
Pada saat para kelompok mengusai setengah wilayah monster itu,monster - monster itu marah dan merencanakan untuk memberikan kepada kelompok - kelompok itu apa yang mereka rasakan.
Wilayah yang di kuasai tentunya berdampak negatif untuk para monster,apa lagi kalau wilayah itu berisi banyak makanan.Hal ini memberikan dampak yang baik bagi para kelompok dan berdampak negatif bagi para monster.
Kelompok - kelompok yang mengusai wilayah tertentu,mendapatkan sumber daya yang banyak di wilayah yang di kuasainya.Sumber daya itu di gunakan sebaik mungkin untuk peperangan,sehingga membuat para kelompok lebih unggul dari monster itu.
Keuntungan - keuntungan itu berkat rencana orang itu yang menyuru untuk menguasai wilayah para monster,jika mereka tidak bisa menguasai suatu wilayah.Maka mereka hanya membuang tenaga dan pasukan,tetapi dengan adanya kelompok mata - mata yang membantu mereka.Maka rencana itu berhasil.
Para monster yang tidak terima wilayahnya di ambil,membalas mereka.Pada suatu malam saat peperangan terjadi,orang itu lengah karena monster kecil tidak ikut perang.Monster kecil itu malah mengacak - ngacak semua gudang makanan,alhasil makanan atau bahan makanan menjadi rusak dan tak layak untuk di makan atau di gunakan.
Orang itu merasa frustasi karena tanpa makanan mereka akan berperang dengan perus kosong,pada malam hari saat orang itu tidur.Orang itu tidak bisa tidur dengan nyenyak yang membuat kantung matanya menjadi hitam,ketua desa terkejut saat mendatangi rumah orang itu.
Ketua desa menenangkan nya,dan memberitahu kalau masih ada makanan dan kebutuhan lainnya yang ada di wilayah yang mereka kuasai.Orang itu terlalu berfikir negatif sehingga membuatnya tidak bisa berfikir sampai ke situ.
Pada saat mereka bangkit kembali,orang itu berkata pada ketua desa, "Sepertinya,sudah saatnya kita mengakhiri perang ini."
Perkataan orang itu membuat ketua desa terkejut,orang itu lalu lanjut berbicara, "Kita harus memancing 'sesuatu' itu untuk keluar,jika kita mengalahkannya.Maka kemenangan pasti berada milik kita."
Ketua desa hanya terdiam melihat wajah orang itu,wajah orang itu begitu serius dan perkataanya tidak berbohong sama sekali.Ketua desa lalu berkata, "Jadi apa rencana mu?"
Orang itu berkata, "Kita akan mengeluarkan pasukan mata - mata,pada saat inilah pasukan mata - mata akan ikut berperang."
"Hanya itu saja?" Kata ketua desa.
"Bukan hanya itu,mereka memiliki tugas untuk membunuh setengah pasukan monster itu.Jika setengah pasukan monster itu mati,maka 'sesuatu' itu akan muncul." Kata orang itu.
"I- itu mustahil,bagaimana mungkin kita bisa membunuh setengah pasukan monster itu!" Kata ketua desa dan terkejut mendengar ucapan orang itu.
"Tenang saja,tanpa kelompok mata - mata pun kita bisa membunuh monster - monster itu.Kekuatan kelompok mata - mata sangat besar,jadi kita gunakan pada saat yang tepat." Kata orang itu dan berusaha meyakinkan ketua desa.
Ketua desa berfikir dan mengerutkan keningnya,ia tidak pernah terpikirkan tentang rencana orang itu.Rencana yang ia lontarkan begitu tidak masuk akal,tetapi sering kali berhasil dan mendapatkan banyak keuntungan.Ketua desa hanya menganggukan kepalanya dan menyetujui rencana orang itu.
Setelah itu,orang itu pun memberitahu rencananya kepala semua kelompok.Salah satunya kelompok mata - mata yang harus bersiap diri pada pertarungan kali ini.
Pertarungan kali ini begitu serius,sehingga membutuhkan kelompok mata - mata pada pertarungan kali ini.Demi membuat sesuatu itu muncul,membutuhkan seluruh kekuatan untuk menjalankan rencana ini.
Pada malam itu,mereka sudah bersiap - siap dengan rencana dan strategi.Kelompok mata - mata berada di belakang dan mereka sudah sangat siap pada perang kali ini,monster - monster itu sampai dan terkejut melihat kelompok mata - mata ada di barisan kelompok lainnya.
Pada saat itu,monster itu mengira kalau mereka mengacak - mengacak pertarnian dan gudang makanan,akan membuat para kelompok kelaparan.Tetapi sayangnya tidak,mereka tetap bisa makan karena wilayah yang mereka kuasai memiliki banyak makanan,dan itu tidak terpikirkan oleh monster - monster itu.
