ELENA

ELENA
13. Keluarga Nacht



Tok...tok..tok pintu kamar Elena di ketuk oleh sang Ibu, ibunya ingin menanyakan perihal apa yang Elena katakan.


"Elena, ini ibu bisa buka pintu nya sebentar?"


Elena segera membuka pintu kamar nya dan mempersilahkan Ibu nya masuk, "Ada apa bu?"


"Ibu hanya ingin bertanya, kau menyukai laki-laki lain?"


"Maksud nya?" Elena tidak paham apa yang ibunya bicarakan.


"Kata Eleanor kau sedang menyukai seseorang kan? Itu bukan Harry?" Ibu nya kembali menjelaskan pertanyaan yang tidak di mengerti Elena.


Elena mulai paham arah pembicaraan mereka, hal yang Dia takut kan terjadi. Dia mengutuk Eleanor dan dirinya sendiri bagaimana bisa mengatakan hal itu saat ada orang tua nya.


"Benar kah? Kurasa ibu salah dengar." Elena mencoba mengalihkan pembicaraan


"Tidak mungkin, Ibu dengar dengan jelas bahwa kalian membicarakan laki-laki yang kau sukai dan itu bukan Harry,"


"Kau tidak menyembunyikan sesuatu kan?"


"Tidak bu, tidak mungkin aku menyembunyikan sesuatu dari kalian." Elena mencoba bersikap tenang, meskipun kata-kata ibu nya membuat nya sedikit takut.


"Kau sangat tahu betul Elena bagaimana sifat Ayah mu, jika Dia tahu kau bisa saja di usir dari sini coba lah untuk membuka hati untuk Harry." Ibu nya mencoba memperingatkan Elena, Dia tidak mau hal buruk terjadi kepada nya di kemudian hari.


"Bagaimana aku bisa membuka hatiku, Harry saja tidak pernah mencintai ku."


"Seharusnya kau juga berusaha agar Dia mencintai mu,"


"Ini juga kan bukan kemauan kita kan Bu untuk memutuskan menikah, Harry juga sudah ada kekasih." Tanpa sengaja Elena sedikit mengeraskan suara nya.


"Elena jaga nada bicara mu, Ibu dan Ayah tidak pernah sekali pun mengajari mu untuk berbicara tidak sopan." Dengan wajah tenang Ibu nya kembali memperingatkan Elena.


Ibu nya memang tidak pernah marah kepada mereka, tetapi jika beliau sudah berbicara dengan pelan dan tersenyum membuat siapa pun yang berbicara kepadanya sedikit terintimidasi. Seperti yang di rasakan Elena saat ini, Dia hanya menundukkan kepala nya.


"Maafkan aku Ibu, aku tidak ber maksud berbicara tidak sopan."


"Ibu hanya tidak ingin berpisah dengan mu nanti, jangan kecewakan ibu dan ayah." Ucap Elizabeth, sambil mengelus kepala anak nya.


"Iya ibu maaf kan aku." Elena semakin tertunduk dan merasa bersalah.


"Ibu keluar dulu, segera turun dan jangan lupa sarapan." pesan ibunya sebelum keluar dari kamar,


"Iya ibu aku akan turun sebentar lagi."


Elena segera merapikan kamar tidur nya dan bersiap untuk turun ke bawah. Elena menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan Dia takut jika ayah nya juga akan membahas hal serupa.


"Elena, nanti Ayah dan Ibu akan ke rumah Harry membicarakan acara kalian. Ayah harap kamu bisa ikut kali ini." Dan benar saja yang dipikirkan Elena, Dia hanya bisa menghembus kan nafas pasrah.


"Iya ayah,"


"Sebelum itu, Kau bisa pergi mencari baju dengan adik mu. Ayah harap penampilan mu kali ini bisa memukau Harry."


Melihat ketidaknyamanan sang kakak, Eleanor segera mengalihkan pembicaraan Ayahnya.


"Ayah, bagaimana dengan sekolah ku? Apa aku bisa melanjutkan pendidikan ke universitas kakak?"


"Tentu saja, anak Ayah kan pintar. Ayah pasti akan memastikan kau lolos, meski Ayah tahu kau pasti bisa sendiri." Bibir nya melengkung kan senyuman.


"Ingat ya Eleanor saat kau masuk jangan membuat ku pusing nanti." Ucapan Elena sedikit mengejek, pasal nya Eleanor memang terkenal cantik di kalangan laki-laki, dan Dia juga terkenal menakutkan. Elena hanya tidak mau menjadi perantara surat Eleanor.


Mendengar perkataan Elena Ayah dan Ibunya ikut tertawa, mereka tahu betul sifat Eleanor dari kecil.


"Apa tidak ada laki-laki yang menarik perhatian mu?" tanya sang Ibu kepada Eleanor.


Eleanor belum sempat menjawab tetapi Elana sudah lebih dulu memotong ucapan Eleanor.


"Bagaimana ada yang mendekati nya Bu, Dia kan galak."


Suara tawa lagi-lagi terdengar di ruang makan, mereka menertawakan Eleanor yang tampak marah. Menurut mereka menggoda Eleanor sangat lah lucu. Keluarga mereka sangat lah bahagia, Mereka suka menceritakan hal-hal yang mereka lalui sekalipun ada yang tidak penting.


Sore ini Elena dan Eleanor pergi untuk membeli gaun yang akan dipakai nya saat bertemu keluarga Harry, Ibu nya mengatakan bahwa Dia cocok memakai baju berwarna biru. Jadi Elena berpikir bahwa Dia harus membeli gaun berwarna biru.


"Kak, maafkan aku gara-gara aku kemarin Ibu dan Ayah jadi membahas kau dan Harry."


"Sudah tidak apa, Aku akan mencoba agar Harry menyukai ku."


"Dan kau?"


"Aku juga akan berusaha agar jatuh cinta kepada nya." Jelas Elena,


"Tapi kau menyukai Luciano kan?"


"Sssttt tidak usah dibahas, Aku dan Luciano hanya berteman."


Eleanor segera menghentikan pertanyaan nya dan berfokus kepada gaun gaun yang ada dihadapan nya. Mata Elena jatuh kepada gaun yang di pegang nya, dan Dia memutuskan untuk membeli gaun berwarna biru dihiasi pernak pernik cantik diatas nya, warna nya tidak terlalu mencolok dan terlihat elegan.