
Happy reading
Tak terasa hari sudah mulai pagi, Bella yang terbangun dulu itu langsung dihadapkan dengan pemandangan sang suami yang sedang memeluk perut buncitnya itu.
Senyum mengembang itu langsung terpancar dari bibir Bella saat melihat wajah tampan Lucas itu.
Hingga tangan Bella terulur untuk mengelus lembut wajah Lucas bahkan bibir tebal milik Lucas yang sangat menggoda imannya itu. Apalagi pagi seperti ini, ingin rasanya ia mencicipi bibir tebal itu.
Tangan lembutnya mulai mengelus bibir itu dengan lembut kemudian ia mengecup bibir Lucas. Hanya kecupan saja tak lebih, karena ia tahu konsekuensinya jika terlalu menikmati bibir suaminya itu.
"Sayang banget kalau cuma nempel," batin Lucas yang sudah terbangun karena usapan lembut sang istri.
Tangan Lucas semakin memeluk pinggang sang istri dengan erat kemudian melanjutkan ciuman sang istri tadi. Bella yang baru saja jika suaminya sudah terbangun entah dari kapan.
"Aku ingin sayang," bisik Lucas yang sudah tak bisa menahan gai**hnya sendiri sejak Bella menciumnya seperti itu.
Dengan lembut Lucas melepaskan pelukan itu dan mulai melepas pakaian istrinya dengan mudahnya kemudian ia juga melepaskan pakaiannya sendiri.
Lucas mengelus perut Bella terlebih dahulu meminta izin pada anaknya yang berada di dalam perut itu.
"Daddy izin jenguk kamu ya boy, Daddy gak tahan harus nahan ini. Jangan marah sama Daddy dan jangan buat Mommy sakit," bisik Lucas mencium perut buncit itu.
Lucas menarik selimut itu agar menutup tubuh mereka kemudian mulai mengecup kening, hidung dan terakhir mencium bibir pink sang istri yang sangat manis itu.
Ciuman Lucas turun ke bawah hingga meninggalkan berberapa tanda cinta disana. Sedangkan Bella hanya bisa menikmati apa yang diberikan oleh sang suami.
"Ahh sayang."
Bella hanya bisa mend*sah pelan saat tangan suaminya itu berselancar kebawah sana itu.
Lucas yang tak mau Bella kesakitan itu mengubah posisi mereka dengan posisi yang sangat nyaman untuk ibu hamil seperti Bella.
***
Berbeda dengan Bella dan Lucas yang kini di kamar tamu Leo dan Caramel kini di sibukkan dengan bayi kembar mereka yang menangis bersama itu hingga membuat Caramel harus menyusui keduanya secara langsung. Caramel lupa untuk memompa ASI nya tadi malam hingga pagi ini ia harus sibuk dengan putra putrinya.
"Aku gak apa-apa kok Mas. Lagian kalau kan udah biasa langsung dua begini," ujar Caramel pada sang suami.
"Tapi kamu pasti kesakitan sayang. Mereka makin lama nyusunya makin kuat," ucap Leo mengelus rambut anak kedua dan ketiganya.
"Gak apa apa," jawab Caramel dengan senyum manisnya menatap anak kembarnya dengan lembut.
Perjuangannya melahirkan si kembar sangat sakit bagi mereka, tapi semua itu terbayar saat melihat wajah putra dan putrinya yang sangat teduh itu.
Kemudian tatapan Caramel tertuju pada ranjang disampingnya ada Arka yang masih terlelap itu. Kasur di kamar tamu itu sengaja di berikan yang besar dan lebar agar muat untuk mereka walau Lucas juga sudah menyiapkan box bayi untuk si kembar di kamar itu tapi mereka lebih memilih untuk menidurkan anak anak mereka di kasur yang sama seperti mereka.
"Syukur ya Mas, kita sudah bertemu dengan Laura. Adik kamu dan keluarga kita yang baru ini," ujar Caramel mengalihkan topik kali ini.
"Iya sayang, apalagi aku baru tahu jika Laura menemukan pendamping yang pas yaitu Lucas. Dia pria yang baik untuk Lqura, aku pernah mendengar gosip tenang dirinya dan kamu tahu?"
"Apa?"
"Sifat dan perangai Lucas 80% mirip dengan Papa," jawabnya dengan senyum. Ia bisa melihat tatapan cinta Lucas untuk Bella hingga membuatnya yakin jika Lucas sangat cocok pada Laura.
"Sayang aku tidak bisa merasakan kasih sayang Papa dan Mama mertuaku," batin Caramel menatap anak anaknya kemudian menatap suaminya
Bersambung
Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yuk judulnya CINTA DIBAYAR TUNAI karya (Dtyas)
Mihika Yodha yang menyamar sebagai karyawan baru pada salah satu perusahaan milik Ayahnya. Berada pada situasi dimana Mihika harus menikah dengan Arka, direktur perusahaan Ayahnya. Berusaha mengungkap segala permasalahan perusahaan juga sebagai asisten dan istri dari Direktur perusahaan milik ayahnya tidak membuat Mihika putus asa.
“Jangan harap aku akan berlaku seperti seorang suami pada umumnya, karena kamu bukan wanita idamanku,” ujar Arka setelah melangsungkan akad nikah dengan Mihika. Arka tidak mengetahui identitas asli Mihika termasuk wajah asli istrinya.
Arka benar-benar serius dengan ucapannya. Tidak menghargai Mihika sebagai istrinya, bahkan tetap berhubungan dengan wanita lain. Mihika mengira jika Arka adalah dalang dibalik masalah perusahaan. “Arka, kamu akan menyesal telah berbuat jahat termasuk menghina hubungan ini. Saat kamu menyesal semua sudah terlambat,” ucap Mihika lirih.
Lalu bagaimana kisah Mihika dengan Arka setelah terungkapnya pelaku kejahatan di perusahaan? Apakah Arka akan jatuh cinta pada Mihika sesuai dengan janji saat mengucapkan ikrar akad nikah? Karma atau cinta dibayar tunai.