
Iniko mengantar gadis itu sampai rumah dan setelah itu ia di beri tahu oleh gadis itu tentang kakek Dop.Kakek Dop adalah seseorang yang sangat baik yang di kenal olehnya.Iniko mencari kakek Dop dengan berjalan dan berkeliling di sebuah ladang.Di desa ini banyak sekali ladang dan sepertinya penduduk desa di ini bekerja sebagai seorang petani.Di setiap ladang Iniko melihat seseorang yang sedang menjaga ladang mereka dari burung - burung yang akan merusak ladang.
Iniko berjalan dan di keadaan gelap,Iniko agak kesusahan melihat ke arah depan karena kurangnya cahaya.Iniko bisa melihat sekitar berkat bantuan bulan yang sangat terang.Iniko berjalan dan memasuki ladang seseorang dan dengan hati - hati mencari kakek Dop di ladang itu.Iniko mencarinya tetapi Iniko tidak menemukannya.Iniko keluar dari ladang itu dan terus mencari kakek Dop.
Karena Iniko kelaparan.Iniko harus mencari makanan yang bisa menutup rasa laparnya.Makanan Iniko sudah habis dan buah yang di petiknya waktu itu,sudah habis di makan olehnya.Iniko terpaksa harus menghentikan pencarian kakek Dop dan sekarang Iniko harus mencari makanan.Iniko berjalan dan berfikir,apa yang akan dia makan? Karena di hutan gelap gulita yang membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas,dan mungkin di hutan ini Iniko tidak menemukan makan apa pun.
Iniko berjalan dan berharap di sini ada pasar yang akan membawanya dengan berbagai penjual makanan.Iniko berjalan dan di tengah - tengah desa Iniko melihat patung yang sangat besar.Patung itu berbentuk seorang laki - laki yang memakai baju perang dengan pedang tajam yang menancap di tanah.Iniko takjub karena tidak menyangka patung yang indah berada di depan matanya.Iniko merasa penduduk di desa ini sangat hebat dalam membuat patung.
Tetapi patung itu seperti seorang pahlawan.Iniko belum pernah melihatnya di desa ini.Apa mungkin ia pahlawan di desa ini dan karena kematiannya membuat para penduduk desa membuat patungnya.Mungkin itu salah satu yang di pikirkan oleh Iniko.
Iniko melihat patung itu dari dekat dan dari arah belakang.Ada seorang orang tua yang mendekatinya.Orang itu berkata, "Sedang melihat patung?"
Iniko terkejut dan dengan suara terbata - bata berkata, "Iya iya."
Orang tua itu tersenyum dan dengan bersama mereka berdua melihat patung itu.Iniko melihat wajah orang tua itu terlihat pucat sama seperti penduduk desa yang ada di sini.Tetapi bedanya ia bisa tersenyum.Beda sekali dengan penduduk desa di sekitar sini.Iniko melihat wajah orang tua itu terlihat agak tua,keningnya mengerut dan tangannya terlihat tulang yang di tutupi oleh kulit,tidak ada daging di tangannya.Tubuhnya kurus dan badan agak sedikit membungkuk.Dan ia memiliki janggut berwarna hitan dan ada beberapa yang berwarna putih.
Iniko bertanya pada orang tua itu, "Mohon maaf.Apa anda tahu tentang patung itu."
Orang tua itu melihat Iniko dan tersenyum.Ia berkata, "Sepertinya kau orang baru ya,semua orang di desa ini mengetahui patung yang berada di depanmu ini."
Orang tua itu tertawa kecil dan berkata, "Apa kau mau mendengar cerita tentang patung ini?"
Iniko berkata dengan wajah yang siap mendengar cerita orang tua itu, "Tolong ceritakan padaku."
Orang tua itu mulai berbicara dengan perlahan, "Kau lihat patung itu adalah patung pahlawan.Dia adalah salah satu orang asing yang menjaga desa kami.Kami awalnya tidak mengetahui dia siapa,dan kenapa dia melindungi desa kami.Tetapi karena keanehannya yang menjaga desa kami,kami pun berusaha berbicara kepadanya.Tetapi dia selalu berkata pada kami untuk lari dari sini.Kami pun kebingungan dan tidak mengerti apa yang di maksud olehnya."
Orang tua itu melanjutkan perkataannya, "Tetapi kata lari yang di ucapkan olehnya.Membuat kami merasa kalau dia adalah orang gila,tetapi pada suatu hari.Perkataannya benar."
