
Pagi hari yang cerah dengan matahari yang menyinari pagi.Awan - awan berwarna putih terlihat seperti bergerak dan bersamaan dengan burung - burung berterbangan di atas langit.Iniko dan Zarum terbangun di atas bukit.
Zarum mengusab matanya dan berkata, "Selamat pagi Iniko." Setelah itu pengheliatan Zarum sudah bisa melihat dengan jelas dan melihat Iniko.Zarum terkejut karena melihat Iniko dengan tangan dan leher yang terluka.
Zarum melihat leher Iniko di lumuri oleh darah kering,begitu pula dengan tangannya.Zarum berkata sambil mengangkat tangan Iniko, "Apa yang terjadi? Kenapa tangan mu berdarah dan juga lehermu."
Iniko tersenyum lemas dan mengusab kepala Zarum, "Tidak apa - apa."
Zarum melihat sekitar dan ia kebingungan,di mana ia berada? Di bukit? Bukannya semalam ia berada di tenda dan tertidur?
Zarum tau kalau Iniko menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin di ketahui olehnya.Zarum kemudian mengambil beberapa obat yang berada di tas Iniko.Setelah mencari,Zarum mendapatkan beberapa obat dan perban.Zarum dengan hati - hati mengobati Iniko.
Iniko berkata, "Zarum,aku bisa mengobati diriku."
Zarum tetap fokus mengobati Iniko dan berkata, "Kamu diam saja." Iniko tetap terdiam melihat Zarum dengan fokus mengobati Iniko.
Setelah mengobati Iniko,Zarum langsung melilitkan perban di tangan dan leher Iniko.Setelah selesai melakukan itu Zarum berkata, "Sebenarnya apa yang sedang terjadi?"
Iniko tersenyum dan berkata, "Rahasia."
Zarum cemberut dan sangat penasaran yang terjadi pada Iniko.Zarum berkata sambil memegang tangan Iniko yang sudah di perban, "Pasti ini sakitkan? Aku pernah jatuh dari sepeda dan itu rasanya sakit.Aku tidak tahu kenapa kamu bisa terluka semacam ini."
Iniko berkata sambil berdiri, "Luka ini bukan apa - apa.Yang terpenting adalah kau tidak terluka."
Zarum kebingungan dengan perkataan Iniko dan Iniko melanjutkan perkataannya, "Sekarang ayo kita cari ibumu.Aku rasa hari ini adalah hari keberuntungan kita." Zarum berdiri dan memegang tangan Iniko.
Zarum berkata, "Ayo."
Iniko tersenyum lalu berjalan bersama Zarum dengan bergandengan tangan.
Mereka berdua menuruni bukit dan setelah sampai di bawah,mereka mulai berjalan dan mencari ibu Zarum.Iniko merasa kalau perjalanannya kali ini akan membawakan hasil yang memuaskan.Iniko percaya akan hal itu,Iniko harus berfikir positif agar ia tidak menyerah di tengah jalan.Iniko berjalan bersama Zarum di belakangnya dan mereka melewati sungai yang airnya sangat jerni.
Iniko dengan cepat berkata, "Ayo kita minum air sungai ini,aku rasa air ini tidak perlu di rebus karena daerah sini dekat pegununggan."
Zarum meminum air sungai bersama Iniko.Iniko meminum air sungai itu dan Iniko sangat menikmati air itu.Air sungai itu sedikit dingin dan membuat Iniko merasa nyaman saat meminumnya.Airnya yang jerni membuat Iniko terus meminumnya sampai ia sudah tidak haus lagi.Setelah meminum air sungai,mereka berdua berjalan bersama melanjutkan perjalanan merka.
Iniko dan Zarum berjalan dan seperti biasa mereka mengelilingi hutan untuk mencari ibunya.Selama perjalanan mereka tidak menemukan ibu Zarum dan tidak juga menemukan jejak atau pun petunjuk yang akan membantu mereka.Iniko tidak pantang menyerah dan terus mencari ibu Zarum.Dengan mata yang lebar Iniko membuka matanya selebar mungkin agar bisa melihat petunjuk atau apa pun itu.Iniko terus mencari ibu Zarum,sampai akhirnya mereka istirahat sebentar karena kelelahan.
Iniko memberi Zarum buah yang di petiknya dan Zarum mengambil buah itu.Setelah selesai beristirahat,mereka melanjutkan perjalan mereka mencari ibu Zarum.Mereka mencarinya sampai matahari terbenam,Iniko harus menghentikan perjalan mereka mencari ibu Zarum dan langsung mencari tempat untuk di jadikan tempat bermalam.Iniko memegang erat tangan Zarum agar dia tidak tersesat karena sekarang sudah malam dan akan berbahaya jika mereka terpisah.
Iniko dan Zarum mencari tempat bermalam yang cocok sampai mereka mendengar seseorang yang sedang memanggil mereka.Iniko melihst arah ke belakang dan ia terkejut,karena yang memanggilnya adalah ghost hunter waktu itu.
Ghost hunter itu berkata, "Dunia ini sempit ya,kita bertemu lagi."
Iniko tersenyum dan berkata, "Sepertinya dunia tidaklah kecil,tetapi takdir yang mempertemukan kita." Ghost hunter itu tertawa dan temannya datang dengan membawa keranjang.
