
Semua pasukan mundur dan mereka mendapatkan kekalahan pada malam itu,mereka pulang dengan luka dan membawa jasad anggota lain yang tersisa kepala atau tubuhnya saja.Kekalahan ini akan sangat membuat mereka terpukul,bukan hanya itu,trauma yang di lihat mereka masih membekas di pikiran.
Orang itu bersama kelompok - kelompok berjalan menuju desa dengan membawa beberapa jasad yang sudah di tutupi kain,sebenarnya mereka tidak membawa semua jasad karena mereka tidak sempat menggambil jasad anggota lainnya karena buru - buru mundur.
Kekalahan ini di akibatkan karena monster kecil dan psikologis yang di permainkan,monster kecil itu lari dari kejauhan dan melewati kerumunan yang sedang berperang.Lalu menyerang kelompok dua,mental kelompok satu juga di buat down dengan cara yang kejam.Para monster itu membunuh beberapa anggota kelompok,dan tentunya itu membuat anggota kelompok lainnya meresa sedih tetapi mereka bisa menahannya.
Tidak sampai di situ saja,mereka juga memakan anggota yang terbunuh dengan cara yang kejam.Tentunya itu membuat anggota lainnya syok karena mereka tidak tahu kalau monster itu akan memakan rekan temannya,dan juga mereka tahu kalau monster itu tidak memakan manusia karena itu bukan makanan nya.
Perasaan,mental dan kesedihan membuat para anggota lainnya menjadi tidak memiliki semangat untuk berperang karena melihat temannya terbunuh dan di makan dengan cara yang kejam.Monster itu berhasil membuat para anggota lainnya tertekan dan hanya mundur yang bisa mereka lakukan.
Perasaan dan emosi,kejadian yang mengerikan.Semuanya bersatu dan tentunya membuat mereka kelompok - kelompok merasa sedih dan trauma atas pertarungan yang mereka lakukan,orang itu sama seperti kelompok lainnya yang merasa sedih dan terpukul.
Pada saat mereka berjalan dan sampai di tenda kelompok tiga,mereka memberitahu kepada kelompok tiga tentang semua yang terjadi pada peperangan itu.Sebagian kelompok tiga adalah perempuan dan tentunya mereka yang di beritahu kalau suaminya mati dengan cara yang kejam menangis seketika.
Mereka anggota kelomook tiga sempat melihat jasad suami mereka dengan keadaan yang hanya tersisa kepala atau tubuh yang utuh,mereka pun menangis sejadi - jadinya dan di malam itu.Kesedihan tidak dapat di padamkan.
Orang itu melihat kesedihan dan air mata yang mengalir di depannya,dada yang sesak melihatĀ itu dan kejadian yang di tidak inginkan pun terjadi di depan matanya.Orang itu hanya bisa menunduk dan tidak bisa berkata apa - apa,orang itu tidak tahu kalau semuanya akan seperti ini.
Ketua desa melihat situasi yang mereka alami saat ini benar - benar kacau,mereka semua sedih dan tidak bisa berfikir dengan jerni.Ketua desa pada saat itu tetap diam dan tidak berbicara sepatah kata pun,mereka hanya berjalan menuju desa membawa kesedihan yang mendalam.
Kejadian dalam perang membuat para kelompok - kelompok itu merasa tidak semangat dan itu benar - benar sangat fatal,jika seseorang tidak memiliki semangat dalam berperang,pasti orang itu tidak ingin ikut berperang.Apalagi kalau semua kelompok tidak memiliki semangat dalam berperang,mereka semua pasti tidak ingin berperang lagi dan hanya pasrah menunggu di kalahkan perlahan oleh monster itu.
Pagi harinya,mereka semua tidak ada yang tersenyum atau pun mengobrol bersama,kejadian pada peperangan itu berdampak sangat besar pada penduduk desa dan itu akan sangat berbahaya jika didiamkan.Ketua desa melihat hal ini harus cepat di selesaikan,kalau tidak,pasti kesedihan mereka akan bertambah terus menerut sehingga tidak ada obat apa pun yang dapat menyembuhkan mereka.
Ketua desa pada pagi hari itu menggumpulkan semua kelompok di tempat latihan,ketua desa harus cepat menyelesaikan masalah ini.Ia tidak mau kalau kelompok - kelompok ini tidak berperang dan hanya pasrah saja.Pada sekian banyak orang yang bersedih,hanya ketua desa yang bisa mengendalikan kesedihannya dan tetap berfikir positif.
Seperti yang di katakan oleh orang itu,ketua desa memang sangat hebat dalam mengendalikan emosi dan mentalnya.Pada saat itu,ketua desa di minta jika ada masalah yang menimpa pasukan,disitulah ketua desa akan membantu orang itu.
