
Happy reading
Pagi pagi sebelum sarapan, Lucas harus tersiksa dengan rasa mual saat mencium bau menyengat dari nasi yang ada di piring itu.
Lucas memuntahkan cairan bening itu, dengan Bella yang memijat tengkuk leher Lucas.
"Kenapa kayak gini lagi, harusnya kan udah enggak lagi. Kandungan aku juga sudah kuat."
"Mungkin anak kita ingin Daddynya merasakan apa yang dedek dan Mommy rasakan," ujar Lucas menghapus air mata yang ada disudut matanya.
Lucas berjongkok di depan perut Bella, kemudian menyingkap baju yang dipakai Bella.
"Jangan lama lama nyiksa Daddy ya sayang, Daddy juga harus kerja buat kalian."
Lucas mengecup perut mulus Bella dengan lembut, Bella yang melihat itu dengan lembut mengelus rambut suaminya.
"Maafin dedek ya, Dad."
"Iya sayang, Daddy ikhlas jalani semua ini buat kamu."
Setelah itu Bella mengajak Lucas keluar dari kamar mandi, Lucas tak mau ke meja makan lagi sebagai gantinya Bella memasakkan Lucas makanan tanpa nasi.
"Mommy, macak apa?" tanya Laura menarik ujung baju Bella.
"Masak omlet untuk Daddy sayang. Sekarang Daddy lagi gak mau makan nasi sayang. Apa Laura mau Mommy buatin juga?" tanya Bella mengelus pipi gembul Laura.
Mencium aroma omlet buatan Mommynya membuat perutnya lapar lagi. Padahal tadi ia sudah makan banyak karena disuapi oleh Mommynya.
"Mau..."
Bella mengangguk dan mengangkat tubuh putrinya untuk tidak terlalu dekat dengan kompor. Bella hanya takut jika putrinya itu kecipratan minyak panas.
"Kamu disini dulu, Mommy gak mau kamu kenapa napa."
"Iya Mommy."
Bella memasak ditemani Laura dan Nia yang juga menjaga Laura agar tidak turun dari kursi.
Setelah selesai memasak untuk suami dan putrinya, Bella memberikan omlet itu pada putrinya.
"Mau ikut Mommy atau sama Mbak Nia?" tanya Bella pada putrinya yang menatap makanan yang ada di tangannya.
"Ikut Mommy."
"Ya sudah, kita ke kamar Daddy ya. Kayaknya Daddy sedang tidak enak badan," ujar Bella menggandeng tangan kecil Laura menuju lift.
"Daddy cakit pa Mommy?" tanya Laura mengikuti sang Mommy ke kamar.
"Sakit biasa sayang, karena sekarang Mommy lagi hamil."
Laura yang belum paham hanya bisa mengangguk, ia ingin memeluk Daddynya yang kata Mommy sakit.
Hingga sampailah mereka di kamar Lucas dan Bella, Laura berlari dari pintu menuju Daddynya yang sedang bersandar di head board seraya memangku laptopnya.
"Daddy."
"Kita lanjut nanti, meeting kali ini saya tutup. Dan selamat bekerja."
Lucas menutup laptopnya dan mengangkat tubuh Laura ke pangkuannya.
"Lagi sakit masih aja ngurus kerjaan," ujar Bella menutup pintu kamar itu.
"Kan kata kamu kewajiban sayang, walaupun aku gak masuk kan harus tetap kerja buat kalian."
Walaupun tanpa bekerja, Lucas masih bisa menafkahi anak dan istrinya.
"Maaf Daddy gak bisa ikut Laura sarapan bareng tadi," ucap Lucas mencium pipi gembul putrinya.
Lucas menatap istrinya yang membawa sepiring omlet itu.
"Lebih baik Daddy yang sakit daripada Mommy sayang, emang Laura mau Mommy sakit?" tanya Lucas yang langsung dijawab gelengan oleh Laura.
"Makan ini dulu ya, habis itu makan buah. Semoga kamu gak eneg dan muntah lagi," ujar Bella duduk di sisi ranjang dan mulai menyuapkan omlet itu pada Lucas dan Laura.
"Enak, iya kan sayang?" tanya Lucas pada putrinya yang juga menikmati omlet sederhana buatan Bella.
Bella menyuapkan omlet itu sampai habis, ia seperti menyuapi dua anak kecil yang tak mau makan.
Setelah makanan itu habis, Bella mengupas buah jeruk dan menyuapkannya buah itu pada Lucas tapi sepertinya Laura tak ada kenyangnya, ia juga mengingkan buah yang dimakan Daddynya.
"Dasar anak Daddy," ujar Bella mencium pipi Laura yang sedang mengunyah jeruk itu.
Lucas tersenyum, ia bahagia karena hal ini. Istrinya kembali dan putrinya juga dengan mudah menerima Bella.
"Aku sudah menemukan keberadaan Kakak kamu sayang," ucap Lucas tiba tiba membuat Bella yang sedang menyuapkan jeruk ke mulut Laura itu terhenti.
"Kamu serius? Dimana kak Leo sekarang?" tanya Bella dengan mata berkaca kaca.
"Kamu jangan bohong," ujar Bella yang masih tak percaya atas ucapan suaminya.
"Hei kenapa kamu nangis, harusnya kamu senang dong karena aku bisa menemukan keberadaan kakak kamu yang sangat sulit untuk di bobol itu," ujar Lucas menghapus air mata Bella dengan tangan kanannya karena saat ini tangan kirinya ia gunakan untuk menyangga tubuh putrinya.
"Dimana kakak sekarang?" tanya Bella mengusap kasar air matanya.
"Menurut orang kepercayaan aku, Kak Leo ada di kota X."
"Aku mau ketemu dia, aku mau ketemu keluargaku satu satunya."
"Hei kita belum bisa berpergian dulu sayang, kamu lagi hamil muda. Dan istri dari kakak kamu juga sedang hamil sayang. Aku gak mau kamu capek dan berpengaruh pada kandungan kamu."
Bella menatap perutnya yang masih sangat datar, ia juga paham akan resiko jika berpergian jauh saat hamil muda.
"Kamu tunggu sampai kandungan kamu kuat dulu ya. Karena kakak kamu juga lagi sibuk sibuknya dengan pekerjaannya."
"Memangnya kenapa kakak sibuk?"
"Menjadi seorang pelukis sayang. Rencananya saat kandungan kamu sudah besar, kita bisa membuat lukisan keluarga dengan kakak kamu yang menjadi pelukisnya."
Bella mengangguk rasanya ia sudah tak sabar untuk menantikan saat itu tiba.
"Kamu tahu nomornya sayang?" tanya Bella.
"Nah itu yang susah, orang suruhanku juga sulit menembus data pribadinya. Mereka hanya menemukan tempat dimana dia berada."
"Aku ingin bertemu Kakak."
"Sabar hmm."
Bersambung
Hai hai mampir ke novel teman Tya yuk, judulnya LADY DEVIL karya Mom Al
Bagaimana jadinya jika kamu masuk ke dalam sebuah novel kesukaanmu?
Mikhayla Winata, gadis cantik berusia dua puluh tiga tahun yang setiap harinya suka ugal-ugalan dengan cara balap motor. Kayla mengalami kecelakaan hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri.
Saat terbangun, ternyata Kayla sudah berada disebuah tempat yang sangat asing dimatanya.
"Hah! Ini seperti kerajaan, tapi apa mungkin??" Kayla menebak sembari mengedarkan matanya ke penjuru ruangan.