
Iniko dan Fan mencukur bulu domba bersama - sama.Iniko baru pertama kali mencukur bulu domba dan ia di ajari oleh Fan cara mencukur bulu domba yang benar.Iniko mengikuti ajaran Fan dan memprakterkannya.
Iniko dengan teliti mencukur domba dan dengan perlahan sebagian bulu domba sudah di cukur oleh Iniko.Tetapi Iniko merasa kalau mencukur domba ini sangat melelahkan.Iniko tau karena ini di akibatkan ia mencukur bulu domba dengan gunting bukan alat pencukur.
Tetapi apa boleh buat,Iniko hanya bisa mencukur dengan alat seadanya.Sendainya ia bisa membawa alat cukur dari dunianya dan memberikan alat cukur itu kepada penduduk desa ini,penduduk desa ini tidak perlu capek - capek mencukur bulu domba.
Iniko melihat Fan sangat lincah dalam mencukur bulu domba.Ia tidak salah dalam memotong bulu domba dan dengan lincahnya ia sudah selesai memotong bulu domba.Iniko terkesima melihat itu dan merasa kalau Fan sudah sangat ahli dalam memotong bulu domba.
Bisa di lihat dari gerakannya yang sangat loncah dan ia tidak salah dalam memotong bulu domba.Ia juga tidak menyakiti domba itu sendiri karena kelincahannya.Iniko berharap ia bisa seperti Fan,tetapi itu tidak akan terjadi jika Iniko tidak terbiasa memotong bulu domba seperti Fan.
Iniko memotong bulu domba dan ketika ia selesai pada satu domba.Iniko mengelap keringatnya dengan tangannya.Iniko tidak meyangka akan sangat melelahkan saat memotong bulu domba.Setelah menyelesaikan memotong bulu domba,Iniko sekarang menghormati pada pekerja yang memotong bulu domba.
Pekerja yang mencukur bulu domba tanpa adanya teknologi yang membantunya akan sangat kesusahan.Setiap pekerjaan pasti ada kelelahan dan keuntungan.Iniko sangat di untungkan karena ia bisa membeli barang yang sudah jadi berkat pekerja yang memotong bulu domba untuk di jadikan tas,sepatu dan lain - lain.
Iniko tidak tahu kalau di balik barang - barang yang di buat untuk kepentingan manusia,akan ada seseorang yang berjasa dalam pembuatannya.Iniko tersenyum dan melihat Fan dengan semangat memotong bulu domba.Keringat yang menetes tidak menjadi halangan untuknya,senyumannya membuat Iniko semakin bersemangat dalam memotong buku domba.
Iniko dan Fan bersama - sama memotong buku domba dan semakin mereka memotong bulu domba.Semakin banyak woll yang di dapatkan oleh mereka.Meski memotong woll berjam - jam,masih ada domba yang belum di cukur bulunya.
Fan berkata pada Iniko, "Kita sudahi dulu,kita lanjutkan nanti saja.Ayo istirahat dulu." Kata Fan dan duduk di kursi di dekat perternakan.
Iniko pun ikut duduk bersama Fan di sebelahnya.Fan memberi Iniko minum dan Iniko dengan senang hati menerimanya.Iniko meminum air yang di beri Fan.Iniko meminum air sampai habis karena ia sangat lelah memotong domba.
Fan berkata, "Lelah?"
Iniko menjawab, "Sangat."
Fan tertawa dan berkata, "Sebelum pulang,ayo kita beri dulu makanan hewan ternak itu.Dan juga ayo kita ambil telur ayam untuk di jadikan makanan."
Iniko mengangguk dan berkata, "Baiklah."
Setelah itu mereka pun berjalan dan memberi sapi rumput,juga memberi makanan lainnya kepada hewan ternak.Saat selesai memberi makanan pada sapi.Mereka melihat sapi memakan rumput dengan halap dan mereka tersenyum melihat sapi - sapi itu memakan rumput.
Iniko berkata pada Fan, "Fan,aku melihat patung di dekat pasar.Patung apa itu?"
Fan menjawab, "Ah patung itu.Penduduk desa percaya kalau patung itu adalah patung pahlawan yang menyalamatkan desa ini."
Iniko berkata lagi sambil melihat sapi, "Tapi apakah benar patung itu adalah patung pahlawan.Ada seseorang yang memberi tahu padaku cerita tentang pahlawan itu,tetapi anak yang berkata kalau itu hanyalah dongeng."
Fan tertawa dan berkata, "Pasti yang mengatakan itu adalah anak muda ya?"
Iniko terkejut dan menjawab, "Benar! Bagaimana kau tau?"
Fan menjelaskan, "Anak muda di desa ini menganggap kalau cerita itu hanyalah dongeng karena mereka tidak percaya.Sebaliknya orang tua mereka sangat percaya karena mereka menyaksikan atau pernah mengenal pahlawan itu."
Iniko melihat Fan dan dengan wajah serius,ia berkata, "Kalau begitu,tolong ceritakan tentang pahlawan itu."
