ELENA

ELENA
32. Rumah sakit 2



Luciano dan Harry terlihat khawatir akan keadaan Elena. Saat ini Elena sedang diperiksa oleh Dokter.


"Dok, bagaimana keadaannya?" tanya Harry disertai wajah panik.


"Saat ini nona Elena kondisinya sudah membaik, Dia hanya butuh istirahat yang cukup. Mungkin lusa bisa pulang ke rumah."


"Syukurlah." ucap kedua laki-laki itu kompak.


Dokter hanya tersenyum dan segera berlalu meninggalkan Luciano dan Harry. Sedangkan kedua laki-laki ini terlihat saling menatap dengan tajam.


"Ini semua gara-gara kau Luciano, kalau saja kau tak kesini pasti Elena akan baik-baik saja."


"Apa salahku? Aku hanya ingin berbicara dengan Elena."


"Aku sudah mengatakannya kepadamu, kau tidak boleh bertemu dengannya lagi!"


"eungg!!" mereka dikejutkan suara Elena yang mengerang, gadus itu sudah sadar.


Keduanya menoleh kearah sumber suara.


"Sudah sadar?" tanya Luciano pelan.


Elena berusaha membuka matanya dan melihat Luciano dan Harry sedang berada di ruangan yang sama. Elena berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya.


"Kau masih sakit, berbaring saja." kali ini giliran Harry membuka suara.


Elena menggeleng, "Aku tidak apa, bisa minta tolong bantu aku?" ucapnya kepada kedua laki-laki itu.


Dengan sigap Luciano dan Harry masing-masing memegang tangan kanan dan kiri Elena serta membantunya untuk duduk.


"Kalian, apa yang kalian bicarakan?" tanya Elena dengan suara pelan.


Luciano mengisyaratkan Harry bahwa Ia tidak boleh mengatakannya kepada Elena untuk saat ini. Luciano hanya takut keadaan Elena semakin buruk jika mendengar bahwa mereka bertengkar karena dirinya.


Harry menatap Luciano dengan tatapan ingin marah, tetapi Dia juga tidak mau kalau keadaan Elena semakin buruk.


"Tidak ada." ucap Harry singkat.


"Aku mendengar kalian bertengkar, makanya aku ingin datang dan menghentikan kalian."


"Kenapa kau harus mendatangi kami disaat keadaanmu seperti ini? Ini hanya akan membuatnya semakin buruk." ucap Luciano tegas.


Elena hanya menghembuskan nafasnya pelan, Ia tahu sekali bahwa kedua laki-laki ini bertengkar karena dirinya.


"Aku ingin kalian pulang." putus Elena.


"Tidak, aku tidak mau." ucap Harry.


"Aku juga." disusul Luciano.


"Aku ingin kalian pulang sekarang." Elena mengatakan hal yang sama kedua kalinya, tetapi berbeda dengan sebelumnya kali ini suaranya terdengar tegas, seperti mereka berdua harus menurutinya.


"Boleh aku tunggu Bibi dan Paman dulu?" ucap Harry.


Kali ini Elena mengangguk pasrah, dan tatapannya beralih kearah Luciano. Elena menunggu jawaban laki-laki itu.


"Baiklah, aku pulang dulu. Cepat sembuh ya." ucapnya kepada Elena.


Elena menjawab dengan tersenyum dan menatap kepergian Luciano dengan hampa.Sedangkan Harry terlihat tersenyum mengejek.


Luciano berjalan gontai menuju pintu keluar, pandangannya menatap kearah lantai. Ia tak ingin mengangkat kepalanya untuk saat ini.


"Kak Luciano?"


Luciano dikejutkan suara gadis yang memanggilnya, Ia segera menoleh ke sumber suara dan mendapati bahwa gadis yang berdiri di hadapannya adalah Eleanor.


"Kau disini?"


"Iya, aku tadi datang menjenguk-"


"Kak Elena kan?" potong Eleanor.


"Lalu kenapa wajahmu seperti tidak senang?"


"Tidak ada, aku tidak kenapa-kenapa."


"Eleanor ayo nak." ucap perempuan paruh baya memanggilnya.


Baru kali ini Luciano melihat Ibu Elena, beliau sangat cantik dan masih terlihat muda. Pantas saja anak-anaknya juga begitu cantik. Ternyata menurun dari Ibunya.


Ibu Elena tersenyum kearahnya sebelum matanya beralih kearah Eleanor dan memintanya untuk berjalan bersamanya.


"Kak, aku duluan ya, Sampai jumpa." ucap Eleanor sambil melambaikan tangannya.


