
Orang itu menjawab, "Semuanya sudah siap,tetapi ada yang aku khawatirkan."
"Apa itu?" Kata ketua desa.
Orang itu diam sejenak dan ia menarik nafas.Kemudian berbicara, "Aku khawatir kalau pasukan kita akan kalah."
Perkataan *k*alah membuat ketua desa terkejut,ketua desa mengira kalau dengan latihan yang di berikan oleh orang itu.Mereka semua setidaknya mendapat kemenangan.Ketua desa lalu berkata, "Kenapa? Apa karena pasukan kita lemah?"
"Tidak - tidak,pasukan kita belum tentu lemah.Tapi,pasukan kita belum mendapatkan pengalaman dan itu membuatku khawatir." Kata orang itu.
Ketua desa berfikir kalau yang di katakan orang itu benar juga.Kalau pasukan hanya di latih secara teori tanpa adanya pengalaman,maka sama saja mengajarkan burung yang bahkan belum pernah mengepakan sayapnya.
Ketua desa baru mengetahui hal ini,ia selalu berfikir optimis sampai tidak mengetahui kalau kelompok - kelompok yang di lihatnya belum pernah berpengalaman.Kedua orang itu terdiam,suasana agak sedikit canggung,sampai pelayan datang dengan membawa makanan yang mereka pesan.
"Ini makanan nya tuan.Silahkan di nikmati." Kata pelayan itu sambil menaruh makanan di meja.
"Oh ya terima kasih." Kata ketua desa.
Ketua desa menarik makanan miliknya,begitu pula dengan orang itu.Makanan yang hangat sudah berada di depan mereka,dan mereka saling bertatapan.Ketua desa berkata, "Lalu,apa rencanamu?"
"Aku berharap pasukan kita seri melawan monster itu,jangan sampai pasukan kita berkurang terlalu banyak dan tidak bisa menyeimbangi jumlah musuh." Kata orang itu.
"Apa lebih baik kita keluarkan saja kelompok mata - mata untuk membantu?" Kata ketua desa dan memberikan saran.
"Kalau kita terdesak,kita akan melepaskan kelompok mata - mata.Tapi aku harap kelompok mata - mata tidak ikut campur pada perang pertama ini,karena kelompok mata - mata sangatlah sedikit.Jika ada seorang saja yang mati,maka itu adalah kekurangan yang besar." Kata orang itu.
Situasi yang di alami mereka saat ini seperti terjebak di semua arah.Mereka tidak bisa keluar dari masalah ini dan hanya ada satu solusi dan tidak ada alternatif yang lain.Jika satu solusi gagal,maka semuanya akan gagal.
Seperti membangun subuah bangunan kubik,tetapi kau tersenggol sedikit dan itu membuat bangunan kubik yang sudah susah payah kau bangun.Menjadi berhamburan,itulah situasi yang di hadapi oleh mereka.
Orang itu sudah berfikir keras tentang solusi - solusi yang ada.Tetapi ia terjebak di mana - mana dan di belakangnya hanya ada jurang.Karena situasi yang mereka alami,membuat kedua orang itu hanya bisa menarik nafas dan mengeluarkannya.Mereka hanya memakan makanan mereka yang sudah dingin karena terlalu lama diam.
Orang itu sebenarnya sudah berfikir keras mencari solusi,tetapi semakin ia berfikir,semakin cepat ia menemukan jurang.Orang itu hanya pasrah dan mereka berdua memakan makanan dengan keadaan khawatir dan sedikit rasa takut.
Karena ingin menghilangkan kecanggungan.Ketua desa bertanya, "Oh ya,pertanyaan ini masih menancap di kepalaku.Sebenarnya monster - monster itu berasal dari mana?"
Orang itu berhenti makan dan menjawab dengan jawaban yang singkat, "Aku tidak tahu."
"Apa maksudmu?" Kata ketua desa dengan wajah kebingungan.
"Aku tidak tahu monster itu berasal dari mana.Tapi aku berteori kalau ada sesuatu yang membuat monster itu tercipta." Kata orang itu.
"Apa itu?" Kata ketua desa dengan wajah penasaran.
"Energi hitam.Yah,ada sesuatu energi hitan entah dari mana memasuki tubuh singa,dan singa itu berubah menjadi monster yang mengerikan.Hanya itu yang bisa
kusimpulkan." Kata orang itu dan melanjutkan memakan makanannya.
