
Matahari sudah tenggelam sejak 2 jam yang lalu, langit terlihat sangat terang. Bulan bersinar terang ditemani bintang-bintang. Elena sudah siap sedari tadi. Dia menunggu Ayah, Ibu dan Adiknya di teras rumah, dan setelah beberapa menit keluarga keluar sambil mengenakan baju dengan warna senada. Ibu nya terlihat cantik dengan Dress berwarna Putih dengan sedikit ornamen biru, begitu pula Eleanor dan Ayah nya.
"Putri Ibu terlihat cantik mengenakan dress ini." Ibu nya menatap ke arahnya sambil tersenyum,
"Ibu bagaimana dengan putri mu yang ini?" Tanya Eleanor
"Anak Ayah dan Ibu sama sama terlihat sangat cantik," Kali ini Ayah nya yang menjawab pertanyaan Eleanor.
"Nyonya Nacht juga terlihat cantik," Lanjut Ayah untuk menggoda Ibu
Semua nya tertawa dengan perkataan Ayah.
"Baik lah Tuan Putri Ayah silahkan masuk ke dalam mobil."
Ibu, Elena dan Eleanor menunduk sopan kepada Ayah mereka sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.
Kali ini Ayahnya tidak ingin mengajak sopir, Ayahnya ingin bercerita dan bercanda dengan keluarga kecil nya. Suasana di dalam mobil terasa tidak pernah sepi,
Setelah perjalanan sedikit lama, akhirnya Elena dan keluarga nya tiba di rumah besar bergaya Eropa dengan luas dua kali lebih besar dari rumah Elena. Di tengah halaman nya terdapat air mancur yang di kelilingi tumbuhan yang terawat.
Elena segera menarik nafas nya dan menghembuskan nya sebelum turun dari mobil, Dia sama sekali tidak ingin bertemu dengan Harry dan keluarga nya. Meskipun keluarga Harry sangat baik kepadanya, entah kenapa Elena tidak seneng bertemu dengan mereka. Padahal saat mereka kecil dulu Elena sering sekali ke rumah Harry dan bermain bersama, tetapi semenjak mereka beranjak dewasa, entah kenapa Harry mulai berubah dan menjadi pemuda yang sombong.
"Elena ayo turun." Ajak sang Ibu.
Elena segera membuka pintu mobil dan berjalan sejajar dengan Adiknya.
"Bagaimana perasaan mu?" Tanya Eleanor
"Entah lah,"
"Bagaimana kalau rencana pernikahan kalian di percepat?"
"Aku akan terima saja, toh kita kan teman kecil jadi mungkin lebih muda jatuh cinta seiring dengan berjalannya waktu."
Eleanor hanya menatap kakak nya dengan iba, mungkin saja Dia juga akan merasakan hal yang serupa dipaksa menikah dengan laki-laki yang tidak pernah Dia cintai.
Mereka berdua segera masuk menyusul Ayah dan Ibu nya, di depan pintu sudah ada beberapa pelayan menyambut mereka untuk mempersilahkan masuk.
"Selamat datang calon anggota keluarga Boston." Ayah Harry berdiri menyambut keluarga Elena.
"Sangat baik, ayo duduk." Ajak Richard
Elena memandang Ibu Harry dengan tersenyum, begitu pula sebaliknya.
"Cantik sekali putri mu." Puji Ibu Harry.
"Terimakasih nyonya, anda juga terlihat sangat cantik,"
Tanpa sengaja Harry memandang Elena dengan cukup lama, Elena terlihat sangat cantik malam ini. Elena yang merasa di perhatikan segera menatap ke arah Harry, hal itu membuat Harry salah tingkah dan segera mengalihkan pandangan nya.
"Dia sangat cantik mengenakan gaun itu." Harry tersenyum dan berkata dalam hati.
Makan malam pun selesai, keluarga nya segera pamit untuk pulang. Elena merasa Harry kali ini sedikit lebih berbeda Dia sering sekali tersenyum dan berbicara sopan. Biasanya Dia akan bersikap acuh dan tak sopan, pun selalu tidak suka dan merasa terbebani dengan perjodohan ini.
Di dalam mobil Elena sesekali memikirkan Luciano, laki-laki itu sudah berjanji akan kembali ke Brussels hari ini, dan Dia juga berjanji akan menemui nya. Atau memang Dua sudah sampai tetapi tidak bertemu karena Elena pergi makan malam dengan keluarga Harry. Dia terus memikirkan hal itu dan membuat nya tidak fokus saat Ayah nya memanggil nya beberapa kali.
"Elena apa hang sedang kau pikirkan?" Tanya Ayah nya kesekian kali.
"Kau tidak suka dengan Harry?
"Maaf Ayah, aku terlalu fokus melihat jalanan sampai tidak mendengarkan saat Ayah memanggil." Elena segera meminta maaf dan merasa tidak enak kepada Ayahnya,
"Bagaimana dengan Harry? Kurasa Dia juga menyukai mu. Ayah lihat dari tadi pandangan nya selalu tertuju kepadamu."
"Benar kah?" Elena balik bertanya
"Iya, Dia juga tersenyum melihat mu. memang putri Ayah hari ini sangat cantik. Mungkin siapapun yang melihat mu pasti akan jatuh cinta."
Elena hanya tertawa menanggapi Ayah nya, Dia kembali melihat ke arah jendela.
Saat sedang asik menatap jalanan Elena tak sengaja melihat seseorang mengenakan topeng badut dan menari-nari. Dia tersenyum melihat ke arah orang itu.
Ibu nya yang tak sengaja melihat Elena tersenyum segera bertanya "Kau tersenyum dengan siapa Elena?"
"Tidak ibu, tadi ada Badut yang mengenakan baju lucu dan topeng menari-nari aku hampir tertawa melihatnya." Jawab Elena.
...****************...