Di suatu hari,ketika penduduk desa lainnya sedang bekerja mengurusi ladang,ternak mereka.Tiba - tiba saja ada seorang pria yang berkunjung di desa itu.Pria itu membawa pedang di belakangnya dan memakai topi yang terbuat dari rotan.
Penduduk desa sangat terkejut karena sudah lama sekali yang mengunjungi desa ini.Biasanya hanya anggota keluarga di desa ini yang berkunjung dan tidak ada orang asing yang mengunjungi desa ini.Seluruh penduduk deaa mengenal nama ataupun wajah yang tinggal di desa itu.Tetapi mereka tidak pernah melihat atau pun mengenal orang itu.
Orang itu di sambut baik oleh penduduk desa dan orang itu juga tidak membuat kerusuhan di desa itu.Orang - orang desa menganggap kalau orang itu tersesat atau tidak mempunyai rumah sehingga tinggal di desa ini.Tapi entah kenapa tingkah lakunya yang membuat para penduduk desa menjadi bahan perbincangan.
Tingkah laku pria itu selalu di anggap aneh untuk para penduduk desa.Bagaimana tidak,ia tidak pernah keluar dari rumahnya pada siang hari dan keluar pada malam hari.Dan ketika ia balik memasuki rumahnya,tubuh dan bajunya di lumuri oleh darah dan itu membuat para penduduk desa berpandangan aneh terhadap dia.
Ada seorang penduduk desa melihat ia mandi di sungai dan melihat tubuhnya memiliki banyak luka.Itu membuat penduduk desa lainnya selalu menjadikan dia bahan perbincangan dan karena ia selalu jadi bahan perbincangan,sampai membuat ketua yang memimpin desa ini menjadi tidak enak kepada orang itu.
Ketua desa ini kemudian menghentikan perbincangan itu dan memberi tahu kalau penduduk desa sudah agak keterlaluan.Ketika ketua desa sudah memberi tahu yang lainnya untuk menghentikan perbincangan tentang orang itu,perbincangan pada orang itu semakin sedikit dan tidak ada lagi yang membicarakannya.
Tapi pada saat bulan berganti.Pada saat itu juga musim panen membuat para perani sibuk di ladang mereka.Tetapi pada saat itu juga orang itu memberitahu pada semua orang kalau mereka harus secepatnya pergi dari desa ini karena adanya monster.
Iniko terkejut mendengar kata monster dan berkata, "Tunggu,apa? Monster?"
Fan tersenyum dan mengangguk lalu melanjutkan ceritanya.
Para penduduk desa mulai lagi membicarakan orang itu dan menghiraukan perkataannya.Mereka tidak percaya dan menghiraukan perkataan orang itu.Mereka mulai menganggap orang itu sebagai orang gila dan membuat ketua desa mendatangi rumahnya dan secara pribadi berbicara bersamanya.
Pada sesi pembicaraan itu.Ketua desa berbicara, "Sebenarnya apa yang terjadi pada kamu?"
Orang itu menjawab, "Tolong semua orang di desa ini pergi secepatnya."
"Tunggu dulu.Kalau kamu berbicara seperti itu,buktikan kalau perkataanmu benar." Kata ketua desa.
"Jika kamu berani.Kamu bawa semua orang di desa dan aku akan memperlihatkan kepadamu." Kata orang itu.
Kepala desa merasa kalau perkataan orang di depannya tidak masuk akal dan ia tidak mungkin membawa semua penduduk desa untuk membuktikan nya.Pada hari itu juga kepala desa memberitahukan kepada penduduk desa untuk membuktikan apakah perkataan orang itu benar.
Pada ke'esokan harinya,semua orang berkumpul ingin melihat apakah perkataan orang itu benar atau tidak.Ada juga yang meremehkannya dan tidak ikut dalam perjalanan itu.Pada saat itu,orang itu memimpin dalam berjalan menuju tempat yang ingin di tunjukannya.Ia juga membawa obor yang menyala dan membuat sebagian orang yang mengikuti merasa aneh.
Pada saat mereka sampai di tempat yang di maksud itu.Di depan mereka sudah ada jurang yang sangat dalam dan gelap.Orang itu berkata, "Di sinilah moster itu berada."
Seorang penduduk desa berkata, "Mana? Aku tidak melihat apa pun."
Penduduk desa lainnya berkata sambil meremehkan orang itu, "Bapak - bapak,buat apa kita jauh - jauh datang ke sini untuk membuktikan omongan orang gila ini?!"
Penduduk desa berbisik, "Benar juga,mengapa kita mempercayakan omongan orang itu."
Orang itu melempar obor yang ada di tangannya dan membuat para penduduk desa seketika mengarah pandangannya pada obor yang terjatuh itu.Obor itu terjatuh dan membuat penerangan di jurang yang gelap itu.Para penduduk desa terkejut karena di dalam jurang itu,mereka melihat monster.