Jika dipikir - pikir,memang masuk akal karena wujud monster itu seperti singa.Tetapi tubuhnya yang besar dan memiliki gigi yang tajam,membuatnya berbeda dari singa lainnya.Ketua desa merasa puas dengan jawaban orang itu,meski hanya sebuah teori.
Pada malam itu,mereka berdua makan bersama dan ketika selesai.Orang itu tiba duluan di kasir dan cepat membayar makanan ketua desa.Ketua desa melihat makanannya di bayar oleh orang itu,dan ia berkata, "Biar aku saja yang membayar makananku."
"Biar aku yang membalas kebaikanmu waktu itu." Kata orang itu dan tersenyum kepada ketua desa.
"Kau memang orang baik." Kata ketua desa dan jalan bersama orang itu menuju rumah masing - masing.
Meski pun masalah belum sepenuhnya terselesaikan dan terus menemukan jurang,tapi mereka berdua masih bisa tersenyum dan tertawa bersama.Malam itu memang sangat berat dalam pikiran mereka,tapi kita hanya bisa melihat dan menyaksikan keadaan yang akan dihadapi.
Tiga hari setelahnya,orang itu menggumpulkan semua kelompok.Mulai dari kelompok satu sampai kelompok tiga,mulai dari yang muda dan yang tua.Semuanya kumpul di lapangan itu,orang itu sudah memperkirakan kalau cahaya pelindung yang membuat monster itu tidak bisa keluar dari jurang,sudah tidak bisa bertahan dan hanya menunggu waktu saja untuk cahaya itu hancur.
Monster mempunyai kekuatan,yang di mana kekuatan itu harus di perkuat.Caranya dengan memakan makhluk hidup,maka dari itu,orang itu dengan segera menggumpulkan mereka.Peperangan berada di depan mata mereka dan mereka harus bersiap - siap menghadapinya.
Orang itu merasa tidak optimis pada perang pertama ini,tetapi ia tidak boleh mengagap kalau perang ini akan kalah.Ia malah mengagap kalau perang ini adalah sebuah lompatan besar yang membawa mereka menuju kemenangan.
Orang itu berkata pada semua kelompok di depannya, "Peperangan sudah menanti kita,malam nanti kita akan berperang.Siapa pun harus siap dengan perang ini,kalian harus bersiap - siap menghadapi apa pun.Bukan hanya musuh,melainkan mental dan rasa takut kalian."
"Jadi biarkan aku menjelaskan tentang monster itu agar kalian tahu.Monster itu mempunyai tubuh yang besar dan kuat,jadi kalian harus bersama - sama,jangan sendiri.Kalau sendiri,kalian tidak akan bisa bertahan menghadapinya." Kata orang itu dengan perkataan serius.
Orang itu melanjutkan, "Monster itu mempunyai kepintaran,mereka memang pintar dan kita harus berhati - hati.Tetapi tenang saja,mereka memiliki kesombongan karena mengagap diri mereka paling kuat.Sehingga itu akan membuat mereka memandang rendah makhluk hidup lainnya."
"Jadi seperti dugaanku,mereka akan berpencar mencari mangsa dan mereka tidak akan menyerang desa kita dengan kekuatan penuh.Kalian bisa sedikit tenang karena ini." Kata orang itu.
Orang itu kemudian menunjuk ke suatu arah dan mereka semua melihat apa yang di tunjuk oleh orang itu.Mereka melihat sebuah kotak dan orang itu berkata, "Di kotak itu sudah ada baju perang dan tameng yang aku buat jauh - jauh hari,dalam pembuatan baju dan tameng aku di bantu oleh ketua desa dan yang lain nya.Untuk kelompok satu,kalian boleh menggambil baju perang dan tameng itu."
"Dan untuk kelompok dua dan tiga,kalian tidak boleh menggambilnya.Kalau kalian tanya kenapa? Karena itu khusus untuk kelompok satu dan karena kelompok satu akan menyerang dari jarak dekat.Sedangkan kelompok dua,menyerang jarak jauh dan tidak terlalu membutuhkan baju perang dan tameng.Sedangkan untuk kelompok tiga,kalian sudah tahu sendiri apa jawabannya." Kata orang itu.
