
Semua mata tertuju padanya dan orang itu menghela nafas.Orang itu berkata pada hatinya, "Seharusnya aku mendengar perkataan ketua desa."
Sepertinya ia melakukan kesalahan yang besar.Orang itu seharusnya lebih menjaga perkataannya,orang itu terlalu keras mengajari wanita yang tadi.Sekarang sepertinya ia mulai di anggap buruk oleh beberapa anggota kelompok tiga.
Memang ia mengakui kesalahannya,tetapi penyesalan datang terakhir.Pada saat itu,orang itu mengakhiri dulu latihan - latihan pada hari itu dan menyuru semuanya pulang ke rumah masing - masing.Orang itu pun hanya bisa berjalan kaki menuju rumahnya dengan keadaan bersalah.
Ketika ia berjalan menuju rumahnya,ia melihat rumah makan dan ia masuk ke dalamnya.Ia tidak memesan makanan,melainkan minuman,ia berfikir kalau meneguk minuman akan menenangkan dirinya dan juga pikirannya.Ketika minumannya tiba,ia langsung menuangkan ke cangkir sampai penuh,lalu meminumnya.
Orang itu terus meminum sampai tidak terasa dua botol di habiskan olehnya,tetapi ketika ia meminum dengan serius.Ada seseorang yang mendatanginya,orang itu adalah ketua desa.Ketua desa duduk bersamanya dan ia melihat ketua desa.
Ketua desa berkata, "Cukup meminum itu,itu tidak akan menyelesaikan masalah."
Orang itu tidak mendengarkan perkataan ketua desa dan ingin meminum lagi,tapi ketua desa langsung memegang tangannya dan orang itu tidak bisa menggerakkan cangkir ke mulutnya.Orang itu lalu berkata, "Seharusnya aku lebih lembut terhadapnya."
Ketua desa berkata, "Aku tahu."
"Wanita memang cenderung menggunakan perasaannya dan mereka ingin di perlakukan lemah lembut.Tapi mereka menerima sedikit ketegasan,tetapi ketegasan itu ada batasnya." Kata ketua desa.
"Lalu apa yang harusku lakukan?" Kata orang itu.
Ketua desa menjawab, "Minta maaflah,kesalahan memang sering terjadi.Tetapi aku yakin wanita itu akan memaafkanmu,karena ia bukan seorang pembenci."
"Baiklah." Kata orang itu.
"Lain kali kau harus lebih hati - hati sebelum berbicara." Kata ketua desa dan menasehati orang itu.
Ketua desa lalu mengajak orang itu untuk pulaang bersamanya.Orang itu pun setuju dan mereka berjalan bersama ke rumah masing - masing,saat dalam perjalanan.
"Sepertinya aku ingin muntah." Kata orang itu dengan wajah berkeringat.
"A? Apa?" Ketua desa dengan cepat membawa orang itu menjauh dari kerumunan orang - orang dan mereka sampai di sebuah pepohonan,dan orang itu memuntahkan nya di pohon itu.
"Kau terlalu banyak minum." Kata ketua desa sambil mengelus punggung orang itu.
Ketua desa sangat perhatian kepadanya dan ketua desa mengantarkannya sampai ke rumah orang itu.Ketika itu,ketua desa membawanya sampai ke kamarnya lalu ketua desa keluar dari rumahnya.
Orang itu terbaring karena habis muntah dan kepalanya mulai pusing,dan ia hanya bisa tertidur ketika ketua desa membaringkan nya di ranjang.Ketika matahari terbit,orang itu berbangun dan ia mulai mandi seperti biasanya,setelah selesai.Orang itu keluar dari rumahnya dan berjalan menuju suatu tempat.
Ketika ia sampai,ia sudah sampai di depan rumah seseorang.Rumah itu adalah rumah wanita yang waktu itu menangis,orang itu merasa bersalah dan mengakui kesalahannya.Jadi ia menuju rumah wanita itu dan meminta maaf.