Teman ghost hunter itu berkata, "Ha kau,anak kecil waktu itu." Kata teman ghost hunter itu sambil menunjuk Zarum.
Teman ghost hunter tersenyum dan berkata pada Iniko, "Jadi kau menemukannya?"
Iniko berkata, "Begitulah,juga dengan beberapa petualangan."
Ghost hunter itu berkata, "Kalau begitu kau sedang mencari tempat bermalamkan? Ayo aku menemukan tempat bermalam yang cocok untuk kita."
Iniko berkata, "Tolong tunjukan."
Mereka berjalan dan setelah sampai di tempat yang di maksud.Iniko terkejut karena tempat itu sangat indah karena bisa melihat bintang yang banyak di langit - langit dan juga di sekiitar situ juga ada beberapa buah - buahan yang baru matang,dan juga ada beberapa tumbuhan yang bisa di makan.
Iniko berkata pada ghost hunter itu, "Tempat ini sangat indah dan semua yang kita butuhkan ada di sini.Kau hebat dalam mencari tempat bermalam."
Ghost hunter itu tertawa kecil dan berkata, "Itu sudah biasaku lakukan.Ayo aku akan membantu mu membangun tenda."
Iniko kemudian bersama ghost hunter itu membangun tenda mereka.Zarum dan teman ghost hunter itu mencari beberapa ranting kayu untuk di jadikan api unggun.Setelah Iniko dan ghost hunter selesai membangun tenda,Zarum dan teman ghost hunter sudah kembali dengan beberapa kayu.
Mereka membuat api unggun dan setelah itu mereka makan bersama.Saat makan bersama,Ghost hunter itu berkata, "Apa kau sudah menemukan ibunya?"
Iniko tersenyum suram dan berkata, "Aku tidak menemukannya di mana pun."
Ghost hunter itu tersenyum dan berkata, "Tenang saja,kau akan segera menyelesaikan misteri mu itu."
Iniko memakan buahnya dan berkata, "Aku harap begitu."
Iniko memakan buah dan tidak sengaja melihat koran.Iniko berkata, "Apa itu koran? Kau dapat dari mana?"
Ghost hunter itu berkata, "Waktu itu aku kembali ke dalam bis untuk mengambil beberapa peralatan yang ketinggalan dan menemukan koran itu di dalam bis itu.Aku mengambilnya karena aku sudah lama tidak membacanya."
Iniko berkata sambil mengambil koran itu, "Aku pinjam sebentar ya."
Iniko kemudian membaca koran itu sambil menikmati teh yang di berikan teman ghost hunter.
Teman ghost hunter berkata, "Oh ya,kamu umur berapa?" Kata teman ghost hunter sambil bertanya pada Zarum.
Zarum dengan gugub berkata, "Aku umurnya 7 tahun."
Teman ghost hunter itu berkata, "Ah ternyata begitu." Mereka berdua bercakap - capak dan Iniko membaca koran itu dengan serius.
Iniko melihat koran itu memiliki dua berita yaitu,anak yang menghilang dan juga kasus bunuh diri.Iniko membaca koran itu dan menatap Zarum dengan tatapan yang lebar seakan - akan menemukan sesuatu.
Iniko berkata pada Zarum, "Zarum,sekarang sudah malam waktunya kamu masuk ke dalam tenda dan tidur." Zarum mengangukan kepalanya dan masuk ke dalam tenda dan tertidur.
Mereka bertiga berada di luar dan mengobrol sebentar dan setelah itu mereka masuk ke dalam tenda masing - masing dan tertidur.Setelah pagi hari,Zarum terbangun dan keluar dari tendanya.Iniko dan ghost hunter itu sedang bercakap - cakap.
Iniko berkata, "Jadi begitu."
Teman ghost hunter itu berkata, "Apa benar?."
Iniko menjawabnya, "Lebih baik kita coba saja."
Iniko berkata pada Zarum saat sudah keluar dari tenda, "Zarum,aku ingin menujukan sesuatu padamu." Zarum kebingungan dan setelah itu mereka berjalan bersama ke suatu tempat.Setelah mereka sampai,mereka melihat pohon yang besar dari kejauhan.Tidak salah lagi pohon itu adalah pohon yang pernah di lawan oleh Iniko untuk menyelamatkan teman ghost hunter itu.
Iniko dan Zarum berjalan bersama sedangkan kedua orang itu tetap menunggu.Iniko dan Zarum berjalan mendekati pohon itu.Iniko sempat terkejut karena pohon itu tidak menyerang mereka dan itu sangat berbeda saat Iniko di serang oleh akar pohon itu saat mendekat.Tetapi sekarang berbeda saat bersama Zarum.
Iniko dan Zarum berjalan,saat mereka sudah sangat dekat.Iniko berkata, "Zarum,itu adalah ibumu?"
Zarum melihat pohon itu dengan tatapan kosong dan tiba - tiba saja ia berjalan dan menyentuh pohon itu.Dengan nada pelan ia berkata, "Ibu."
Tiba - tiba saja pohon itu mengeluarkan akar dan langsung mengikat tubuh Zarum.Setelah itu perut pohon itu terbuka dan memasukan Zarum kedalamnya,dan tiba - tiba saja pohon itu menghilang.
Iniko berkata, "Akhirnya kita menemukan ibumu.Semoga kau bisa tenang di alam sana Zarum."