
Happy reading
Setelah menidurkan Laura di kamar tadi, Lucas dan Bella berlalu menuju kamar sebelah kamar Laura
Mereka tak langsung tidur tapi masih duduk di kasur dengan Lucas yang sedang membalas pesan dari rekan kerjanya di kantor.
"Maaf ya sayang, besok aku harus kerja. Jadi gak bisa nemenin kamu lagi," ujar Lucas meletakkan ponselnya di sisi ranjang. Lucas menatap Bella yang sedang memakai cream malam itu.
"Kan biasanya kamu juga kerja, ingat ya sayang. Aku udah pulang dan siap siap saja uangmu akan habis aku kuras," ucap Bella menyelesaikan ritual malamnya. Ia memakai lipblam berwarna pink alami yang membuat kecantikan Bella makin terpancar.
"Kan ini pertama kalinya kamu ingat sayang. Harusnya kita rayakan kesembuhan kamu ini. Tapi aku malah banyak tugas dari kantor," ujarnya menyuruh Bella untuk mendekat kearahnya.
Grep
Bella menjatuhkan dirinya di atas tubuh Lucas. Ia sudah tak akan ragu lagi melakukan ini. Ingatannya sudah kembali bahkan rasanya ia melahirkan Laura saat itu masih terasa.
"Gak apa apa juga. Aku tak butuh pesta atau perayaan lainnya. Bagiku kebahagiaan kita itu utama, atau nanti kamu bagi bagikan sedikit uang kamu pada orang yang membutuhkan," ujar Bella menikmati aroma tubuh Lucas yang tak memakai atasan.
"Aku sudah melakukan itu. Bahkan perusahaanku menjadi donator dari berberapa panti asuhan dan panti jompo," jawab Lucas mengelus rambut Bella dengan lembut.
"Aku tahu, karena sebelum aku masuk rumah ini aku sudah mencari semua informasi tenang kamu dan Laura. Tanpa aku tahu jika yang aku selidiki adalah keluargaku sendiri," ucapnya mendorong suaminya agar terlentang dan ia ikut berbaring di atas Lucas.
"Kamu ini kebiasaan banget sih hmm. Gak dulu gak sekarang sama aja, sukanya tidur di atas dadaku. Kenapa sih?" tanya Lucas menahan beban di tubuhnya. Bella tidak berat dan Lucas sangat menyukai istrinya yang seperti ini.
"Suka aja dengar detak jantung kamu ini," jawabnya santai.
Lucas membiarkan apa yang dilakukan istrinya hingga suara perut Bella membuat Lucas menatap istrinya dan teringat jika tadi mereka belum memakan makan malamnya.
"Lapar," ujarnya dengan senyum tipis. Bella tak malu, entah kenapa bersama Lucas membuat ia kembali menjadi dirinya sendiri.
"Kita ke dapur yuk, cari makan," ajak Bella yang sudah bangun dari atas dada Lucas.
Lucas pun bangun dan mulai menggendong Bella keluar dari kamar itu. Bella mengalungkan tangannya di leher Lucas seraya mengamati wajah tampan suaminya.
"Kita masih suami istri kan yank?" tanya Bella menatap Lucas. 3 tahun koma membuatnya sedikit tak percaya jika ia masih istri dari Lucas.
"Tentu saja, aku tak pernah menceraikan kamu walau saat itu kamu pura pura meninggal. Kamu masih tetap hidup, dan aku tak akan pernah menceraikan kamu," ujar Lucas dengan lembut menatap mata Bella yang juga menatapnya.
"Syukurlah kalau begitu, aku tak perlu lagi mengurus pernikahan kita," ujar Bella mengecup dagu Lucas.
"Kalau kamu mau, aku bisa saja menikahi kamu untuk yang kedua kalinya," jawab Lucas.
"Gak perlu, aku sudah cukup bahagia dengan semua ini. Aku senang kamu menamai anak kita dengan namaku. Maaf ya atas semaunya," ujar Bella dengan lembut.
Jujur saja ia sangat merasa bersalah pada Lucas yang sangat tersiksa karena dirinya pergi begitu saja.
