
Happy reading
"Daddy?"
"Heem. Mulai sekarang Gavin boleh panggil Om dengan sebutan Daddy. Sama seperti Laura," jawab Lucas mengelus rambut pendek Gavin.
"Daddy," tangis Gavin pecah saat Lucas mulai memeluk tubuhnya itu.
"Ssttt laki laki gak boleh cengeng, kamu harus jadi anak yang kuat," ujar Lucas memeluk tubuh kecil yang sedang menangis hebat itu.
"Gavin sekarang anak Mommy dan Daddy, kamu boleh sepuasnya bermain dengan Laura."
"Terima kasih Daddy, Mommy," ucap Gavin dengan tangisnya.
Kemudian Bella mengusap air mata Gavin dengan lembut, Gavin hanya merasakan usapan lembut dari Bella yang membuat ia berhenti menangis.
"Gavin jaga putri Daddy ya," ucap Lucas pada Gavin yang
"Ya Daddy."
Setelah hal yang mengharukan itu, Lucas mengajak Bella dan anak anak untuk ke ruang VIP tapi Laura dan Gavin kompak tak mau. Mereka ingin bermain di halaman kafe itu.
Bella mengizinkan tapi dengan syarat tidak boleh main jauh jauh dan selalu dalam pengawasan Nia dan Asih.
Dan disinilah Lucas dan Bella sekarang, di ruang VIP khusus yang hanya ada mereka berdua. Bella yang tak merasa curiga itu langsung duduk dan memesan makanan untuk suaminya.
"Sayang, kamu balik ke kantor jam berapa?" tanya Bella pada suaminya yang memeluknya dari samping itu.
"Gak tahu, kalau bisa aku gak mau pulang."
Bella yang mendengar itu hanya menggeleng kemudian ia melihat kemeja milik suaminya.
"Kamu ganti kemeja ya? Tadi pagi warnanya abu abu kenapa sekarang jadi hitam?" tanya Bella dengan menyelidik.
Lucas yang mendengar itu langsung kaget dan terdiam sebentar. Ia tak mau berbohong dengan istrinya lagi.
"Jawab kenapa kamu ganti baju lagi?" tanya Bella dengan mendesak.
"Tadi ada wanita dari masa lalu aku, sayang," jawab Lucas dengan takut wanita itu marah padanya. Tatapan pria itu menunduk, entah apa yang akan terjadi setelahnya.
"Terus?" tanya Bella dengan nafas memburu, kesal tentu saja. Istri mana yang tak kesal jika suaminya masih dibayangi masa lalunya.
"Dia ingin mencium leherku tapi malah ke kemejaku. Aku risih Sayang hingga aku ganti kemeja," jawabnya dengan jujur.
"Cium leher?" marah Bella, kemudian ia menatap wajah suaminya dengan kesal plus marah.
"Selain cium leher apa? Dia cium apa lagi??" tanyanya dengan nafas memburu.
"Bibir."
Deg
Akhirnya Lucas jujur, ia menatap istrinya yang sepertinya kecewa dengan dirinya itu.
"Di tiba tiba cium aku sayang. Aku gak bisa elak. Setelah itu aku usir dia dari kantor," ujar Lucas membela diri.
"Siapa wanita itu Lucas? Siapa namanya?" tanya Bella dengan kesal. Lucas yang melihat kemarahan dari mata istrinya itu hanya bisa terdiam dan memeluk tubuh istrinya dengan lembut.
"Dia adalah wanita yang dulu sempat ingin aku jadikan ibu sambung dari Laura. Sebelum aku tahu jika kamu masih ada."
Bella yang tak terima tubuh suaminya disentuh oleh wanita lain itu itu mulai menangkap wajah suaminya dengan pelan kemudian melabuhkan ciuman lembut itu di bibir Lucas.
"Akan aku hapus bekas wanita itu!!"
Lucas yang mendapat ciuman penuh nafsu dan kasar dari Bella itu hanya menerimanya. Mereka saling bercumbu dengan panasnya, hingga dec*pan dan des*han itu terdengar merdu di telinga mereka.
Pelayan yang ingin mengantarkan makanan untuk tamunya itu menutup mata dan pura pura tuli.
