Daddy Lucas

Daddy Lucas
Senyum Manis



Happy reading


"Aku sudah mengingat semuanya."


"Kamu-"


"Heem, aku sudah ingat semuanya sayang. Aku Laura, kamu Lucas suami aku kan? Dan putri kecil ini adalah putri kita," jawabnya mengelus rambut Laura yang masih terlelap.


"Boleh aku tahu, apa yang membuat kamu yakin jika kamu sudah ingat semuanya?" tanya Lucas dengan nada tak percaya.


Bella bisa mengerti jika Lucas ragu kepadanya. Wanita itu mulai membuka baju bawahnya dan memperlihatkan bekas jahitan yang masih berbekas disana.


"Ini adalah bekas dimana aku melahirkan Laura dengan sesar. Maafkan aku karena sudah membohongi kalian," ucapnya mengelus jahitan di perutnya itu.


"Dulu aku sangat ingin lahiran normal. Tapi karena ada racun di dalam tubuhku membuat aku tak bisa merasakan sakitnya melahirkan normal," ucapnya lagi.


Lucas yang melihat bekas itu tersenyum dan ia percaya pada Bella. Lucas yakin jika wanita yang ada di depannya ini adalah istrinya.


Lucas memeluk perut rata itu dengan erat, ia menangis bahagia karena masih bisa dipertemukan dengan istrinya yang ia kira sudah tiada.


"Terima kasih sudah kembali," ucapnya mengecup perut Bella.


"Udah sewajarnya aku kembali, maaf selama 3 tahun ini hmm. Aku hanya tak mau kalian bersedih lagi saat aku tak bisa sembuh. Lebih baik aku pura pura pergi dari kehidupan kalian," ujar Bella mengelus lembut rambut Lucas.


"Terus bagaimana kamu bisa sembuh?" tanya Lucas menatap wajah Bella yang sudah sedikit mendingan tak seperti tadi yang memerah karena tangis.


"Aku tak tahu banyak tapi sebelum aku mengucapkan kata kata perpisahan kala itu aku sudah diberi suntikan anti racun buatan salah satu anggota mafia Papa. Hal itu membuat aku bertahan berberapa jam sebelum keadaanku melemah lagi. Aku di bawa Kenzie dan Tamara ke luar negeri untuk berobat," jawabnya menghela nafasnya.


"Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi, maaf jika selama ini kalian hidup tanpa aku," lanjutnya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Lucas yang mendengar suara Bella mulai mengecup pipi Bella. Lucas tak mau Bella sampai sedih lagi.


"Jangan sedih, aku gak mau sampai ada air mata lagi yang jatuh. Aku mau hanya air mata kebahagiaan yang jatuh setelah ini," ujarnya dengan senyum manis. Persis seperti Lucas yang dulu sebelum mereka lebih berada.


Flashback on


Saat itu Lucas dan Laura baru saja pulang dari tempat belanja. Dengan Laura yang pulang dengan muka cemberut, hal itu membuat Lucas bingung. Ada apa dengan istrinya itu.


Pernikahan mereka masih berjalan 2 minggu, tapi Lucas tak bodoh dengan apa yang dirasakan istrinya itu.


"Sayang kamu kenapa pulang pulang cemberut seperti ini?" tanya Lucas mendudukkan bokongnya di kasur itu menatap istrinya yang sedang menghapus sisa make up tipis yang dipakai Laura.


Laura hanya diam, ia masih kesal dengan suaminya yang sangat ramah dan suka mengumbar senyum manis ke semua orang. Hingga membuat para cewek cewek yang mendapat senyuman itu terpesona dan berusaha menarik perhatian Lucas.


Lucas yang tak mendapat jawaban dari Laura itu, mulai bangun dan berjalan ke arah istrinya yang masih sibuk menghapus make up nya itu.


Grep


Pelan sekali Lucas memeluk tubuh Laura dari belakang. Ia tak mau membuat istrinya tambah marah karena dirinya. Laura akan luluh dengan pelukan lembut darinya.


