GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
SERIGALA



Iniko sekarang tertidur dan merengangkan tangannya,tapi anehnya Iniko tidak merasakan tubuh Zarum saat merengangkan tangannya,Iniko dengan cepat membuka matanya dan terkejut karena Zarum tidak ada di sampingnya.Iniko dengan cepat keluar dari tenda dengan wajah yang panik.


Iniko berkata, "Kemana dia?"


Iniko mulai mencarinya di sekitaran dengan wajah yang khawatir,di dalam hati Iniko ia sangat takut terjadi apa - apa dengan Zarum.Sementara itu,Zarum melihat serigala bermunculan di sekelilingnya,Zarum langsung berlari dan menjauh dari seringala - serigala itu.Zarum berlari tetapi serigala mengejarnya dan kecepatan lari serigala lebih cepat dari pada Zarum.


Zarum terus berlari dengan wajah ketakutan dan berharap bisa cepat sampai di tenda,Zarum berlari dan para serigala mengejarnya dari belakang,salah satu serigala mengigit kaki Zarum dan membuat Zarum terjatuh.Zarum mencoba melepaskan gigitan serigala dan ia berhasil,tetapi saat ingin berlari kembali,ia tidak bisa karena luka yang di sebabkan oleh serigala itu cukup parah.


Zarum mencoba berjalan meski terbata - bata,tetapi serigala mengepungnya dari berbagai arah dan Zarum ketakutan,ia tidak bisa berlari atau melarikan diri dari sini.Semakin lama kumpulan serigala semakin mendekati Zarum,Zarum ketakutan dan air matanya keluar dan mengalir sampai ke pipinya.


Salah satu serigala melompat dan ingin menerkam Zarum,tetapi untungnya Iniko datang dan melempar ghost swordnya tepat di tubuh serigala,serigala itu mati seketika karena ghost sword Iniko menancap di tubuhnya.Iniko berlari mendekati Zarum dan langsung mengengam tangannya,setelah itu Iniko mengambil ghost sword yang menancap di tubuh serigala dan langsung mengendong Zarum.


Iniko dengan cepat berlari sambil mengendong Zarum,Iniko di kejar oleh banyak kumpulan serigala di belakangnya,Iniko harus bersembunyi dari kejaran serigala - serigala itu.Iniko mulai berlari sampai membuat para serigala itu jauh di belakangnya,saat berlari Iniko menemukan sebuah gua dan memasukinya.


"Apa kita sudah aman?" Kata Zarum dengan nafas terengah - engah.


Iniko menjawab, "Untuk sementara waktu kita aman,tetapi ada kemungkinan serigala itu mengetahui kita bersembunyi di dalam gua ini.Penciuman mereka sangat tajam dan mereka berkelompok."


Iniko berhenti berbicara dan langsung mengobati kaki Zarum dengan obat seadanya.Iniko berkata sambil mengobati, "Kau tidak apa - apa?"


Zarum berkata, "Aku tidak apa - apa karena kau menyelamatkanku,terima kasih."


"Aww!!" Kata Zarum dengan desah kesakitan.


Iniko berkata sambil fokus mengobati Zarum, "Tahan sedikit,kau adalah anak laki - laki jadi tahan rasa sakit itu." Zarum mengangukan kepalanya dan menahan rasa sakitnya.


Iniko mengobati Zarum dan setelah selesai Iniko berkata, "Aku akan membasmi serigala - serigala itu."


Anak itu menarik baju Iniko dengan tangannya dan berkata, "Aku tidak ingin sendirian,aku ikut bersama mu."


Iniko berkata sambil mengelus kepala anak itu, "Kalau kamu ikut,kamu bisa di terkam oleh serigala itu lagi.Sekarang kamu duduk di sini dan pakai ini."


Iniko memberi anak itu paper ghost,anak itu mengambilnya dengan wajah kebingungan dan berkata, "Apa ini? Kertas?"


