
Cinta tanpa di sadari sudah muncul dari pertingkaian yang ada.Karena hal itu,muncullah cinta,cinta datang entah kapan dan di mana.Tetapi adanya cinta membuktikan kalau manusia masih mempunyai perasaan.
Cinta adalah sebuah perasaan yang bersifat universal,yang artinya dengan kita mencintai seseorang.Berarti kita peduli kepada seseorang yang kita cintai,cinta itu adalah suatu ikatan yang mempererat hubungan.
Meski ada kalanya cinta adalah senjata yang ampuh untuk menjatuhkan lawan.
Orang itu bertingkai dengan wanita,tetapi dengan adanya pertingkaian itu,membuat cinta muncul.Ketua desa membantu orang itu dengan melatihnya berbicara,bertingkah laku saat di depan wanita.
Ketua desa sangat peduli dengan temannya itu,ia ingin dia memiliki sesuatu yang sangat berharga.Ia ingin temannya itu bahagia,ketua desa ingin melihat mereka mesra dan mencintai satu sama lain.
Di suatu hari ketika mental orang itu siap,ia berjalan bersama ketua desa menuju sumur tempat yang biasa orang - orang mengambil air di sana.Ketika mereka sampai,orang itu melihat Lias yang sedang merapihkan pakaian yang ia cuci di sumur itu.
Wajahnya yang basah membuat ia semakin cantik dari biasanya,orang itu terpukau dengan kecantikannya.Melihat seseorang yang di cintanya berada di depan,orang itu merasa gugub dan merasa malu untuk menemuinya.
Ketua desa mendorong orang itu dan berkata dengan pelan, "Ayolah,apa kau takut?"
Mendengar perkataan ketua desa,membuat orang itu lebih berani dan melangkah ke depan.Orang itu mendekati Lias dan memanggilnya, "Lias."
Lias menengok ke arah belakang dan berkata, "Ada apa ya?"
"Be- begini,bolehkah aku membantu membawa pakaianmu?" Kata orang itu dengan nada canggung.
"Bo- boleh,silahkan." Kata Lias.
Ketua desa tersenyum melihat mereka,orang itu kemudian membawa pakaian Lias dan di dalam perjalanan mereka mengobrol bersama.Kedekatan mereka mulai dari situ.
Mereka mulai berjalan bersama,dan mereka berani menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi.Mereka seakan seperti sahabat,tetapi orang itu lebih suka menyebutnya pacar.Meskipun orang itu belum mengungkapkan rasa cintanya,tetapi ia ingin memberitahu perasaannya pada waktu yang tepat.
Pada saat perang terjadi,orang itu dan kelompok tiga maju ke depan,orang itu memegang erat pedangnya dan di dalam hatinya ia berkata, "Tunggu lah Lias,aku akan memberitahu apa yang aku pendam selama ini."
Orang itu dengan kelompok mata - mata yang berada di belakangnya,maju ke depan menuju Monster besar.Kelompok lainnya membukakan mereka jalan dan setiap halangan pasti di hadapi oleh kelompok mata - mata untuk maju ke depan.
Orang itu maju dan sampai di depan Monster yang besar itu,Monster yang besar itu melihatnya dan menyerang dengan kakinya yang besar serta kukunya yang tajam.Orang itu bersama kelompok mata - mata menghindar dan mereka mulai menyerang Monster itu.
Ketika pedang mereka ingin menancap di tubuh Monster itu,tubuh di Monster itu di langi oleh kulit yang sangat keras dan tidak bisa melukainnya.Orang itu dan kelompok mata - mata mundur,anggota kelompok berkata, "Bagaimana ini?"
Orang itu menjawab, "Pasti ada celah,cepat temukan celah itu."
Mereka semua sekali lagi menyerang Monster itu,mereka menyerang dari berbagai arah tetapi mereka tidak menemukan celah.Mulai dari kaki dan badan,kulit Monster itu melindungi tubuhnya,kulitnya sangat keras seperti besi.
Orang itu kemudian berfikir,ia berkata, "Pasti ada celah!"
Sembari berfikir mereka menghindari serangan Monster lainnya yang melindungi Monster besar itu.Orang itu kemudian berfikir dan berfikir,dan akhirnya ia menemukan ide.Jika tubuhnya keras,bagaimana kalau menyerangnya dari dalam?
Orang itu kemudian bertanya pada salah satu anggota, "Ada yang membawa bom?"
"Ada,tetapi bukannya bom yang kita buat itu ledakannya kurang besar?" Kata salah satu anggota.
