GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
KISAH GADIS KECIL



Pada pagi hari yang cerah, matahari terbit dan cahayanya membuat anak kecil yang bernama Nina terbangun. Nina adalah gadis kecil yang manis, ia sangat ceria dan memiliki sifat yang baik hati.


Ia selalu baik kepada orang di sekitarnya dan ia juga baik kepada hewan, dan tumbuhan. Ketika berjalan menuju suatu tempat, ia berjalan dengan hati - hati dan melihat ke bawah karena tidak ingin menginjak hewan kecil.


Begitulah kebaikannya kepada semua jenis makhluk hidup, ia di didik dengan baik oleh orang tua Nina. Nina selalu di beri kasih sayang oleh orang tuanya dan ia tidak pernah merasa kesepian sedikit pun, orang tua Nina sering bersamanya dan menjadi teman yang memberikan nya kehangatan.


Nina terbangun dari tidurnya dan ia mengusab matanya, ia mencium baunya yang lezat dari dapur dan berkata, "Ibu masak apa ya sekarang?"


Nina tersenyum dan terbangun dari ranjangnya menuju dapur, Nina sampai di dapur dan ia melihat ibunya sedang mengaduk sup yang sangat lezat. Aromanya benar - benar menggoda, ibu Nina yang melihat Nina terbangun berkata, "Ternyata sudah bangun anak ibu, cuci muka dulu sana."


Nina mengangguk dan pergi ke kamar mandi mencuci mukanya, ketika sudah selesai ia kembali ke dapur dan melihat ibunya sedang menyiapkan makanan. Nina pun berkata, "Ibu, aku mau membantu."


Ibu Nina tersenyum dan berkata, "Anak baik, ini kamu taruh di setiap piring ya." Kata ibu Nina dan memberi Nina sendok.


Nina senang dan dengan cepat, ia menaruh sendok di setiap piring. Nina sangat suka membantu, ia tidak pernah tidak membantu, membantu ibu membuat dirinya senang. Maka dari itu Nina selalu mendapat pujian dari ibunya.


Nina melihat ke kanan dan ke kiri, ia berkata pada ibunya, "Di mana ayah?"


Ibu Nina tersenyum dan berkata, "Sepertinya ayah masih tertidur, sana bangunkan dia."


Nina mengangguk dan pergi menuju kamar ayahnya, Nina membuka pintu dan melihat ayahnya masih tertidur. Nina mendekati dan menyetuh tubuhnya sambil berkata, "Ayah, ayo bangun."


Ayah Nina membuka matanya secara perlahan, terdiam sebentar setelah itu tersenyum lemas dan berkata, "Kamu sudah bangun, maaf ayah terlalu lelah."


Ayah Nina adalah seorang petani, ia selalu bekerja dari pagi sampai sore. Ia membajak sawah dan ia juga yang menanam benih sambil menyirami nya, memang pekerjaan yang melelahkan. Maka dari itu Nina sangat ingin membantu ayahnya, tetapi Nina tidak di perbolehkan karena Nina masih kecil.


Dan Nina adalah anak perempuan, ia seharusnya membantu ibunya di dapur. Tapi karena tidak ingin membuatnya kecewa, pada waktu itu ayahnya berkata, "Kalau sudah besar, Nina boleh membantu ayah di sawah ya!"


Tentunya perkataan ayahnya membuat Nina senang dan tidak sabar menjadi dewasa. Setelah di bangunkan oleh Nina, ayahnya terbangun dan Nina dengan cepat menarik tangan ayahnya sampai di dapur.


Ketika semuanya sudah lengkap, ayah dan ibunya sudah berada di meja makan. Nina berkata, "Ibu, ayo kita makan!"


"Baiklah." Kata ibu Nina dan menuangkan sup ke piring dan memberinya kepada Nina.


Nina melihat dan mencium aroma sup itu, setelah itu ia memakannya dengan lahap. Nina menikmati sekali sup buatan ibunya, sampai - sampai membuat mulut Nina di penuhi oleh sup.


Bibirnya juga belepotan dengan sup dan ayah Nina mengambil kain, setelah itu membersihkan sisa sup di bibir Nina. Setalah makan, Nina meminta izin kepada ibunya untuk bermain di luar. Ibunya mengizinkan Nina dan ia membawa bonekanya yang bernama Parry.


Saat perjalanan menuju tempat yang ia kunjungi, Nina sedikit bercakap dengan Parry. Nina berkata, "Parry, apa kau tau? Aku melihat ayah mengeluarkan air liur saat tertidur, sepertinya ayah sangat kelelahan. Setelah besar aku akan membantu ayah, agar ayah tidak terlalu kelelahan!"