Segala sesuatu bisa dibicarakan baik baik diantara mereka, walau ada cek cok sedikit tapi akhirnya juga akan reda masalah itu.


"Istriku ini kenapa pulang pulang cemberut seperti ini?" tanya Lucas dengan lembut. Selembut pantat bayi.


"Gara gara kamu."


Laura kesal, ia membalikkan badannya dan menatap Lucas dengan tatapan tajamnya. Lucas yang sudah biasa dengan sifat sang istri itu hanya tersenyum.


"Apa maksud kamu tadi tebar pesona gitu sama cewek cewek disana ha? Kamu itu sama aja memberi harapan untuk mendekat dengan kamu," jawabnya dengan nada ketus. Tak lupa nada yang lebih tinggi juga Laura ucapkan.


"Oh kamu cemburu toh? Kamu cemburu karena aku senyum doang?"


"Senyum doang. Lucas aku jatuh cinta sama kamu juga gara gara senyum kamu ya. Aku gak mau sampai kamu kepincut sama cewek lain. Kalau sampai itu terjadi aku potong sosis kamu, dan kita pis emmh."


Belum selesai Laura berucap, Lucas sudah menutup bibir Laura dengan bibirnya. Pria itu tak mau kata kata keramat itu keluar dari bibir Laura.


"Aku gak mau kamu berucap seperti itu. Aku gak mau," ujar Lucas melepas ciuman itu dan memeluk Laura.


Laura yang merasa bersalah itu membalas pelukan itu dengan erat. Lucas dan Laura sama sama sama anak yatim piatu, pernah tahu rasanya ditinggal oleh orang yang disayang.


"Aku minta maaf kalau aku udah buat kamu cemburu. Aku tak bermaksud buat kamu cemburu, kamu tahu aku kan," ujar Lucas.


"Tapi kamu jangan senyum manis gitu dong, aku mau kamu cuma senyum biasa. Kamu bisa, buat aku," jawab Laura melepas pelukan itu dan mengecup kening suaminya.


Lucas mengangguk.


Flashback off


"Apa karena aku kamu jadi jarang senyum dan menjadi dingin seperti ini?" tanya Bella dalam hati.


Ia merasa bersalah karena kepergiannya menyebabkan hal yang sangat tak diinginkan oleh semua orang. Lucas adalah seorang bos, tapi sikapnya sangat datar dan dingin.


Walau begitu masih banyak wanita yang mengejar Lucas dengan sangat. Bahkan pernah sekali Lucas dijebak untuk melakukan hubungan badan dengan seorang model papan atas.


Untuk saat itu asisten pribadinya cukup sigap untuk mengetahui semuanya. Walau Lucas harus mengalami demam tinggi selama 2 hari, tapi asisten pribadi Lucas sudah menyelamatkan aset Lucas untuk Bella saja.


"Mom, Dad. Kenapa pelukan tak ajak ajak Laula?" tanya Laura yang sudah terbangun dan melihat Mommy dan Daddy nya berpelukan itu.


Spontan saja Lucas dan Bella langsung menatap Laura yang ada di samping mereka.


"Mommy lagi pengen manja sama Daddy," jawab Lucas yang membuat Bella menatap Lucas dengan tajam.


"Laula juga mau di peluk," ucap Laura bangun dan duduk diantara Lucas dan Bella.


"Oh anak mommy cemburu hmm? Sini sayang peluk bareng sini."


Bella dan Lucas memeluk Laura yang ada di tengah mereka itu. Laura yang merasakan hal yang selama ini ia harapkan itu hanya mampu mengulas senyum manisnya senang.


"Kamu perlu tes DNA buat pastikan aku dan Laura ini memiliki ikatan darah," ujar Bella pada Lucas.


"Aku sudah melakukannya, tunggu hasilnya saja," jawab Lucas mengelus rambut sang putri.


Bella yang mendengar itu hanya menggeleng, bisa bisanya ia tak tahu akan hal itu. Tapi tak heran karena sedari dulu, suaminya ini selalu bertindak jika ada yang ganjal.


"Oke lah."


Bersambung