
Iniko dan Ran di tugaskan untuk menjaga anak - anak karena penduduk desa yang lain bergotong royong untuk merenovasi rumah yang terbengkalai, rumah terbengkalai itu adalah daerah tempat anak - anak bermain.
Ketika dalam renovasi, akan sangat berbahaya bagi anak - anak yang bermain dekat rumah itu. Karena tidak ingin hal buruk terjadi, kakek Dop meminta tolong Iniko untuk bermain dengan anak - anak ke tempat lain.
Iniko di temani Ran untuk bermain dan menjaga anak - anak, karena Iniko selalu akrab dengan anak - anak. Maka dari itu kakek Dop memilih Iniko untuk menjaga anak - anak, Iniko pun dengan cepat mengajak anak - anak untuk bermain ke tempat lain. Tempat itu berada di belakang desa dan di sana terdapat banyak tanaman bunga yang sedang bermekaran pada musim ini.
Anak - anak senang dan bermain di sana, Iniko melihat salah satu anak yang tidak bermain dengan anak lainnya. Merasa pernah melihat anak itu sebelumnya, Iniko ingat kalau anak itu adalah gadis yang pertama kali ia temui di desa ini.
Iniko mendekatinya dan duduk di sampingnya sambil mengobrol, gadis itu juga bercerita tentang kelinci yang kabur dari serigala. Setelah mendengar cerita yang mengerikan, Iniko dan gadis itu pergi ke hutan untuk bertemu dengan Fant. Saat bertemu dengan Fant, Iniko dan gadis kecil bermain bersama sampai Fant berlari ke kuburan.
Iniko dan gadis kecil itu mencari Fant di kuburan dan saat menemukannya, Iniko melihat Fant sedang bersembunyi di balik batu nisan. Iniko melihat batu nisan itu dan batu nisan itu sangat aneh, karena tidak mempunyai nama dan hanya ada sebuah kalimat yang terukir di batu nisan itu, Iniko juga tidak bisa membacanya.
Iniko menyentuh batu nisan itu dan tiba - tiba saja Iniko melihat memori masa lalu, Iniko mengeluarkan air mata dan ia berkata, "Ternyata begitu, aku mengetahuinya sekarang."
Iniko menangis dan gadis kecil di sampingnya berkata, "Kau kenapa?"
"Aku, aku tidak apa - apa." Kata Iniko dan mengusab air matanya.
Iniko mengetahui apa yang terjadi dan sekarang ia tahu apa yang harus di lakukan, Iniko berkata kepada gadis kecil itu, "Kita sudah lama bermain, ayo kita antar Fant menuju hutan dan kembali."
Gadis kecil itu mengangguk dan berjalan bersama, saat sampai di hutan. Fant berlari memasuki semak - semak dan Iniko berjalan bersama gadis kecil itu kembali ke belakang desa, ketika mereka sampai di belakang desa. Iniko melihat anak - anak dan Ran sedang makan bersama.
Iniko dan gadis itu mendekati Ran, mereka duduk di karpet yang sudah di siapkan bersama anak - anak lainnya. Ran berkata kepada Iniko, "Dari mana saja kau, kau lama sekali."
"Ma- maaf, kami bermain agak lama." Kata Iniko dan meminta maaf kepada Ran.
Ran mengambil roti dari keranjang dan mengoleskan selai stroberi, setelah itu memberikannya kepada gadis kecil yang di samping Iniko. Gadis itu berkata, "Terima kasih."
Melihat gadis itu di beri roti selai stroberi, Iniko menatap Ran seakan ingin juga memakan roti itu. Ran berkata, "Kau mau?"
"Iya." Kata Iniko dengan air liur yang menetes.
"Kau buat sendiri." Kata Ran dan memberi Iniko selai dan roti.
Kata - kata Ran membuat Iniko tersenyum kaku, Iniko mengambil roti setelah itu mengoleskan dengan selai stroberi. Iniko memakan roti itu dan Iniko memikirkan tentang yang harus di lakukan selanjutnya, ia mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Kegiatan renovasi rumah membuat kakek Dop, Qary dan Fan menjadi lelah. Mereka tidur lebih awal dari biasanya, Iniko berada di kamarnya sedang terbaring dan melihat awan serta bintang - bintang di kegelapan.
Iniko bergumam, "Sudah saatnya."
