GHOST IS REAL 2

GHOST IS REAL 2
MISTERI DI MULAI



Kemarin, Iniko menuju perusahaan GHC karena ia sudah di terima di perusahaannya. Iniko di ajak berkeliling oleh Ravel dan bertemu orang baru, yaitu Merry dan Jack.


Iniko senang bisa di sambut dengan hangat di perusahaan itu, Iniko juga memilih misi pertamanya di kantor Jack. Jantung Iniko berdebar kencang karena ia akan menjalankan misi pertamanya.


Ravel mengingatkan Iniko agar tenang dalam kondisi apa pun dan jika membutuhkan apa - apa, Ravel siap membantu Iniko. Iniko tentu sangat berterima kasih kepada Ravel dan saat ingin pulang ke rumah, Ravel mengantar Iniko.


Saat sampai di rumah, Iniko mengajak Ravel untuk menginap karena hari semakin gelap. Tapi Ravel menolaknya karena ada urusan yang harus ia jalani, setelah mengantarkan Iniko sampai di rumahnya, Ravel pun pergi.


Iniko pada malam itu ia langsung mandi dan membersihkan tubuhnya, sebelum tidur ia melihat tv terlebih dahulu sambil merenggangkan tubuhnya. Ia sangat senang hari ini karena di terima di perusahaan GHC dan juga mendapat kan misi pertamanya.


Tapi Iniko menahan rasa senangnya itu dan memikirkan misi yang akan ia jalankan esok hari, sebelum memulai misinya. Iniko harus terlebih dahulu menyiapkan rencana dan berfikir kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


Karena sudah lelah, Iniko menuju ke kamar mandi lalu menyikat gigi. Setelah itu menuju kamarnya dan mematikan lampu, Iniko berbaring dan menarik selimut nya. Di malam yang tenang itu, Iniko tertidur lelap.


Di pagi hari, sinar matahari masuk ke kamar dan membangunkan Iniko. Iniko terbangun dan mengusab matanya dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, setelah mencuci muka Iniko ingat kalau sekarang ia harus menyiapkan rencana untuk misi pertamanya.


Tapi sebelum itu, Iniko menyiapkan sarapan dan memakan sarapan itu sambil memikirkan rencananya. Setelah selesai, Iniko mulai berfikir serius apa yang harus ia lakukan dan apa yang harus di lakukan saat keadaan terdesak.


Iniko berfikir cukup lama dan ia rasa, ia harus menuju stasiun itu agar bisa melihat keadaan stasiun itu secara langsung. Iniko mengambil tasnya dan di dalam tas itu sudah ada beberapa peralatan, termasuk peralatan hantu.


Iniko melihat lokasi stasiun itu di aplikasi dan tempatnya cukup jauh, Iniko pun langsungbmencari taksi. Setelah dapat Iniko menuju stasiun itu, di dalam perjalanan Iniko iseng mencari mencari informasi tentang stasiun itu.


Iniko membaca - baca informasi tentang stasiun itu dan Iniko mulai paham, stasiun itu sudah cukup lama. Tapi di renovasi untuk umum dan ada kejadian yang buruk di masa lalu, Iniko akhirnya tau apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah membaca beberapa situs - situs di internet, tiba - tiba Merry memberi Iniko informasi tentang stasiun dan kereta hantu itu. Informasi yang di berikan Merry jauh lebih lengkap dari situs yang tadi ia baca.


Iniko mengucap terima kasih kepada Merry, Merry hanya berkata, "Hati - hati."


Iniko tersenyum dan memulai membaca informasi - informasi yang di berikan Merry, Iniko membacanya dengan fokus dan tidak terasa ia sudah sampai di stasiun itu. Iniko turun dan memberikan uang kepada supir taksi lalu memasuki stasiun itu.


Di dalam stasiun, semua tampak normal. Tidak ada yang aneh, Iniko mulai mengelilingi stasiun itu, mulai dari toilet, tempat makanan dan lain - lain. Iniko mulai menghafal - hafal sudut - sudut dan tempat - tempat di stasiun itu. Stasiun itu tidak begitu besar dan tempatnya mudah untuk di hafal.