Orang itu mengetuk pintu sampai tiga kali,pada ketukan ketiga.Seseorang membuka pintu rumah itu,dan yang membukanya bukan wanita itu,melainkan kakeknya.Kakek di depannya berkata, "Tuan ada apa datang kemari?"
Orang itu menundukan badannya lalu berkata, "Saya mencari cucu kakek,apakah ada?"
Kakek itu menjawab, "Ah cucu saya berada di gunung sana,dia berkata ingin mencari udara segar."
Orang itu pun melihat gunung yang di tunjuk kakek,dan berkata, "Kalau begitu saya permisi pergi dulu."
Orang itu pun pergi ke gunung dan mencari wanita itu.Orang itu menaiki gunung dan mencarinya ke mana - mana,orang itu pun menaiki gunung yang lebih tinggi lagi dan dari atas.Ia melihat wanita itu sedang terduduk diam di sebuah bukit di gunung.
Orang itu pun menuju bukit itu dan ketika ia sampai,orang itu melihat wanita di depannya sedang terduduk melihat matahari pagi.Orang itu mendekatinya dan menyentuh pundaknya,seketika membuat wanita itu berbalik arah dan melihat orang itu.
Orang itu terkejut karena wanita itu sedang menangis,matanya membengkak karena menangis dan orang itu duduk di sampingnya.
Mereka tidak menatap satu sama lain dan orang itu memulai percakapan.Orang itu berkata, "Aku minta maaf."
"Aku salah,seharusnya aku tidak berbicara seperti itu kepadamu." Kata orang itu.
Wanita itu pun berkata, "Aku juga minta maaf,aku terlalu egois."
"Maaf karena aku tiba - tiba meninggalkan latihan,aku takut perkataanmu benar.Suamiku adalah orang baik dan yang paling baik,aku ingin dia tetap hidup dan menemani anaknya.Aku tidak ingin ia mati karenaku." Kata wanita itu.
"Ti tidak usah dengarkan perkataanku,aku yakin kamu bisa menyembuhkan suami mu atau orang - orang yang sedang sakit.Aku yakin itu." Kata orang itu.
Setelah itu,hubungan di antara mereka sudah membaik dan mereka pun turun gunung.Dan karena mereka sudah baikan,orang itu menggumpulkan semua anggota kelompok tiga.Ketika mereka sudah berkumpul,orang itu berkata, "Semuanya,mungkin perkataanku kemarin membuat salah satu anggota kalian menjadi tersingung.Aku meminta maaf kepada kalian beserta anggota yang tersinggung itu." Kata orang itu sambil menundukan badannya.
"Tenang saja,babi yang kemarin.Sudah di bersihkan tubuhnya dan kita tidak akan menyembuhkan babi itu di dalam kandang,melainkan di luar." Kata orang itu.
Mendengar perkataan orang itu,kelompok tiga senang dan menyutujui untuk melanjutkan latihan.Mereka pun bersama dengan orang itu menuju kandang babi pak Sam,ketika mereka sampai.Pak Sam sudah selesai membersihkan babi yang sakit itu dan mengeluarkannya dari kadang.
Mereka tinggal menyembuhkan penyakit dari babi itu.Orang itu lalu berkata, "Jadi seperti yang di katakan pak Sam sebelumnya,babi ini sakit dan ketika pak Sam mengecheknya.Ia tidak melihat luka apa pun,jadi sudah pasti ada yang salah di dalam tubuh babi itu."
Orang itu melanjutkan, "Jadi kalian harus melihat apa yang salah di dalam tubuh babi itu,kalian mengerti bukan?"
"Mengerti." Kata kelompok tiga
"Baiklah ayo kita mulai." Kata orang itu.
Mereka kelompok tiga memecah kelompok agar semua anggota kebagian tugas.Mereka bekerja sama dalam menyembuhkan babi - babi itu,mulailah kelompok tiga dalam menyembuhkan babi itu.Salah satu anggota mulai membelah kulit babi dan mulai terlihat bagian dalam tubug babi itu,yang lainnya membuat agar darah babi tidak keluar secara cepat.
