GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
MENCARI JAWABAN



Iniko di serang oleh hantu yang berbentuk macan. Kedua macam itu menyerang Iniko dan Iniko menghindarinya, Iniko tidak mempunyai senjata untuk melawan kedua macan itu. Meski begitu Iniko menemukan pisau kecil yang di gunakan nya saat memetik buah.


Iniko menggunakan pisau kecil itu untuk melawan kedua macan, sembari Iniko bertarung. Iniko berfikir bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari kuil tua ini, Iniko mencoba untuk kabur tapi pintu tiba - tiba tertutup dan tidak bisa di buka.


Iniko mau tidak mau bertarung dengan kedua macan itu dan memikirkan caranya ia kabur dari sini, Iniko bertarung dan tak lama setelah itu. Iniko mendapatkan ide, ia memiliki bom asam dan bom itu setelah di ledakkan akan mengeluarkan asap,asap itu akan membuat siapapun yang menghirupnya menjadi tertidur.


Entah itu manusia atau hewan, akan tertidur saat menghirup asap itu. Bom itu di buat oleh Iniko dan di ajarkan oleh Black, Black mengajarkan Iniko cara membuat bom yang sangat kecil tetapi memiliki ledakan yang besar, dengan adanya bom ini. Iniko bisa bertahan atau menyerang saat keadaan terdesak.


Tapi sayangnya Iniko lupa kalau kedua macan itu adalah hantu, dan hantu tidak bernafas. Bagaimana caranya membuat kedua hantu tertidur, sedangkan mereka tidak bernafas.


Meski sudah di beri banyak bom asap, kedua macan itu tidak tertidur dan Iniko hanya bisa melanjutkan pertarungan itu. Kalau misalnya Iniko tidak bisa kabur dari kuil tua ini, Iniko harus mengalahkan kedua macan itu. Tapi bagaimana caranya?


Ia tidak mempunyai senjata untuk membunuh kedua macan itu, ia hanya punya pisau kecil di tangannya. Mustahil bagi pisau kecil untuk membunuh hantu, meski sudah di beri oleh energi yang besar.


Iniko mencari cara lain untuk membunuh kedua macan itu, Iniko menemukan ide kalau ia harus mencari bagian vital. Ketika bagian vital di temukan, Iniko dengan mudah bisa mengalahkan kedua hantu itu.


Dan benar saja ketika Iniko tahu bagian vital kedua macan itu yang berada di ekornya, Iniko langsung menyerang ekor kedua macan itu tetapi mereka sangat cepat. Iniko tidak habis pikir, ia langsung menyerang mata kedua macan itu dan membuat mereka tidak bisa melihat untuk sementara waktu.


Iniko akhirnya punya kesempatan untuk menyerang ekor kedua macan itu, Iniko menarik ekor kedua macan itu dan memotongnya. Alhasil kedua macan itu mati dan terjatuh, Iniko mengusab keringatnya dan keluar dari kuil tua itu.


Iniko keluar dan melihat kabut masih ada, Iniko masuk ke dalam kabut itu lagi dan mencari jalan untuk bertemu dengan Ran. Iniko pada akhirnya bertemu dengan Ran dan Ran tiba - tiba menarik tangannya dan berkata, "Ayo kita keluar dari kabut ini."


Iniko merasa malu karena tangannya di tarik oleh Ran, tangan Ran yang lembut dan hangat membuat Iniko tambah malu. Iniko dan Ran berlari dan ingin keluar dari kabut, tapi tiba - tiba Iniko berhenti dan mereka berdua melihat ular.


Iniko memberitahu Ran agar tenang, tapi sayangnya Ran takut dan lari sehingga membuat ular itu menyerang Ran. Tapi Iniko melindungi Ran dan membuat kaki Iniko di gigit ular, ular itu pergi dan Iniko tergeletak jatuh. Ran panik dan berkata, "Biar aku yang menghisap bisanya, tolong bertahanlah!!"


Ran menghisab bisa ular dan Iniko pingsan, ketika Iniko terbangun. Ran melihat Iniko dengan wajah bersalah. Ran berkata, "Kenapa? Kenapa kau menyelamatkan ku, seharusnya ular itu menyerang ku. Tapi kenapa kamu menyelamatkan ku?"


Iniko terdiam dan berkata, "Aku menyelamatkan mu karena kamu orang baik, yang kamu bilang itu tidak benar. Kamu adalah orang baik, sama seperti Fan."


Iniko mengatakan sesuatu yang mengejutkan, Ran adalah wanita yang berperilaku buruk kepada Iniko. Tapi jika di pikir - pikir, apakah Ran pernah berbuat buruk kepada Iniko? Ran selalu menganggap kalau dirinya selalu membuat orang - orang di sekitarnya tidak senang.


Iniko mendekati wajah Ran dan berkata, "Tolong jangan menganggap diri kamu buruk, kamu baik kepadaku. Buktinya kamu mengajariku dengan tulus dan ketika ada kabut, kamu mencariku."


