GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
LANGKAH KAKI



Di pagi hari, hujan turun dan Tuv bersama anaknya sedang berada di makam istrinya. Tuv memegang payung dan mereka memakai baju hitam, anaknya terus menangis dan memeluk ayahnya, Tuv tidak bisa menangis karena air matanya sudah habis.


Tuv hanya menatap batu nisan istrinya, ia tidak bisa berbuat apa - apa selain memeluk anaknya. Tuv tidak kuasa menahan rasa sedihnya, ia tidak mempunyai siapa - siapa kecuali anaknya.


Ia menatap anaknya dan memeluknya. Tuv berkata di dalam hatinya, "Aku akan melindungi mu."


Setelah istrinya tiada, hari - hari menjadi suram. Tidak ada bau yang enak di dapur dan tidak ada suara apa pun di dapur. Musim dingin adalah hari libur Tuv, tidak ada pekerjaan karena Tuv dan teman - temannya tidak bisa menebang kayu di musim dingin.


Tuv sekarang menjadi seorang ibu dan seorang ayah secara bersamaan, ia memasak sarapan dan ia melakukan pekerjaan rumah. Meski musim dingin tiba, anaknya tetap bermain di luar. Tuv mengingatkan anaknya saat badai salju tiba, anaknya harus pulang secepatnya.


Pada saat anaknya keluar untuk main bersama, Tuv melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu dan lain - lain. Setelah selesai melakukan itu semua, Tuv mengusab keringatnya dan ia melihat di jendela badai salju tiba.


Ia bersiap - siap mengambil handuk dan menyiapkan air hangat untuk anaknya mandi, anaknya pasti kedinginan akibat badai salju itu. Saat selesai menyiapkan handuk dan air hangat, namun anaknya belum juga datang juga.


Tuv sangat khawatir dengan anaknya, biasanya anaknya akan cepat pulang saat badai salju tiba. Tetapi sekarang ia belum pulang juga, Tuv takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya. Tuv memakai jaketnya dan keluar,saat berada di luar. Badai salju membuat penglihatan Tuv terbatas.


Ia tidak bisa melihat dari jarak yang jauh karena badai salju, Tuv berlari dan memanggil - manggil anaknya. Suara Tuv terdengar oleh temannya dan Tuv bertemu dengan temannya. Temannya berkata, "Ada apa Tuv, kau seharusnya berada di rumah. Badai salju ini berbahaya."


Tuv berkata dengan nada tergesa - gesa, "Anakku belum pulang, aku khawatir sesuatu terjadi padanya."


Temannya terkejut dan ikut membantu Tuv mencari anaknya, mereka berpencar dan mengelilingi setiap daerah. Mereka berlari dan memanggil anaknya Tuv, Tuv berlari di dalam badai salju dan ia melihat cairan berwarna merah.


Tuv terkejut dan mendekat, ia tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di bawahnya. Setelah menunduk, ia terkejut karena melihat jasad anaknya.


Tubuh anaknya Tuv robek dan kepala anaknya terpisah dari tubuhnya, Tuv menangis melihat anaknya mati mengenaskan. Temannya Tuv datang dan terkejut melihat anaknya Tuv, ia dengan cepat memanggil polisi.


Di pagi hari, surat kabar memberitakan seorang anak perempuan yang mati saat badai salju tiba. Pelakunya belum di temukan dan polisi masih mencarinya sampai sekarang.


Tuv berada di kamar, wajahnya tampak lesu dan ia melihat cermin di depannya. Ia tidak berbuat apa - apa selain melamun dan memikirkan kematian istri dan anaknya, ia marah karena pelaku belum di temukan.


Tuv berdiri dan mengambil kapak di bawah kasurnya, ia memecahkan cermin di depannya menggunakan kapak. Setelah itu Tuv tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.


Di suatu tempat, ada banyak sekali orang yang berkumpul. Di sekeliling mereka banyak obor dan mereka memakai jubah berwarna merah, di depan mereka ada seorang pemimpin.


Pemimpin itu berkata, "Semuanya, Terima kasih sudah datang di malam yang indah ini. Aku tau kalian sedih, aku tau kalian senang. Aku akan memberitahu kalian sesuatu yang akan membuat kalian menjadi bahagia selamanya."


"Apa kalian ingin tau?" Tanya pemimpin itu.


"Baiklah, suatu yang akan membuat kalian bahagia selamanya adalah dengan masuk ke dalam surga. Di sana kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan, kalian adalah orang - orang terpilih. Selamat!" Kata pemimpin itu dan tersenyum.


"Mungkin kalian tidak sabar menuju ke surga, tapi pertemuan kali ini aku akan membawa kalian menuju surga hahahahaha!!!!" Kata pemimpin itu dan tertawa terbahak-bahak.


EPISODE KE 60: LANGKAH KAKI.


Di pagi hari, Iniko terbangun dari tidurnya, ia menguap dan mulai berjalan menuju dapur. Ketika sampai di dapur Iniko mengambil gelas dan meminum air.