"Tidak apa - apa,berikan bom itu kepadaku" Kata orang itu.
Monster itupun terkejut dan mulai memberontak,orang itu berkata, "Tenanglah!"
Orang itu mendorong ke bawah pedangnya dan membuka mulut Monster itu dengan pedangnya.Mulut Monster itu terbuka dan orang itu menyalakan bom,setelah itu memasukannya ke dalam mulut Monster itu.
Orang itu pun menjauh dan bom itu masuk ke dalam mulut Monster itu.Bom itu kemudian meledak dan membuat Monster itu kesakitan.
Karena Monster itu kesakitan dan tubuh dalamnya terluka,itu membuat kulit yang menutupi tubuhnya.Menjadi rontok,itu membuat kelompok mata - mata mulai melakukan cara yang sama seperti orang itu.
Mereka bekerja sama untuk memasukan bom itu ke mulut Monster besar,Monster itu di keroyok dan membuat mulut Monster besar itu terbuka lebar,setelah itu di masukan banyak bom ke dalam mulutnya.
Sepertinya tindakan mereka berlebihan,tetapi hasilnya itu membuat semua kulit yang menutupi tubuh Monster itu menjadi rontok semua.Orang itu dan kelompok lainnya mulai menyerang Monster itu,Monster itu panik dan ia mulai membelah dirinya menjadi Monster kecil yang sangat banyak.
Orang itu terkejut karena ia tidak pernah tahu kalau Monster besar itu bisa berubah menjadi Monster kecil,Monster kecil itu pun tiba - tiba maju ke depan.
Orang itu tahu apa yang akan di lakukan Monster kecil itu,ia mengejar tetapi orang itu terlambat.Ketua desa di culik oleh Monster kecil itu dan di bawa kabur dari peperangan itu.
Melihat Monster kecil yang mundur,Monster lainnya juga ikut mundur.Orang itu kesal dan memukul tanah sembari berkata, "Sial!!!"
Orang itu tahu dari awal tetapi ia tidak lebih cepat dari Monster itu,orang itu dan kelompok lainnya hanya duduk terdiam di suatu pepohonan sembari mencoba menghibur orang itu.
Mereka semua terpukul karena ketua desa adalah seseorang yang mereka hormati dan mereka sayangi sebagai pemimpin mereka.Orang itu termenung dan terdiam,orang itu menganggap ketua desa sebagai keluarganya,tetapi sekarang ia di culik.
Monster besar itu tahu kalau orang itu adalah pemimpin kelompok - kelompok,dan ketua desa adalah orang yang paling dekat dengannya.Monster itu sengaja menculik ketua desa agar orang itu dan kelompoknya tidak berani macam - macam kepadanya.
Orang itu hanya terdiam dan mengingat kembali kenangan - kenangan bersama ketua desa,ia merasa ada sesuatu yang membuat hatinya sesak.
Orang itu berdiri dan kelompok lain melihatnya,ia berkata pada semua kelompok, "Aku akan menyelamatkan ketua desa."
Salah satu kelompok berkata, "Itu berbahaya tuan,lebih baik kita menunggu waktu yang tepat."
"Maaf,tapi aku tidak ingin kalian terlibat.Aku akan pergi sendiri." Kata orang itu dan berjalan meninggalkan mereka.
Meski salah satu dari mereka ingin menghentikan orang itu,tetapi mereka tidak berani dan tau apa yang di rasakan orang itu.Orang itu begitu dekat dengan ketua desa,sehingga mereka tidak berani menghalanginya.
Salah satu anggota berkata, "Tidak perlu terlalu cemas,dia adalah pelatih kita.Dia lebih kuat dari kita,aku rasa dia tahu apa yang dia lakukan."
"Aku rasa kau benar." Kata anggota lainnya.
Orang itu dengan kemarahan dan kesedihan yang bercampur aduk,ia berjalan menuju jurang tempat sarang Monster - monster itu.Ia berjalan dengan pedang yang di bawanya,perasaan takut seperti menyelimutinya.
Ia berjalan dan sampai di jurang itu,ia melihat ke bawah,sama seperti biasa masih gelap yang membuat siapa saja yang melihatnya menjadi merinding.Orang itu melompat ke jurang,ketika ia sampai di bawah jurang dengan selamat.
Ia tidak bisa melihat apa - apa,tetapi ia merasakan kalau di sekelilingnya terdapat banyak Monster yang siap memangsanya.
"Sepertinya,sudah saatnya aku tidak berpura - pura lagi." Kata orang itu sambil tersenyum.