
Iniko berjalan di jalan yang gelap dan sepi, ia tidak bisa melihat apa pun selain jalan yang ia lewati. Ia tidak tahu harus kemana, ia hanya berjalan tanpa tujuan.
Itu lah yang rasakan Iniko pada saat masuk ke desa ini, ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia hanya mengikuti arus tanpa mengetahui akan di bawa ke mana, tapi karena ia mengikuti arus. Ia menemukan petunjuk, tanpa pikir panjang, Iniko pun mengikuti petunjuk itu sampai membawanya ke kuil.
Setelah itu Iniko menuju ke kuburan, kedua tempat itu membuat Iniko menyadari apa yang sebenarnya terjadi dan yang harus di lakukan selanjutnya. Ketika sudah saatnya bertarung, ia ingin pertarungan nya tidak di ketahui siapa pun. Sebelum pertarungan berlangsung, Iniko melihat - lihat penduduk desa sebelum ia bertarung.
Jam dua belas malam, para penduduk desa sudah tertidur dan tidak ada siapa pun yang berada di luar. Iniko pun menuju tempat pertarungan dan ia melihat monster yang di ceritakan oleh Fan.
Monster itu nyata, tapi ada pertanyaan yang muncul. Kenapa monster itu masih hidup, bukannya ia sudah di musnahkan oleh orang itu?
Iniko tau apa yang terjadi, tapi apakah kalian tahu apa yang terjadi?
Iniko dan para monster itu berhadapan, mereka diam sebentar. Setelah itu, pertarungan di mulai. Iniko dengan cepat mengeluarkan ghost sword dan ia menghindari monster - monster yang melompat menyerangnya.
Iniko dengan cepat membunuh satu monster dan menarik nafasnya, sambil berlari memasuki kerumunan monster. Tidak ada rasa takut di wajah Iniko, ia hanya sangat marah dan sedih saat bertarung.
Ia tidak peduli lagi tentang nyawanya, ia hanya menyerang dan menyerang. Pada akhirnya Iniko di kepung dan tidak bisa berbuat apa - apa, Iniko terpojok dan para monster menyerangnya.
Iniko di serang oleh banyak monster sehingga membuatnya terjatuh, Iniko tidak bisa kabur atau menyerang lagi. Luka yang parah di tubuh membuat Iniko tidak bisa bergerak dan terjatuh, saat Iniko tidak bisa melihat apa - apa. Tiba - tiba saja ia terbawa ke sebuah tempat, tempat itu seperti surga. Tempat itu seperti taman, taman yang sangat luas.
Tempat itu memiliki tanaman dan bunga yang sangat banyak, Iniko melihat ke atas dan melihat cahaya matahari yang terang. Iniko berjalan - jalan di tempat itu, ia mencium bau harum bunga dan ia melihat berbagai warna dari bunga dan tanaman yang di lewati.
Di tempat itu, hanya ada rasa kebahagiaan yang di rasakan Iniko, tenang dan damai. Itulah yang di rasakan oleh Iniko, tapi di depan sana Iniko melihat seseorang.
Iniko berjalan dan mendekati orang itu, ketika sudah dekat dan ingin menyapanya. Orang itu berkata, "Bodoh."
"Apa?" Kata Iniko setelah mendengar perkataan orang itu.
Orang itu berkata lagi, "Bodoh, kau terlalu bodoh. Seharusnya kau tidak boleh gegabah dan menaklukkan perasaan itu."
"Aku tau kau marah, aku tau kau sedih dan ingin menyelamatkan penduduk desa itu. Tapi karena kau gegabah, kau mati sia - sia." Kata orang itu dan membuat Iniko terdiam.
"Pertemuan kita tidaklah lama, aku memberimu pilihan. Apa kau mau di bantu?" Kata orang itu dan mendekatkan wajahnya.
Iniko langsung menjawabnya, "Aku sangat butuh bantuan!"
Alis Iniko yang mengerut membuat orang itu tersenyum, orang itu berkata, "Kalau begitu ambil ini."
Dari tangan orang itu, Iniko melihat cahaya. Cahaya itu terbang dan masuk ke dalam tubuhnya. Iniko merasakan kekuatan yang besar masuk ke dalam tubuhnya.
Setelah merasa baikkan, orang itu berkata, "Sepertinya waktu tidak bersahabat dengan kita, semoga aku bertemu lagi denganmu."
Orang itu mendekatkan wajah Iniko dan berbisik, "Tolong selamatkan penduduk desa itu."
"Tu-" Sebelum berkata apa - apa, Iniko terjatuh pingsan.
Iniko berada di Kerajaan, tepatnya di luar tembok. Iniko bangun dan berjalan memasuki pintu yang sangat besar, di dalam Iniko melihat banyak rumah. Iniko berkata, "Ini kota?"
Di atas sana Iniko melihat Kerajaan nya, Iniko berjalan - jalan melihat rumah - rumah di sekitarnya.
Rumah - rumah yang Iniko lihat tampak tidak di rawat, tidak ada satu pun orang yang berada di Kota ini. Iniko kebingungan dan bertanya pada hatinya, apakah ini dunia Kedua yang akan menyelesaikan misinya?
