
Di malam yang tenang, Iniko sudah berada di gerbong kereta. Iniko merasakan sesuatu yang membuatnya senang, Iniko mendapatkan pengalaman baru saat duduk di dalam gerbong kereta ini.
Suaranya uap yang khas membuat Iniko merasa nyaman dan membuatnya merasa seperti kembali ke masa lalu, Iniko membuka matanya secara perlahan dan ia melihat seorang gadis kecil yang sedang duduk di sampingnya.
Gadis itu membawa boneka kelinci yang tampak kotor dan matanya yang besar menatap wajah Iniko. Dengan wajahnya yang polos, gadis itu berkata, "Kakak, sedang apa kamu di sini?"
Iniko tampak terkejut melihat gadis itu. Iniko berkata, "Kakak ingin menuju suatu tempat menggunakan kereta ini."
Setelah menjawab pertanyaan sang gadis, gadis itu tampak kebingungan dan melihat ke sekitarnya. Iniko berkata, "Kamu kenapa?"
"Humm, aku tidak tau ibuku di mana. Di saat banyak orang yang sedang berkerumun di kereta ini, aku terpisah dari ibuku." Jawab gadis itu.
"Kakak tolong carikan ibuku, aku tidak tau dia di mana." Kata gadis itu.
Iniko kebingungan saat mendengar perkataan gadis itu, di gerbong kereta ini hanya ada Iniko dan gadis itu saja. Tidak ada orang lain selain mereka, tapi untuk menenangkan gadis itu, Iniko mengandeng tangannya lalu berjalan sambil mencari ibunya.
Iniko mulai berjalan melewati gerbong yang pertama kali ia masuki, sekarang ia sedang berjalan menuju gerbong di belakangnya.
Setelah membuka pintu gerbong, mata Iniko tiba - tiba tidak bisa melihat. Ia mengusab matanya dan ia melihat banyak orang di gerbong kereta ini. Aneh, Iniko sudah melihat kaca pintu gerbong ini. Ia tidak melihat seorang pun, tetapi setelah membuka matanya Iniko bisa melihat banyak sekali orang di sini.
Iniko memasuki gerbong itu dan melihat di sampingnya terdapat angka nomor tujuh, yang artinya Iniko sekarang berada di gerbong ke tujuh. Meski gerbong ini di penuhi banyak orang, bukan berarti mereka manusia.
Mereka bukan manusia, mereka hantu. Iniko bisa membedakan mana manusia asli dan hantu. Gadis yang di samping Iniko adalah manusia, bukan hantu. Iniko pada saat itu terlalu pusing dengan apa yang terjadi pada kereta ini.
Pertanyaan pertanyaan muncul secara tiba - tiba, tetapi Iniko tidak terlalu mempermasalahkan itu. Ia tetap mencari ibu sang gadis ini, saat berjalan bersama gadis di sampingnya. Tiba - tiba seorang kakek menyapa mereka berdua.
"Kalian berdua!" Sapa kakek itu.
Sang gadis tampak ceria melihat kakek itu dan gadis itu berlari dan memeluk sang kakek. Gadis itu berkata, "Kakek dari mana? Aku mencarimu."
"Maaf, karena banyak orang kakek tidak bisa bersamamu." Kata kakek itu sambil mengelus rambut sang gadis.
"Anda mengenal gadis ini?" Kata Iniko.
"Ya, gadis ini sering bermain di kemah kakek." Jawab sang kakek.
"Kakek, di mana ibu?" Kata gadis itu.
Sang kakek diam sejenak dan menjawabnya, "Ibumu ada di gerbong lain, mungkin ia sedang mencarimu. Kakek akan membantu menemukan ibumu."
"Oh ya, terima kasih telah mencarikan ibu gadis ini. Aku akan mencarinya, kamu boleh duduk dan nikmati perjalanan." Kata sang kakek kepada Iniko.
Iniko tampak curiga dan ia tiba - tiba menarik tangan gadis itu. Ia berkata, "Itu akan merepotkan kakek, lebih baik saya yang akan mencarinya."
Kata Iniko sambil mengandeng tangan gadis itu dan cepat - cepat berjalan menuju gerbong selanjutnya, Iniko tidak mengerti pada situasi yang ia hadapi. Iniko takut mengambil langkah yang salah, maka dari itu ia tidak ingin gadis ini berada di tangan kakek itu.
Wajah gadis itu tampak kebingungan saat Iniko tiba - tiba menarik tangannya dan menuju gerbong selanjutnya, tetapi gadis itu hanya terdiam.
Iniko tidak bisa berfikir jernih pada situasi kali ini, ia melihat tempat duduk kosong dan berkata pada gadis itu, "Sekarang sudah malam, bagaimana kalau kita istirahat dan mencari ibumu pada pagi hari?"
Gadis itu juga tampak lelah dan mengantuk, ia menganggukan kepalanya dan duduk bersama Iniko. Gadis itu bersender di tubuh Iniko, Iniko tersenyum dan mengelus kepalanya dengan lembut sembari menenangkan pikirannya.
Situasi ini membuat pikirkan Iniko agak tertekan, di mulai dari bertemunya gadis itu dan kakek yang menyapa mereka berdua. Perkataan kakek itu masih melekat di otak Iniko, "Ya, gadis ini sering bermain di kemah kakek."