Rencana monster - monster itu gagal,orang itu bangkit dari kesedihannya dan memulai rencana baru.Sekarang ia ingin memancing sesuatu itu untuk keluar.Sesuatu yang di maksud oleh orang itu begitu samar - samar,orang itu tidak memberitahu langsung apa yang di maksud sesuatu itu.
Orang itu melihat kedua belah pihak tidak saling menyerang,mau tidak mau para kelompok yang memulai peperangan.Pada malam hari yang dingin dan di tambah hembusan angin,bulan begitu indah di atas sana tidak seperti di bawahnya.Peperangan pun di mulai.
Kelompok satu maju duluan dan di susul oleh kelompok prajurit,mereka pun bertempur duluan dan di ikuti oleh panah kelompok dua.Kelompok dua melihat monster kecil yang berlari sangat kencang mendekati mereka,tetapi dengan panah yang melesat membuat monster kecil itu tidak bisa mendekati mereka.
Pada saat itu,kelompok mata - mata langsung menyerbu mereka.Kelompok mata - mata menyerang mereka dengan sangat cepat,sekali berlari,satu,dua,tiga dan empat monster terbunuh seketika.Mereka menyerang titik tengah dan itu membuka jalan bagi kelompok satu untuk menyerang lebih leluasa.
Kelompok mata - mata mengobrak - abrik monster - monster itu,monster - monster itu panik karena kekuatan musuh begitu besar sampai tidak bisa menyeimbanginya.Monster - monster itu mencoba untuk kabur,tetapi dari berbagai arah sudah ada beberapa kelompok satu yang mengepung mereka.
Strategi mengepung ini di rencanakan oleh orang itu,ia tidak ingin mereka kabur begitu cepat.Orang itu melihat monster - monster itu terkepung dan menjadi santapan bagi kelompok mata - mata,kelompok mata - mata begitu liar membunuh monster - monster itu.
Ketika mereka sudah menghabisi setengah pasukan monster itu,orang itu memberi tanda untuk melepaskan mereka dan membiarkan monster - monster itu kabur.Peperangan kali ini,mereka menang telak,monster itu pastinya benar - benar malu dan sesuatu itu pasti akan keluar.
Anggota kelompok senang karena peperangan kali ini monster itu kalah telak,kepala orang itu berisi tentang rencana dan strategi yang akan di gunakan.Orang itu sudah menunggu hari ini,kali ini penentuan kemenangan sesungguhnya,kedua belah pihak dengan sekuat tenaga ingin menggapai kemenangan kali ini.
Inilah saatnya,waktu yang sudah di tunggu - tunggu.
Pada malam berikutnya,orang itu berada di atas bukit bersama kelompok dua dan ketua desa.Ketua desa bingung kenapa dia berada di atas bukit? Sedangkan ia harus berperang bersama dengan kelompoknya.Orang itu melihat ketua desa dan berkata, "Kamu sudah sangat penasaran dengan 'sesuatu' yang aku sebutkan."
"Lihatlah sebentar lagi,sesuatu itu akan muncul." Kata oranf itu dan melihat ke depan.
Ketua desa mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan orang itu,ketua desa lalu melihat ke arah depan.Mereka berdua melihat ke depan dan muncullah pasukan monster,ketua desa terkejut karena pasukan monster kali ini begitu banyak.
Pada pertarungan sebelumnya,mereka sudah membunuh setengah pasukan monster itu.Tetapi kenapa monster itu muncul begitu banyak,orang itu menunjuk ke suatu arah dan ketua desa melihat apa yang di tunjuk oleh orang itu.
Mata ketua desa melebar dan ia tidak percaya,ada monster yang keluar dari hutan.Monster itu sangat besar,monster itu lebih besar dari monster lainnya,tinggi monster itu setara dengan pohon di hutan itu.Badannya yang besar membuat monster itu menjadi mengerikan.
Orang itu lalu berkata, "Itulah yang ku maksud 'sesuatu' "
"Yang besar itu,memimpin para monster.Otak di balik semua ini adalah monster yang besar itu." Kata orang itu.
"Monster itu bukan hanya besar dan mengerikan,ia mempunyai kekuatan aneh yang membuatnya susah di tangani." Lanjut orang itu.
Ketua desa ketakutan ketika melihat monster itu,bukan hanya ketua desa,kelompok lainnya ketakutan kecuali kelompok mata - mata.Orang itu lalu berbicara, "Kau berada di sini untuk mengontrol jalannya pasukan,kau akan menggantikan aku."
"Apa maksud mu?" Kata ketua desa dengan wajah kebingungan.
"Aku akan ikut dalam peperangan kali ini,perang kali ini adalah menentukan siapa yang menang dan kalah.Aku akan mendapatkan kemenangan itu demi desa kita." Kata orang itu dan melihat ketua desa dengan serius.
Orang itu pun melompat dari bukit dan bergabung dengan kelompok lainnya,ia mengeluarkan pedangnya dan berteriak, "Serang!!!!!"