
Ran adalah kakak Fan, pada saat Iniko selesai mengerjakan perkerjaan nya mencukur bulu domba, Iniko di bujuk oleh Fan untuk membantu Ran di perkebunan. Fan membujuk Iniko karena ia ingin Iniko berhubungan baik dengan Ran, Fan tau Iniko selalu canggung dengan kakaknya itu.
Fan terus membujuk Iniko dan akhirnya Iniko mau membantu Ran di perkebunan, Iniko juga di ceritakan ketika berada di dekat Ran ia harus berhati - hati karena Ran sangat agresif saat sedang marah.
Fan pun menceritakan Iniko tentang masa lalu Ran dan menjawab pertanyaan kenapa Ran memiliki sifat yang dingin dan agresif, Fan pun berceritakan kalau Ran dulu pernah berpacaran dengan seorang pria di desa ini tapi karena pria itu pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan, pria itu selingkuh dengan wanita di kota.
Itulah kenapa Ran memiliki sifat yang sangat menakutkan bagi Iniko, Iniko bertemu dengan Ran dan Ran memberi pekerjaan kepada Iniko. Ran memberi pekerjaan untuk menanam benih di lahan yang kosong.
Iniko langsung mengambil salah satu benih, tetapi sebelum menanamnya, ia melihat terlebih dahulu cara Ran menanam benih agar bisa Iniko ikuti. Iniko melihat Ran yang sedang menanam benih, ketika ia melihat Ran yang sedang menanam benih.
Iniko di buat terpukau karena Ran sangat cantik. Dengan tangan yang kotor dan mengusab keringatnya dengan lengan, Iniko merasa Ran sangat cantik.
Ran memiliki bentuk tubuh yang bagus dan ia terlihat sangat dewasa, dengan tubuh dan wajahnya yang cantik. Iniko heran kenapa mantan pacarnya memilih wanita lain, pria itu tampaknya tidak bersyukur dengan wanita yang ia pacari.
Nafsu memang sering kali datang dan jika nafsu itu melewati batas wajarnya, maka ia akan berubah menjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Ran sadar ia sedang di perhatikan oleh Iniko dan Ran berkata, "Apa yang kau lihat?"
Iniko menundukan wajahnya dan berkata, "Aku, aku belum pernah menanam benih dengan benar, tolong ajari aku."
Ran menghela nafas dan berkata, "Yang benar saja, hal paling dasar kau tidak bisa, baiklah lihat aku baik - baik."
Iniko melihat Ran dan Ran pun menjelaskan tentang menanam benih dengan baik, ia menjelaskan tentang menggali tanah agar tidak terlalu dalam dan tidak terlalu cetek. Ia menjelaskan dengan perlahan dan setelah itu, ia ingin Iniko menanam benih dan Ran melihatnya.
Iniko menanam benih dan Ran pun mendekat, Ran melihat ada sesuatu yang salah dan berkata, "Kau salah, harusnya begini."
Ran sangat dekat dengan Iniko dan wajah mereka berdekatan, Iniko merasa sangat malu karena ia berdekatan dengan wanita yang ia anggap cantik. Iniko agak sedikit canggung dan ia tidak fokus, Ran berkata, "Apa kau paham?"
"Ma maaf, bisa jelaskan lagi?" Kata Iniko dengan nada canggung.
"Dengar baik - baik, aku tidak mengulanginya lagi." Kata Ran dan menatap Iniko dengan tegas.
Kali ini Iniko melihat baik - baik dan perlahan Iniko mulai mengerti, saat Iniko mengerti, Iniko bisa menanam benih dengan benar. Mungkin kalian berfikir kalau menanam benih itu mudah, tapi kalian tidak boleh sembarangan menanam, karena kalian harus memerhatikan tanah yang kalian gali dan peletakan benih agar bisa tumbuh dengan baik.
Iniko menanam benih satu persatu bersama Ran, ia dan Ran hampir menyelesaikan perkejaannya. Saat mereka selesai, Ran berkata, "Ini, kau ambil buah dengan keranjang ini."
"Ini keranjang untuk buah yang tidak terlalu besar dan ini keranjang untuk yang besar. Apa kau mengerti?" Kata Ran.
"Aku mengerti." Kata Iniko dan mengambil keranjang - keranjang itu.
"Oh ya, kau tidak bisa mengambil buah di atas pohon ya? Kalau begitu ini." Kata Ran dan memberi Iniko alat pemetik buah.
Alat itu sangat tradisional karena terbuat dari bambu, Iniko mengambil alat itu dan pergi mengambil buah.
Iniko mulai mengambil banyak buah, mulai dari buah yang tidak begitu besar, contohnya anggur, apel, jambu dan lainnya.
Setelah itu, Iniko mengambil buah yang lebih besar. Contohnya, melon dan semangka, setelah selesai memetik. Iniko membawa satu persatu buah itu di keranjang khusus yang di berikan oleh Ran.
Iniko membawa keranjang buah yang berukuran tidak besar dan memberikan keranjang itu kepada Ran, setelah itu Iniko balik lagi dan mengambil keranjang yang besar, dan di berikan lagi kepada Ran.
Ran berkata pada Iniko, "Kerja bagus, sekarang kamu bisa pulang."
Iniko menghembuskan nafasnya dan berkata, "Kalau begitu aku pergi dulu."
"Tunggu, sepertinya bahan makanan di rumah sudah menipis, bisa bantu aku mengambil bahan makanan itu di hutan?" Kata Ran dan mengajak Iniko pergi ke hutan.
Iniko berkata, "Bukannya bisa membeli bahan makanan di pasar?"
"Kalau begitu, ayo kita pergi." Kata Ran dan berjalan.
