
Iniko membantu Rann di perkebunan, meski awalnya tidak mau, Iniko akhirnya mau karena di bujuk oleh Fan. Iniko dan Ran bersama - sama memetik dan menanam benih, ketika mereka selesai melakukannya, mereka pulang tetapi Ran mengingat kalau makanan di rumah sudah menipis.
Ketika itu juga, Ran mengajak Iniko untuk pergi ke hutan dan mencari bahan makanan. Iniko setuju dan mengikuti Ran dari belakang, saat mereka sampai di hutan tepatnya di daerah perbukitan. Iniko dan Ran menemui bahan makanan saat mereka sedang jalan, Ran mengambilnya dan memberi Iniko keranjang, menyuruhnya mengambil beberapa bahan makanan di sekitar.
Iniko meninggalkan Ran dan berjalan mencari bahan makanan, Iniko berjalan dan tidak lama kemudian Iniko melihat bahan makanan dan mengambilnya. Iniko terus mengambil berbagai bahan makanan dan tidak sadar, kalau kabut telah mengelilinginya.
Kabut itu tiba - tiba datang dan kabut itu sangat tebal, Iniko tidak bisa melihat sekitar dan tidak tau jalan pulang. Iniko hanya berjalan menggunakan firasatnya dan berharap ia akan segera bertemu Ran.
Iniko berjalan dan terus berjalan di dalam kabut, Iniko berjalan dan tiba di suatu kuil tua. Iniko kebingungan karena ia tanpa sadar sudah berada di kuil ini, Iniko ingin pergi meninggalkan kuil itu dan mencari jalan pulang.
Tetapi Iniko berfikir apakah kuil yang di temui nya adalah petunjuk? Iniko tidak tahu apa yang harus di lakukan di alam ini, Iniko hanya di beri petunjuk untuk masuk ke alam ini dan tidak tahu apa yang harus di lakukan lagi.
Iniko mengambil keputusan kalau ia akan masuk menuju kuil tua itu, ketika ia masuk ke dalam kuil tua dan butuh sedikit usaha untuk membuka pintunya. Iniko masuk dan melihat - lihat di dalam kuil tua itu, di dalam kuil itu sangat kotor dan tidak terurus. Banyak sekali sarang laba - laba dan banyak kotoran serangga yang berada di mana - mana.
Di dalam kuil juga terdapat banyak barang seperti lukisan dan vas bunga, Iniko melihat - lihat sampai ia bertemu dengan sebuah kotak dan di dalamnya berisi surat. Iniko mengambil surat itu dan membacanya, "Pada saat kejadian terjadi, pasti ada penyebab yang membuat itu terjadi. Kau mungkin akan mengetahuinya, tapi kau tidak akan mengetahuinya, kecuali jika kau mencarinya."
Pada saat Iniko berfikir setalah membaca surat itu, tiba - tiba saja ada suara macan yang mengaum. Iniko terkejut dan tanpa ia sadari, macam itu sudah berada di belakangnya.
Iniko tiba - tiba di serang oleh kedua macan itu dan Iniko terpojok, Iniko tidak membawa pedangnya dan ia hanya bisa menghindari serangan - serangan macan itu. Iniko ingin kabur dari kuil tua itu, tetapi pintu tiba - tiba saja tertutup dan Iniko berusaha membukanya tetapi tidak bisa karena terlalu berat.
Iniko menghindar dan terus menghindari sampai suatu ketika ia menemukan pisau kecil yang ada di kantung celananya, pisau kecil itu untuk memudahkan Iniko pada saat memetik buah. Iniko mengeluarkan pisau kecil itu dan mengalirkan energinya ke dalam pisau itu.
Pisau itu mengeluarkan energi dan berubah menjadi merah, Iniko mulai bergerak menyerang kedua macan itu, kedua macan itu terkejut karena serangan Iniko sangat cepat. Iniko membuat kedua macan itu terluka, tetapi lukanya tidak terlalu parah.
Iniko tidak mungkin bisa mengalahkan kedua macan itu hanya dengan sebuah pisau kecil, Iniko harus mengunakan pedang untuk membunuh kedua macan itu. Iniko kemudian berfikir.
Iniko berfikir dan akhirnya ia menemukan ide, Iniko mempunyai bom yang sangat kecil. Bom itu berada di kantung celananya dan karena kecil, bom itu seperti kerikil. Iniko mengambil beberapa bom dan mulai menyerang kedua macan itu.
Mereka bertarung dengan sangat sengit dan Iniko seperti menunggu momen yang tepat untuk bertindak, ketika kedua macan itu berdekatan. Iniko melempar bom kecil itu, Iniko menutup hidungnya dan bom itu meledak mengeluarkan asap.
Asap itu ternyata obat tidur, asap yang di keluarkan bahkan bisa embuat hewan tertidur. Inilah yang Iniko tunggu - tunggu, setelah kedua macan itu tertidur, Iniko bisa tenang dan kabur dari kuil itu. Tetapi sayangnya Iniko lupa kalau macan itu bukan macan biasa, mereka adalah hantu yang tidak bernafas.
