GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
KERINDUAN SEORANG IBU



Iniko kebingungan melihat Zarum dengan wajah menyeramkan.Iniko mencoba menenangkan Zarum tetapi dia tetap terdiam dan kepalanya terus menunduk ke bawah.Iniko harus cepat - cepat menenangkan Zarum,kalau tidak mungkin ia akan menyerangnya lagi.


"Zarum,tenang,aku ada di sini." Zarum tetap terdiam dan ia menatap Iniko dengan tatap tajam.Tatapan itu seperti kebencian dan kekosongan,matanya yang kosong dan bola matanya yang terlihat lebar itu,menatap Iniko dengan tatapan yang membuat Iniko sedikit panik.


Zarum menatap Iniko dan ia bergumam, "Ibu,ibu,ibu."


Iniko mendengar gumaman Zarum dan ia lihat sepertinya wajah Zarum semakin menunjukan kebenciannya.Zarum berdiam dan tiba - tiba saja ia mengigit tangan Iniko dan sekarang lebih kuat dari sebelumnya,Iniko berusaha mencoba melepaskannya dan saat terlepas,kulit Iniko terluka karena gigitan Zarum.


Iniko tau kalau sekarang keadaan yang harus membuatnya kabur dari sini dan memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.Iniko mulai berlari meninggalkan Zarum.Dengan kaki dan tangan yang sempat terluka,Iniko berlari meninggalkan Zarum dan memikirkan apa yang terjadi pada Zarum? Iniko membuat keputusan ini karena ia tidak pernah melihat Zarum seperti itu.


Iniko berlari di malam yang gelap dan ia menyadari kalau ada yang mengejarnya dari atas.Iniko melihat dari atas sambil berlari dan ia terkejut karena Zarum memanjat pohon,ia melompat dari pohon ke pohon lainnya.Iniko juga menyadari kalau tangan dan kaki Zarum memiliki kuku yang tajam yang membuatnya bisa memanjat pohon,ini gawat!!


Iniko mulai berlarian bersama Zarum yang berada di atas pohon sedang melompat ke pohon lainnya.Iniko harus secepatnya menghilang dan tidak di ketahui oleh Zarum.Iniko mulai memikirkan sesuatu sambil di kejar oleh Zarum bermuka sangat seram itu.Setelah lama memikirkan sesuatu,Iniko mendapatkan ide.Iniko mulai berhenti berlari,setelah itu ia mengeluarkan beberapa benda berbentuk bulat dan meleparkan ke tanah.


Seketika itu juga benda bulat itu mengeluarkan aspb yang banyak dan membuat pengheliatan Zarum terganggu untuk beberapa saat.Ini adalah kesempatan Iniko untuk lari dari kejaran Zarum.Untung saja Iniko membuat beberapa bom asap untuk jaga - jaga jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,Iniko membuat bom asap itu sebelum ia sampai di hutan ini.


Iniko berhasil lari dari kejaran Zarum dan ia berlari dan mencari tempat yang cocok.Setelah beberapa lama mencari,Akhirnya ia menemukan beberapa bukit dan itu cocok untuk di jadikan tempat persembunyian,itu juga cocok untuk melihat pergerakan Zarum dari atas bukit.Iniko duduk di atas bukit itu sambil memikirkan apa yang terjadi pada Zarum.Iniko berfikir dan tidak tahu apa yang terjadi pada Zarum.Karena tidak bisa memikirkan apa pun,Iniko mulai bertanya pada Black.


"Black,kau lihatkan apa yang terjadi pada ku saat ini.Kenapa Zarum berubah jadi seperti itu? Aku jadi bingung" Kata Iniko sambil bertanya kepada Black.


Black menjawabnya, "Coba kau lihat ke atas."


Iniko melihat ke atas dan berkata, "Aku tidak menemukan apa pun."


Black menghela nafas dan berkata, "Apa kau melihat bulan?"


Iniko mengangukan kepalanya dan Black berkata, "Sekarang bulan purnama dan membuat jati diri Zarum menjadi kacau karena rindu akan ibunya."


Iniko langsung mengerti dan berkata, "Ternyata begitu,baiklah.Terima kasih Black."


Black tersenyum dan berkata, "Sepertinya kau tahu apa yang harus kau lakukan."


Iniko tersenyum karena perkataan Black.Iniko mulai berdiri dan menuruni bukit,tetapi saat mulai melangkah.Iniko terkajut karena ia tiba - tiba saja melihat Zarum berada di belakangnya.


Zarum tiba - tiba saja melompat dan mengigit leher Iniko dengan giginya yang tajam.Iniko ke sakitan dan mencoba melepaskan gigitan itu.Iniko mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan gigitan itu dan ia berhasil,tetapi luka Iniko bertambah karena gigitan Zarum.Iniko mulai mengeluarkan ghost swordnya dan mulai bertarung dengan Zarum di bukit ini.Pertarungan ini Iniko harus sangat hati - hati karena ia tidak ingin Zarum terluka karena serangannya.