"Bagaimana dengan keranjangnya?" Kata Iniko dan mengikuti Ran.
"Tenang saja, anak itu akan mengambilnya." Kata Ran dan berjalan di depan Iniko.
Iniko dan Ran berjalan bersama menuju hutan, ketika mereka sampai di tengah hutan, mereka berjalan menuju sebuah daerah perbukitan. Ketika sampai di daerah perbukitan, Iniko merasa dingin.
Ran dan Iniko menemukan salah satu bahan makanan, setelah itu mereka memetiknya, Ran pun berkata kepada Iniko, "Di daerah sini sudah banyak bahan makanan yang mudah di temukan, kau ambil keranjang ini dan ambillah beberapa bahan makanan. Jangan terlalu banyak mengambilnya ya."
"Baik." Kata Iniko dan mengambil keranjang itu, setelah itu ia pergi untuk mencari bahan makanan.
Ketika Iniko berjalan beberapa langka, ia menemukan bahan makanan dan memetiknya. Iniko berkata, "Benar kata Ran, di daerah sini banyak bahan makanan."
Iniko berjalan dan berjalan, setiap ia berjalan semakin banyak bahan makanan yang ia temukan. Iniko memetiknya satu persatu dan ketika keranjangnya sudah penuh, Iniko berkata sambil mengusab keringatnya, "Huh, akhirnya selesai juga."
Ketika ia ingin balik bertemu dengan Ran, tiba - tiba saja kabut datang dan kabut itu sangat tebal. Iniko terkejut karena kabut itu dan Iniko tidak bisa melihat jalan dengan jelas, pada saat kabut itu datang,daerah di sekeliling Iniko menjadi sangat dingin.
Iniko mau tidak mau menggunakan firasatnya untuk balik lagi ke tempat semula, Iniko berjalan di dalam kabut itu dan Iniko tidak bisa melihat dengan jelas. Iniko berjalan dan terus berjalan, sampai ia tiba di kuil tua.
Iniko terkejut melihat kuil yang berada di depannya, kabut seakan membawanya ke kuil ini. Iniko melihat kuil di depannya dan kuil itu terlihat agak besar dan di anak tangga menuju pintu kuil terdapat dua patung macan.
Iniko berfikir untuk meninggalkan kuil itu dan melanjutkan mencari jalan untuk bertemu Ran, tetapi ketika ia melangkah meninggalkan kuil itu, Iniko tiba - tiba berfikir apakah ini termasuk petunjuk dalam misi?
Iniko berfikir dua kali saat ingin meninggalkan kuil itu, Iniko berfikir sejenak dan pada akhirnya ia memilih untuk memasuki kuil itu. Iniko berjalan dan menaiki anak tangga, ketika ia berada di pintu kuil itu, Iniko membukanya.
Iniko membutuhkan tenaga karena pintu itu agak berat dan lantai yang tidak lembab membuat pintu agak sedikit susah untuk di buka, ketika pintu terbuka dan Iniko memasuki kuil itu.
Di dalam kuil,terdapat sarang laba - laba dan kotoran serangga yang berada di mana - mana, Iniko berjalan dan melihat - lihat kuil itu dari dalam, kuil itu memiliki barang - barang di dalamnya, dan barang - barang itu sangat kotor.
Contohnya saja pot bunga, Iniko melihat beberapa lukisan dan lukisan itu tidak terlihat jelas. Yang Iniko lihat,ada seorang pria yang berada di lukisan itu dan ia di kelilingi oleh beberapa macam.
Tetapi bentuk wajahnya tidak begitu terlihat jelas, Iniko melihat - lihat lagi dan Iniko menemukan beberapa barang yang ada di atas meja.
Iniko lihat banyak barang dan ia melihat kotak, kotak itu di sangat kotor dan Iniko iseng membukanya. Ternyata kotak itu tidak di kunci dan terbuka, di dalam kotak itu terdapat surat.
Iniko mengambil surat itu dan membacanya di dalam hati, "Pada saat kejadian terjadi, pasti ada penyebab yang membuat kejadian itu terjadi. Kau mungkin akan mengetahuinya, tapi kau tidak akan mengetahuinya, kecuali jika kau mencarinya."
Setelah membaca surat di tangannya, Iniko bingung. Apa yang di maksud oleh surat ini? Apakah ini petunjuk atau bukan?
Pada saat Iniko berfikir, tiba - tiba saja ada suara macan yang mengaum. Iniko terkejut dan tanpa ia sadari, macam itu sudah berada di belakangnya.
Dua macan itu berada di belakang Iniko dan Iniko melihat macan itu tidak seperti macan pada umumnya, macan itu berwarna hitam dan matanya berwarna biru. Matanya seperti menyala ketika berada di kegelapan, tidak salah lagi, itu adalah hantu.
Hantu bukan hanya berbentuk manusia atau berbentuk monster, hantu bisa berbentuk apa pun. Salah satunya hantu bisa berbentuk hewan, itulah yang di katakan Black kepada Iniko.
Kedua Macan itu melompat dan menyerang Iniko, Iniko menghindarinya dan Iniko tidak membawa ghost swordnya. Ia tidak bisa menyerang kedua macan itu, Iniko hanya bisa menghindar.
Pergerakan kedua macan itu sangat cepat sehingga Iniko harus menyerang mereka, kalau mereka tidak di serang. Bisa - bisa Iniko akan menjadi santapan yang lezat.
Iniko mencoba kabur dari kuil itu, tapi tiba - tiba saja pintu tertutup dan Iniko tidak bisa membuka pintu itu.Pintu itu menjadi sangat berat dan tidak bisa di buka, macan itu menyerang Iniko lagi dan Iniko menghindarinya.
Iniko panik dan berkata, "Bagaimana ini?!!"