GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
MASA LALU MULAI TERUNGKAP



Iniko mulai mengerti tentang kondisi yang ia alami, Iniko kaget sekali saat menghadapi situasi yang menyulitkan. Untungnya Iniko bisa menenangkan dirinya dan Black memberitahunya cara untuk menyelesaikan misi ini.


Black berkata kalau Iniko harus mengetahui masa lalu dan masa lalu itu akan membantu Iniko menyelesaikan masalah ini, tapi Iniko tidak tau masa lalu apa itu. Iniko pun berencana untuk mencari masa lalu itu, di mulai dari bertanya dengan nenek.


Setelah di beritahu, Iniko sudah mendapatkan masa lalu itu meski sedikit dan belum bisa di mengerti oleh Iniko.


Iniko pun pergi dan berkata dengan nenek itu, "Nenek tolong jaga gadis kecil ini, aku ingin pergi ke gerbong lain."


"Baiklah, semoga beruntung." Kata nenek itu.


Sebelum pergi Iniko mengusab kepada gadis kecil itu dan lalu pergi meninggalkan nya, Iniko menuju gerbong lain. Yaitu gerbong sebelumnya, Iniko berjalan dan membuka gerbong pintu itu dan bertemu dengan kakek sebelumnya.


Iniko duduk di samping kakek itu dan berkata, "Kakek, maaf tadi bersikap kasar kepadamu."


"Tidak - tidak, aku tau kamu curiga dan berjaga - jaga demi menjaga gadis itu." Kata kakek itu.


"Kakek sepertinya sangat dekat dengan gadis itu, tolong ceritakan pertemuan pertamamu dengan gadis itu." Kata Iniko.


Kakek itu tersenyum dan menceritakan nya, "Pada saat pindah dari rumah ke kemah, kakek benar - benar kesepian karena istri kakek sudah meninggal dan kakek hanya memiliki satu anak. Anak kakek sedang melakukan tugas, tapi kakek sangat bangga kepadanya."


"Kakek suka sekali menanam bunga, jadi di tenda kakek di kelilingi bunga. Pada waktu kakek ingin menyiram bunga,kakek melihat gadis itu sedang memerhatikan bunga. Ia berkata kalau bunga ini sangat cantik dan ingin tau namanya. Kakek memberitahu namanya dan pada waktu itu, ia selalu datang ke tenda kakek untuk menyiram dan menanam bunga." Kata kakek.


"Kakek senang sekali karena masih ada yang menemani kakek dan peduli dengan kakek, gadis itu baik dan selalu menanyai tentang keadaan kakek. Pada saat kakek sakit, anak itu merawat kakek sampai sembuh. Hanya itu yang bisa kakek beritahu." Kata kakek itu dan cerita pun berakhir.


Iniko mengangguk dan menyimpan semua kata - kata kakek itu di kepalanya. Iniko berkata kepada kakek itu, "Terima kasih telah menceritakan nya kakek, aku sudah mengerti. Kalau begitu aku pergi dulu."


"Tunggu, sebelum itu kamu tinggalkan gadis itu di mana?" Kata kakek itu dengan wajah khawatir.


"Tenang saja kakek, gadis itu sedang tidur dan di temani oleh nenek yang mengenalnya." Kata Iniko.


Kakek pun mengelus dadanya dan berkata, "Syukurlah dia baik - baik saja."


Iniko tersenyum kepada kakek itu dan pergi meninggalkannya, Iniko kemudian berjalan - jalan dan berfikir kalau informasi yang di dapatkan mungkin belum cukup. Iniko duduk sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan, apakah ia harus bertanya dengan orang lain selain nenek dan kakek itu.


Sepertinya iya, tapi sebelum bangun dari tempat duduknya. Di sampingnya ada seorang pria yang berbicara dengan Iniko. Pria itu berkata, "Kamu terlihat kebingungan, apa kamu ingin mendengar cerita?"


Iniko terkejut dan berkata, "Tolong ceritakan."


Pria Itu menghadap ke arah Iniko dan menceritakan sesuatu cerita, "Dewi Yaris adalah Dewi kehidupan dan keibuan, Dewi Yaris dikatakan bisa menghidupkan sesorang dan memiliki sifat penyayang seperti seorang ibu. Ia juga menjaga kehidupan menjadi seimbang dan ia juga mengutuk manusia yang berbuat seenaknya di alam. Maka dari itu Dewi Yaris di sembah oleh penduduk desa fangard."


"Fangard adalah desa yang memuja Dewi Yaris dan mengharapkan hasil panen yang melimpah, pusat desa Fangard terdapat patung Dewi Yaris yang di sembah pada setiap hari - hari tertentu." Kata pria itu.


"Tapi sayangnya desa itu menjadi tempat yang membuat penduduknya sengsara, pada masa itu perang di antara negara - negara lain tidak bisa di hentikan dan menjurus ke berbagai dunia. Desa Fangard pun menjadi medan pertempuran yang menyebabkan tumpahnya darah, rasa sakit, air mata dan kesedihan." Lanjut pria itu.