Mereka kelompok satu memakai baju perang dan menggambil tameng.Baju perang mereka terbuat dari kulit dan tameng mereka terbuat dari kayu,yah memang seharusnya mereka memakai baju perang besi dan juga tameng yang buat dari besi pula.Tetapi masalahnya dari mana orang itu mendapatkan besi jika ingin membuat baju perang dan tameng yang terbuat dari besi?
Dan kalau pun mereka mendapatkan besi,apakah mereka bisa membuat baju dan tameng yang terbuat dari besi? Orang itu tidak bisa membuatnya,begitu pula dengan penduduk desa lainnya.
Semuanya sudah siap.Orang itu lalu berkata pada kelompok dua, "Kelompok dua,jika ada yang mendekat atau ada yang menyerang,kalian boleh mundur sebentar.Untuk kelompok satu,kalian harus membuat monster - monster itu terfokus pada kalian,agar kelompok dua tidak di serang oleh monster itu."
"Baik semuanya apa kalian paham?" Kata orang itu kepada semua kelompok.
"Paham!!!!" Kata semua kelompok dengan nada semangat.
Orang itu kemudian mendekati kelompok - kelompok itu dan orang itu membicarakan tentang strategi,orang itu memberitahu tentang strategi dalam berperang.Dan mereka juga berdiskusi tentang strategi itu.
Pada malam harinya,mereka sudah bersiap pada perang malam ini.Orang itu dan semua kelompok sudah di beritahu tentang strategi mereka dalam berperang.
Pada perang kali ini,strategi mereka adalah,mereka harus mengusai daerah peperangan.Yang berarti mereka harus memancing monster itu pada daerah yang di tentukan,strategi ini ampuh dan memberikan banyak keuntungan.
Dan juga peperangan mereka berada di dalam hutan,dan hutan adalah salah satu tempat yang agak sulit untuk berperang karena banyak pohon yang mengelilingi mereka.Tetapi hutan memiliki banyak manfaat dalam berperang,tetapi daerah yang mereka cari bukan banyak yang memiliki pohon.
Mereka akan memancing monster ke daerah perbukitan yang tidak banyak pohon di sekitarnya.Kenapa di daerah perbukitan? Karena kelompok dua,yah kalian mungkin sudah menebaknya.Kelompok dua adalah penyerang jarak jauh dan jika kelompok dua menyerang dari perbukitan,maka menjadi keuntungan yang sangat besar bagi peperangan ini.
Dan jauh dari perbukitan,sudah ada tenda kelompok tiga dan beberapa kelompok satu yang menjaga tenda itu.Siapa pun yang terluka,mereka tidak perlu khawatir karena akan di obati di tenda kelompok tiga.
Semuanya sudah terencana dengan baik,hanya tinggal satu langkah yang harus mereka lakukan agar rencana berjalan dengan baik.
Pasukan dan kelompok - kelompok itu sudah berada di daerah perbukitan,mereka sudah berbaris rapih dan berada di tempat masing - masing.Angin yang berhembus dan keadaan gelap malam membuat suasana menjadi tegang,orang itu berada di atas bukit bersama kelompok dua dan kelompok mata - mata.Sambil melihat keadaan.
Orang itu dari jarak jauh melihat pergerakan monster.Orang itu kemudian memanggil salah satu anggota, "Axel,maju."
Axel maju dan ia menjawab, "Iya tuan."
"Axel,kau adalah anggota kelompok mata - mata.Tolong pancing monster - monster itu sampai kemari,dan juga kalau kau sudah dekat.Teriaklah sebagai pertanda monster sudah dekat." Kata orang itu sambil melihat ke depannya.
"Baik tuan." Kata Axel dan lompat dari bukit itu lalu berlari sangat kencang.
Orang itu melihat Axel berlari sangat kencang sampai ia tidak bisa melihatnya lagi.Pada beberapa saat kemudian,orang itu melihat axel dari kejauhan.
Orang itu lalu berkata pada semuanya, "Semuanya bersiaplah!!"
"Ahhhhhhhh!!!!" Teriak Axel.
Ketika Axel berteriak,semuanya mulai melihat kerumunan monster - monster yang mengejar Axel.Pertarungan pun di mulai.