Kedua macan itu tidak terjadi apa - apa, Iniko terkejut dan pada akhirnya Iniko akan terus - terusan bertarung dengan kedua macan itu. Iniko harus secepatnya mengakhiri pertarungan ini, Iniko khawatir Ran akan mencarinya.
Iniko berfikir kalau ia harus menyerang bagian vital kedua macan itu. Tetapi kedua macan itu tidak memiliki jantung dan jatung adalah bagian vital dari seluruh makhluk. Iniko tidak menyerah, ia terus melihat dengan teliti dan mencari bagian vital kedua macan itu.
Ketika Iniko terus bertarung dengan macan itu, Iniko mulai menemui gerakan aneh. Kedua macan itu ketika Iniko berada di belakangnya. Mereka tiba - tiba berbalik arah dengan cepat seakan melindungi ekornya.
Iniko akhirnya menemukan kalau ekor itu adalah bagian vital, Iniko mulai bergerak cepat sampai ia berada di belakang macan itu dan hampir menarik ekornya.
Iniko harus cepat karena kedua macan itu bisa Beregenerasi, Iniko menarik kedua ekor macan itu dan mereka merasa kesakitan. Iniko menariknya dan memotongnya, ketika ia selesai memotong ekor itu. Kedua macan itu tiba - tiba mati dan tergeletak jatuh.
"Hah, hah, hah. Akhirnya selesai juga." Kata Iniko dan mengusab keringatnya.
Nafas yang tidak beraturan dan keringat yang bercucuran menandakan pertarungan terjadi sangat lama. Iniko menuju pintu dan membukanya, pintu itu sangat ringan untuk di buka. Tidak seperti tadi yang sangat berat.
Iniko keluar dari kuil dan kabut ternyata masih ada, Iniko menuruni tangga dan mulai berjalan ke dalam kabut itu lagi. Iniko mulai mencari jalan dan tidak lama kemudian, Iniko bertemu Ran yang sedang berada di dalam kabut.
Iniko berkata, "Syukurlah akhirnya bisa bertemu denganmu."
Ran melihat Iniko dengan wajah datar dan ia tiba - tiba menarik tangan Iniko, dan berkata, "Ayo keluar dari kabut ini."
Tangan Iniko tiba - tiba saja di pegang dan di tarik oleh Ran, itu membuat Iniko malu dan wajahnya memerah. Pada saat mereka berjalan, Iniko tiba - tiba berhenti dan Ran berkata, "Ada apa."
Wajah Iniko berubah dan wajahnya terlihat sangat serius. Iniko dan Ran mendengar suara ular, dan benar saja, mereka berdua melihat ular yang berada di depan mereka. Ular itu melihat mereka.
Iniko awalnya menyadari sesuatu dan ia berkata dengan pelan, "Jangan lari, jangan membuat dia mengira kalau kita musuh."
Ran tiba - tiba saja berteriak dan berlari karena ketakutan, ular itupun menyerang Ran. Tetapi Iniko melindungi Ran dan kakinya tergigit ular, Iniko terjatuh dan Ran melihat itu. Berkata dengan wajah panik, "Kau tergigit ular!!"
Ular itu tiba - tiba pergi dan Ran panik melihat Iniko terjatuh.
"Biar aku yang menghisap bisanya, tolong bertahanlah!!" Kata Ran mulai mengisabkan bisa ular.
Iniko melihat Ran dan kepalanya pusing, mata Iniko mulai kabur dan ia pingsan.
Pada malam hari ketika kegelapan menyelimuti hutan dan hanya bulan yang menyinari malam, Iniko melihat wajah yang sangat cantik tetapi samar - samar. Iniko melihat bulan dan wajah cantik itu secara bersamaan, jika di bandingkan, keduanya sama - sama cantik. Iniko berkata, "Bidadari."
Tiba - tiba saja Ran menampar Iniko dan Iniko pun terbangun. Ran berkata, "Apa yang kau bicarakan? Jangan membuat aku takut!!"
Iniko menyentuh wajahnya yang tertampar dan berkata, "Ma maafkan aku!!"
Ran tiba - tiba mengeluarkan air mata dan berkata, "Kenapa? Kenapa kau menyelamatkan ku, seharusnya ular itu menyerang ku. Tapi kenapa kamu menyelamatkan ku?"
Iniko melihat Ran yang menangis dan air mata yang menetes seperti mutiara yang bersinar di malam, Ran berkata lagi, "Sikapku selalu membuatmu tidak nyaman, kenapa kamu menyelamatkan orang yang membuatmu kesal?"
Iniko tahu Ran adalah wanita, wanita masih memiliki sifatnya aslinya, meski sudah di tutupi dengan berbagai cara. Iniko mendekati Ran dan berkata, "Mungkin akan ada banyak jawaban, tapi aku menyelamatkan mu karena kamu adalah kakak Fan. Fan adalah orang baik dan aku yakin kakaknya juga sama seperti adiknya, maka dari itu aku menyelamatkan mu karena kamu selalu baik kepadaku."