Iniko melihat orang tua itu bercerita dengan serius.Tetapi di tengah cerita,seorang anak remaja memanggilnya.Anak itu berkata, "Ayah,sepertinya kau berkata aneh lagi.Mohon maaf ayahku memang seperti ini.Ayo pulang ayah."
Orang tua itu terdesak karena di tarik tangannya.Orang tua itu
berkata, "Tunggu sebentar,anak muda ini belum mendengar seluruh ceritanya."
Anak itu berkata sambil menarik tangannya, "Ayah.Kau masih saja menceritakan dongeng.Ayo pulang,ibu menyuruhmu pulang." Gadis dan orang tua itu kemudian pergi.
Iniko kebingungan.Apakah yang di dengarnya hanya sebuah dongeng? Entahlah,Iniko kira akan mendapatkan sesuatu yang penting.Iniko hanya menghela nafas dan mencari pasar.Iniko mencari dan mencari,sampai pada akhirnya Iniko menemukan pasar.Desa ini sepertinya agak luas sampai Iniko harus berjalan agak sedikit lama sampai di pasar.Iniko sampai di pasar dan keadaan pasar tidak ramai.Iniko melihat orang yang berjualan di pasar hanya menjual peralatan sawah dan kebutuhan rumah tangga.
Iniko berkata pada penjual itu, "Aku ingin membeli roti ini.Ini uangnya." Kata Iniko dan memberi penjual itu uang.
Penjual itu berkata, "Kami tidak menerima uang.Apa ada barang yang bisa kau tukar?"
Iniko terkejut karena desa ini tidak menerima uang.Desa ini memakai sistem tukar dalam perjualan mereka.Tetapi Iniko tidak mempunyai barang apa pun untuk di tukar oleh roti.Iniko tidak kehabisan akal,ia berfikir bagaimana caranya agar bisa mendapatkan roti itu.Iniko berfikir dan tidak lama kemudian ide muncul di kepalanya.
Iniko berkata pada penjual itu, "Apa ada pekerjaan yang bisa aku bantu.Dengan begitu sebagai imbalannya.Kamu bisa memberiku roti itu."
Penjual itu memikirkan sesuatu dan ia memanggil suaminya.Suaminya datang dari kejauhan dan ia berkata, "Tolong beri anak ini perkejaan di ladang kita."
Suaminya berkata, "Baiklah.Ayo nak,aku akan mengantarkanmu ke ladang kami."
Iniko kemudian mengangguk dan mengikuti pria di depannya.Iniko berjalan dan melewati penduduk desa yang berjalan di pasar itu.Iniko dan pria di depannya melewati ladang - ladang lainnya.Iniko melihat sekeliling dan sepertinya di desa ini banyak sekali ladang.
Pada saat Iniko sampai di ladang pria itu.Pria itu berkata, "Sekarang kamu memberi hewan - hewan itu makanan."
Iniko berkata, "Baik."
Iniko kemudian mengambil rumput dan membawanya sampai di kandang.Iniko menaru rumput itu di kandang sapi dan para sapi itu memakannya.Tetapi sepertinya masih banyak sapi yang belum mendapatkan rumput.Iniko kemudian mengambil lagi rumput dengan jumlah yang agak banyak dan menarunya.Setelah sudah selesai.Iniko mengambil rumput lagi dan menaru rumput itu di kandang domba.Setelah itu Iniko berjalan menuju kandang angsa.Iniko kemudian memberi angsa - angsa itu makanan.
Setelah selesai memberi makanan untuk hewan ternak.Iniko kemudian kembali dan berkata pada pria itu, "Aku sudah selesai memberi makan.Apa lagi yang harus aku lakukan?"
Pria itu berkata, "Tolong masukan jerami - jerami itu.Aku akan membantumu."
Iniko dan pria itu kemudian mengambil jerami dari luar dan menaru di kadang hewan ternak.Jerami - jerami itu sangat banyak,sehingga membutuhkan waktu yang agak sedikit lama untuk memasukannya.Setelah selesai,Iniko di ajak untuk beristirahat dan pria itu memberi Iniko teh hangat yang di siapkannya.Iniko meminum teh itu dan mereka berdua mengobrol bersama.
Iniko berkata sambil meminum teh, "Apa kamu tau kakek Dop?"
Pria itu berkata, "Tentu saja.Semua orang tau kakek Dop."
Setelah mendengar perkataannya.Iniko berkata dengan semangat, "Apa kamu tau di mana rumah kakek Dop?"
Pria itu berkata, "Di samping ladang kita,itu adalah milik kakek Dop.Kalau kamu ingin menemuinya,ia sekarang sedang memberi ternaknya makan."