Iniko bangun dari ranjangnya dan keluar dari kamarnya, bulan yang terang dan bintang yang indah di kegelapan bagaikan perhiasan yang hanya di miliki oleh langit, pada kegelapan itu cahaya bulan di tutupi oleh awan dan Iniko keluar dari rumah. Iniko memakai jubah dan berjalan menuju suatu tempat.
Di dalam perjalanan, Iniko berjalan dengan tatapan kosong dan pikirannya kemana - mana. Jubah yang di kenakan Iniko menyatu dengan kegelapan dan sesampainya di tempat tujuan, Iniko memasukinya dan ketika berhenti. Iniko melihat ke bawah dan melihat batu nisan.
Yah, Iniko berada di kuburan yang tadi ia dan gadis kecil kunjungi. Iniko sedang berada di batu nisan tempat persembunyian Fant tadi. Iniko mengusab batu nisan itu dengan tangannya dan berkata, "Tenang saja, aku pasti akan menyelamatkan kalian dari kegelapan ini."
Saat Iniko berdiri dan ingin keluar dari kuburan itu, tiba - tiba saja kabut menyelimuti sekitar. Iniko memasuki kabut itu dan menghilang, Iniko sampai di desa dan ia berkeliling melihat - lihat sekitar rumah. Iniko berkata, "Sepertinya semua orang sudah tertidur pulas."
Iniko berada di tengah - tengah desa dan ia meletakan kertas sambil berucap, "Pelindung."
Tiba - tiba saja desa ini seketika menghilang, saat desa sudah menghilang. Tiba - tiba saja suara bisikan terdengar di telinga Iniko, suara itu berkata, "Mereka sudah datang."
Iniko mendengar suara itu dan berjalan menuju hutan, sesampainya di hutan. Iniko mendengar seperti suara singa, Iniko melihat mereka dan berkata, "Akhirnya aku bertemu dengan kalian."
Mereka melihat Iniko, mereka yang di maksud Iniko adalah monster - monster yang di cerita pahlawan desa ini. Cerita itu tidak bohong, cerita itu benar adanya. Tetapi bukannya monster itu di ceritakan sudah musnah dan penduduk desa sudah kembali aman?
Itulah yang di maksud oleh surat itu, "Pada saat kejadian terjadi, pasti ada penyebab yang membuat itu terjadi. Kau mungkin akan mengetahuinya, tapi kau tidak akan mengetahuinya, kecuali jika kau mencarinya."
Iniko mencari dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, itulah kenapa Iniko tiba - tiba memasang pelindung yang membuat desa itu menghilang. Iniko ingin melawan semua monster itu sampai tidak ada yang tersisa sedikit pun, sehingga penyesalan dan penderitaan penduduk desa menjadi hilang.
Iniko yang mengetahui kebenaran, merasa sangat berempati atas apa yang terjadi pada desa ini. Iniko sangat mengerti perasaan orang itu yang berusaha sampai mengorbankan nyawanya demi desa ini, tetapi percuma saja jika parasit tidak di bunuh semuanya. Ia akan tetap menyebar dan menjadi kuat sama seperti sebelumnya.
Mungkin tidak masuk akal untuk membunuh semua monster itu sendirian, ini bukanlah komik fiksi yang Iniko baca saat pulang sekolah. Ini adalah dunia nyata yang tidak masuk akal, Iniko bukanlah orang itu yang menyelamatkan desa. Iniko bukan seorang pahlawan seperti yang ada di film.
Ia hanya seorang manusia yang mendapatkan kekuatan demi melindungi seseorang yang sangat ia sayangi, ini bukan sekedar untuk menyelesaikan misi. Iniko sangat - sangat ingin menyelamatkan desa ini, entah kenapa ketika melihat penderitaan orang lain, Iniko seperti merasakan penderitaan itu. Meski Iniko tidak menderita akan hal itu.
Maka dari itulah Iniko berusaha membantu walau hanya sedikit, desa ini adalah penderitaan, dan Iniko sedang memasuki penderitaan banyak orang. Perasaan dan hati Iniko seperti tergerak untuk menyelamatkan desa ini.
Meski terlihat mustahil untuk mengalahkan semua monster ini, Iniko tidak memikirkan itu dan hanya barada di medan pertempuran tanpa adanya strategi. Tidak peduli ia di katakan orang bodoh, seorang pahlawan atau tidak. Di hatinya, Iniko hanya ingin menyelamatkan desa ini.