"Aku ingin marah, aku ingin mengunci kamu di kamar terus. Tapi aku tak tega karena cintaku yang sangat besar untuk kamu sayang. Aku mau kita terus bersama hmm."
Bella mengangguk dan mengeratkan pelukannya di leher Lucas tapi tak sampai membuat Lucas risih.
"Siap hamil anakku lagi?"
Deg
Pertanyaan Lucas bersamaan dengan lift terbuka, Bella tersenyum tak mengiyakan dan tak menolak. Entah apa yang ada di otak kecilnya itu.
"Lihat saja nanti," jawabnya dengan lembut.
Mereka sampai di dapur, suasana disana sangat sepi karena Lucas memberikan peringat jika di jam 9 ke atas semua pelayan harus ke kamar masing masing.
"Kamu mau makan apa yank?" tanya Bella yang sudah turun dari gendongan Lucas.
"Apapun yang dibuat istriku ini," jawab Lucas memeluk tubuh Bella dari belakang.
"Oke aku cuma mau bikin sandwich kesukaan kita aja, aku gak mau ribet udah malam juga," ucap Bella yang sudah siap dengan bahan bahan di depannya.
Roti isi yang dibuat Bella memang sama pada umumnya tapi yang membedakan adalah cara membuatnya. Bella dengan telaten membuatnya, tak lupa isian yang membuat Lucas nanti akan menyukainya.
"Aku kangen masakan kamu yang ini, kamu tahu tidak dulu aku pernah memakan bubur yang kamu masak buat Laura," ujar Lucas mengecup pipi sang istri.
"Aku tahu, dan semoga rasa masakanku tidak berubah hmm."
Akhirnya sandwich buatan Bella sudah jadi, mereka membawa makanan itu ke meja makan. Bella memberikan satu sandwich pada Lucas dari satunya untuk dirinya.
Lucas mulai menyuapkan makanan itu dengan semangat dan benar saja rasa sandwich itu sangat enak dan persis dengan buatan istrinya dulu. Kini ia bisa merasakannya lagi.
Bella yang melihat suaminya sangat lahap memakan makanan yang di masaknya itu tersenyum senang. Setidaknya ia masih bisa melayani suaminya dengan baik walau belum bisa melayani hasra*t Lucas.
"Aku kenyang sayang," ujar Lucas setelah ia meminum air putih yang ada di depannya.
"Aku juga tapi aku mau lihat Laura dulu," jawab Bella mengambil satu buah anggur dan memakannya.
Setelah selesai makan mereka langsung pergi dari ruang makan dan berjalan menuju kamar Laura yang memang tadi tak di kunci. Ternyata Laura sedang tidur dengan Nia yang ada di sebelahnya.
"Dia sudah sangat terlelap, sekarang kamu harus tidurin aku," ujar Lucas menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar.
"Ih tidur sendiri dong, mas aku harus tidurin kamu?" tanya Bella melepas cekalan tangan Lucas.
"Harus sayang, kamu lagi datang bulan kan? Sarangnya kan lagi disita, tapi buahnya kan enggak," jawab Lucas naik ke atas kasur yang diikuti oleh Bella.
"Bilang aja to the poin. Kamu mau buah, tadi aja gak bilang. Kan bisa sekalian bawa," ujar Bella sedikit kesal dengan Lucas.
"Bukan buah itu sayang. Tapi dua buah kamu itu, aku sudah sangat lama tak merasakannya, apa sekarang tidak boleh?" tanya Lucas dengan melas. Jujur saja dulu ia tak tahan dengan kemodisan Bella saat merawat putrinya.
Hingga Lucas tahu jika Bella adalah istrinya, ia tak mau rutinitasnya berhenti begitu saja.
"Oalah kamu nen?" tanya Bella menyipitkan matanya dan dianggukkan oleh Lucas.
"Ya sudah sini, hitung hitung permintaan maaf aku buat suami aku ini."
Bella menarik selimut sedangkan Lucas masuk ke dalam selimut itu dan kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Bersambung