
Di pagi hari, Iniko terbangun dari tidurnya dan ia menguap. Ia membuka jendela dan melihat sekitar rumahnya. Ia sangat senang hari ini karena ia di terima di perusahaan GHC, perjuangannya tidak sia - sia selama ini.
Akhirnya ia bisa bekerja bersama Ravel, sahabatnya sendiri. Ia juga sudah lelah di rumah karena tidak melakukan apa - apa, ia juga sudah memberitahu Black tentang perusahaan GHC dan pekerjaan yang akan ia lakukan.
Black tentu senang mendengar perkataan Iniko karena tujuan Black adalah menjadikan Iniko seorang ghost hunter yang tangguh, dengan Iniko masuk ke dalam perusahaan itu. Iniko bisa berkembang dan meningkatkan kemampuannya.
Black mendukung Iniko dan setiap halangan yang ada di depan Iniko, Black pasti akan membantunya melewati rintangan itu. Di pagi itu Iniko sudah mandi dan sarapan, Iniko sudah mempersiapkan semuanya dan ia mulai membuka pintu rumah.
Ia memanggil taksi dan menuju ke perusahaan GHC, jarak dari rumah Iniko ke perusahaan GHC agak jauh. Sekitar dua jam, itu membuat Iniko berangkat pagi - pagi sekali. Di dalam perjalanan, Ravel menelfon Iniko.
Iniko mengangkat telfon dan Ravel berbicara, "Iniko apa kau sudah bangun?"
"Aku sedang dalam perjalanan." Kata Iniko.
"Cepat sekali, tapi baguslah. Aku akan menunggumu dan aku akan mengajakmu berkeliling." Kata Ravel sambil tersenyum.
"Baguslah, aku akan memberitahumu saat sudah sampai. Aku tutup dulu ya, dah!" Kata Iniko dan menutup telfonnya.
Iniko sangat lega karena ia tidak perlu khawatir lagi, Iniko sangat canggung saat pertama kali masuk. Tapi Iniko tidak perlu memikirkan itu karena Ravel akan memandu nya saat sampai.
Iniko melihat pemandangan sekitar dan waktu berlalu, tidak terasa ia sudah sampai di perusahaan GHC. Seperti sebelumnya, perusahaan GHC sangat tersembunyi. Perusahaan itu ada di bawah tanah dan di atasnya terdapat suatu bangunan yang tampak sangat tua.
Seperti gedung sangat tua dan tidak di gunakan lagi, tidak ada seorang pun yang berani masuk ke dalam sana. Di sekitar gedung juga sangat sepi, tidak ada pejalan kaki yang berani melewati gedung ini.
Iniko mulai memasuki gedung itu, ia berjalan sampai di ujung gedung. Ketika sampai, Iniko menekan tombol dan tombol itu adalah lift. Lift itu membuka pintunya dan Iniko masuk ke dalamnya dan menekan tombol menuju ke bawah.
Sampai dii bawah Iniko sudah di hadapkan oleh dua orang penjaga, Iniko memberi mereka kartu dan kedua orang itu memeriksa nya. Setalah itu Iniko di biarkan masuk, Iniko sudah memberitahu Ravel kalau ia sudah sampai.
Iniko berjalan - jalan sebentar dan ia bertemu dengan Ravel. Ravel senang akan kedatangan Iniko dan ia menyambutnya, "Iniko! Sudah lama tidak bertemu."
"Sudah lama? Baru tiga bulan kita tidak ketemu." Kata Iniko.
"Bukannya itu sangat lama? Sudahlah aku akan mengajakmu berkeliling." Kata Ravel dan ia berjalan di depan Iniko.
Iniko menganggukkan kepalanya dan ia berjalan bersama Ravel, Ravel kemudian menunjukkan satu persatu ruangan - ruangan yang ada.
"Di sini ada ruang olahraga, kau bisa menggunakannya jika kau mau." Kata Ravel.