Luciano hanya mengangguk dan tersenyum sambil membalas lambaian tangan Eleanor.


****


"Kakak!!" teriak Lucy saat menyadari Luciano sudah pulang.


"Dari mana saja?"


"Tadi teman kakak sakit, jadi kami semua menjenguknya."


"Oh iya benarkah?"


Luciano menganggukkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Lucy.


"Tadi Eleanor juga mengatakan bahwa kakaknya sedang sakit."


Mendengar nama Eleanor disebut Luciano langsung menoleh kearah Lucy.


"Aku diajak menjenguknya."


"Kau mau?"


"Iya, kakak mau mengantarkan ku?" tanya Lucy dan langsung dihadiahi anggukan antusias dari Luciano.


"Baiklah."


****


Setelah perjalanan cukup jauh akhirnya Luciano dan Lucy sudah sampai di rumah sakit tempat Elena dirawat. Kali ini Luciano tidak datang dengan tangan kosong, Ia sengaja membeli buah-buahan yang ada di pasar untuk diberikan kepada Elena. Meskipun hanya sedikit setidaknya Luciano tidak membawa dengan tangan kosong.


Luciano segera menarik nafas dan menghembuskannya. Ia masih ingat bagaimana Elena mengusirnya, tidak mengusir tapi lebih tepatnya meminta Ia untuk pergi.


"Ayo kak." Lucy terlihat menarik tangan Luciano.


"Aku tunggu diluar saja ya." Luciano menghentikan langkahnya dan membuat Lucy mau tidak mau juga ikut menghentikannya


"Loh kenapa? Bukannya itu juga teman kakak?"


"Aku diluar saja, kau sendiri saja yang menjenguk. Nanti aku tunggu disini."


Tak lama mereka beradu perdebatan, terlihat Eleanor keluar ruangan disusul Elena dan ayah, ibunya.


"Lucy?" sapa Eleanor.


"Eleanor, sudah mau pulang ya?" jawabnya tidak enak.


"Iya, syukur kakak ku sidah diperbolehkan pulang. Kau mau menjenguk ya?"


"Iya tadinya mau seperti itu, tapi syukurlah kalau kakakmu sudah boleh pulang. Aku mau pulang dulu kalau begitu."


"Eh teman Eleanor ya?" sapa wanita cantik yang Lucy yakini adalah Ibu Eleanor.


Lucy hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Sedangkan Luciano hanya terdiam kaku tak menjawab, Ia juga terlihat menundukkan kepalanya.


"Ini kakakmu?" tanya Elizabeth.


"Iya Bibi."


Luciano yang menyadari bahwa dirinya yang dibicarakan segera menatap Elizabeth dengan tersenyum. Lalu Luciano memberanikan diri untuk menatap Elena yang saat ini sedang berdiri di sebelah Ayahnya. Ayahnya terlihat sangat tegas, sampai Luciano segan untuk menyapanya. Tetapi dibalik itu semua Ayahnya sebenarnya orang yang baik dan penyayang jika sudah berkenalan dengan orang.


"Ayo, lanjut menjenguk dirumah saja." tawar Elizabeth.


"Tidak Bibi, kita mau pulang saja. Sepertinya Elena butuh istirahat." saat ini Luciano yang menjawabnya.


"Baiklah, kalau main main kerumah kapan-kapan saja, paman tunggu. Ayo kita pulang, kasian Elena." terdengar suara Ayah Elena yang cukup sopan dan terlihat menghentikan percakapan basa-basi ini.


"Baik paman." jawab Luciano dan Lucy bersamaan.


Elena dan Ayahnya berjalan lebih dulu meninggalkan Ibunya dan Eleanor. Tak lupa Ayahnya juga mengangguk tanda ingin pergi lebih dulu. Elena hanya tersenyum melihat Luciano, Ia juga tidak menyangka bahwa kesan pertama Luciano sudah baik dimata Ayah dan Ibunya.


"Bibi dan Eleanor pergi dulu ya, maaf kalian tidak jadi menjenguk."


"Tidak apa Bi, kita juga cukup senang melihat kak Elena sudah sembuh. Ini ada buah untuk kak Elena." Lucy memberikan keranjang berisi buah kepada Elizabeth.


Elizabeth menerima dengan gembira akan buah tangan dari teman-teman anaknya, "Terima kasih banyak ya."


"Kalau begitu kita pamit ya, Lucy, Kak Luciano." pamit Eleanor sopan.


Luciano dan Lucy tersenyum dan melambaikan tangan kearah Eleanor dan ibunya sambil tersenyum.


Terima kasih sudah bertahan.


...****************...