
Semakin dekat menuju hari pernikahan, hati Anyelir semakin gelisah tak menentu. Entah apa yang membuatnya gelisah ia sendiri tidak dapat menemukan jawabannya. Kalau kata Vio, semua itu wajar dialami oleh calon pengantin.
Jangankan hati yang gelisah, berbagai masalah baik itu yang bersifat kecil sampai bersifat besar biasanya menghampiri pasangan calon pengantin hingga mengakibatkan perselisihan, perdebatan bahkan sampai pertengkaran.
Maka dari itu, di Indonesian terkenal dengan tradisi pingitan. Pingitan itu sendiri adalah salah satu tradisi dalam proses pernikahan adat Jawa, di mana calon pengantin perempuan dilarang ke luar rumah atau bertemu calon pengantin laki-laki selama waktu yang ditentukan. Biasanya, keduanya tidak boleh bertemu sampai acara pernikahan tiba.
Tujuannya untuk menghindari timbulnya perselisihan di antara kedua calon pengantin. Selain itu, juga untuk menahan rindu calon pengantin dan membawakan perasaan hangat dan bahagia yang berlebih-lebih di hari pernikahannya nanti. Pingitan juga dilakukan untuk melatih dan memperdalam rasa kepercayaan di antara kedua calon mempelai tersebut. Zaman dulu, pingitan dilakukan tanpa bertemu dan juga tanpa komunikasi, tapi seiring berjalannya waktu, masyarakat modern yang melakukan tradisi pingitan masih berkomunikasi lewat chat dan telepon.
Seperti halnya sekarang, Anyelir yang sedang di pingit dilarang untuk keluar rumah apalagi sampai bertemu dengan Ken. Sudah bisa dibayangkan bagaimana Ken yang setiap hari uring-uringan karena rasa rindunya pada calon istrinya itu. Padahal Carol sudah memberi keringanan waktu. Anyelir hanya dipingit. selama satu minggu. Kalau dulu pada saat mami dan papinya akan menikah, Carol mengatakan ia dipingit selama dua bulan, apalagi dulu alat komunikasi belum secanggih sekarang.
"Cuma satu minggu Ken, lagi pula Mami masih beri kelonggaran pada kalian untuk tetap bisa komunikasi," ucap Carol pada anaknya yang bermuka sendu.
"Bisa komunikasi memang, tapi kalau cuma bisa denger suaranya saja itu ada yang kurang Mi."
"Percaya deh sama Mami. Kalau kalian sering-sering melakukan video call yang ada nanti udah enggak greget lagi saat ketemu."
Mereka memang masih bisa saling komunikasi baik lewat chat maupun telepon, namun mereka dilarang untuk melakukan video call. Maka dari itu Carol menyita ponsel milik Ken dan juga Anyelir. Sebagai gantinya Carol memberikan mereka ponsel yang hanya bisa melakukan chat dan telepon.
Ken juga di larang untuk pergi ke kantor. Apabila ada sesuatu yang urgent, Dafa diminta untuk datang langsung menemui Ken, itu pun ponsel Dafa disita terlebih dulu oleh Carol untuk mengantisipasi Ken akan meminjamnya untuk melakukan video call dengan Vio supaya bisa melihat Anyelir.
"Harusnya hanya calon mempelai wanita yang dipingit, kenapa sekarang Ken juga ikut-ikutan dipingit juga," kesal Ken pada maminya.
"Enggak usah banyak mengeluh, lebih baik kamu gunakan waktu satu minggu ini untuk banyak-banyak berolahraga supaya enggak loyo pas nanti malam pertama."
Mendengar perkataan maminya Ken langsung menegakkan badannya yang tadinya tiduran di atas sofa. Menurutnya ada benarnya juga ucapan maminya. Dari pada mengeluh yang sudah pasti tidak akan mendapatkan solusi lebih baik ia mempersiapkan untuk hari pernikahannya nanti khususnya persiapan untuk malam hari setelah acara resepsi.
"Kenapa senyum-senyum gitu? Bisa diterima 'kan omongan Mami?"
