Daddy Lucas

Daddy Lucas
Wanita Dari Masa Lalu



Happy reading


Lucas yang melihat wanita dari masa lalunya itu terkejut. Kenapa wanita yang sudah lama meninggalkannya karena ingin melanjutkan karirnya sebagai model di luar negeri.


"Sayang, kenapa kamu tidak menjawab pesan dan teleponku?" tanya wanita itu berusaha mendekat dan duduk dipangkuan Lucas tapi sayang Lucas alngsung menghindar yang menyebabkan wanita itu jatuh dengan tidak elitnya.


"Masih berani kamu datang kesini?" tanya Lucas dengan nada dinginnya yang cukup membuat wanita itu takut terbukti dengan gemetarnya kaki wanita itu seolah tak mempunyai tulang untuk bangun.


"Sayang kamu kenapa sih? Kamu masih marah karena aku pergi ke luar negeri? Kamu marah karena aku pergi dari kamu tanpa pamitan?"


"Aku tahu aku salah, aku minta maaf. Aku kembali untuk memperbaiki hubungan kita. Kamu cinta kan sama aku? Kamu mau kan menjadikan aku ibu sambung kembali untuk Laura?"


Wanita itu bangun dan berusaha untuk menahan tangan Lucas. Tapi sayang pria itu langsung mengelak dan menatap tajam wanita itu.


"Jangan pernah berani kamu menyentuh saya. Ingat ya Nessa, kamu dengan saya itu tidak pernah memiliki hubungan apapun!"


Wanita yang bernama Nessa itu kaget saat Lucas berbicara dingin hingga menyentuh ulu hatinya yang paling dalam.


"Kita tidak pernah ada hubungan?" batin Nessa dengan sesak.


"Terus apa nama perhatian kamu selama ini, kamu membuat aku seolah melayang dengan semua ucapan kamu. Kamu bilang jika kamu menyukaiku dan mengingkan aku menjadi ibu sambung untuk Laura. Tapi apa sekarang, kamu seolah tak mengingat semua itu!" pekik Nessa dengan nada tak terima.


Dengan seenaknya Lucas berucap jika mereka tak memiliki hubungan. 8 bulan yang lalu sebelum Nessa pergi ke Luar Negeri. Pria itu sempat mencegahnya, dia tak mengingkan hal itu, bagi Lucas Nessa adalah ibu yang pas untuk Laura yang masih kecil itu.


Tapi semuanya kini berubah apalagi Laura sudah menemukan kebahagiaannya sendiri dengan Bella yang tak lain adalah istri sah dari seorang Lucas Abraham.


"Apakah dulu saya pernah mengatakan jika saya mencintai kamu Nessa? Kamu tahu jika cinta saya hanya untuk mendiang istriku. Itu berlaku hingga aku mati!"


"Maaf sayang aku tak ingin wanita ini mengganggumu saat ini. Biarlah aku bilang jika istriku sudah meninggal, aku tak mau wanita licik ini menyentuhmu seujung kuku pun," batin Lucas menatap pigora kecil yang ada di nakas meja kerjanya.


Nessa yang mendengar ucapan Lucas hanya bisa menangis, ia tak menyangka jika laki laki yang ia kejar dari dulu harus seperti ini. Apa ia tak pantas untuk dicintai?


Nessa sudah menghalalkan segala cara tapi hati Lucas tak akan pernah berubah, nama Laura Isabella selalu terpatri dalam hati laki laki itu.


"Terus perhatian kamu selama ini apa? Apa kamu hanya ingin mempermainkan aku saja!!!"


"Dulu aku hanya mengingkan kamu menjadi ibu sambung putriku tak lebih. Tapi saat ini rasa itu sudah hilang, sejak kamu pergi dari hidup Laura. Gadis kecil yang dulu selalu membuatmu risih, tapi aku tak menyesal akan semua ini," ucapnya dengan lantang.


Sebagai seorang laki laki ia harus tegas dalam hal ini, apalagi istrinya sudah kembali.


"Tapi kenapa? Aku kembali untuk kamu, aku rela meninggalkan puluhan juta untuk pulang ke Indonesia."


