ELENA

ELENA
Makan Es Krim



"Boleh aku bergabung?" tanya Clara mengarahkan penglihatannya pada Anyelir.


Anyelir yang dari tadi memperhatikan interaksi dua orang di hadapannya itu langsung menganggukkan kepala. "Silahkan, kebetulan makanan yang saya bawa lebih dari cukup untuk kita berempat," jawab Anyelir tersenyum manis.


Ken kesal, mengapa Anyelir justru mengajak Clara makan siang bersama. "Clara, apa kau sudah jatuh miskin hingga tidak bisa membeli untuk makan siangmu?" tanya Ken sambil menatap tajam Clara.


Clara terkekeh. "Apa uangmu akan berkurang dengan aku ikut makan siang hari ini? Aku hanya ingin mengenal lebih dekat dengan teman baru."


"Sudahlah Ken." Anyelir menengahi perdebatan yang mulai tercipta antara Ken dengan wanita yang Anyelir baru saja mengetahui bernama Clara. "Apa kita akan makan siang sekarang?"


Ken mengangguk lalu menghampiri putrinya yang sedari tadi memperhatikan orang dewasa di hadapannya tidak ada yang mau mengalah. Ken mencium Elena lalu mengangkatnya untuk didudukan di pangkuannya. Sementara Anyelir mulai menyiapkan makan siang mereka dengan kedatangan tamu istimewa.


"Anak Papa bau acem," ledek Ken sambil menutup hidungnya dengan satu tangannya.


"Papa sama aja kaya Mama. Sukanya ngeledek Elena," ujar anak perempuan itu sambil mengerucutkan bibirnya.


"Tapi Papa enggak bohong lho. Asem banget nih anak Papa," ucap Ken sambil terus memberikan ciuman bertubi-tubi pada buah hatinya.


"Papa geli!" teriak Elena.


Clara terus memperhatikan interaksi Ken dengan anak kecil yang tentu saja merupakan anak kandung Ken. Karena wajah mereka memang sangatlah mirip. Lagi pula Ken juga pernah memberitahunya dulu, bahwa ia sudah mempunyai seorang anak yang bernama Elena. Clara tidak menyangka akan bertemu dengan dua orang yang Ken cintai siang ini.


"Kita makan sekarang?" tanya Anyelir hingga sempat membuat terkejut Clara yang sedang memperhatikan Ken dan Elena.


"Elena, turun Sayang. Duduk di sini." Anyelir menyuruh buah hatinya untuk duduk di sampingnya.


Elena menurut. Turun dari pangkuan Ken lalu duduk diantara papa dan mamanya. Sedangkan Clara duduk di sofa di depan mereka.


"Silahkan Mbak." Anyelir mempersilahkan Clara untuk mengambil makanannya.


Anyelir mulai mengambilkan satu porsi nasi serta lauk pauk kemudian ia berikan untuk Ken. Setelahnya ia mengambilkan satu porsi lagi untuk Elena.


"Perlu saya siapkan juga?" tanya Anyelir pada Clara yang sedari tadi hanya diam saja mengamatinya.


"Ah, sepertinya saya lebih baik makan di luar. Karena saya rasa makanannya tidak ada yang cocok dengan perut saya," ujar Clara lalu ia berdiri dari duduknya. "Silahkan nikmati makan siang kalian, permisi." Clara berlalu tanpa menunggu tanggapan dari Ken maupun Anyelir.


"Begini jauh lebih baik," ucap Ken saat Clara telah menghilang dari pandangannya.


"Ehem!" Anyelir berdeham lalu segera menyuap makanannya.


Ken melihat ke arah Anyelir. "Aku bisa jelaskan nanti."


"Harus itu," jawab Anyelir.


"Aunty tadi itu siapa Pa?" tanya Elena.


"Habiskan dulu makananmu Sayang," ucap Anyelir.


Elena mengangguk dan segera menghabiskan makanannya tanpa bertanya lagi.


***


Kini Ken, Anyelir, dan Elena sedang berada dalam sebuah mall. Ken akhirnya melimpahkan pekerjaannya pada Dafa, termasuk meeting yang harus ia hadiri setelah makan siang tadi.


Ken lebih memilih menemani Anyelir dan Elena membeli jaket dan sepatu untuk Elena yang akan dipakai saat berkunjung ke taman safari dalam rangka field trip.


"Papa, weekend ini enggak ada acara kan?" tanya Elena yang sedang berjalan menggandeng tangan Ken dan Anyelir di sebelah kanan dan kirinya.


"Sebenarnya Papa ada business trip ke New York, tapi ...." Kalimat Ken terhenti karena Elena melepaskan pegangan tangannya dan berjalan lebih dulu meninggalkan Ken dan Anyelir.


Ken menoleh pada Anyelir. "Ada apa?"


"Masih saja enggak peka!" jawab Anyelir yang juga meninggalkan Ken dan mengejar Elena.


Ken pun akhirnya mengejar mereka dengan setengah berlari akhirnya bisa menyamai jalannya ibu dan anak itu.