"Karena perang yang besar itu membuat penduduk desa pindah dan mengungsi ke tempat lain yang jauh dari desa mereka, kesedihan mereka tidak dapat di tahan karena beberapa dari mereka terbunuh dan pantung Dewi Yaris di hancurkan oleh tentara asing itu. Dewi Yaris yang melihat itu menjadi sedih dan menangis, tangisan itu jatuh ke bumi dan menyatu dengan awan." Kata pria itu.


"Awan itu menghasilkan hujan dan pada saat hujan terjadi, ada seorang ibu yang sedang hamil. Ibu itu sangat kehausan dan ia meminum air hujan, pada saat anak itu lahir. Anak itumemiliki sifat seperti Dewi Yaris dan ia akan menghibur penduduk desa yang sedang bersedih." Kata pria itu dan cerita pun tamat.


Iniko pun pergi dan tersenyum, ia tidak menyangka bisa mendapatkan sesuatu yang besar karena pria itu. Cerita yang di ceritakan pria itu membuat Iniko merasa sangat senang, tidak tahu apa yang membuat Iniko sanang tetapi perjalan masih panjang.


Iniko melanjutkan untuk mencari masa lalu yang lain, Iniko mulai berjalan mencari lebih banyak masa lalu. Iniko hampir mendapatkan semua masa lalu itu, hanya tinggal sedikit lagi Iniko bisa dapatkan semua masa lalu itu.


Iniko berjalan melihat ke kanan dan ke kirinya, ia berjalan dengan perlahan dan melihat seorang yang terlihat sangat ketakutan. Giginya bergetar dan alisnya mengkerut membuat Iniko tau dia sedang ketakutan, Iniko mendekatinya.


Iniko mendekatinya dan berkata, "Pak, kamu baik - baik saja."


Orang itu tidak menjawab dan Iniko berkata lagi, "Pak?"


"Ah iya, ma- maaf aku sedang melamun." Kata pria itu dan melihat Iniko.


"Ada apa denganmu, sepertinya kamu ketakutan." Kata Iniko.


"Aku, aku takut sekali. Aku sangat takut pada benda itu." Kata pria itu sambil mengepal tangannya.


"Benda? Benda apa?" Kata Iniko dengan wajah kebingungan.


"Kau tidak tau? Benda seperti tongkat dan ia bisa mengeluarkan sesuatu dari ujungnya, jika sesuatu itu mengenaimu. Maka kau akan-" Kata pria itu dan kata - kata terakhir Iniko tidak mendengarnya karena suara uap kereta.


"Ada satu benda lagi yang harus kau hindari, benda itu bulat dan dapat membuat suara keras. Jika kau terkena oleh benda itu, kau akan-" Kereta tiba - tiba berhenti dan Iniko hampir terjatuh.


Iniko melihat jendela dan ternyata kereta sudah sampai di stasiun, Iniko mau tidak mau harus keluar dari kereta itu dan tidak bisa mendengar lebih banyak cerita orang itu.


Iniko berkata, "Terima kasih pak, aku pergi dulu." Kata Iniko dan berlari keluar dari kereta.


Setelah Iniko keluar, kereta itu bergerak dan meninggalkan stasiun. Di stasiun ini sangat sepi dan ini adalah stasiun kota sebelah, tempat di mana Ravel tinggal. Iniko menelfon Ravel dan memberitahu tentang semua yang ia alami, Ravel berkata ia akan menjemput Iniko.


Setelah kejadian - kejadian yang Iniko alami di kereta itu membuat otak Iniko bertanya - tanya, tapi beberapa pertanyaan sebelumnya sudah bisa terjawabkan. Iniko keluar dari stasiun dan menunggu Ravel datang menjemputnya.


Iniko merasa lelah, ia tidak menyangka kalau menaiki kereta bisa melelahkan. Iniko akhirnya mengetahui kalau misi yang ia jalani bukanlah misi sembarangan, misi ini sangat sulit.


Iniko menunggu di luar stasiun dan beberapa menit kemudian, Ravel datang dengan membawa motornya. Ravel berkata, "Maaf aku agak lama."


"Tak apa." Kata Iniko dan naik ke motor itu.


Di dalam perjalanan menuju rumah Ravel, Iniko sempat mengobrol dengan Ravel. Ravel bertanya kepada Iniko, "Bagaimana misimu, apa kamu kesusahan?"


"Aku sangat kesusahan, ini membingungkan dan kau pasti tau betapa sulit misi ini. Kenapa kamu menyarankan ku menjalani misi ini?" Kata Iniko.


Ravel tersenyum dan berkata, "Karena itu akan membuatmu belajar untuk misi selanjutnya."


Iniko terdiam dan Iniko mengerti apa yang di maksud Ravel, Iniko akan mendapatkan misi yang lebih susah lagi dari misi ini. Maka dari itu Ravel langsung menyarankan Iniko untuk mengambil misi susah, itulah yang di pikirkan Iniko. Tetapi berbeda dengan pikiran Ravel.