Daddy Lucas

Daddy Lucas
Hadiah Terindah



Happy reading


Tangis, bahagia, terharu kini bercampur menjadi satu. Bella memeluk kakak satu satunya yang ia punya itu dengan tangis, walaupun ada perut besarnya yang menghalangi tapi tak menyurutkan untuk mereka melepaskan rindu.


Cups


Kecupan lembut Bella terima di keningnya, siapa lagi jika bukan Leo yang melakukannya.


"Maafkan kakak yang selama ini tak bisa menemukan kamu Ra," ujarnya dengan menghapus air matanya dengan kasar.


"Maafin Rara yang gak bisa menemukan kakak. Setelah pembunuhan itu, aku kehilangan semuanya termasuk kakak. Kakak sudah tak ada di kampus yang kakak yang dulu. Aku bingung kak, aku sendiri saat itu."


"Enggak sayang, kamu gak salah. Kakak yang salah karena meninggalkan kamu dan Mama Papa di sana. Andai aku pulang saat itu kejadian itu tak akan terjadi."


Mereka yang ada disana hanya bisa menjadi penonton saja, Bella menangis didalam pelukan Leo yang membuat mereka ikut terharu karena adegan adik kakak itu.


"Om itu siapa Dad?" tanya Laura memecahkan lamunan Lucas begitupun dengan mereka yang ada disana.


"Itu kakaknya Mommy sayang, namanya Om Leo. Salim dulu ya," ujar Lucas mengelus rambut putrinya.


Dengan senyum Laura mendekat kearah mommynya dan menyalimi Leo dan Caramel. Laura yang melihat Mommynya sedih langsung memeluknya juga.


"Mommy jangan nangis, Laula tak mau Mommy sedih. Kata Daddy kasihan Dedek bayinya," ucap Laura mengelus perut Mommynya.


Bella yang mendengar itu langsung tersenyum.


"Ini bukan air mata kesedihan sayang tapi air mata kebahagiaan. Karena keluarga satu satunya yang mommy punya ada di depan Mommy. Mommy bahagia," ujarnya dengan lembut. Laura yang mendengar itu mengangguk kemudian menghapus air mata yang mengalir di pipinya Mommy nya.


"Anak kamu sangat cantik, sayang putraku masih terlelap bersama si kembar."


Bella menatap kakak iparnya, benar saja perut Caramel sudah kempes. Anak mereka kembar dan seorang putra berusia 8 tahun.


"Terima kasih sudah mau datang, ini adalah kejutan paling indah yang aku dapat. Terima kasih," ucap Bella dengan senyum termanisnya.


"Sama sama, besok kita lanjut lagi ya. Udah malam, takut anak anak bangun dan cariin kita saat gak ada."


Bella mengangguk, senyum manis itu tak bisa hilang dari bibir Bella.


Mereka keluar dari kamar itu hingga menyisakan Bella, dan Lucas saja. Tak lupa menyuruh Asep untuk membawa kue itu ke bawah dengan Nia yang membawa Laura ke kamarnya sendiri.


"Terima kasih Sayang."


Bella memeluk tubuh Lucas dengan lembut, ia bahagia karena suaminya memberinya hadiah yang sangat istimewa untuknya yaitu membawa sang kakak padanya.


"Suka sama kejutannya?" tanya Lucas mengecup kening istrinya.


"Suka banget, makasih ya."


"Oke kamu minta apa, mumpung aku lagi baik hari ini aku akan kabulin permintaan kamu," jawab Bella menjauhkan wajahnya dari dada Lucas kemudian menatap wajah suaminya dengan lembut.


"Gak banyak kok saya sayang, cuma mau susu."


"Susu?"


"Heem, lagi haus jadi pengen susu."


Bella langsung paham apa yang diinginkan oleh suaminya. Bella bukan istri yang polos seperti wanita kebanyakan.


"Bentar."


Bella mengambil posisi yang nyaman untuk menyus** bayi besarnya ini. Apalagi kandungannya yang sudah besar. Dengan inisiatifnya Lucas meletakkan bantal di bawah perut istrinya.


"Pengertian banget si Daddy."


"Harus dong kan buat Mommy dan adik nyaman."


Bella tersenyum dan mengangguk, kemudian membuka kancing bajunya dan setelahnya membiarkan suaminya melakukan apa yang ia mau.


Lucas yang melihat itu bagaikan mendapat sebongkah berlian, hari ini memang ia sangat lelah dan ia butuh penambah vitamin dari sang istri.


"Ssstt jangan kenceng kencang hisapnya sakit."


"Maaf sayang."


Dengan libur Bella mengelus rambut suaminya, bukannya ia tak mau yang lebih tapi suaminya ini yang jarang menyentuhnya karena tak mau menyakiti anaknya seperti saat ia hamil Laura dulu. Paling paling mentoknya di atas aja.


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yuk judulnya DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM karya Anisyah S




DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM


(Anisyah S)



Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya.


Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya? Lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung?