
Iniko dan Ran sampai di rumah kakek Dop dengan selamat, sesampainya mereka. Kakek Dop sudah menunggu mereka karena khawatir, begitu pula dengan Qary dan Fan. Karena sangat khawatir, Qary dan Fan sempat mencari mereka di perkebunan tetapi tidak menemukan Iniko dan Ran.
Iniko memberitahu mereka tentang semua kejadian yang di alami Ran bersama Iniko, Iniko memberitahu kakinya yang tergigit ular dan membuat kakek Dop menyuruh Fan untuk mengambil obat. Setelah itu Fan mengoleskan obat ke kaki Iniko.
Meski awalnya Iniko tidak mau, tapi karena di tarik oleh Fan dan tiba - tiba mengoleskan di kakinya. Iniko hanya bisa terduduk diam dan melihat Fan mengoleskan obat di kakinya, setelah selesai Iniko di suruh Fan untuk bersiap - siap mandi.
Ketika Iniko siap dan Fan sudah menyiapkan air untuk Iniko mandi, Iniko berterima kasih kepada Fan dan masuk ke dalam kamar mandi. Ketika Iniko membasuh tubuhnya, Iniko merenung dan berfikir tentang apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Iniko tidak menemukan petunjuk apa pun, kecuali surat yang ia baca di kuil tua.
Di dalam surat itu tertulis, "Pada saat kejadian terjadi, pasti ada penyebab yang membuat itu terjadi. Kau mungkin akan mengetahuinya, tapi kau tidak akan mengetahuinya, kecuali jika kau mencarinya."
Tapi apa yang harus Iniko cari? Iniko tidak mengerti, tapi kata - kata bagian terakhir yaitu kecuali jika kau mencarinya. Iniko harus mencari sesuatu, tapi mencari apa?
Banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepalanya, sehingga membuat Iniko cepat menyelesaikan mandinya dan masuk ke dalam kamarnya.
Ketika selesai mengganti baju dan celana. Iniko menuruni tangga dan bertemu Qary, Qary berkata, "Oh Iniko, Ran sudah menyiapkan makan malam."
"Ah, apa kau tidak makan bersama?" Kata Iniko dan bertanya.
"Aku sudah makan duluan, aku lelah sekali dan ingin tidur secepatnya." Kata Qary dan menguap.
"Baiklah, aku pergi makan malam dulu." Kata Iniko dan berjalan menuju meja makan.
Ketika sampai, Iniko melihat kakek Dop, Fan dan Ran sampai di meja makan. Mereka terduduk dan di atas meja sudah ada makanan lezat yang membuat perut Iniko bergemuruh, Iniko duduk dan Ran mengambilkan makanan untuk Fan, kakek Dop dan Iniko.
Fan dan kakek Dop sudah mendapatkan makanan nya,sekarang giliran Iniko. Ketika makanan datang kepada Iniko, porsi makanan sangat banyak di bandingkan dengan kakek Dop dan Fan.
Iniko berkata, "Aku tidak makan sebanyak itu." Kata Iniko sambil tersenyum tidak enak.
"Kau masih remaja, makanlah yang banyak." Kata Ran dan terduduk.
Kakek Dop yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan berkata, "Sepertinya kalian sudah akrab ya."
"Sepertinya terlalu akrab." Kata Fan dan tertawa.
Iniko tersenyum dan melihat makanan yang begitu banyak, Iniko berfikir ia harus mencoba untuk memakan makanan itu sampai habis, meski tampak mustahil karena ia tidak pernah memakan makanan sebanyak itu. Ketika suapan pertama, Ran melihat Iniko dan tersenyum, Iniko terkejut dan mengalihkan pandangannya.
"A- apa yang terjadi? Apa aku membuatnya marah!!??" Kata Iniko dengan nada ketakutan.
Iniko hanya bisa makan sambil di lihat oleh Ran dengan senyuman yang sangat mengerikan menurut Iniko, ketika Iniko makan. Kakek Dop berbicara kepadanya, "Iniko, besok kakek, Fan dan Qary akan membantu membangun kembali rumah yang terbengkalai. Rumah itu akan menjadi milik salah satu penduduk desa ini, jadi mungkin akan ada anak - anak yang bermain di sekitar sana dan itu sangat berbahaya."
"Aku mau kau mengajak anak - anak bermain dan menjauh dari tempat itu. Kau akan di temani Ran untuk bermain bersama anak - anak itu." Kata kakek Dop.
"Baik, akan aku pastikan tidak ada anak - anak yang bermain di tempat itu." Kata Iniko.
"Bagus, kalau begitu kalian lanjut makan." Kata kakek Dop.
Ke'esokan harinya Iniko sudah mengajak anak - anak bersama dengan Ran bermain ke tempat lain, Iniko tau di mana tempat yang cocok untuk bermain dengan anak - anak. Iniko mengajak anak - anak itu sampai di belakang desa yang di mana terdapat banyak bunga yang indah dan membuat anak - anak senang. Daerah yang luas membuat anak - anak bebas berlarian kemana saja.
Ketika melihat anak - anak berlari dan bermain bersama, Iniko melihat salah satu anak yang sedang sendirian. Iniko berkata, "Bukannya itu adalah gadis kecil yang pertama kali aku temui saat sampai di desa ini?"
Iniko mendekati gadis kecil itu dan berkata, "Hallo, sudah lama kita tidak bertemu."
Gadis itu melihat Iniko dan menatapnya dengan tatapan datar, gadis itu berkata, "Oh ternyata kamu."
"Sedang bermain dengan Perry(boneka) ?" Kata Iniko dan duduk di samping gadis itu.
"Iya, aku sedang menceritakan Parry cerita kelinci yang kabur dari serigala." Kata gadis itu dan melihat boneka yang di pegangnya.
"Sepertinya ceritanya menarik, ceritakan padaku juga." Kata Iniko dan mendekatkan wajahnya sambil tersenyum.
Gadis itu menghadap ke arah Iniko dan bercerita, "Suatu malam, terdapat kelinci kecil yang keluar dari sarangnya di malam hari. Ibunya tidak menyadari dan si kelinci kecil itu berjalan - jalan di hutan pada malam hari, sayangnya kelinci itu mendengar suara serigala yang berada di dekatnya. Kelinci itu bersembunyi tetapi tempat persembunyian nya di ketahui oleh serigala yang membuat kelinci kecil itu berlari."
"Serigala mengejar kelinci kecil itu, dan kelinci kecil itu ketakutan sambil berlari. Ia hampir menangis dan berharap ibunya dapat menolongnya, tapi tidak ada yang menolongnya. Hewan - hewan lain bersembunyi dan hanya melihat kelinci kecil itu di kejar serigala, tidak ada yang bisa menolongnya. Kelinci itu berlari sampai ketika kelinci itu berlari dan bersembunyi ke dalam banyak tumbuhan." Kata gadis itu dan Iniko mulai mengerutkan keningnya.
"Serigala tidak bisa melihat kelinci kecil itu karena ia di tutupi oleh banyak tumbuhan, kelinci kecil itu mencari jalan sembari bersembunyi di dalam tumbuhan. Tak lama kemudian, kelinci kecil itu menemukan jalan dan berhasil lari dari serigala itu. Ketika ia hampir sampai ke sarangnya, ia sudah di tunggu oleh kawanan serigala di sarangnya itu." Kata gadis kecil itu dan memegang kepala bonekannya.
"Kawanan serigala mengepungnya dan membuat kelinci itu tidak bisa kemana - mana, sebelum di makan, ia melihat ibunya yang sedang melihatnya di dalam sarang dan tidak menolongnya. Sang ibu ketakutan dan tidak bisa menolong anaknya itu, pada akhirnya kelinci kecil itu di makan serigala dan sang ibu hanya bisa melihatnya,dan tidak berbuat apa - apa." Kata gadis itu dan cerita berakhir.
Iniko mendengar cerita itu dan tersenyum kaku, Iniko berkata kepada gadis itu, "Ce- cerita yang bagus."
"Terima kasih." Kata gadis itu dan melihat wajah Iniko.
Cerita itu membuat Iniko tidak menyadari kalau yang menceritakan nya adalah anak kecil yang sedang memegang boneka, Iniko hanya bisa tersenyum dan tidak bisa berkata apa - apa.
"Oh ya, aku sudah lama tidak melihat Fant(kucing), apa kau bisa membawaku bertemu dengan Fant?" Kata Iniko.
"Iya, aku juga ingin bertemu dengan Fant." Kata gadis kecil itu dan berdiri.
Sebelum Iniko menuju hutan untuk bertemu dengan Fant, Iniko mendekati Ran yang sedang menjaga anak - anak dan berkata, "Ran, aku ingin pergi dengan anak ini, tolong jaga anak - anak itu ya."
"Mau pergi kemana?" Kata Ran dengan wajah penasaran.
"Kami pergi ke hutan untuk bertemu teman gadis kecil itu, teman nya adalah kucing yang berada di dalam hutan." Kata Iniko.
"Hmm baiklah, tapi jangan terlalu Jauh masuk ke dalam hutan. Di sana barbahaya." Kata Ran dan memperingati Iniko.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Kata Iniko dan meninggalkan Ran.
Iniko kemudian menggandeng tangan gadis kecil itu dan berkata, "Ayo kita pergi."
Iniko dan gadis itu berjalan bersama menuju hutan, ketika mereka berada di dalam hutan. Gadis kecil itu membuat suara, suara itu untuk memanggil Fant. Tidak lama kemudian, Fant datang dari semak - semak. Pary mendekati gadis itu dan gadis itu memeluk dan mengusab tubuh Fant.
Fant melihat Iniko dan Iniko berkata, "Sudah lama tidak bertemu, Fant."
"Senang bertemu denganmu lagi." Kata Iniko dan mengusab kepala Fant
"Karena Fant sudah datang, ayo kita bermain!!" Kata Iniko dengan nada semangat.
Pada saat di dalam hutan, mereka bermain dan berlari bersama Fant. Gadis kecil itu menikmati saat bermain bersama Iniko dan Fant, gadis itu juga terlihat senang dan Iniko tersenyum karenanya.
Pada saat berlarian, Fant tiba - tiba berlari ke arah yang berbeda. Iniko dan gadis kecil itu mengejar Fant, sampai ketika mereka tidak menemukan Fant dan sampai di kuburan. Iniko berkata "Ini kuburan? Aku tidak pernah melihatnya di desa ini."
Iniko bertanya kepada gadis kecil itu, "Apa kamu pernah melihat kuburan ini sebelumnya?"
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya dan Iniko juga kebingungan, sejak kapan kuburan ini bisa ada di desa. Iniko menoleh dan melihat tidak jauh dari kuburan ini, rumah - rumah desa terlihat. Iniko dan gadis kecil itu masuk ke dalam kuburan untuk mencari Fant.
Saat mereka masuk, tiba - tiba saja kabut menyelimuti kuburan itu. Suasana berubah menjadi menyeramkan dan Iniko merasa kedinginan, tapi untuk mencari Fant, Iniko harus mencarinya di kuburan ini.
Pada saat mereka mencari Fant, gadis kecil itu menemukan Fant yang sedang bersembunyi di balik batu nisan. Pada saat Iniko mendekati gadis itu dan Fant, Iniko berkata, "Fant! Kau tidak boleh bersembunyi di tempat ini."
Ketika Iniko melihat batu nisan yang menjadi tempat persembunyian Fant, Iniko melihat keanehan pada batu nisan itu. Batu nisan itu tidak memiliki nama, hanya ada sebuah kalimat yang tertulis di batu itu. Tetapi Iniko tidak bisa membacanya.
Iniko mendekati batu nisan itu dan melihatnya, Iniko menyentuh batu nisan itu dan tiba - tiba saja Iniko melihat memori - memori masa lalu.
Iniko mengeluarkan air mata dan berkata, "Ternyata begitu, sekarang aku mengetahuinya."