Daddy Lucas

Daddy Lucas
Tinggal Bersama



Happy reading


"Kak Leo kemana aja sih? Kami sudah sampai putus asa buat cari kakak. Gak tahu apa kalau adik kakak yang paling cantik ini pernah gak mau makan karena kakak gak ketemu juga," tanya Tamara yang saat ini sedang memakan kacang yang sudah dikupas oleh suaminya.


"Kakak gak tahu kalau kejadian naas ini akan terjadi Mara, kakak menikah dengan Caramel saat kami lulus kuliah. Aku yang gak mau Papa terus memaksaku memimpin mafia dan perusahaan itu belum bisa kembali."


"Tapi kakak tahu kalau sebelum kakak menikah itu ada kejadian itu?"


Bella yang sensitif jika mengingat kejadian kelam itu langsung dipeluk oleh Lucas. Pria itu tahu suasana hati istrinya sangat sedih jika mengingat hal itu.


"Tolong jangan dibahas lagi, aku tidak mau istriku sedih karena ini," ujarnya dengan pelan.


Lucas mengelus lembut punggung Bella hingga membuat Bella yang tadinya ingin menangis berangsur membaik.


Mereka yang mulai memahami itu langsung mengalihkannya topik pembicaraan mereka.


Sekarang mereka membahas tentang kehamilan Tamara dan Bella yang hampir sama, hanya berbeda berberapa Minggu saja mungkin lebih dulu Tamara.


Sedangkan Caramel yang baru selesai menyusui bayi kembarnya itu langsung ikut duduk diantara mereka. Leo yang melihat kedatangan istrinya itu tersenyum. Wanita yang sudah melahirkan tiga anaknya itu makin hari makin cantik saja.


"Sayang capek?"


"Enggak, emang aku ngapain?" tanya Caramel pada suaminya.


Bukannya menjawab Leo malah menatap Caramel genit, Caramel yang mengetahui akal bulus suaminya itu langsung mencubit perut kotak kotak sang suami.


"Dasar mesum," gumamnya.


"Gini gini aku suami kamu dan bisa membuat kamu memjerit dibawahku."


"Mesum!"


Sontak saja ucapan Caramel membuat mereka langsung menatap keduanya.


"Siapa yang mesum kak?" tanya Tamara dengan wajah polosnya.


"Ini Kaka kamu, pingin aku buntel aja orangnya."


"Sayang," rengek Leo yang membuat Lucas dan Kenzie saling tatap.


Ternyata benar seseorang akan berubah dengan wanita yang tepat.


"Kak," panggil Bella yang membuat mereka kembali menatap Bella yang masih berada di pelukan Lucas itu.


"Ada apa? Kamu butuh sesuatu?" tanya Leo pada adiknya.


Caramel menatap Leo, begitupun sebaliknya Leo juga menatap Caramel.


"Gimana kak?"


"Aku apa kata Mas Leo aja," jawabnya dengan lembut tak lupa senyum manis yang ia punya.


"Baiklah aku dan anak anak akan tinggal disini, untuk sekolah Arka. Aku bisa mengambil home schooling dulu. Gimana yank?" tanya Leo pada sang istri.


"Iya gak apa-apa, selagi Arka mau."


Arka yang merasa namanya disebut itu menatap mereka dan mengangguk. Selagi ada Adik adik dan Mama papanya Arka akan mau dimana saja.


"Terima kasih," ucapan tulus dari Bella membuat mereka tersenyum entah kenapa mereka merasa ada yang menjanggal dengan ucapan itu.


"Iya, gak usah dipikirin. Oh ya kata anak buah aku lukisannya hampir jadi," ujar Leo yang membuat Bella dengan antusias ingin melihat tapi dilarang oleh Lucas.


"Nanti kamu juga bakal lihat sayang kalau sudah jadi."


***


Akhirnya setelah berberapa saat mereka menunggu hasil lukisan itu Bella dibuat terkesima dengan lukisan mereka di sana. Bella sampai menangis saat melihat itu. Lihatlah betapa bahagianya mereka dalam foto itu.


"Aku bahagia, terima kasih."


Tamat


Oke sampai disini dulu cerita Lucas dan Bella, karena Tya sendiri udah kehabisan ide buat lanjutin ceritanya. Maaf kalau kurang memuaskan kalian karena cerita ini hanya sebatas haluan Tya aja.


**"***"""


Jangan lupa mampir ke novel teman Tya judulnya LELAKIKU


(Tika Permata)



Perempuan mana yang tak menginginkan sosok lelaki yg bertanggung jawab dihidupnya. Yah, sebuah perjalanan kisah cinta yg panjang untuk Annara.


Cinta pertamanya gagal karena Tomy memilih tuk berselingkuh dari Annara. Begitu banyak lelaki mencoba mendekati dirinya saat ia memilih untuk sendiri. Tanpa ia sadari dirinya telah menaklukkan begitu banyak hati lelaki.


Akankah dia mendapatkan seorang lelaki yang diinginkannya?