"Lanjut nanti, pesanan kita sudah sampai," ujar Bella menghentikan ciumannya dan mengusap bibir basahnya dengan tisu begitupun dengan Lucas.
Setelah pelayan itu meletakkan makanan dan minuman di meja mereka, Bella dengan kesal memotong steak yang ada di depannya dengan lembut lalu memakannya.
Lucas yang melihat cara makan istrinya itu hanya bisa menelan ludahnya kasar. Ia tahu kepribadian Bella yang jarang diketahui orang lain.
"Awas saja sampai kamu sepincut sama wanita lain, apalagi itu wanita dari masa lalumu," ujar Bella menatap tajam ke arah Lucas.
"Iya sayang."
"Siapa nama wanita itu?" tanya Bella dengan kesal. Ia harus memberi sedikit pelajaran untuk 2
wanita yang sudah berani mencium suami sahnya.
"Nessa Susanti," jawab Lucas yang langsung mendapat pelototan dari Bella.
"Nessa?"
"Iya sayang, katanya dia dulu teman kamu. Aku pikir dia wanita baik ternyata setelah aku lihat lagi dia busuk. Dia banyak memiliki simpanan dan berhubungan badan hanya untuk mendapatkan kemewahan," jawab Lucas tanpa sadar membuka aib Nessa.
"Aku tidak pernah memiliki teman bernama Nessa. Kalaupun aku punya pasti sudah aku kenalkan pada kamu," ujarnya dengan geram.
"Maaf sayang, aku main percaya dengan dia. Maafkan aku, tapi aku berani bersumpah kalau aku tak pernah menaruh rasa pada wanita itu," ujar Lucas dengan jujur.
Karena di dalam hati Lucas hanya ada nama Bella bukan wanita lain. Walau pernah menjalin kisah tapi hal itu hanya untuk putrinya yang saat itu masih kecil. Laura butuh sosok ibu dalam hidupnya hingga membuat Lucas menyeleksi calon ibu untuk putrinya agar tidak salah pilih. Tapi apa ya g ia dapat semua wanita itu matre, hanya menyukai Lucas tanpa menyukai putrinya.
"Hmm."
Akhirnya mereka menyelesaikan makan mereka dan meminta pelayan untuk menutup akses masuk ke ruang VIP.
"Kenapa?"
"Mau jadi bayi besarnya kamu," jawab Lucas yang membuat Bella menggeleng. Bukannya ia tak mau tapi ini masih di tempat umum walau yang ada disana hanya mereka berdua.
"Aku masih marah sama kamu," kekeuh Bella dengan wajah garangnya.
Tapi bukan Lucas jika tak bisa membuat Bella diam tak berkutik di hadapannya. Lucas yang dasarnya butuh energi untuk kembali bekerja itu mulai menampakkan wajah melasnya.
"Tapi aku tak bisa bekerja dengan tenang jika begini," jawab Lucas dengan manja.
"Ayolah yank, selagi aku belum bisa buka puasa, aku boleh puasa setengah hari kan," ujar Lucas dengan cemberut. Bella yang merasa gemas itu langsung mencubit pipi suaminya.
"Nanti kamu telat loh," ujarnya dengan pelan.
"Aku bosnya gak apa apa kalau telat. Gak akan ada yang bisa memecat aku," jawab Lucas dengan sombongnya.
"Jangan sombong, Tuhan bisa saja mengambil semua yang kamu punya saat ini termasuk istri dan anak kamu," jawab Bella memberi nasihat yang lebih menakutkan untuk Lucas.
"Aku gak mau kalian pergi, jika disuruh memilih. Aku akan memilih kehilangan semua harga bendaku daripada kalian sayang. Kalian yang aku punya saat ini, hanya kalian keluarga yang aku punya saat ini."
"Jangan pernah mengucapkan kata perpisahan lagi sayang, sudah cukup 3 tahun ini kamu pergi," jawab Lucas memeluk tubuh Bella.
Bersambung
Maaf kalau gak bisa teratur up nya. Karena agustusan sekolah banyak acara, bum.lagi aku ikut lomba nulis cerpen dan buat cerita komik di sekolahan. Aku nulis juga malam dan pagi kalau sempat.
Terima kasih buat kalian yang sudah mau setia sama novel aku ini.
Jangan lupa baca juga novel Tya yang lain.
Salam sayang
Tya