Tapi dunia pertama Iniko belum menyelesaikan apa pun dan tiba - tiba masuk ke dalam dunia kedua, Iniko kebingungan tetapi ia melupakan itu dan fokus pada misinya.
Iniko melihat - lihat rumah sekitar dan ia ingin menuju ke Kerajaan di atas itu, Iniko ingin mencari petunjuk yang harus di lakukan selanjutnya. Iniko melihat Kerajaan itu dan ia mulai berjalan, Kerajaan itu cukup jauh yang membuat Iniko kelelahan saat berjalan.
Saat sampai, Iniko di sambut oleh dua hantu. Iniko tahu perjalanan nya pasti ada halangan, Iniko dengan cepat menyerang kedua hantu itu dan membunuhnya.
Kedua hantu itu terbunuh dan Iniko sampai di dalam Kerajaan, di dalam Kerajaan Iniko melihat beberapa hantu yang sedang berjalan - jalan di setiap ruangan. Iniko harus mengendap - endap melewati satu - persatu hantu untuk memasuki banyak ruangan.
Iniko mulai berjalan dan mengumpat dari hantu - hantu itu, mereka terus berjalan sehingga membuat Iniko cepat - cepat masuk ke dalam ruangan.
Iniko memasuki ruangan demi ruangan dan ia mengetahui siapa Raja yang berkuasa di kerajaan ini, di suatu ruangan Iniko melihat foto keluarga kerajaan dan melihat Raja - Ratu, dan anak - anak mereka.
Iniko juga melihat lebih banyak lukisan Raja dan Ratu, tetapi lukisan itu tidak di rawat dan gambarnya tidak terlihat jelas. Saat berjalan - jalan di suatu ruangan, Iniko tidak sengaja menginjak sesuatu dan itu membuat jalan rahasia terbuka.
Jalan itu sepertinya menuju ke dalam ruang bawah tanah, Iniko tanpa pikir panjang memasuki ruangan itu dan menuruni tangga.
Tangga yang Iniko turuni sangat panjang, saat sampai di bawah. Ruang bawah tanah itu kecil dan terlihat gelap, sepi dan tidak ada suara sama sekali.
Keheningan membuat Iniko terbiasa dan ia juga terbiasa melihat tengkorak manusia yang ada di depannya, di depan tengkorak itu ada meja dan kursi.
Di meja itu ada lilin yang tidak menyala, di samping lilin juga ada beberapa kertas yang terbuat dari kulit hewan. Iniko melihat korek api di bawah meja dan menyalakan lilin itu
Setelah selesai, Iniko membacanya, "Hari kesatu, aku bekerja seperti biasa tetapi aku melihat Raja yang sedang sakit, aku merawatnya dan memberinya makanan. Setelah itu aku berfikir, apakah sudah saatnya Raja di ganti? Anaknya masih terlalu kecil untuk menjadi seorang Raja. Kurasa anak itu terlalu muda untuk menjadi seorang Raja."
"Hari kedua, Raja tiba - tiba menjadi aneh. Ia tiba - tiba menghilang pada malam hari dan membuat semua orang khawatir, wajah Raja itu juga terlihat pucat dan matanya menatap dengan tatapan kosong."
"Hari ketiga, aku memberi makan Raja seperti biasanya. Tetapi sang Raja tampak aku ingin mendengar perkataannya, aku mendekati mulut sang Raja dan mendengar perkataannya, 'tolong,beritahu semuanya untuk pergi dari sini,' itulah yang di katakan nya. Sepertinya sang Raja terlalu lemah, ia bahkan berkata yang aneh - aneh."
"Satu minggu berlalu, hari di mana Raja meninggal dan anaknya di angkat menjadi seorang Raja. Semuanya bersedih dan pada pagi itu mereka mengubur sang Raja di pemakaman."
"Satu bulan berlalu, aku bekerja seperti biasa dan semua orang juga melakukan aktivitas seperti biasa. Saat bekerja aku melihat semua orang agak aneh hari ini, semua orang tidak berbicara sama sekali. Bahkan teman ku yang bekerja sebagai pelayan, juga tidak berbicara sepatah kata pun kepadaku. Aku bahkan menyapanya beberapa kali dan ia tetap tidak berbicara kepada ku."
Saat membaca di kertas selanjutnya, Iniko terkejut karena tulisan di kertas itu di tulis dengan darah.
"Dua hari kemudian, semua orang tampak tidak waras. Tatapan mereka kosong dan mereka mulai agresif, mereka tiba - tiba menyerang satu sama lain dan mereka juga membunuh. Tidak waras, itulah yang di katakan olehku. Aku tidak tahu harus berbuat apa, semua orang menyerang satu sama lain dan aku masuk ke dalam ruang bawah tanah untuk berlindung dari orang - orang gila itu."
"Sudah beberapa bulan aku berada di bawah tanah, aku tidak berani untuk keluar. Persediaan makanan juga habis dan aku tidak tahu harus berbuat apa, lapar dan kebingungan. Itulah yang aku rasakan, apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak mengetahuinya, aku hanya melihat tali di sampingku dan meniup lilin."