"Ini ruang berlatih, ini toiletnya, ini tempat berkumpul." Kata Ravel dan menunjukan setiap ruangan satu persatu.
"Ah ini dia ruangan yang penting, ini ruangan yang di mana kau boleh mengambil semaumu peralatan ghost hunter." Kata Ravel.
Iniko tentu terkejut melihat ruangan peralatan ghost hunter. Ravel tersenyum dan berkata, "Sepertinya kau suka di ruangan ini, tapi kita punya ruangan terakhir yaitu ruang rapat."
Iniko dan Ravel keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruangan rapat.
Sampai di sana Ravel berkata, "Ruang ini biasa di gunakan oleh para petinggi saat sedang rapat."
"Seperti semua ruangan sudah ku beritahu padamu, oh ya aku lupa! Ini untukmu." Kata Ravel dan memberi Iniko sebuah benda, benda itu seperti bintang yang terbuat dari kayu.
Iniko berkata, "Apa ini?"
"Itu semacam peringkat, kau tau. Setiap pekerja pasti punya card atau kartu pengenal, di sini hanya ada peringkat yaitu akan menunjukan seberapa penting dirimu." Kata Ravel.
"Begitu, jadi ada berapa peringkat?" Kata Iniko dan bertanya.
Ravel menjawab, "Yah, hanya ada tiga. Coklat, silver dan emas. Yang kau pakai itu coklat, aku kurang suka pada bentuk bintang coklat itu, padahal yang lain berbentuk kotak saja."
"Tidak apa bukan, bintang bukanlah hal yang buruk. Bintang bisa membawa keberuntungan." Kata Iniko.
"Yah baiklah, ayo aku akan membawamu ke asistenmu." Kata Ravel.
"A- apa? Aku punya asisten?" Kata Iniko dan terkejut.
"Tentu saja, jika tidak itu akan membuatmu kesusahan." Kata Ravel dan berjalan menuju suatu ruangan.
Iniko dan Ravel berjalan menuju ruangan itu, pada saat mereka sampai Ravel langsung membuka pintu. Di ruangan itu Iniko melihat wanita yang memakai seragam formal yang biasa di lihat di perusahaan lain.
Ravel terkejut dan berkata, "Merry! Jadi kamu yang menjadi asistennya."
"Ternyata tuan Ravel, sudah lama tidak bertemu." Kata Merry.
Iniko melihat Merry, wajah Merry terlihat datar dan perkataannya begitu formal. Merry berkata, "Tuan Iniko, mulai sekarang aku akan menjadi asisten mu. Mohon bantuannya, dan juga ini kartu namaku beserta nomor telfon ku. Jika kau butuh bantuan, tolong hubungi aku."
"Ah iya, mohon bantuannya juga." Kata Iniko dan mengambil kartu dari Merry.
"Tuan Iniko, ada seseorang yang menunggu anda. Tolong ikuti aku." Kata Merry dan berjalan keluar ruangan.
Iniko dan Ravel mengikuti Merry sampai di suatu ruangan, di ruangan itu Merry membuka pintu dan mereka di sambut oleh seseorang. Iniko melihat orang itu, orang itu memiliki tubuh yang kekar beserta jangut dan rambut berwarna putih.
Aura di sekitar menjadi sangat berat, tatapannya melihat Iniko dan Iniko melihat tatapan yang tajam. Orang itu berkata, "Jadi kamu orang baru itu."
"Hey kakek tua, jangan menakuti sabahat ku ini." Kata Ravel.
Kata - kata Ravel membuat Iniko menundukkan kepalanya, Iniko tidak menyangka Ravel berbicara tidak sopan.
"Siapa yang kau bilang kakek tua?!!" Kata orang itu dengan nada kesal.
Orang itu menghela nafas dan berkata, "Kamu masih sangat muda tetapi membuatku tertarik."
"Karena kamu sudah di terima, selamat ya. Kalau butuh bantuan, kamu bisa menghubungiku." Kata orang itu dan berjabat tangan dengan Iniko.
