubuh Iniko.Wajah Iniko memerah dan ia lari sambil berkata, "Maaf!!"


Wajah Iniko memerah karena malu dan cepat masuk ke dalam kamarnya.Iniko sangat malu melihat apa yang terjadi padanya.Iniko menghela nafasnya dan mencoba agar bisa melupakan kejadian itu.Iniko memakai baju dan celananya,setelah selesai tiba - tiba saja pintu kamar di ketuk.


Iniko membuka pintunya dan melihat Fan.Fan berkata, "Setelah hujan reda.Kau bisa membantuku di perternakan."


Iniko berkata, "Baiklah." Setelah itu Fan pergi dan Iniko menutup pintu kamarnya.


Iniko berbaring di ranjangnya dan mencoba melupakan kejadian yang terjadi tadi.Iniko menutup matanya dengan lengan.Iniko masih kepikiran dan Iniko sangat malu jika membayangkan hal itu.


Ketika hujan sudah reda,Iniko keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.Saat berada di bawah Iniko tidak menemukan siapa pun.Mungkin yang lainnya sedang ber'istirahat.Iniko memakai sepatunya dan keluar.


Saat keluar,Iniko melihat tanah basah dan ada lumpur.Iniko harus berhati - hati dalam berjalan.Iniko berjalan menuju perternakan dan melihat tumbuhan yang basah karena hujan.Iniko berjalan sambil melihat sekitarnya.Setelah ia sampai di perternakan,Iniko memasuki pagar dan mencari Fan.


Perternakan itu tidak jauh dari ladang kakek Dop.Iniko mulai memasuki perternakan dan melihat banyak hewan ternak.Iniko melihat ada sapi,domba,ayam dan lainnya.Iniko mencari Fan dan pada akhirnya Iniko menemukan Fan berada di kandang domba.


Fan sedang memasuki kandang domba dan Fan melihat Iniko dari kejauhan.Fan memanggil Iniko, "Iniko masuklah di kandang ini."


Iniko mengangguk dan masuk ke dalam kandang domba.Pada saat Iniko masuk dan mendekati Fan.Fan berkata, "Iniko tolong bantu aku mencukur bulu domba ini."


Iniko di bari gunting oleh Fan dan Iniko menerimanya.Iniko hanya melihat gunting itu dengan tatapan dingin.Iniko berkata pada hatinya, "Alat cukur rambut tidak ada di sini?" Pertanyaan Iniko sangat konyol.


Sebelum Iniko mencukur bulu domba.Iniko di ajari oleh Fan cara mencukur domba agar domba tidak terluka dan mendapatkan woll yang berkualitas.Iniko melihat Fan dan dengan teliti melihat pergerakannya.Setelah Fan selesai mengajarkan Iniko.


Iniko melakukan praktek dan mencukur bulu domba dengan hati - hati.Iniko sudah bisa mencukur domba tetapi ini sangat melelahkan menurutnya.Iniko tidak berfikir bahwa mencukur bulu domba akan sesulit ini.Karena tidak adanya teknologi di desa ini.Iniko hanya bisa menghela nafas.


Iniko sekarang sangat berterima kasih pada pencukur woll yang susah - susah mencukur bulu domba.Iniko sangat bersyukur hanya dengan membeli woll yang sudah jadi.Iniko tidak perlu capek - capek mencukur bulu domba untuk mendapatkan woll.