Orang itu sebagai pemimpin kelompok juga sama seperti mereka,hanya ketua desa yang sadar karena ketua desa bisa menggendalikan rasa sedihnya.Perasaan setiap kelompok sama,mereka melihat rekannya terbunuh dan di makan oleh monster itu.Di pikiran mereka,mereka membayangkan bagaimana kalau mereka yang terbunuh dan di makan oleh monster itu.
Nah di situlah masalahnya,mereka anggota kelompok memiliki trauma dan tentunya mereka menepatkan diri mereka ke posisi anggota yang sudah mati.Dan pikiran - pikiran itu seharunya tidak boleh di bayangkan,itu hanya akan membuat mental dan kesedihan semakin bertambah.
Ketika ketua desa berdiri dan ingin berbicara,salah satu anggota berkata, "Ketua desa? Apa sebaiknya kita tidak berperang saja?"
Kata - kata itu tidak pernah di terpikirkan oleh ketua desa,ia tidak percaya kalau kesedihan yang di alami setiap kelompok sampai membuat mereka berkata seperti itu.Ketua desa hanya mengelus dada dan ia melihat wajah anggota yang bertanya itu dengan senyuman yang lembut,mata ketua desa seperti berlian yang mengkilat dan senyumannya membuat keadaan sekitar menjadi tenang.
Ketua desa tidak memarahi anggota yang berkata seperti itu,ketua desa dengan hati yang kuat dan dengan senyuman yang lembut,berkata, "Apakah kamu tahu hewan? Hewan memiliki perputaran makanan,yang herbifora memakan rumput dan yang karnifora memakan daging.Herbifora menjaga dirinya agak tidak di mangsa oleh karnifora,dan karnifora akan terus memburu herbifora karena itu makanannya."
"Di sini terlihat jelas herbifora tidak bisa membalas karnifora,herbifora hanya bisa lari dan tidak bisa melawan.Tetapi apakah kamu tahu ada herbifora yang sangat lemah dan hanya memakai sedikit tenaga akan membunuh hewan itu,hewan itu adalah semut.Semut adalah hewan yang kecil dan lemah,semut seperti menggambarkan situasi kita." Kata ketua desa.
"Karena semut lemah,tetapi mereka akan melawan jika ada yang menganggu mereka.Mereka akan mengigit siapa pun yang menganggu mereka,tapi apakah gigitan semut berbahaya? Semut yang kita temui sehari - hari tidak seberbahaya harimau atau singa yang ada di hutan.Meski pun banyaknya semut mati,tetapi mereka tidak menyerah,mereka bersemangat dalam menggumpulkan makanan untuk ratu mereka.Semut adalah salah satu hewan yang bekerja sama dalam bertahan hidup." Lanjut orang itu.
"Jika semut berada di situasi kita,jika semut di serang oleh apa pun itu,jika semut mempunyai perasaan.Maka semut itu tidak bisa bertahan hidup,semut tidak mempunyai perasaan,kalau semut mempunyai perasaan.Maka ketika salah satu semut tidak sengaja kita injak dan di lihat semut lainnya,semut lainnya akan bersedih dan jika mereka sama seperti kita,semut itu tidak akan bekerja mencari makanan dan tidak akan bisa bertahan hidup." Kata ketua desa.
"Kita harus belajar dari semut,mereka bekerja sama dalam bertahan hidup untuk mencapai satu tujuan.Dan saya yakin semut yang melihat temannya mati,menganggap kalau temannya itu sudah selesai mengerjakan tugasnya dengan baik,mereka mati dengan cara yang terhormati.Meski pun kita tidak seperti semut,kita harus belajar dari semut.Kuatkan lah hati kalian,jika salah satu dari kita mati,maka yang mati itu sudah selesai menjalankan tugasnya dan tidak akan mendapatkan derita lagi di dunia ini." Kata ketua desa sambil melihat semua anggota.
"Jika kalian tidak terima teman kalian mati,maka balaslah dan berjanjilah kalian akan mengendong teman kalian dan menguburnya di tempat yang layak.Hormati teman kalian yang sudah mati dan jangan bersedih,karena teman kalian sudah selesai mengerjakan tugas terakhirnya dan tidak akan menderita lagi di dunia ini." Kata ketua desa dan mengeluarkan air mata.
Air mata yang keluar membuat hati anggota kelompok bergetar,kata - kata ketua desa membuat anggota lainnya bersemangat .Kata - kata yang lembut,membuat anggota kelompok menangis dan berteriak.
Perasaan dan semangat bercampur aduk,kesedihan seperti menjadi teman.Dan perjuangan seperti api yang membara.
Orang itu tersenyum dan pertarungan selanjutnya akan di mulai.