"Mami memang yang terbaik." Ken langsung memeluk maminya dan memberikan kecupan di pipi wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu. "Terima kasih Mi," ucapnya lalu Ken segera melesat ke lantai dua rumahnya. Sepertinya ia akan segera melakukan apa yang maminya bilang tadi, terbukti ia langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian untuk berolahraga. Ia kini berdiri di depan samsak yang ia letakan di area belakang. Ia siap untuk membakar kalori dan mengeluarkan keringatnya demi satu tujuan.
Selama satu minggu setiap pagi dan sore hari Ken rutin berolahraga. Baik itu berlari, berenang, bergelut dengan samsak dan melatih ototnya dengan melakukan kegiatan seperti bersepeda, push up, sit up, angkat barbel, dan juga naik turun tangga yang membuat Carol kesal dan harus memarahinya layaknya seorang ibu memarahi anaknya yang masih kecil.
***
Kalau Ken memilih berolahraga dan melatih otot untuk persiapan hari pernikahannya, begitu juga dengan Anyelir yang juga mengisi waktu selama ia dipingit dengan cara melakukan yoga, berenang dan juga melakukan serentetan kegiatan yang dilakukan dirumahnya dengan hair mask dan spa, luluran serta meminum jamu.
Menurutnya, melakukan yoga selain untuk membuatnya rileks dan menghilangkan stres, yoga juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuhnya. Untuk spa dan hair mask ia sengaja memanggil orang untuk melakukan perawatan itu di rumahnya.
"Minum jamu dan memakai lulur itu penting untuk wanita terutama menjelang hari pernikahannya," kata Enyak yang sedang sibuk membuat ramuan jamu khusus untuk Anyelir minum.
"Kalau udah nikah kagak perlu dong Nyak?" tanya Vio yang mengikuti Anyelir memakai lulur . Katanya supaya Dafa makin sayang kalau dia terlihat makin kinclong dan wangi.
"Ya tetep perlu sekali-kali biar laki kita makin demen ke kita jadi kagak perlu jajan di luar."
"Wah, kalo jajan di luar itu si, lakinya aja yang serakah. Udah tau punya bini masih aja pengen nyicipin yang di luar," jawab Vio.
Anyelir hanya menyimak obrolan ibu dan anak itu sambil terus mengoleskan lulur pada kulit putihnya. Enyak membawa dua buah gelas. Satu gelas berisi cairan berwarna hitam pekat, sedangkan satu gelas lainnya berisi cairan berwarna kuning kecoklatan.
"Nih buruan abisin mumpung masih anget," ucap Enyak menyodorkan dua gelas itu pada Anyelir.
"Mampus lu Nye!" Vio tertawa melihat wajah muram sahabatnya saat menerima gelas dari Enyak.
Menurut Anyelir, jamu yang Enyak buatkan untuknya sangatlah pahit dan berbau langu. Kalian tau apa itu langu? intinya baunya itu tidak sedap. Anyelir sampai ingin muntah saat pertama kali meminumnya. Dan sekarang sudah hari yang ke empat ia meminum jamu buatan Enyak.
Kalau kata Enyak, jamu itu khusus ia buat untuk calon pengantin supaya tubuhnya tidak mudah lelah, mengharumkan tubuh, mengkesatkan bagian inti dari wanita serta yang terpenting yaitu untuk penyubur kandungan.
"Kagak usah ngetawain lu! Ntar kalau lu nikah Enyak bakal buatin yang harus lu minum rutin sebulan," ucap Enyak pada sang anak yang sedang mentertawakan sahabatnya itu
"Hahahaha." Kini giliran Anyelir yang mentertawakan Vio.
"Girang amat lu Nye, denger gue sengsara," ucapnya sambil mencomot pisang goreng yang baru saja Enyak buat.
TBC
Segini dulu ya ☺️🙏🙏🙏
Part selanjutnya hari pernikahan Anye dan Ken
Terima kasih untuk yang selalu setia baca novel ini
Mohon maaf atas segala kekurangan 🙏 🥰