Sudah dua minggu Iniko menjalankan misi dan akhirnya ia sudah pulang dengan keadaan yang melelahkan, ia tidak sabar menunggu surat yang akan di kirim pada hari ini. Surat itu akan menentukan Iniko bisa di terima atau tidak di perusahaan GHC, perusahaan ghost hunter.


Ravel berkata kepada Iniko, "Bagaimana Iniko, apa lukamu sudah pulih sepenuhnya?"


"Yah, aku sudah sembuh. Kamu apa kabar? Bukankah sekarang kamu sedang menjalankan misi?" Kata Iniko.


Ravel berkata, "Aku sudah selesai menjalankan misi, aku sedang berada di dalam taksi dan ingin pulang ke rumah."


"Ternyata begitu, baguslah. Kamu istirahatlah saat sampai di rumah." Kata Iniko dan berbaring di kasurnya.


"Ngomong - ngomong katanya surat persetujuan akan di kirim pada besok hari, mungkin besok kamu akan mendapatkan surat itu dari GHC." Kata Ravel sambil melihat langit di malam hari.


Iniko terkejut mendengar ucapan Ravel, ia hanya berkata, "Semoga aku di terima di perusahaan itu."


Ravel tersenyum dan berkata, "Tenang saja, kamu pasti di terima, aku yakin itu!"


Iniko tersenyum mendengar perkataan Ravel. Iniko berkata, "Terima kasih Ravel, aku pergi tidur dulu ya. Dah!"


"Dah!" Kata Ravel dan menutup telefon nya.


Begitulah percakapan Ravel dan Iniko, ia juga tidak sabar mendapatkan surat dari perusahaan GHC. Sambil menunggu surat datang, Iniko menyiapkan sarapan terlebih dahulu.


Iniko melihat roti di atas meja dan ia menuju kulkas untuk mengambil selai stroberi, setelah mengambilnya Iniko mengoleskan selai itu di roti yang sudah ia taru di piring.


Iniko membawa roti itu ke ruang tamu dan ia menyalakan tv, ia melihat berita dan acara TV lainnya sambil memakan roti selai stroberi. Hpnya bergetar dan ia melihatnya, ternyata itu dari Zaline.


Zaline mengirim Iniko sebuah cover, cover itu ternyata dirinya berserta brand sepatu yang terkenal. Zaline sudah menjadi seorang model dan Iniko senang melihat teman pacarnya itu sudah sukses, ia mengetikan dengan ucapan selamat dan di balas terima kasih oleh Zaline.


Sudah berapa bulan tidak bertemu ternyata Zaline sudah sesukses ini, Iniko merasa bahwa dunia ini seperti di bagi menjadi beberapa dunia lain. Di dunianya dengan dunia Zaline seperti berbeda, meski mereka berada di dunia yang sama.


Iniko menutup ponselnya dan melihat acara tv, di rumah Iniko yang sunyi dan sepi membuatnya sangat ingin berbaring lagi. Iniko fokus menonton tv dan ia mendengar ketukan pintu, ia membukanya dan itu ternyata seorang tukang pos.


Dengan senyuman, orang itu memberi Iniko surat dan Iniko berterima kasih. Orang itu pergi dan Iniko menutup pintu, Iniko tidak sabar melihat isi surat ini. Apakah ia akan di terima atau tidak?


Iniko langsung duduk di sofa dan membuka surat itu,Iniko membacanya, "Kepada yang terhormat, kami dari perusahaan GHC sudah melihat anda dari tes yang sudah di lakukan dan kami melihat anda begitu berjuang saat tes di lakukan."


"Pengalaman anda begitu menarik dan kami sangat tertarik dengan anda. Kami sudah melakukan rapat dan memutuskan anda di terima di perusahaan kami, kami harap anda bisa memperlihatkan performa terbaik anda. Jika ada pertanyaan atau yang lainnya, anda bisa menghubungi kami." Kata Iniko sambil membaca surat itu.


Di surat lainnya, terdapat peraturan dan kontrak yang akan di jalin oleh Iniko dan perusahaan. Iniko sangat senang karena sudah di terima, Iniko dengan cepat mengambil pulpen dan mengisi semua kontrak yang ada.


Setelah selesai mengisi, Iniko dengan cepat menuju kantor pos dan mengirim surat ini ke perusahaan GHC. Setelah sampai rumah dan duduk di sofa nya lagi, Iniko merasa perusahaan GHC ini sangat tertutup.


Bisa di lihat dari peraturan yang sangat ketat, seperti Iniko tidak boleh memberitahu siapa pun tentang perusahaan GHC ini dan lain - lain. Perusahaan GHC memang tidak di ketahui umum, bahkan Iniko sudah melihat - lihat perusahaan GHC di internet tetapi tidak ada informasi apa pun tentang perusahaan GHC.


Sepertinya Iniko harus mempersiapkan dirinya saat masuk ke perusahaan ini besok.