Iniko menelan air liurnya dan melihat ke depan dengan tatapan serius.Zarum melihat Iniko dan mereka berdua saling bertatapan.Angin berhembus kencang di atas bukit dan daun berterbangan melewati pandangan mereka.Saat ada salah satu daun terjatuh di tanah,mereka bergerak dan Zarum mulai menyerang Iniko dengan kukunya yang tajam.


Iniko menangkisnya dengan ghost swordnya.Zarum juga menyerang lagi dengan serangan bertubi - tubi dan Iniko menepis serangannya itu,tetapi salah satu serangan Zarum membuat pipi Iniko tergores dan mengeluarkan darah.Iniko berhafas dengan tidak teratur karena menahan rasa sakitnya yang ada di tangan dan di lehernya.


Darah terus mengalir di leher dan di tangannya.Iniko berusaha menahannya meski itu sangatlah sakit.Zarum mulai bergerak kembali,sekarang ia mulai mengambil batu dan melemparkannya kepada Iniko dan Iniko dengan reflek,Iniko menghindari batu yang di lempar Zarum.Lemparan Zarum sangat kencang dan itu sangat berbahaya bagi Iniko,batu itu juga berbahaya jika terkena badan Iniko.


Setelah menyerang dengan batu,ia kembali maju dan mendekati Iniko,sekarang serangannya lebih cepat dan Iniko kesusahan dalam menangkis serangannya.Zarum terus menyerang dan Iniko terus menangis,Iniko harus secepatnya menghentikan pertarungan ini karena ia berada di keadaan yang tidak menguntungkan.Kalau begini terus ia akan kehabisan darah dan tidak bisa bertarung lagi.


Iniko dengan terpaksa harus menyerang Zarum dengan serangan yang sangat lembut.Iniko menarik nafasnya dan membuangnya,setelah itu ia dengan cepat menghentikan serangan Zarum dan mulai menyerang pergelangan tangan dengan cara memutar.Serangan Iniko tidak di sadari oleh Zarum karena cepat dan lembut,Zarum tidak akan merasakan rasa sakit meski tangannya terluka dan mengeluarkan darah.


Iniko mulai menyerang seperti tadi tetapi ia menyerangnya dari kaki.Iniko harus membuat Zarum tidak bisa bergerak dan saat itulah Iniko harus menenangkan Zarum.Tetapi rencana Iniko gagal karena Zarum sangat lincah dan Iniko tidak bisa mengenai kakinya.Karena pergerakannya lincah,Iniko takut jika serangannya mengenai anggota tubuh yang lain.


Zarum terus menyerang Iniko dan Iniko mulai perlahan - lahan mundur,semakin Iniko mundur semakin ia berada di tepi jurang.Iniko tidak bisa mundur lagi dan harus maju agar tidak terjatuh di jurang.Zarum melihat Iniko terus mundur,Zarum langsung melompat dan mengigit tangan Iniko dengan gigitan yang kuat berharap Iniko akan terjatuh ke jurang,setelah itu ia akan melepaskan gigitan saat Iniko sudah terjatuh ke dalam jurang.


Iniko dengan cepat menancapkan ghost swordnya ke tanah dan langsung mendorong dengan tangannya sehingga membuat Zarum tengkurap dengan tangan Iniko yang tergigit.


Iniko langsung mulai menyanyikan lagu yang sering ia dengar saat neneknya menyanyikan lagu tersebut.


Iniko mengelus kepala Zarum dan bernyanyi, "Bulan yang terang menerangi malam yang gelap.Kelinci berlari dan terus berlari.Serigala mengejarnya dari belakang dan membuatnya ketakutan.Larilah,larilah,larilah."


Lagu yang di nyanyikan Iniko membuat Zarum sedikit tenang.


Iniko melanjutkan menyanyikan lagi tersebut, "Kelinci,larilah,larilah,larilah.Sembunyilah,sembunyilah.Serigala akan datang dan akan memakanmu." Iniko menyanyikan lagu itu sampai selesai dan membuat Zarum melepaskan gigitannya dan membuat Zarum berubah menjadi bentuk aslinya.Zarum mengantuk dan tertidur di pangkuan Iniko.


Iniko berkata dengan pelan sambil mengelus kepala Zarum dengan lembut, "Kamu pasti kesepiannya? Aku tahu,aku akan terus mencari ibumu sampai kamu mendapatkan kehangatannya lagi."


Di malam yang dingin,di temani oleh bulan yang terang.Di atas bukit,mereka berdua tertidur bersama.