Setelah berjabat tangan orang itu berkata, "Oh ya, kau bisa memanggilku Jack."
"Kalau begitu, aku akan menjelaskan apa perkerjaan yang akan kau lakukan." Kata Jack.
"Bisa di lihat papan di belakangmu, di papan itu ada berisi banyak kertas yang menempel. Kertas - kertas itu akan berisi tugas - tugas yang harus di selesaikan, contohnya saja kertas satu ini." Kata Jack dan mengambil salah satu kertas.
"Di kertas ini berupa misi untuk melindungi seorang anak kecil dari serangan makhluk halus, jika berhasil kau akan mendapatkan apa yang seharusnya kau dapatkan. Tapi jika tidak, kau tau sendiri bukan?" Kata Jack dan menatap Iniko.
Tatapan Jack membuat Iniko ketakutan, ia sekarang mengerti apa yang harus ia kerjakan. Iniko melihat papan di depannya dan ia akan sangat berhati - hati memilih pekerjaan yang akan di lakukan.
Jack berkata, "Baik, kau boleh pilih salah satu. Pilihlah dengan baik, atau jika kau bingung aku mempunyai saran untuk mengambil kertas di bagian paling bawah."
Iniko melihat kertas paling bawah sesuai apa yang di katakan Jack. Iniko membacanya, "Menenangkan arwah perempuan dan mempertemukannya dengan anaknya."
Wajah Ravel terlihat cemberut, ia berkata, "Apa apaan ini, misi terlalu gampang!"
"Iniko lebih baik kau pilih yang bagian paling atas." Kata Ravel.
Iniko melihat bagian paling atas dan membacanya, "Mengungkapkan misteri kereta malam, kereta yang tiba - tiba datang di stasiun pada malam hari."
Jika Iniko menyadarinya, bagian paling bawah adalah yang paling mudah, sedangkan yang yang paling atas itu yang paling sulit. Karena kepolosan Iniko, ia mengambil bagian paling atas sesuai saran dari Ravel.
Jack menelan air liurnya dan ia berkata dengan pelan, "Nak, apa kau yakin ingin memilih itu?"
"Iya, ini mungkin mudah. Mengungkapkan misteri tidak akan terlibat dalam pertarungan, dari pada aku menenangkan arwah yang akan terlibat dalam pertarungan panjang." Kata Iniko dan memegang kertas yang baru ia ambil.
Jack kemudian berbicara dengan Ravel dengan nada yang sangat pelan, Iniko pun tidak bisa mendengar perkataan Jack.
"Kenapa kau menyuruhnya mengambil bagian itu?!" Kata Jack dengan wajah emosi.
"Tidak apa bukan? Itu cocok untuknya." Kata Ravel dengan wajah datar.
"Kau tidak tau, misi itu tidak pernah terselesaikan sampai lima tahun. Bahkan peringkat paling tinggi pun belum bisa menyelesaikan misi itu!!" Kata Jack sambil menggertak giginya.
Ravel menepuk pundak Jack dan berkata, "Tenang saja, dia bisa melakukannya."
Jack menghela nafas dan berkata, "Baiklah, jika terjadi apa - apa kau yang bertanggung jawab."
"Iya - iya." Kata Ravel.
Setelah memilih, Iniko di beritahu informasi lengkap tentang misi yang ia ambil. Merry memberitahu semua informasi tentang misi tersebut, bahkan sampai di bagian paling detail.
Iniko mendengar merry dengan baik dan mengerti apa yang terjadi, setelah itu Iniko dan Ravel keluar ruangan dan tidak terasa sudah sore. Ravel berkata akan mengantarkan Iniko sampai di rumahnya.
Sebelum itu mereka makan bersama dan juga mengobrol bersama, Iniko juga berterima kasih kepada Ravel karena sudah mengajaknya berkeliling. Iniko juga tidak sabar akan menjalani misi pertamanya, ia berharap semua akan berjalan baik - baik saja.
Semoga.