Tangis Nessa makin kencang, apa ia sama sekali tak di hargai atas kepulangannya ini. Apa usahanya selama ini harus kandas seperti ini?


"Aku tak menyuruhmu untuk pulang, bagiku uang segitu tak ada artinya untukku. Lagipula aku sudah tak mengingkan kamu menjadi ibu sambung Laura. Sejak saat kamu pergi itu, aku sudah memutuskan semua hubungan yang terjadi diantara kita. Walau kita tak pernah memiliki hubungan spesial!"


Nessa yang tak kuat dengan semua ini mulai mendekat ke arah Lucas dan memukul dada Lucas dengan keras.


"Kamu jahat."


" Ya kamu benar aku jahat. Tapi semua itu aku lakukan untuk putriku yang saat ini sudah lebih paham atas apa yang terjadi," jawabnya dengan tegas.


"Aku bersumpah untuk membuat kamu kembali ke pelukanku Lucas. Lihat saja nanti, akan aku singkirkan wanita yang mendekati kamu bahkan Laura putri kamu yang sangat kamu sayangi. Jika anak itu mengganggu kesenanganku," batin Nessa dengan senyum jahat.


Lucas tak menghiraukan apa yang dilakukan Nessa karena memang pada dasarnya Lucas tak ada rasa untuk Nessa. Hatinya sudah terkunci hanya untuk Laura Isabella seorang.


Lucas mengambil telepon itu dan meminta security untuk segera membawa hama ini dari ruangannya. Ia tak mau ada hama hama yang berkeliaran di sekitarnya.


Tak lama dua security itu datang dan mengetuk pintu, Lusa menyuruh masuk lalu menyuruh security itu untuk membawa Nessa keluar dari kantornya ini.


"Bawa perempuan ini pergi, dan jangan biarkan wanita jenis ini masuk lagi ke dalam kantor kita ini," titah Lucas yang langsung diangguki oleh dua orang itu.


Sedangkan Nessa yang merasa dirinya akan di usir itu menatap Lucas dengan melas. Tapi hal itu tak membuat Lucas luluh.


Tanpa diduga, Nessa langsung mencium bibir Lucas dan juga meninggalkan bekas lipstik di kerah kemeja Lucas.


"Sialan," bentak Lucas mendorong Nessa dari dirinya.


"Bawa wanita ini!"


Keduanya langsung menyeret Nessa walau Nessa memberontak tapi ia tak bisa melawan kekuatan dua orang ini yang menariknya paksa. Tapi setidaknya ia mendapat ciuman di bibir Lucas, tak apa ia di kira murah yang penting bibirnya ini sudah merasakan bibir laki laki itu.


"Sepertinya dia memiliki wanita lain," batin Nessa yang sudah berada di luar kantor itu.


Sedangkan Lucas yang masih ada di ruangannya itu langsung mencuci bibirnya dan juga mengganti kemejanya yang sama persis dengan yang tadi. Lucas tak mau istrinya berfikir yang tidak tidak dengan dirinya, karena ia memang tak melakukan apapun.


Kedatangan masa lalu Lucas membuat pria itu harus menjaga Bella dan Laura putrinya. Sejauh kenal dengan Nessa, wanita itu adalah orang yang nekat. Lucas takut perempuan gila itu berbuat kasar pada orang tersayangnya.


Setelah berganti pakaian, Lucas mengambil ponselnya.


"Perbanyak penjagaan untuk istri dan anakku!"


Setelah mengucapkan hal itu, Lucas langsung mematikan panggilan telepon itu dengan kasar.


"Awas saja jika kamu berani menyentuh anak dan istriku," batin Lucas menatap luar dengan tatapan tajam.


Lucas kembali ke kursinya dengan tenang, ia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya dan pulang menemui istri dan putrinya yang sangat menggemaskan itu.


Sepertinya mulai saat ini, Lucas akan lebih semangat dalam bekerja. Demi istri dan buah hati.


Bersambung


Gimana nih, sepertinya mereka memiliki dendam dan ambisi masing masing, Tya jadi takut.