Saat Nina sampai di tempat yang di kunjungi nya, tempat itu adalah pohon yang cukup besar dan Nina selalu duduk di situ sambil bermain dengan Parry. Setelah bermain agak lama, Nina mendengar suara kucing, ia mengikuti suara itu bersama Parry.


Ia berjalan mengikuti suara itu, sampai tidak mengetahui kalau ia sudah berada di hutan. Nina berjalan mengikuti suara kucing yang ia dengar saat terduduk di bawah pohon, saat merasa semakin dekat. Nina merasa suara kucing itu seperti berada di semak - semak.


Nina awalnya takut melihat kucing itu, tapi kucing itu mendekati Nina dan ia mengelus - elus badannya ke kaki Nina. Nina tersenyum dan mengelus kepala kucing itu, kucing itu ia beri nama Fant. Pada saat itu, Fant dan Nina bermain bersama.


Waktu terus berjalan, sampai pada pertemuan Nina dan Fant sudah tidak di ingat lagi. Nina bermain dengan Fant dan Parry, Nina sangat bahagia bermain dengan Fant dan Parry. Senyuman dan tertawa menandakan keceriaan yang di rasakan oleh Nina.


Nina melihat ke atas dan Nina melihat matahari hampir terbenam, ia takut ibunya khawatir dan mencarinya. Nina berkata dengan Fant, "Fant, aku pulang dulu. Besok kita main lagi."


"Meoww." Kata Fant.


Sebelum pergi meninggalkan Fant, Nina mendengar suara bisikan, "Jangan pulang."


Suara itu berkata sampai beberapa kali, "Jangan pulang, jangan pulang."


Nina keheranan mendengar suara bisikan itu, ia merasa suara itu berasal dari Parry. Nina berkata, "Parry, apa kau bisa bicara?"


Tidak ada jawaban apa pun, Nina kemudian berfikir. Parry tidak bisa berbicara, mungkin itu hanya halusinasi. Nina tidak mempedulikan bisikan itu dan pulang, sesampainya di desa. Ia tidak melihat seorang pun.


Nina kebingungan tetapi tidak mempedulikan hal itu, ia hanya pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Nina memanggil kedua orang tuanya, "Ibu, aku pulang."


Tidak ada jawaban, Nina berfikir mungkin ibunya sedang tidur. Ia berkata lagi, "Ayah, aku pulang."


Tidak ada jawaban, Nina kebingungan dan mencari kedua orang tuanya. Nina menaiki tangga dan mencarinya di loteng, kemudian ia mencarinya lagi di kamar, kamar mandi, sampai belakang rumah. Tapi tidak menemukan orang tuanya.


Nina berkata, "Kemana ayah dan ibu?"


Merasa ada yang aneh, Nina pergi ke luar rumah dan berjalan - jalan. Benar saja, tidak ada seorang pun yang berada di desa ini. Semua orang menghilang, Nina berkata dengan ketakutan, "Kemana orang - orang pergi?"


Saat berjalan, Nina merasa di belakang nya ada sesuatu yang sedang melihatnya. Nina melihat ke belakang dan.


Nina menghilang dan di desa itu tidak ada siapa pun, hanya ada suara - suara yang tampak familiar. Nina melakukan kesalahan, ia seharusnya mengikuti kata - kata bisikan itu.


"Jangan pulang"


Misteri memang membuat penasaran dan ingin mencari tahu lebih, demi mendapatkan kebenaran. Misteri memang seperti warna dalam kehidupan, tapi jika misteri tidak di pecahkan, itu sama saja tidak mengetahui warna apa yang kau pakai.


Perjalanan demi perjalanan di lewati Iniko, ia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun karena ketahuan itu, Iniko merasa sedih. Ia tidak bisa berkata apa - apa, hatinya tergerak dan air mata terus mengalir.


Iniko sedang berada di ujung, tempat di mana ia merasakan kesedihan yang mendalam. Iniko ingin mengakhiri kesedihan ini, ia ingin semua berakhir dengan damai. Ia tidak ingin adanya kebencian, ia ingin adanya cinta dan kasih sayang.


"Pada saat kejadian terjadi, pasti ada penyebab yang membuat itu terjadi. Kau mungkin akan mengetahuinya, tapi kau tidak akan mengetahuinya. Kecuali jika kau mencarinya."


Iniko sudah mengetahuinya, apa kau sudah mengetahuinya?