
Iniko melihat monster bersama dengan para ghost hunter lain, mereka yang ketakutan langsung lari. Sedangkan mereka yang berani dan ingin melawan monster itu tetap di sini.
Iniko saat melihat monster itu menjadi takut karena ia takut akan ada korban yang berjatuhan, Iniko tidak ingin hal itu terjadi dan berharap ada yang bisa mengalahkan monster itu.
Sepertinya harapan Iniko terwujud, karena seluruh anggota AOD menyerang monster itu. Anggota AOD di akui karena kekuatan mereka yang besar dan satu - satunya grub paling kuat di antara yang lain.
Prestasinya tidak di ragukan, bahkan di katakan kalau seluruh anggota AOD akan di promosikan pangkat tinggi saat masuk ke dalam perusahaan GHC. Iniko bisa bernafas lega karena ia tidak perlu khawatir, grub AOD pasti bisa mengalahkan monster itu.
Tapi sayangnya takdir mematahkan harapan Iniko, ketua AOD mati dengan mudah. Ketua AOD di makan oleh monster itu dan para ghost hunter yang melihatnya, membuat semangat mereka padam.
Mereka tidak mengira kalau monster itu lebih kuat dari yang mereka kira, setelah melihat kematian ketua AOD. Iniko ingin cepat - cepat kabur dari tempat itu, tapi Iniko mengingat kalau ada senior dan penjaga yang akan mengalahkan monster itu.
Tapi sayangnya para senior tidak datang karena di hadang oleh Ravel, Iniko menunggu dan menunggu, tidak ada yang datang. Iniko kebingungan dan bertanya - tanya, kenapa para senior tidak datang?
Iniko memikirkan itu tapi tiba - tiba tubuhnya bergerak sendiri dan suara bisikan terdengar di telinga Iniko. Suara itu berkata, "Kalahkan dia."
Iniko tidak bisa mengendalikan tubuhnya, tubuhnya bergerak sendiri mendekati monster itu dan menyerangnya. Alhasil ketika tubuhnya bisa di gerakkan, Iniko di incar oleh monster itu.
Tidak ada pilihan lain, mau tidak mau Iniko harus mengalahkan monster itu. Pertarungan tidak dapat di hentikan, Ravel terlihat dari kejauhan melihat Iniko bertarung dengan monster itu.
Iniko bertarung dengan sekuat tenaga, sayangnya monster itu lebih kuat darinya. Kekuatannya tidak masuk akal dan Iniko tidak bisa mendekati monster itu, tentakelnya juga menghalangi Iniko mendekati monster itu.
Monster itu tampaknya tertidur, melihat dari matanya tertutup. Iniko berfikir kalau monster itu sedang tertidur, Iniko harus membangunkan monster itu agar ia bisa mendekati monster itu.
Iniko mengalirkan kekuatannya pada ghost sword dan ia melemparnya, lemparan Iniko menusuk mata monster itu. Alhasil monster itu terbangun dan matanya terbuka lebar, ghost sword yang menancap di mata monster itu ia ambil dengan tentakel.
Monster kemudian berteriak dan tiba - tiba kabut mengelilingi, Iniko berteriak pada semua ghost hunter, "Semuanya pergi dari sini!!!!"
Semua ghost hunter yang ketakutan melihat monster itu terbangun langsung pergi dari situ, tapi tidak dengan Iniko. Ia bertarung dengan monster itu di dalam kabut, Ravel tentunya makin tersenyum melihat Iniko bertarung dengan monster itu di dalam kabut.
Ravel kemudian masuk ke dalam pos jaga dan tertawa, salah satu senior berkata, "Hey, ayo kita selamatkan semua ghost hunter itu dan mengalahkan monster itu."
"Tidak perlu lakukan itu, karena semua ghost hunter sudah sampai di sini. Kecuali orang yang paling kuat di antara mereka yang berada di kabut itu." Kata Ravel.
"Tap-"
"Jangan khawatir, kau harus lebih percaya pada junior." Kata Ravel.
Iniko berada di dalam kabut dan ia menghindari tentakel yang terus - terusan menyerangnya, tentakel itu lebih cepat dari sebelumnya. Jika Iniko berkedip saja, ia akan di tusuk oleh monster itu, ia harus berhati - hati dari setiap gerakan tentakel.
Monster itu juga ikut menyerang Iniko, dengan kakinya monster itu berusaha menginjak - injak Iniko. Iniko benar - benar tertekan karena tentakel dan monster yang menyerangnya secara bersamaan, tapi tiba - tiba tentakel itu berhenti dan begitu juga dengan monster itu.
Monster itu tiba - tiba berbicara, "Hey, apa kau tidak bosan seperti ini terus?"
Iniko terkejut dan berkata padanya, "Tolong hentikan ini!! Kau akan membunuh banyak orang. Apa kau tidak mempunyai hati?"
Monster itu tertawa terbahak - bahak, "Lucu sekali mendengar perkataanmu, tujuanku untuk memusnahkan dunia ini. Dunia ini sudah rusak, tidak bisa di perbaiki. Manusia adalah makhluk yang bodoh, mereka di beri otak tetapi tidak menggunakannya dengan baik."
Iniko tidak bisa membantah perkataan monster itu, Iniko terdiam dan monster itu tertawa kecil. Monster itu berkata, "Aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati kecil mu, bukankah kau selalu sendiri? Bukannya kau tidak mempunyai teman? Kau bahkan selalu berada di dalam kegelapan."
