Daddy Lucas

Daddy Lucas
Kejadian Minggu lalu



Happy reading


"Sayang, kamu janji gak akan marah kalau aku cerita tentang kejadian minggu lalu?" tanya Lucas mengelus punggung tangan Bella.


Bella yang mendengar itu hanya bisa mengangguk karena ia tak tahu kenapa suaminya itu bilang seperti itu. Apa Lucas memiliki salah sebelum ingatannya kembali?


"Janji ya sayang."


Lihatlah sekarang Lucas seperti anak yang merengek pada Mamanya. Mau tak mau Bella mengiyakan dengan anggukan.


"Saat itu..."


Flashback on


3 minggu yang lalu, Lucas yang stress dengan pekerjaannya itu mengajak Tedy untuk ke bar. Di saat saat seperti ini, Lucas menginginkan sesuatu yang membuat pikirannya tenang yaitu minum.


Tedy yang tak pernah melihat bosnya ke bar itu, mencoba untuk menahannya apalagi jika nanti bosnya mabuk.


Tapi tak bisa, Lucas tetap kekeuh dengan keinginannya ingin pergi ke bar. Lucas bahkan lupa jika ia memiliki anak yang menunggunya di rumah.


Tedy dengan patuh menemani Bosnya di bar, walau berkali kali mendapat telepon dari calon istrinya.


"Awas saja kalau kamu ikut minum, aku gak mau nikah sama kamu," ucap seseorang dari seberang.


Tedy yang mendapat ancaman dari sang calon istri itu hanya bisa menghela nafasnya.


"Iya Dek, Mas kan cuma menemani bos doang dek."


"Iya Mas, Adek juga tahu. Tapi Adek gak mau Mas Tedy sampai minum. Dosa ingat itu, masa calon suaminya Adek tukang minum."


Tedy meyakinkan sang calon istri agar tenang, karena ia tak akan mabuk.


Semalaman Lucas berada di bar itu, memesan minum lagi lagi dan lagi. Tapi Tedy juga sadar jika itu tak baik untuk bosnya hingga Tedy hanya memesankan air soda non alkohol karena tak ingin bosnya mabuk dan melakukan hal yang tidak tidak.


Hingga saat dimana Tedy pergi ke kamar mandi, Lucas meminta bartender minuman yang membuat ia melupakan semua masalahnya.


Dan saat itu juga akhirnya dimana Lucas benar mabuk walau tak mabuk beratnya tapi hal itu membuat Tedy harus bergegas membawa Lucas pulang ke mansion Lucas.


"Aku masih ingin minum."


"Maaf Tuan, tapi Tuan sudah mabuk."


"Sialannn."


Tedy tak menghiraukan Lucas dan terus membawa Lucas pulang.


Sampainya di rumah besar itu, Tedy langsung membawa Lucas masuk kedalam rumahnya. Disana ada pelayan yang membawa Lucas tapi saat ingin sampai di kamarnya Lucas mengusir mereka semua.


Gejolak dalam tubuh Lucas membuat jiwa kelakiannya muncul. Ia berbalik menuju kamar Bella yang berada di samping kamar Laura.


Flashback off


"Jadi saat itu kamu perko*a aku?" tanya Bella dengan kesal karena mengetahui kebenarannya selama ini.


"Aku gak sadar sayang, aku menyetubuhi kamu saat kamu tidur. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, kamu sangat menikmati apa yang apa aku lakukan di atas kamu."


Wajah Bella memerah, apa iya jika ia begitu menikmati apa yang di lakukan Lucas. Walau sebenarnya tak dosa karena Lucas masih suaminya.


"Aku tidak seperti itu," ucap Bella tak terima.


"Enggak, aku gak mau."


"Kamu jahat banget sih, kamu lakuin itu saat aku tidak sadar. Pantas saja saat aku bangun merasa ada yang aneh dalam tubuhku, aku kira saat itu aku kepu*utihan ternyata itu cairan kamu."


"Mungkin begitu, dan sekarang cairan itu sedang tumbuh disini."


Lucas yang posisinya berbaring dengan menjadikan paha istrinya bantal itu mengelus perut Bella yang ada di depannya itu.


"Kenapa kamu gak bilang kalau kita sudah bercinta sebelum aku ingat hah. Bahkan kamu dengan polosnya bilang efek dari 3 tahun tidak menyentuh wanita."


Lucas tertawa pelan, kemudian meraih tangan Bella dengan lembut.


"Aku takut kamu marah dan meninggalkan aku dan Laura saat itu. Aku diam bukan berarti tak mengamati kalian, aku bahagia Laura bisa seceria itu saat bersama kamu. Tanpa aku ketahui dulu jika kamu adalah Mommy kandung Laura dan juga istriku."


"Pikiran darimana itu hmm, aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihat Laura. Aku merasa ada ikatan yang tak bisa aku putus antara aku dan Laura. Dan benar saja dia adalah putriku, buah cinta kita dulu."


Bella berucap jujur, dengan tangan yang mengelus rambut suaminya. Lucas menatap istrinya dari bawah, cantik itulah yang bisa digambarkan Lucas pada wajah istrinya.


"Kamu maafin aku kan atas apa yang terjadi 3 Minggu lalu?"


"Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Tapi aku gak akan mudah memaafkan kamu yang minum minuman keras. Mulai hari ini sampai seminggu kamu gak boleh minta jatah, entah itu yang atas atau bawah."


Mendengar ucapan sang istri membuat Lucas lemas seketika, apa ia tak boleh meminum sumber kehidupan anak anaknya nanti. Sebelum anak mereka lahir, Lucas harus memanfaatkan itu dulu.


"Sayang aku tak bisa tanpa mereka."


"Salah kamu sendiri kenapa minum minuman haram itu."


"Ya sudah, tapi 3 hari aja. Aku tak mau kalau seminggu."


Bella yang mendengar tawaran dari sang suami itu hanya menggeleng, tapi ia juga tak bisa menolak.


"Heem."


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya ya, judulnya Juragan Muda karya Ipah.



JURAGAN MUDA


(Ipah)


Reyhan adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Gambaran masa depan nya belum terbayang jelas dalam otaknya. Kebahagiaan terbesarnya adalah menjadi pemenang dalam setiap ajang perlombaan futsal.


Dan, sebuah kecelakaan maut yang mengakibatkan bapaknya meninggal telah berhasil merubah jalan hidupnya.


Kegigihannya dalam mencari kerja perlahan mulai membuahkan hasil.


Tapi sayangnya, keberhasilan nya dalam mendapatkan pekerjaan, tidak dibarengi dengan kisah cintanya yang justru sering kali kandas begitu saja.


Hingga setelah ia berada dititik keemasannya, semua wanita bagaikan terkena magnet dan gigih mendekati nya.


Akankah Reyhan berhasil menemukan cinta sejatinya? Simak selengkapnya di Juragan Muda