"Kalian marah?" tanya Ken pada dua makhluk yang sangat dicintainya itu.


Baik Anyelir maupun Elena tidak ada yang menjawab, bahkan menoleh pun tidak. Ken hanya bisa menghembuskan napasnya dengan pelan. Ia mencoba mengingat-ingat apa ada yang salah dalam ucapannya dalam menjawab pertanyaan dari Elena. Dan dia rasa tidak ada yang salah, hanya kurang lengkap. Ucapan Ken terpotong karena Elena sudah lebih dulu berjalan meninggalkannya.


"Apa tidak sebaiknya kita berbicara sebentar sambil menikmati es krim mungkin," ucap Ken saat mereka berjalan melewati kedai es krim.


"Benar enggak suka? kalau gitu Papa aja deh yang menikmati es krim. Hemmm, enak juga kayaknya siang+siang begini makan es krim."


Elena melirik pada orang tuanya. Sedangkan Anyelir tersenyum melihat Elena yang sedang menahan keinginannya karena sedang kesal pada papanya.


"Ya sudah kalau enggak ada yang mau." Ken berjalan menuju kedai es krim tersebut.


"Tunggu Pa! Elena mau," teriaknya sambil berlari menyusul Ken yang diikuti oleh Anyelir.


"Tadi bilangnya enggak suka?" Ken menunjukan buku menu pada dua orang wanita yang duduk di depannya.


"Enggak suka sama jawaban Papa, tapi kalau es krim enggak nolak." Elena menjawab sambil melihat-lihat berbagai macam jenis es krim yang ditawarkan di dalam buku menu.


"Tadi Papa belum selesai bicara Sayang." Kini Anyelir yang bersuara, yang membuat Ken mendelik tajam ke arahnya. "Kenapa?" tanya Anyelir.


"Kalau kamu sudah tau aku belum selesai bicara kenapa tadi kamu bilang aku enggak peka. Udah gitu aku ditinggal gitu aja."


"Lho memang kamu enggak peka kan? Buktinya Elena ngambek saja kamu malah bertanya. Lagian aku tadi ninggalin kamu, karena memang mau menyusul Elena, kalau Elena nyasar atau hilang bagaimana? kalau kamu ... enggak masalah."


"Terus jawaban lengkapnya apa Pa?" tanya Elena.


"Enggak jadi ah. Papa mau ngambek, soalnya udah ditinggalin kalian berdua. Tadi kalian juga cuekin Papa."


"Yang penting Papa harus ikut field trip nanti," jawab Elena.


Ken mengangguk, lalu mereka memesan Es krim yang telah mereka pilih masing-masing.


Field trip merupakan kegiatan keluar dari lingkungan sekolah selama satu hari atau lebih. Tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini sebenarnya untuk menghindari murid dari rasa bosan belajar di kelas dan mengajak murid untuk refreshing sejenak dari kegiatan sekolah.


Field trip tidak hanya sekedar bersenang-senang, tetapi juga ingin memberikan pelajaran dan pengalaman yang menyenangkan. Mengapa sekolah perlu mengadakan field trip? Karena memori manusia, terutama mereka yang masih sekolah, berdasarkan apa yang mereka saksikan dan lihat secara langsung, bukan berdasarkan apa yang mereka dengar saja.


Untuk kali ini, sekolah Elena mengadakan field trip ke kebun binatang taman safari untuk memperkenalkan macam-macam binatang berdasarkan makanan dan juga tempat tinggalnya.Dan rencananya akan menginap di hotel yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Untuk esok harinya akan diisi dengan kegiatan outbound.


Pesanan mereka sudah datang. Mereka segera menyantap es krim yang telah tersaji di meja.


"Emmm, enak," ucap Elena.


"Eh itu Oma bukan ya?" tanya Ken sambil menunjuk ke arah pintu keluar.


Elena dan Anyelir menoleh ke arah yang Ken tunjuk. "Mana Pa, enggak ada," ucap Elena sambil terus melihat kearah keluar karena memang banyak orang yang keluar masuk kedai es krim ini.


"Itu di sana," jawab Ken sambil berdiri dan sedikit membungkukkan badannya, meraih wajah Anyelir lalu.


CUP


Satu kecupan mendarat di bibir Anyelir. "Manis," bisik Ken tepat di bibir Anyelir.


"Mana Pa ... Papa ngapain ngeliatin Mama Deket banget gitu."


"Oh, ini Papa mau minta es krim punya Mama. Suapi. dong Ma. Aaaaa."


Halo....


Gimana kabarnya?


Maaf kemarin Elena tidak update karena penyakit malasku kumat heheheee


Semoga suka dengan part ini


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote, dan hadiah sebanyak-banyaknya 😍😘


Tekan favorit juga ya biar kalian tahu kalau cerita ini update


Mohon maaf atas segala kekurangan 🙏🙏🙏


Sampai jumpa di part selanjutnya


Terima kasih 😘😘😘