Daddy Lucas

Daddy Lucas
Harus Memastikan



Happy reading


"Sayang ayo makan, kamu pasti laper kan dari pagi cuma makan dikit," ujar Lucas memberikan makanan yang ia ambil dari stand makanan.


Bella yang awalnya lapar kini menjadi eneg melihat nasi dan juga lauk yang ada di piring itu. Tiba tiba perutnya terasa diaduk, dengan cepat Bella mendorong piring itu agar ia tak melihatnya lagi.


"Bawa pergi makanan itu, aku mual," ujar Bella membalikkan tubuhnya agar tak lagi mencium aroma dari makanannya itu.


Lucas yang mendengar itu hanya bisa mengerutkan dahinya, kenapa bisa mual?


"Kamu sakit sayang?" tanya Lucas menatap khawatir istrinya.


"Enggak, tapi aku gak suka bau makanan itu," jawabnya dengan pelan.


Akhirnya Lucas menyingkirkan makanan itu dari hadapan sang istri. Dalam hatinya masih bingung dengan tingkah laku Bella tadi.


"Mom, kenapa?" tanya Laura menatap Mommynya sang sedang menahan sesuatu.


"Mommy gak apa apa sayang, cuma sedikit gak enak badan aja," jawab Bella mengecup pipi putrinya.


Ada sesuatu yang mengganjal dipikirannya saat ini tapi apakah mungkin.


"Masa sih aku hamil? Aku kan belum lama berhubungan dengan Lucas?"


Tak lama Lucas datang dengan secup es krim untuk putrinya tapi tiba tiba Bella juga mengingkan es krim itu.


"Sayang aku juga mau es krimnya," ujar Bella menatap Lucas.


"Bukanya kamu gak suka es krim cokelat ya sayang?"


"Tapi aku tiba tiba pengen," jawabnya dengan nada melasnya. Hingga mau tak mau Lucas harus kembali mengambilkan es krim sang istri.


Hanya Bella dan Laura yang mampu memerintah dan bersikap seperti ini pada seorang Lucas Abraham. Tapi apa boleh buat, Lucas sangat mencintai Bella dan Laura.


"Sepertinya aku harus cek ke dokter nanti."


***


Berbeda dengan Laura dan Bella yang ada di pesta pernikahan Tamara dan Kenzie. Kini Leo dan Caramel sedang mendaftarkan putra mereka kesekolah yang bisa dibilang sedikit sederhana daripada sekolah yang dulu.


Caramel juga lulusan SD yang saat ini menjadi sekolah putranya. Baginya sekolah bagus tak dapat menjamin kesuksesan kita kelak.


"Jangan sampai kamu di bully lagi ya sayang, Mama gak mau kamu di bully seperti di sekolah lama."


Caramel merapikan rambut Arka dengan lembut. Sedangkan Leo masih menatap putra dan anaknya itu.


"Iya Ma."


"Ini bekal untuk Arka, dan ini uang jajannya. Mama gak mau kamu kelaparan."


Caramel memberikan bekal untuk putranya beserta uang saku untuk Arka. Arka menerimanya dan memasukkannya kedalam tas sekolahnya.


"Mas."


Leo menatap Caramel dan berjongkok di depan Arka.


"Jadi anak baik walau banyak yang tidak suka dengan kamu, tapi ingat jangan lemah jika di bully. Kamu anak kesayangan kami sayang. Maaf jika Papa jarang memperhatikan kamu."


"Iya papa."


"Sana masuk, udah siang nanti siang Papa jemput kamu. Jangan pulang sendiri."


Kenapa Arka tidak diantar sampai kelas? Karena Arka sudah terbiasa akan hal ini, sebenarnya Caramel dan Leo mau saja jika disuruh mengatar anak mereka ke dalam.


Arka pamit pada kedua orangtuanya dan masuk ke dalam sekolah barunya. Ia berjalan dengan santai, Arka berharap di sekolah barunya ini tidak akan ada pembully an lagi.


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Caramel yang memang tak ada jadwal untuk pergi ke rumah sakit.


"Pulang dong, aku juga capek kerja terus. Tapi gak bisa menikmati waktu aku bersama istri dan anakku."


"Di rumah mau ngapain lagi, palingan juga nonton tv."


Mereka masuk ke dalam mobil, setelah memasang sabuk pengamannya mereka meninggalkan area sekolah itu untuk pulang. Mereka free tidak bekerja, apalagi sekarang kondisi Caramel yang sedang hamil muda.


"Kamu capek gak sih Mas?" tanya Caramel menyandarkan kepalanya di bahu kiri Leo.


"Capek sayang, tapi mau gimana lagi itu udah jadi pekerjaan kita."


Caramel mengiyakan apa yang diucapkan suaminya, apalagi ia tak punya saudara hingga membuat Caramel harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup orangtuanya sendiri. Caramel tak enak jika harus minta pada suaminya.


Bersambung


Halo halo jangan lupa mampir ke novel teman Tya judulnya Neraka Dalam Pernikahan karya (Elprida Wati Tarigan)



NERAKA DALAM PERNIKAHAN


(Elprida Wati Tarigan)


Anatasya hidup bagaikan di neraka dalam pernikahannya. Sifat suami Ana yang begitu manja dan pemalas bahkan memiliki tempramental yang tinggi membuat hidup Ana semakin menderita.


Siapa sangka sosok pria yang dulu berjanji akan membahagiakannya dan mau menerima kesalahannya di masa lalu akan selalu mengungkitnya dan membuat hidup Ana semakin menderita.


Hingga akhirnya Ana kembali bertemu dengan sahabatnya di masalalu saat keadaan Ana begitu tragis.


Hingga akhirnya Rangga sahabat Ana memilih untuk menolong Ana agar keluar dari Neraka yang di bangun oleh suaminya sendiri.


Tapi seseorang di masa lalu Ana kembali muncul.


Apakah Ana memilih bertahan dengan suaminya yang kejam atau dia lebih melilih sahabat atau mantanya?