
Happy reading
"Sayang."
Bella yang sedang duduk di kasur dengan bermain ponsel itu, langsung bangun dan berlari menuju suaminya.
"Dapat ya?" tanya Bella dengan girang langsung mengambil piring berisi buah tin itu.
"Sayang kamu mau godain aku ya?" tanya Lucas mendorong pelan istrinya menuju kasur itu.
"Gerah sayang, aku gak tahu kenapa. Jadi aku pake baju ini biar agak dingin, AC juga udah aku nyalain," ujar Bella tanpa tahu tatapan suaminya karena saat ini ia masih fokus pada buah yang ada ditangannya.
Benar apa yang diucapkan Bella, AC sudah menyala. Dingin bahkan sangat dingin, itu terasa saat Lucas baru masuk ke dalam kamar tadi. Lucah pikir dingin itu dari luar karena cuaca malam ini juga sedikit gerimis.
"Astaga sayang, kalau kamu masuk angin gimana? AC nyala dan cuaca di luar juga sedang dingin."
Dengan cepat Lucas menarik selimut itu dan membungkus tubuh istrinya kemudian ia mematikan AC kamar itu membuat Bella menatap tajam suaminya.
"Sayang gerah ih, aku gerah."
Bella ingin mengambil remote AC itu tapi lebih cepat Lucas melemparkan remote itu ke sudut ruangan kamar itu.
"Lucas, aku gerah nih."
Bella jika sudah memanggil Lucas dengan nama itu berarti ia sudah sangat kesal dengan laki laki itu.
"Ini udah dingin sayang, nanti kalau kamu masuk angin gimana hmm? Kan nanti berpengaruh juga sama anak kita," ujar Lucas dengan lembut.
Lucas tahu jika emosi Bella tak stabil karena istrinya itu sedang hamil. Tapi Lucas juga tak mau jika istrinya itu sakit.
"Gerah sayang."
Bella melepas selimut itu dan mengambil satu buah Tin yang ada di piring.
"Udah gak usah di bahas, kalau kamu gerah kamu bisa tahan kan? Nanti kalau kamu sakit gimana hmm?"
Lucas tampak telaten mengusap sudut bibir Bella yang terkena air dari buah itu.
"Makan buah tin gak boleh banyak banyak hmm, makan lagi besok pagi. Kata yang jual tadi gak baik makan buah tin banyak banyak."
"Iya, tolong taruh di kulkas aja ya," ujar Bella menghabiskan buah itu.
Di kamar itu memang ada kulkas kecil yang diisi dengan minuman dingin dan buah buahan. Karena saat sebelum tidur biasanya Bella ngemil.
Duarrr
"Laura."
Satu kata yang terlintas saat ada petir seperti ini, Laura akan terbangun dan menangis. Keduanya langsung bangun dari ranjang itu, Bella memakai jubah mandi agar tubuhnya tak terlalu terekspos sedangkan Lucas yang sudah berganti itu berlari menuju kamar putrinya.
Ceklek.
Benar apa yang mereka takutkan benar terjadi, Lo Aura sedang terisak dengan mata terpejam. Saat pintu di buka tadi Laura langsung membuka matanya.
"Daddy, Mommy. Laula takut," isak Laura yang langsung di peluk oleh Bella dan Lucas.
"Cup sayang, Mommy sama Daddy disini. Tenang ya."
Mereka mengelus punggung Laura yang bergetar itu. Bella dan Lucas tahu jika Laura sangat takut dengan petir. Maklum anak kecil.
"Mommy dan Daddy gak akan pelgi kan?" tanya Laura dan dijawab gelengan oleh Bella.
"Kita akan disini sampai Laura tenang, gak akan terjadi apa apa sayang," jawab Lucas.
"Mau peluk Mommy."
Akhirnya dengan lembut Bella membaringkan tubuhnya di ranjang itu dan memeluk tubuh Laura. Tapi lama kelamaan setelah Laura terlelap, Bella juga ikut terlelap dengan nyamannya tanpa memikirkan dia yang sedari tadi menahan sesuatu disana.
"Nasib, nasib."
Lucas mengamati dua wanita yang paling ia sayang itu dengan lembut. Tak lama lagi akan ada anggota baru dalam keluarga mereka.
Lucas yang memang sedari kecil kurang akan kasih sayang orang tua itu membuatnya ingin memiliki banyak anak agar suasana rumah juga ramai. Apalagi Bella juga sudah tak memiliki keluarga, selain kakak kandungnya yang entah dimana sekarang.
Drrrtt
Ponsel yang ada disaku Lucas berbunyi. Membuat laki laki berusia 26 tahun itu mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya dipagi pagi buta seperti ini.
"....."
"Terus."
"....."
"Tetap awasi mereka dan jangan sampai lengah hingga kehilangan jejak lagi."
"....."
"Hmm."
Tutt
Panggilan telepon itu terputus, Lucas meletakkan ponselnya di nakas dan mulai membaringkan tubuhnya di atas kasur.
"Akan aku lakukan apa yang membuat kalian bahagia, walau itu mengorbankan nyawaku," ujarnya mengelus perut Bella dari belakang. Karena posisi wanita itu sedang memeluk tubuh Laura yang juga memeluk Bella.
"Sehat sehat anak Daddy, jangan membuat Mommy susah ya. Cukup Daddy aja yang susah nurutin maunya kamu," ujarnya terus mengelus perut Bella yang di depannya.
Tak lama Lucas ikut terlelap dengan posisi menghirup aroma leher Bella.
Bersambung
Hai hai, mampir ke novel teman Tya yuk. Judulnya MERUBAH NERAKA MENJADI SURGA karya
(Azzura)
Pernahkah kamu membayangkan, Hidupmu yang penuh kebahagiaan dalam sekejap mata berganti dengan duka dan nestapa? Bahkan nyaris serasa seperti di neraka!
Sadisnya, penderitaan yang begitu perihnya itu dihadirkan oleh sosok terdekat dalam hati dan hidupmu.
MIRIS. Demikianlah jalan hidup seorang Dara Herlambang yang yatim piatu.
Lantas, bagaimanakah Dara melalui hari-harinya yang sarat dengan air mata dalam kondisi lumpuh dan diasingkan? Bahkan dipoligami oleh suami yang begitu dicintai.
Akankah, ia yang penuh dengan ketidakberdayaan mampu Merubah Neraka Menjadi Surga?