Ran terkejut dan berkata, "Bagaimana kamu tau?"


"Aku melihat wajahmu berkeringat, kalau kamu tidak mencariku dan kita ketemu karena keberuntungan. Kakimu yang kotor itu menjelaskan kalau kamu berlari sambil mencariku." Kata Iniko dengan wajah serius.


Ran terdiam mendengar perkataan Iniko, Iniko mengusab air mata Ran dan Iniko gantian menggandeng tangan Ran. Ran dan Iniko berjalan bersama, Iniko melihat di sekeliling dengan serius dan melindungi Ran.


Ran melihat wajah Iniko dan Ran mulai menyukai Iniko, saat dalam perjalanan. Iniko berkata, "Umm maaf, aku tahu kamu sangat membenci pria. Dan itu karena mantan pacarmu."


"Tapi ku rasa tidak semua pria seperti itu, di dunia ini pasti ada pria yang baik. Masa lalu memang tidak mengenakan, tapi masa depan tidak bisa kita lihat." Kata Iniko sambil memegang tangan Ran dan berjalan bersama.


Ran tiba - tiba tersenyum dan itu membuat Iniko terkejut, Iniko berfikir apakah dia berbuat kesalahan. Apakah Ran tersenyum adalah sebuah kode kalau Iniko berbuat kesalahan? Iniko agak canggung dan ketika mereka sudah keluar dari kabut dan sampai di desa.


Iniko melepas genggaman nya dan Ran tersenyum lebih lebar. Iniko semakin takut, apakah ia berbuat kesalahan yang lebih besar? Ran berkata di dalam hati, "Imut sekali, ia melepaskan tanganku dan wajahnya memerah karena malu."


Wajah Iniko menunduk dan ketika mereka sampai di rumah, mereka di sambut oleh kakek Dop, Fan dan Qary. Kakek Dop berkata, "Kalian lama sekali, aku khawatir karena kabut tiba - tiba datang."


"Kalian kemana saja, aku mencari dengan Fan tetapi tidak menemukan kalian di perkebunan." Kata Qary.


"Ma- maaf, kami mencari bahan makanan di hutan terlebih dahulu dan kami sempat terpisah saat kabut tiba. Aku tergigit ular pada saat di dalam kabut, untung saja Ran menyelamatkan ku." Kata Iniko.


"Apa kau baik - baik saja? Fan cepat ambilkan obat." Kata kakek Dop.


Fan pergi mengambil obat dan Iniko berkata, "Tidak usah kakek Dop, aku baik - baik saja."


"Apa yang kau katakan, tergigit ular kau bilang baik - baik saja. Kau harus lebih berhati - hati." Kata kakek Dop.


"Sini aku obati." Kata Fan dan menarik Iniko sampai ke tempat duduk, mengoleskan obat di bagian yang tergigit ular.


Iniko Terduduk dan Fan mengobati Iniko, Ran berjalan dan melihat Iniko dengan wajah yang tajam serta senyum yang menyeramkan. Iniko ketakutan dan berkata pada hatinya, "Apa kau berbuat kesalahan!!??"


"Hmm, ada apa Iniko?" Kata Fan.


"Ti- tidak apa - apa." Kata Iniko dengan nada terbata - bata.


Fan mengobati Iniko dan setelah itu Fan berkata, "Selesai. Hmm tunggu, wajahmu berkeringat, aku akan menyiapkan air. Kamu siap - siap untuk mandi ya?"


"Baik." Kata Iniko dan Fan pergi menyiapkan air untuk Iniko mandi.


Fan sangat baik kepada Iniko, Iniko bersyukur bisa bertemu dengan Fan dan Iniko ingin membalaskan kebaikan Fan. Keluarga kakek Dop sangat baik kepadanya, Iniko berhutang budi kepada keluarga kakek Dop. Suatu hari nanti Iniko akan membalas semua kebaikan keluarga kakek Dop.


Ketika Iniko sudah siap untuk mandi dan bertemu Fan, Fan berkata, "Airnya sudah siap."


"Terima kasih." Kata Iniko dan masuk ke dalam kamar mandi.


Ketika Iniko membasuh tubuhnya dengan air, Iniko termenung dan berfikir tentang surat yang ia baca sebelumnya, "Pada saat kejadian terjadi, pasti ada penyebab yang membuat itu terjadi. Kau mungkin akan mengetahuinya, tapi kau tidak akan mengetahuinya, kecuali jika kau mencarinya."


Iniko masih mengingat kata - kata itu, Iniko masih berfikir apa yang di maksud kata - kata itu. Ketika mengingat kata - kata terakhir yaitu 'kecuali jika kau mencarinya.'


Apa yang harus Iniko cari? Pertanyaan demi pertanyaan muncul dan Iniko tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Iniko berfikir ia harus mencari jawaban untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan itu.