Iniko menjawab, "Iya benar,simpan kertas itu di kantung celanamu dan robek kertas itu saat serigala mendekat ke sini.Setelah kau merobek kertas itu,kau akan menghilang selama beberapa jam,bau di tubuhmu juga ikut menghilang dan itu akan membuat serigala tidak bisa menemukanmu."


Zarum terus mengengam kertas itu dan berkata pada hatinya, "Cepatlah kembali,aku sangat takut." Iniko memanjat pohon dan melompat dari pohon ke pohon lainnya,Iniko melompat dan tidak lama setelah itu ia menemukan serigala yang sedang sendirian terpisah dari kelompoknya.


Dengan cepat dan tepat,Iniko langsung memengal kepala serigala itu tanpa di sedari olehnya,Setelah melakukan itu Iniko kembali memanjat pohon dan melompat dari pohon ke pohon lainnya.Di malam yang dingin dan bulan bersinar terang,terdapat darah berceceran di mana mana,di semak - semak atau pun di pepohonan sekitar,Iniko membabat habis para serigala satu persatu sampai ghost sword Iniko di lumuri oleh darah,darah menetes dari ghost swordnya dan mata Iniko terlihat sangat serius dan tajam.


Di malam itu Iniko membasmi serigala yang mengancam keselamatan Zarum,Iniko berhasil membunuh beberapa kelompok serigala dan waktunya ia balik ke gua yang di dalamnya terdapat Zarum yang sedang bersembunyi dari para serigala.Iniko memasuki gua dengan baju dan celana yang di lumuri oleh darah dan Zarum terkejut karena itu.


Iniko berkata, "Beberapa serigala sudah aku basmi dan kita sekarang lumayan aman."


Iniko duduk bersama Zarum dan berkata, "Jadi kenapa kau keluar dari tenda?"


Zarum berkata sambil menundukan kepalanya, "Aku melihat bayangan seseorang di tenda dan aku keluar dari tenda untuk melihat orang itu,tetapi saat keluar aku tidak melihat siapa - siapa dan aku ingin masuk kembali ke dalam tenda.Tetapi dari kejauhan aku melihat ibuku sedang menatapku dengan senyuman,aku pun mengikutinya sampai aku tersesat di dalam hutan."


Iniko mengerti dan berkata, "Sekarang sudah malam,saatnya kau tidur." Iniko menarik Zarum dan menaru kepalanya di paha Iniko.


Iniko berkata, "Kau pasti rindu dengan ibumu,jadi mungkin pikiranmu membuat yang kau lihat seperti ibumu.Kau tidak perlu takut,karena aku juga rindu ibuku." Iniko mengelus kepala Zarum dengan senyuman dan Zarum merasa sangat mengantuk saat di elus oleh Iniko,Zarum menutup matanya dan tertidur pulas.


Iniko juga tertidur di dalam gua itu dan sesekali Iniko terbangun untuk berjaga - jaga kalau serangga mengigit tubuh Zarum.Matahari terbit dan cahayanya masuk ke dalam gua yang membuat Iniko terbangun,Iniko terbangun dan melihat Zarum tidak ada.


Iniko berkata, "Kemana lagi dia?" Iniko keluar dari gua dan saat itu juga Zarum terlihat dari jauh dengan membawa beberapa buah.


Saat Zarum sudah sampai di depan gua,Iniko berkata, "Sini Zarum,duduk di pangkuan ku." Zarum kebingungan dan duduk di pangkuan Iniko.


Setelah itu Iniko langsung mencubit pipinya dan berkata, "Dari mana saja kamu,dasar,sudah ku bilang jangan keluar sendirian."


Zarum ke sakitan dan berkata, "Ma maaf aku,aku cuma mengambil beberapa buah saja."


Iniko berkata sambil melepaskan tangannya dari pipi Zarum, "Baiklah,tetapi jangan seperti itu lagi."


Zarum mengangukan kepalanya dan memberi Iniko buah yang baru di petiknya,Iniko tersenyum lalu mengelus kepalanya,setelah itu ia makan buah dengan lahap.


Setelah selesai memakan buah Iniko berdiri dan berkata, "Baik,waktunya kita melanjutkan perjalanan mencari ibumu."