Monster itu tertawa saat ia selesai berbicara, ia berbicara lagi, "Bagaimana kalau kita bekerja sama, aku tertarik denganmu. Bukankah kau sudah muak dengan dunia ini? Kau selalu merasa sakit, bagaimana kalau kita menghancurkan dunia ini dan membuat dunia yang baru?"
Iniko dengan nada kesal berkata, "Diam, kau tidak berhak berkata seperti itu. Kau hanya terlalu dalam memasukinya, kau bahkan tidak bisa kembali lagi. Aku, aku."
Tiba - tiba saja angin mengelilingi Iniko, Iniko mengambil ranting yang berada di bawahnya dan ranting itu di kelilingi oleh angin. Monster itu tertawa melihat Iniko dan ia berkata, "Kekuatan yang luar biasa, kau benar - benar menarik."
"Ayo keluarkan seluruh kekuatanmu!!" Kata monster itu dan menyerang Iniko dengan tentakelnya.
Tentakelnya sangat cepat, ia mulai menyerang Iniko. Tapi Iniko tiba - tiba menghilang dan memotong semua tentakel monster itu dengan ranting. Angin tiba - tiba datang yang membuat monster itu makin bergairah saat bertarung, regenerasi monster itu sangat cepat sehingga tentakelnya yang di potong Iniko menjadi sembuh.
Iniko dengan gerakan memutar langsung membuat angin tornado dan ia membuat monster yang menyerangnya terkena tornado itu. Monster itu kesakitan saat tornado mendekatinya, tapi tiba - tiba dengan tangan monster itu, ia dapat membuat tornado berhenti.
Ketika tornado berhenti, monster itu tidak melihat Iniko. Monster itu berkata, "Dimana dia?!"
Tiba - tiba Iniko berada di wajah monster itu dan dengan rantingnya, ia membela bibir monster dan memasuki mulutnya.
Iniko tersadar di suatu tempat yang sangat gelap, ia tidak bisa melihat sekitar. Tetapi ia melihat seseorang yang berada di depannya, ya orang itu adalah orang yang tadi ia temui di dunia Kedua.
Orang itu berkata pada Iniko, "Apa kau puas?"
"Apa kau puas membuat semua perjuanganku selama ini terbuang sia - sia?!" Kata orang itu dengan nada keras.
Iniko mengerti dan mendekati orang itu, Iniko memeluk orang itu dan berkata dengan pelan, "Aku tahu kau terlalu lelah, kamu tidak ingin melihat kenyataan bukan?"
Orang itu tiba - tiba mendorong Iniko, orang itu tertawa dan berkata, "Bukankah kau lebih menyedihkan? Kau sendiri tidak mempunyai teman, semua teman mu menjauhi mu dan kau selalu bersedih. Sendirian menyakitkan bukan? Hahahaha!!"
Iniko menampar wajah orang itu dan berbicara, "Bicara mu sudah terlewat batas, lupakan tentang masa lalu!! Kau terjebak dalam masa lalu, tidak peduli masa lalumu seburuk apa pun, tapi kau masih punya masa depan. Masa depan tidak sama dengan masa lalu, jangan terjebak di masa lalu. Itu hanya menyiksa dirimu saja, hey apa kau mendengarkan aku bodoh?!!"
Perkataan Iniko membuat orang itu terdiam, Iniko mendekati wajah orang itu dan berkata, "Hentikan semua yang kau lakukan!"
Orang itu mengeluarkan air mata dan ia menangis, Iniko mengelus pundak orang itu dan berkata, "Kau terlalu jauh, saatnya berhenti dan jangan melihat ke belakang. Lihatlah ke depan, di depan masih lebih baik dari pada di belakang."
Setelah tenang, orang itu berkata sambil tersenyum, "Terima kasih, kau sudah memberitahuku. Aku tau apa yang harus aku lakukan."
Iniko tersenyum dan berkata, "Syukurlah."
Tubuh orang itu tiba - tiba bercahaya dan menghilang secara perlahan, orang itu memeluk Iniko dan berkata terima kasih sekali lagi. Tapi sebelum menghilang sepenuhnya, kata - kata terakhir yang Iniko dengar adalah, "Berhati - hatilah, mereka akan segera datang."
Kata - kata itu membuat Iniko terkejut, Iniko berkata, "Apa maksudmu?!"
Saat berkata seperti itu, orang itu menghilang dan Iniko terbangun di sebelah monster yang sudah mati. Para senior bergerak cepat menyelamatkan Iniko dan membawanya ke tenda.
Iniko di obati, pada saat selesai di obati. Ravel datang ke tenda Iniko, Iniko terkejut dan tiba - tiba saja Ravel memeluk Iniko dengan keras. Tentunya pelukan Ravel membuat Iniko kesakitan karena lukanya belum sembuh, Iniko berkata, "Sakit Ravel!! Lepaskan!!"
"Oh ma- maaf." Kata Ravel dan melepaskan pelukannya.
"Hahaha!! Sudah kuduga kau bisa mengalahkan monster itu Iniko, kau memang hebat." Kata Ravel sambil tertawa.
Ravel pun menceritakan semua yang terjadi kepada Iniko. Iniko terkejut dan tampak marah, "Jadi kamu yang membuat para senior tidak datang?!!"
"Iya." Kata Ravel dengan wajah tidak berdosa.
"Ravel!! Kau sudah dewasa tapi kau seperti anak kecil." Kata Iniko dengan nada kesal.
"Ah maaf, sepertinya ada sesuatu yang harus aku kerjakan." Kata Ravel dan meninggalkan Iniko.
Iniko berteriak, "Ravel!!!!!"