Daddy Lucas

Daddy Lucas
Air Mata Bahagia



Happy reading


Lucas sudah sampai di mansion pukul 7 malam, sedikit malam daripada yang biasanya jam 4 sore sudah di rumah bahkan jam 2.


Ia mengirim pesan pada kakak dan kakak iparnya agar datang ke alamat yang ia kirimkan. Ia juga sudah mengirim pesan pada pihak toko kue untuk mengirim kue jam 11 malam nanti.


Lucas tahu jika jam jam segini istrinya masih terlelap, hingga membuat Lucas sedikit tenang jika ingin menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk Bella. Walau sangat sederhana.


Lucas berjalan menuju kamarnya, rasanya badannya sangat lengket karena setelah dari bandara tadi Lucas langsung meeting di sebuah restoran terbuka hingga membuatnya sedikit panas. Belum lagi dengan pekerjaannya yang sangat banyak.


"Nyenyak banget sih kamu sekarang kalau tidur," gumamnya mengelus lembut rambut istrinya. Lucas heran kemana putrinya yang biasa menemani istrinya.


Lucas berlalu menuju kamar mandi dan membersihkan badannya.


Setelah berberapa menit akhirnya Lucas keluar dengan celana pendek dan juga kaos oblong berwarna putih.


Ternyata istrinya itu sudah bangun walau belum terduduk, mungkin karena susah di perutnya untuk dibuat duduk.


Dengan cepat Lucas membantu istrinya untuk duduk, dan dengan biasa Bella langsung memeluk suaminya itu.


"Kenapa baru pulang?" tanya Bella masih memeluk suaminya.


"Kan aku banyak pekerjaan sayang, tadi aku juga udah izin."


"Hmm, udah makan?" tanya Lucas seraya mengelus lembut perut Bella.


"Udah jam 3 tadi."


"Laura?"


"Sama, tadi makan bareng sama nasi goreng buatan aku."


"Kita makan lagi hmm, tadi aku udah beli makan malam buat kita."


Bella mengangguk tanpa mencuci muka Bella langsung berdiri dan berjalan menuju kamar putrinya.


***


Tanpa sepengetahuan Bella, Leo sudah datang dan berada di kamar tamu. Leo tak bisa membendung tangisnya saat melihat adik kecilnya dulu sudah berubah jadi wanita yang sangat cantik dan akan memiliki dua anak.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, rencana untuk memberikan kejutan untuk Bella membuat mereka sangat antusias apalagi Leo yang sudah tak sabar untuk memeluk tubuh adiknya.


Kue sudah ada, bahkan Laura juga sudah bangun dengan wajah berbinar untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Mommynya.


Lampu kamar dimatikan hingga membuat Bella yang sejak hamil ini tak bisa tidur dengan lampu padam itu itu langsung terbangun karena ini.


"Sayang kamu dimana?" teriak Bella saat tak mendapati suaminya disampingnya.


Bella takut dengan suasana gelas seperti ini, ia tak bisa sendirian ini. Entah kenapa Bella yang dulunya sangat pemberani menjadi seorang penakut.


Hiks hiks hiks.


Hingga sebuah cahaya dari sebuah lilin membuat Bella menatapnya.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday happy birthday


Happy birthday to my wife


"Happy birthday sayang."


"Happy bilthday Mommy."


"Selamat ulang tahun Nyonya."


"Kalian ingat hari ulang tahun aku?" tanya Bella menyeka air matanya.


"Tentu saja, sekarang make you wish dulu."


Bella mengangguk dan berdoa dalam hati sebelum akhirnya ia meniup lilin berangka 26 tahun itu.


"Terima kasih buat kejutannya."


"Terima kasih anak Mommy udah mau ikut beri kejutan buat Mommy."


Bella mengecup kening putrinya dengan lembut kemudian mengecup pipi suaminya.


"Sayang aku masih ada satu kejutan lagi buat kamu."


Bella menatap suaminya dengan lembut, apa lagi kejutannya. Bella jadi penasaran dengan apa kejutan selanjutnya dari suaminya itu.


"Apa lagi sih?" tanya Bella. Lucas meletakkan kue itu dinakas.


"Silahkan masuk."


Setelah mengucapkan itu, Leo dan Caramel masuk ke dalam kamar itu dengan perasaan senang. Keduanya tak membawa anak anak karena masih terlelap.


Bella yang bingung itu menatap suaminya? Siapa dua orang ini?


"Mereka siapa sayang?" tanya Bella pada suaminya.


"Tanya saja sama mereka," jawab Lucas mengangkat Laura ke kasur.


"Maaf kalian siapa ya?" tanya Bella.


"Rara kecil kesayangan kakak," jawab Leo dengan lembut. Bella tak asing dengan panggilan itu, ia tahu hanya 1 orang yang memanggilnya Rara yaitu kakaknya.


"Kakak."


Bersambung


Hai hai mampir ke novel teman Tya yuk judulnya JERATAN ISTRI YANG TERHINA, karya kak Siti Fatimah.




JERATAN ISTRI YANG TERHINA


(Siti Fatimah)



Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.


Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.


Bagaikan tertimpa seribu tangga. Ia juga harus menerima kepahitan hidup gimana ia terjebak dalam sebuah pernikahan yang dimana Pria yang ia nikahi adalah Suami dari sahabat terbaiknya sendiri. Kehancuran, kecewakan hinga dendam membuat sahabatnya berbalik menjadi membencinya bertekad untuk menghancurkan kebahagiaannya. Akankah persahabatan mereka yang dulunya terbilang akur akan berubah menjadi dendam?"