Mereka harus cepat karena kalau tidak,babi akan kekurangan darah dan akan mati,tetapi seperti yang sudah di ajarkan,mereka tidak panik dan bergerak cepat dalam menyembuhkan babi itu.Ketika mereka sudah membelah tubuh babi,sudah mulai terlihat penyebab babi itu sakit.
Mereka pun melapor kepada orang itu, "Tuan,ini yang menyebabkan babi ini sakit."
Orang itu terkejut karena yang di perlihatkan oleh anggota itu adalah jarum yang kecil sekali.Pak Sam melihatnya dan terkejut juga,Pak Sam berkata, "Sepertinya istriku tidak sengaja menjatuhkan jarumnya ke dalam kandang babiku."
"Mungkin karena bendanya mengkilat,membuat babi ini tertarik dan memakannya." Kata orang itu.
Beberapa saat kemudian,ada yang melapor lagi.Anggota itu berkata, "Tuan coba lihat ini."
"Apa ini?" Kata orang itu.
Anggota itu menjawab, "Ini sisa - sisa makanan,sepertinya babi ini memakan sesuatu yang sangat busuk."
Orang lalu itu bertanya kepada pak Sam, "Pak Sam,apa yang kau berikan pada babi - babi ini? Apakah ada makanan yang busuk?"
Pak sam mengingat - ingat apa yang ia beri kepada babinya.Tiba - tiba saja pak Sam mengingatnya dan berkata, "Ah mungkin karena apel yang aku berikan,sepertinya mataku sudah rabun dan tidak bisa melihat mana apel yang busuk,dan yang tidak busuk."
Satu persatu penyebab mulai muncul dan terjelaskan,pak Sam sepertinya melakukan kesalahan - kesalahan yang membuat babinya sakit.Tapi dengan ini pak Sam mengetahui kesalahannya dan tidak melakukannya lagi.
Ketika mereka sudah selesai mengobati dan babi itu tampak sedikit sehat.Orang itu berkata, "Kerja bagus semuanya,karena kalian sudah selesai dan sore sudah tiba.Kalian boleh pulang."
Mereka semua pulang dan orang itu menghela nafas,dalam hatinya ia sangat lega karena semua kelompok sudah dilatih olehnya.Pasti kelompok satu dan dua sudah berkembang sangat pesat dan mereka sudah siap untuk berperang.
Orang itu lalu berjalan menuju rumahnya,besok harinya ia hanya melihat dan mengajari kelompok - kelompok agar mereka mendapatkan ilmu - ilmu yang mendalam.Orang itu berjalan dan tidak sengaja bertemu ketua desa.Orang itu berkata kepada ketua desa, "Sepertinya kita berjodoh.Setiap kali aku berjalan,kau selalu ada."
Ketua desa tertawa dan berkata, "Sepertinya memang begitu,mau makan bersama?"
"Baiklah." Kata orang itu dan menerima ajakan ketua desa.
Ketika mereka sampai di rumah makan dan memesan makanan.Ketua desa berkata, "Apa semuanya berjalan baik - baik saja?"
"Yah,semuanya berjalan baik.Aku sudah meminta maaf dan hubungan kelompok tiga denganku sudah baikan,mereka juga mau berlatih lagi." Kata orang itu.
"Syukurlah." Kata ketua desa.
Sambil menunggu makanan datang,ketua desa sedikit berbincang - bincang dengan orang itu.Ketua desa lalu bertanya, "Sudah berhari - hari kita lewati,sekarang aku lupa ini bulan ke berapa.Apakah cahaya itu masih bertahan?"
Orang itu menjawab, "Sekarang masih bertahan,tetapi cahaya itu tidak bisa bertahan lebih dari lima hari."
"Aku terkejut karena cahaya itu masih bertahan selama ini,itu melewati ekspetasiku." Kata orang itu.
"Kalau begitu,berarti kita sebentar lagi akan melakukan peperangan.Apakah semua kelompok sudah siap?" Kata ketua desa.
Orang itu menjawab, "Semuanya sudah siap,tetapi ada yang aku khawatirkan."
Ketua desa berkata, "Apa itu?"