Apa maksudnya? Kemah?
Iniko memegang kepalanya dengan kedua tangan dan tiba - tiba seorang nenek di sampingnya berkata, "Anak muda, kamu tidak apa - apa?"
Iniko menengok dan berkata, "Ah, aku tidak apa - apa."
Nenek itu tersenyum dan berkata dengan nada pelan, "Kamu sepertinya berada di tempat yang salah, gadis itu tertidur sangat nyenyak. Dia akan terganggu jika kamu seperti itu, kamu boleh berjalan sebentar. Aku akan menjaga gadis ini."
"Baiklah, tolong jaga gadis ini." Kata Iniko sambil berdiri dan meninggalkan mereka berdua.
Nenek itu benar, jika Iniko seperti ini terus. Ia akan membuat gadis itu terganggu, Iniko berjalan - jalan sambil melihat sekitarnya. Iniko memutuskan untuk menuju gerbong selanjutnya sambil menenangkan dirinya.
Iniko berjalan dan membuka pintu gerbong selanjutnya, Iniko memasuki gerbong itu dan Iniko melihat di gerbong itu tidak ada orang sama sekali. Berbeda dengan kedua gerbong yang ia lewati.
Suasana di gerbong ini terasa tenang seperti gerbong yang pertama kali Iniko naiki, Iniko kemudian duduk dan menenangkan pikirannya. Iniko mengerti sekarang kalau misi yang ia jalani tidak semudah yang pikirkan, misi ini sangat berbeda dengan keadaan yang Iniko biasanya hadapi.
Tidak ada pertarungan, tidak ada luka. Iniko rasakan saat ini adalah ketakutan dan rasa panik yang menyelimuti pikirannya. Di saat Iniko terdiam, Black tiba - tiba berbicara.
Black berkata, "Iniko, sepertinya kau benar - benar panik."
Iniko menjawab, "Benar, ini sangat berbeda."
Black berkata, "Misi yang kau jalani sangat menarik, aku akan memberitahumu cara menyelesaikan misi ini."
"Tolong beritahu aku!" Kata Iniko dengan penasaran.
"Perasaan dan masa lalu, kedua hal itu akan membantumu menyelesaikan misi ini." Kata Black.
"Apa yang kamu katakan? Aku tidak begitu mengerti." Kata Iniko.
"Perasaan di ikat oleh masa lalu, ikatan itu begitu erat sampai masa depan. Kau harus memutuskan ikatan itu, inti dari ikatan itu sangat dekat denganmu Iniko. Hanya itu yang bisa aku katakan, selebihnya aku tidak akan mengatakan untuk membuat dirimu nyaman." Kata Black.
Suara Black tiba - tiba menghilang dan di situlah Iniko harus berjuang sendirian tanpa bantuan Black, Iniko mulai mengerti dan paham kondisi yang ia hadapi. Iniko berfokus pada kata 'masa lalu'
Iniko tidak mengetahui masa lalu itu, ia harus mencarinya agar ia mengetahuinya. Iniko kemudian berdiri dan berjalan kembali menuju gerbong sebelumnya, saat Iniko berada di gerbong sebelumnya. Iniko melihat gadis itu tertidur di pangkuan nenek, Iniko merasa nenek itu sangat dekat dengan gadis cantik yang sedang dielusnya.
Iniko kemudian duduk di samping nenek itu dan berkata, "Nenek, tolong ceritakan hari - harimu melihat gadis ini."
Nenek itu tersenyum dan berkata, "Pada pagi hari, aku pindah rumah ke suatu tempat yang berbeda jauh dari perumahan yang aku tinggali. Bukan hanya aku yang pindah, tetapi tetanggaku juga. Pada saat aku pindah rumah, suamiku tiba - tiba memakai baju rapih dan membawa tongkat panjang. Aku keheranan dan bertanya kemana?"
"Suamiku hanya tersenyum dan berkata dengan pelan, aku akan kembali. Itu kata - kata terakhir sebelum ia keluar dan menaiki mobil bersama teman - temannya, pada hari - hari selanjutnya aku tidak melihat suamiku sampai di kereta ini. Aku kesepian, tetapi karena gadis ini sering bermain dan berlarian ke sana ke mari. Membuatku menjadi bahagia melihat senyumannya dan menganggap dia sebagai cucuku." Kata nenek itu.
"Aku kemudian memanggil gadis kecil ini dan memberi gadis ini kue hangat, gadis ini tersenyum dan berkata terima kasih. Gadis ini juga membagikan kue itu kepada teman - temannya, pada saat itu aku membagikan kue lebih banyak agar semua temannya kebagian kue. Hanya itu yang aku ingat saat bertemu dengan gadis ini." Kata nenek itu dan selesai berbicara.
Iniko menelan semua kata - kata nenek itu, kata - kata nenek itu seperti tertulis di otak Iniko dan Iniko tidak lupa satupun kata saat nenek itu berbicara. Iniko berterima kasih kepada nenek itu dan pergi berjalan lagi, sepertinya masa lalu yang Iniko dapatkan belum cukup.
Ia akan berbicara lagi dengan orang lain untuk mendapatkan masa lalu seutuhnya.