Stasiun itu di buka dari jam 5 dan tutup di jam 12 malam, stasiun itu tidak bekerja 24 jam karena di daerah itu jarang sekali orang - orang yang memakai kereta pada jam 12 malam. Dan karena rumor yang menyeramkan dari stasiun itu, banyak orang yang tidak berani menaiki kereta pada jam 12 malam.


Para karyawan pun tidak berani bekerja pada malam hari, mereka bahkan pulang lebih awal. Keamanan di stasiun itu terbilang cukup rendah. Karena tidak adanya cctv di stasiun itu, mungkin karena rumor di stasiun itu. Para pencuri pun tidak berani mencuri di tempat itu, kalau pun mereka mau mencuri di pagi hari, sudah banyak orang yang menunggu kereta datang.


Setelah melihat dan menghafal tempat yang ada, Iniko pulang ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, Iniko mendapatkan ide dan itu akan berguna untuk pengembangan rencana nya. Iniko merasa misi ini akan mudah, karena informasi yang di berikan Merry sangat lengkap dan Iniko sudah menyiapkan rencana yang matang.


Iniko sudah berada di dalam taksi dan melihat kaca mobil yang di penuhi air hujan, suasana hujan membuat suasana menjadi tegang dan hawa dingin mulai terasa. Iniko berharap semua akan baik - baik saja.


Saat sampai, hujan berhenti dan Iniko keluar dari taksi. Iniko melihat stasiun itu sudah sepi bahkan ada beberapa tempat yang di matikan lampunya, sebelum ke sana. Tiba - tiba supir taksi berbicara, "Hey nak, kamu mau ke stasiun itu?"


"Ah, i- iya pak." Kata Iniko.


"Lebih baik kalau ingin pergi ke manapun, jangan menggunakan kereta di stasiun itu. Aku akan mencari kendaraan lain untukmu." Kata supir taksi itu.


"Tidak apa pak, saya tidak bisa menunggu lagi. Saya lagi buru - buru." Kata Iniko.


"Baiklah kalau begitu, hati - hati ya." Kata supir taksi itu dengan wajah aneh.


Supir taksi itu pergi dan Iniko masuk ke dalam stasiun itu, Iniko masuk ke dalamnya dan tidak ada seorang pun yang ada di stasiun itu. Sepertinya pekerja stasiun di sini sudah pulang, Iniko melihat jam di hpnya dan 10 menit lagi kereta itu akan datang.


Jam 12:50, Iniko sedang duduk di salah satu kursi yang di atasnya masih ada lampu yang menyala. Suasana sepi dan sunyi membuat Iniko merasa lebih tenang.


Iniko menunggu kereta itu sambil melihat jam di hpnya, setelah menunggu 9 menit. Iniko berdiri dan mulai bersiap menunggu kereta tiba. Iniko melihat jamnya lagi dan ia menghitung mundur 10,9,8,7,6.


Ketika Iniko menghitung sampai angka 6, suara kereta terdengar dan ia terus menghitungnya, 5,4,3,2,1.


Jam 0:00, kereta berhenti di stasiun dan kabut tiba - tiba muncul di sekitar stasiun, Iniko melihat sekeliling kereta itu. Tidak di sangka kereta yang Iniko lihat bukanlah kereta modern, tetapi kereta uap.


Suara uap dari kereta itu terdengar sangat unik bagi Iniko. Iniko menyentuh gerbong kereta itu dan berkata, "Kayu."


Benar, gerbong kereta itu terbuat dari kayu. Iniko masuk ke dalamnya dan di dalam gerbong kereta uap itu, tidak ada lampu sama sekali. Sangat gelap dan sedikit sekali yang bisa di lihat, Iniko duduk di kursi dan Iniko merasakan sesuatu yang sangat berbeda saat ia menduduki kursi gerbong kereta ini.


Iniko berkata, "Jadi inilah masa lalu."


Ketika Iniko masuk, kereta itu berjalan dan kereta itu keluar dari stasiun. Di dalam gerbong itu, cahaya bulan masuk dan Iniko bisa melihat sekelilingnya. Iniko senang karena baru pertama kali ia menaiki kereta uap. Iniko merasa seperti hidup di jaman dulu.


Iniko memejamkan matanya dan menarik nafas dan membuangnya, Iniko terlihat tenang. Suasana sepi dan suara dari uap kereta membuat Iniko merasakan semuanya.


Iniko membuka matanya.


"Kakak, kenapa kamu berada di sini?"